Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Leonor membeku ditempat, tidak berani untuk menoleh kebelakang, sumpah demi apapun ia tidak mau bertemu dengan tuan alex lagi.
'Tolong selamatkan aku Tuhan, tolong bantu aku' ujar Leonor dalam hati, ia memohon dan berdoa dalam hatinya.
Namun sepertinya Tuhan sedang sibuk, sehingga tidak mendengar doa dan permohonan seorang Agatha Leonor.
"Lara" panggil alex dengan pandangan mata sayu, berjalan saja sempoyongan.
DEG!
Jantung Leonor berdetak, menoleh kebelakang melihat alex yang berjalan sempoyongan menghampiri nya.
Demi apapun ia tidak siap, trauma akan kekerasan yang ia alami beberapa hari membuat takut berhadapan dengan seorang alex.
"Tuan kenapa" tanya Leonor.
Berlari memapah alex yang hampir terjatuh,
tercium bau Alkohol sangat menyengat di indra penciumannya.
"Lara....angin apa yang membawamu kemari, tidak puas kah dengan apa yang ku berikan, hingga kau kemari lagi," racau alex tidak jelas.
" Saya Leonor tuan, bukan lara"
Mari saya antarkan tuan ke atas" ujar Leonor lanjut.
Membantu alex hingga kekamar, tidak terpikirkan oleh Leonor akan dampak apa saja bisa terjadi padanya.
Tubuhnya yang sangat mungil memapah pria sebesar alex, tentu saja bukan tandingan nya, dia seakan tenggelam dalam rangkulan nya sendiri, tinggi Leonor 156cm memapah alex dengan tinggi 171cm tidaklah sepadan, bisa dibayangkan seperti apa.
"Ini manusia apa baja, berat amat" gumam Leonor.
Membantu membaringkan, menyelimuti alex.
hendak berbalik namun tangannya ditarik, ia tejatuh diatas tubuh alex.
"Aaahhh" teriak Leonor karena kaget.
"Lepaskan saya tuan, saya harus balik," ujar Leonor dengan panik, posisi nya sangat tidak nyaman.
"Lara puaskan aku malam ini"
DEG!
" Saya bukan lara tuan, lepaskan saya," berontak leonor melepaskan diri dari alex.
Namun alex bukanlah tandingannya, merasa terhina dengan apa yang ia alami sekarang ini.
alex menarik membanting nya diatas ranjang, naik dan menindih leonor dari atas.
Dengan kasar ia ******* bibir leonor, melakukan lagi dan lagi, seolah-olah wanita cantik itu mainnya yang bisa ia permainkan sesuka hatinya.
Kini tangan kasar itu kembali mencekram kuat bagian lembut yang ada didadanya. leonor merasa kehilangan segala nya.
" Memohon lah lara, aku akan dengan senang hati melepaskan mu" dalam keadaan mabuk berat membuat nya tidak bisa membedakan mana lara mana leonor, jadi pikir nya yang tampak sekarang adalah lara.
" Baj**gan, pria sialan," Makinya.
Mencoba memberontak tanpa mengeluarkan suara, karena ia lelah mencoba melepaskan diri sedari tadi.
Alex semakin marah karena leonor tidak melakukan apa yang ia inginkan, ia menarik kasar kaki putih wanita itu, hingga melorot ke sisi ranjang.
Menarik paksa baju dan rok yang dikenakan oleh leonor hingga ia benar-benar polos.
Leonor dengan wajah paniknya mencoba menutupi paha dan dadanya menggunakan telapak tangan nya. Ia sangat ketakutan dengan apa yang alex lakukan, tubuhnya gemetar dan ketakutan, ia berfikir bahwa laki-laki yang dengannya saat ini tak lain adalah seorang iblis kejam.
"Aku menyuruh mu berteriak,bukan diam," Ia membentak dan meminta Leonor berteriak.
Leonor hanya dia tidak mengeluarkan suara, selain air mata yang bercucuran, sambil menggeleng-gelenkan kepalanya.
Ia mengecup bagian tubuhnya disegala sudut, melakukan nya dengan sangat kasar sehingga membuat tubuh Leonor menegang ketakutan, ia takut melihat kemarahan diwajah seorang alex.
Ia berdiam diri membiarkan lelaki itu menikmati tubuh nya sesuka hati.
Ia semakin murka saat Leonor hanya berdiam diri tidak meminta ampun sesuai perintah nya, ia membiarkan lelaki itu menikmati tubuhnya sendiri, ia menutup mata membiarkan lelaki itu melakukan nya.
