NovelToon NovelToon
Terminal Lucidity

Terminal Lucidity

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Permainan Kematian
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Gerimis Senja

Karena hukuman, akhirnya Eighar harus di pindahkan ke sekolah aneh yang berisi orang-orang yang aneh pula. Sekolah macam apa yang di maksud?? Tak ada yang khusus, kecuali murid-murid serta sistem sekolahnya yang terbalik. Lalu, apa yang mengganjal dari hal itu??
Baca lah sendiri!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerimis Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan dari Chelsie

Mendengar perkataan Eighar, membuat Coach Justin terkejut, beberapa detik kemudian ia memecah tawa saking geli mendengarnya. "Hahah, ya ampun!! Tengil amat kamu!! Belum pernah ada yang nantangin saya sparing bocah!! Kembali kamu duduk di barisan!!" pekiknya sambil mendorong Eighar dengan kuat. Eighar yang tak siap dengan dorongan tiba-tiba tersebut, jatuh tersungkur menimpa Leon yang lagi-lagi mengeluh kesakitan.

"Adeeeeh!! Sudah jatuh, ketimpa Eighar pula!!" gerutunya, membuat murid-murid yang lain tertawa.

Eighar beranjak dan kesal ketika ditertawakan, sementara coach Justin menutup kelas sparing dan mulai masuk ke teknik-teknik bertarung yang baik dan siaga.

"Nah, dalam pertandingan antara siapa ya namanya?" Ia menatap ke arah Zeam. "Zeam?? Oh, Zeam. Dalam pertandingan antara Zeam dan Michelle, kita bisa lihat tipe serangan apa yang digunakan Michelle dan bagaimana Zeam menunggu waktu yang tepat untuk memberikan serangan balasan dan langsung K.O." ujar coach Justin.

"Kita tau sendiri, dari contoh serangan Michelle ini banyak kekurangan, nah.. ketika kita menerima serangan yang sama seperti tadi, kita harus menahan lalu membalasnya seperti ini." Ia mencontohkan beberapa gerakan, Eighar tak fokus menatap coach, ia lebih memilih memandang Zeam yang ikut membalas tatapannya.

"Nah, Michelle, kamu liat ini.. kamu harus melakukan ini. Lalu begini, dan untuk Zeam.. kamu harus melakukannya seperti ini." Coach melanjutkan, sembari memberikan masukan untuk keduanya.

Eighar yang memandang Zeam tak berkedip, tiba-tiba saja mendapat kedipan mendadak dari Zeam, membuat lelaki ini tersentak dan terkesiap kaget. Zeam tersenyum nakal seolah meledek karena tau Eighar terkejut.

Zeam mengangkat-angkat kedua alisnya, sisi kiri ke kanan, lalu kanan ke kiri seperti gelombang, diakhiri dengan senyuman simpul yang lebar. Eighar tersulut amarah, ia hendak beranjak untuk memberinya pelajaran, tapi Elle dan Leon yang mengetahui hal itu langsung menangkap Eighar, menariknya dan menyuruhnya duduk kembali.

"Jangan, kayaknya dia sengaja begitu! Gak usah di gubris." bisik Elle sambil tetap menahan tangan Eighar.

"Dia nantangin, dia ngeledek itu!!" geram Eighar kesal, dengan nada bicara cepat.

"Sssst, udah duduk aja. Jangan liatin dia kenapa sih!!" desis Elle. "Kan banyak hal lain yang bisa diliat. Tuh, liat coach Justin aja!!" desahnya.

"Hahaha, dia ngeledeknya lucu." timpal Leon, membuat Elle menatapnya dengan sengit.

"Sekali lagi lu muji-muji dia, gue banting lu dari sini ke muka dia." ancam Elle, membuat senyum Leon sirna seketika.

Kelas berikutnya, Coach memperagakan beberapa gerakan untuk mereka tiru bersamaan. Beberapa masukan dan juga teknik-teknik mumpuni ia ajarkan, dan Eighar merasa kalau kelas ini memang cukup berguna untuk orang yang benar-benar mau belajar. Dan dia lebih memfokuskan pada seseorang yang tidak punya basic bertarung seperti Chelsie.

Kelas berakhir dan mereka membubarkan diri masing-masing. Zeam keluar terlebih dahulu, di susul Eighar, lalu Elle keluar bersamaan dengan Leon dan juga Chelsie.

Ketika mereka berjalan melewati pintu GOR Umum, tiba-tiba saja Chelsie menyergah, "Michelle!!" sentaknya, membuat Elle dan Leon menoleh serentak, lalu Chelsie langsung menggenggam erat pergelangan tangan Elle.

Elle terkejut ketika tangan Chelsie menyentuhnya, pasalnya ada perasaan aneh yang ia rasakan pada permukaan kulit Chelsie kala menyentuhnya. Rasanya sulit dijelaskan, seperti ada magnet yang menarik erat energinya, membuat Elle tersentak setelah beberapa detik kemudian, mereka berdua saling terpental satu sama lain.

Kepala Elle mendadak pusing, sementara hidung Chelsie tiba-tiba saja mengeluarkan darah dan wajahnya kian memucat, dan tentu saja Leon yang menyaksikan hal tersebut panik dan kebingungan.

"Hah? Nah.. loh, ap.. apa-apaan ini? Apa yang terjadi ini?" ujar Leon kebingungan.

Elle sempoyongan dan memegang kepalanya sendiri, sementara Chelsie menutup matanya dan tiba-tiba saja ia tersentak sendiri seraya membukanya.

Wajah Chelsie yang awalnya tegang pun perlahan berubah. Ia menyeka darahnya dengan lembut, lalu menarik napas panjang. Ia yang awalnya terlihat tak bersahabat, perlahan menjadi lebih lembut.

Elle menatap tajam ke arahnya. "Oi? Lu apain gue?!" sentaknya, membuat Leon langsung menenangkannya.

"Le, udah.. dia kan cuma megang tangan lu aja." bisik Leon sambil berusaha menjauhkan mereka berdua.

"Gak!! Dia ngelakuin sesuatu tadi. Dia gak cuma megang aja, gue tau dia ngapain! Pasti dia ngelakuin suatu hal yang buruk!" jelasnya sambil menatap Leon. "Bener kan, ngaku lu?!" bentak Elle lagi.

"Udah udah, ssstt.. nanti kita di laporin murid-murid yang lain loh pake Japi. Udah jangan ribut mulu." keluh Leon.

Chelsie langsung berjalan mendekat ke arah Leon dan Elle. Menatapnya satu persatu secara bergantian. "Gue ingetin ke kalian berdua. Jangan pernah cari gara-gara sama Zeam dan biarin dia ngelakuin apa yang dia mau. Dan satu lagi, gue ingetin sekali lagi, berenti deket-deket sama Eighar. Dia itu orang yang berbahaya." ujar Chelsie, sambil melongos dan mendahului Elle dan juga Leon.

Elle menatap jengah dan berbalik usai di salip oleh Chelsie. "Kalau lu gak tau Eighar itu orang yang seperti apa, sebaiknya lu gak usah sok tau." ucap Elle, membuat langkah Chelsie terhenti. "Semua orang, gak ada yang jahat atau berbahaya di dunia ini. Kalaupun mereka ngelakuin hal yang gak baik, harusnya lu liat dulu riwayat mereka, terkadang beberapa orang punya masalah dengan kepribadian mereka sendiri, dan mereka pun gak menginginkan itu terjadi. Jadi sebagai temen, gak seharusnya kami ngejauhin dia, dia juga butuh orang yang mengerti dan memahami dirinya." Chelsie yang mematung, langsung berbalik menatap Elle.

"Toh, kami juga udah nyelidikin.. kedatangan kalian kesini, ada maksud tertentu kan ke si Eighar?" Mendengar perkataan Elle, membuat Chelsie mengernyit hingga mulutnya menganga kecil.

"Masa lalu Eighar, ada hubungannya sama Zeam. Eighar itu, lupa ingatan sebelum masuk kesini. Sementara Zeam, ia datang dengan masalah lama yang kemungkinan belum terselesaikan. Eighar lupa masalahnya, sementara dia enggak. Dia pura-pura gak kenal siapa Eighar, padahal dia kenal. Jadi, menurut lu siapa yang berkemungkinan buat ngelakuin hal yang jahat karena dendam?" tanya Elle, membuat Chelsie tercekat, dan beberapa saat setelahnya Chelsie tersenyum.

"NPD, Narcissistic personality disorder." Elle mengangkat kedua alisnya kala mendengarkan perkataan Chelsie. "Kalian tau itu?? Eighar merupakan salah satu pengidap gangguan kepribadian tersebut. Dan kalian tau NPD itu orang yang kayak gimana??" Chelsie menggantung kalimatnya. "Mereka itu licik, manipulatif, haus validasi, merasa dirinya hebat dan paling penting di dunia ini. Dan kalau kalian mau tau, NPD itu.. gak pernah menganggap orang lain penting, meskipun itu temannya sendiri. Kalau gak nguntungin, ya dia gak akan perduli."

"Jadi, gak usah berpikir buat meyakinkan mereka dengan logika, karena NPD gak peduli dengan logika, mereka lebih mementingkan bagaimana mereka dilihat orang dan mengatur situasi."

"Jangan berpikir juga mereka bisa berubah, atau kalian bisa menyelamatkan atau memperbaiki mereka, dengan menjadi sabar, menjadi lebih baik dan mengerti dia, karena semakin banyak kalian memberi, semakin banyak pula dia mengambil. NPD gak bisa di ubah oleh orang lain, mereka bisa berubah dari diri mereka sendiri, dan itu butuh terapi." tukas Chelsie sambil menatap Elle dan Leon secara bergantian.

"Lu gak usah terlalu peduli, kami tau apa yang kami lakuin. Dan kami sendiri yang ngerasai perubahan Eighar." Elle masih membela diri, tapi Leon sedikit goyah karena perkataan Chelsie.

Chelsie hanya tersenyum tipis dan sekelabat. "Maaf kalau gue terlalu ikut campur pertemanan kalian. Tapi, gue hanya berusaha nyelametin kalian, karena kalian orang yang baik."

"Gue, bukan cuma kenal sama Eighar, tapi gue.. adalah orang yang paling deket sama dia sebelumnya." ucap Chelsie, membuat Elle dan Leon terbelalak. "Terlepas dia kecelakaan atau apa, gue sempet kaget pas dia gak ngenalin gue. Entah itu betulan efek kecelakaan, atau itu cuma sifat manipulatifnya." Chelsie menatap tajam. "Yang jelas, suatu saat.. kalian bakal ngeliat, bagaimana dia ngekhianatin kalian berdua." Elle dan Leon terbelalak.

"Dan saat itu terjadi, cari gue. Dan jangan lupa ngucapin terimakasih dan maaf, karena sebelumnya kalian gak perduli." Chelsie mendengkus. "Permisi!" Ia berbalik dan meninggalkan Leon dan Elle.

Bersambung...

1
Regina Kimmie
jng d gantung lg ia kak ceritanya,kaya cerita yg lain nya🤭
A
masih pengen jitak pala eighar
Nana Colen
sekolah macam apa ini.... gak jelas bangett masa harus ada kekerasan pisik.
sekolah militer juga bukan
A
ga bsa berkata2 sama NPD nya eighar. smoga lekas ilang deh itu j
Tutian Gandi
coba berfikir dewas gar.....bung rasa kebencian mu terhadap zeam,,,siaa tau kalian bIsa jadi teman
A
iya ih curang banget sekolahnya. maunya apa sih
A
ih kok ngeselin😑
A
kepsek nya ga tau zeam prnah disiksa?
Tini Nurhenti
/Grin//Grin//Facepalm/
Nana Colen
aku rasa japi itu menyeramkan, mau orang itu baik atau nggak tetep aja ningkatkan kekuatan pemakainya...
🐈 Kitty Lover 🐈
si japi yg ada adminnya ini jd ingetin pengalaman aku chat sama Meta Al
waktu itu Meta ngasih infonya salah terus, aku bilang payah.
si Meta bilang "gunakan bahasa yg baik & sopan"
lah aku jawab Meta marah, ngambek? katanya tidak, saya tidak punya emosi trus dia lgsg mengalihkan topik pembicaraan
takut ketahuan kalo sebenarnya ada "manusia" yg mengoperasikan si meta ini.

othor pernah chat sama meta jg ga? 😁
A
semoga kmu baik2 aja deh ghar. aku kan cma readers jdi klo pindah ke lain pihak pun tak ada masalah😅 tapi ttap aja terpesona dengan tingkahnya zeam, sweet banget soalny🥰
Dewi Rantika
gk ada nyesel nya si eighar,msh aja merasa gk bersalah sama Skali,pdhal udh jlas2 sahabat ny terluka krna dy yg ngehajar.
Nana Colen
apakah yg punya penyakit NPD tidak punya rasa penyesalan yaaaa....
A
mau ngebelain lu susah sih ghar klo mikirnya begini. msih pagi tpi lu dah bkin emosi aja ghaar😑
A
lu doang yg msalahin itu gharr. lgian lu yg bertingkah malah nyalahin orang
A
laaaa ngasih clue dan ngelak2 trnyata bner dia. kenapa siiih😅
Dewi Rantika
slah lgi tebakan nya,slalu gtu kamu thor
Menmeidde
luarbiasa
Nana Colen
HAHAHA MUTER muter kan elle, zeam ngasih lho clue tp orang yang sebenarnya ngasih bingkisan dia..... dia dia dia dia dia dia kaya lirik lagu D akademi 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!