Tubuh Leonor semakin bergetar takut, ia masih menahan dirinya untuk tidak berteriak, ia tidak mau menuruti kemauan gila itu.
"Bagus, kamu akan berteriak sebentar lagi"
Ia memiringkan bibirnya dengan licik.
Bagi Leonor apa yang sudah ia lakukan adalah benar.
Mata alex merah menahan emosi.
" Ohh, jadi kamu memilih bertahan....kita akan lihat kamu bertahan sampai mana?"
"Kamu adalah laki-laki pemaksa yang pernah saya temui" Entah mendapat keberanian dari mana ia berani mengatakan itu.
"Ingatlah lara kita hanya simbiosis mutualisme, tidaklah lebih"
"Lep-"
Belum juga ia menuntaskan ucapannya, bibirnya sudah dibekap dengan ciuman dari alex.
"Hmmmm...kamu iblis, baj*ngan," Leonor memberontak di bahwa alex.
"Bukan ini yang ingin aku dengar, aku ingin kau berteriak memohon ampun"
Cuihh...!
Leonor sepertinya telah melakukan kesalahan besar dalam hidupnya. Ia meludahi alex, membangkitkan amarah yang begitu besar didalam diri seorang Alexander smith.
Ia sangat marah mendapatkan penghinaan dari Leonor, hal yang paling dibenci oleh seorang laki-lakilaki-laki, sikap merendahkan dari Leonor.
Tanpa rasa empati dan peduli, ia membuka kedua kaki itu dan melakukan nya.
"Aaaaa...sakiT!" Pekik Leonor ketika merasakan rasa sakit yang luar biasa dibagian intinya.
Tangannya mencekram kuat lengan kokoh itu, kuku panjang itu menancap kuat dikulit alex, ia meninggalkan jejek di lengan dan sepanjang tubuh itu.
"Harusnya kamu tidak keras kepala" Ujar alex tanpa ada rasa bersalah.
Padahal ia sudah merampas mahkota paling berharga yang dimiliki oleh wanita yang ia tawan, tapi ia masih bisa tertawa sinis.
Leonor memperkuat cengkraman kukunya di punggung kokoh alex meninggalkan jejek seperti cakaran kucing, seolah-olah ia tidak mau sakit sendirian.
Ia tidak tahan dengan rasa sakit di area sensitif nya, membuat tubuh berkeringat. Ia diam mengigit bibirnya ia menangis tanpa suara.
Noda-noda warna merah mengotori seprei warna putih itu, noda itu menandakan ia sudah tidak suci lagi. Alex melakukan entah berapa kali sampai Leonor tertidur dibawahnya.
***
Tepatnya jam 3 dini hari, alex mengeliat menggerakkan badannya, merasa tubuhnya bersentuhan dengan sesuatu yang lembut dan polos. Menyikap selimut melihat Leonor tertidur disamping nya dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.
Orang dewasa pasti mengerti apa yang terjadi diantara dua lawan jenis yang berbeda.
Mengumpulkan potongan ingatan nya, mengingat apa yang terjadi. Namun ia hanya mengingat terakhir kali dibar sedang menikmati minuman sehabis pulang dari markas.
Rahangnya mengeras, meliat tidur dalam Leonor yang tidak terusik sama sekalisekali setelah ia rudal paksa.
"Bangun jalang sialan" Teriak alex membangunkan Leonor.
Bangun dengan nyawan yang belum terkumpul sepenuhnya membuat ia seperti orang linglung.
Belum menyadari keadaan sekitar nya, sehingga sebuah bentakan menyadarkan nya.
"Bangun...perempuan jalang" teriaknya lagi.
DEG..!
Air mata luruh mendengar kata 'jalang', berusaha bangun dengan memegang selimut menutupi tubuh polosnya.
"Aduhh sakit, perih" rintihnya menjepit pangkal paha, ia merasa bagian intinya sangat sangat dan berdenyut ketika ia berdiri.
"Kaulah penyebab aku seperti ini, kau selalu memperlakukan aku susuka hatimu, kemarin kau menyiksaku dengan begitu kejam sekarang apa....kau merengut yang paling berharga dihidupku," Teriak dan tunjuk Leonor di depan nya dengan dada naik turun.
"Berhentilah bersikap seolah kau paling sakit disini"
diluar sana banyak wanita mengantri untuk tidur dengan ku... jangan berlagak polos di hadapan saya" ucap alex lagi dengan mencekram kuat leher Leonor, membuat Leonor kesulitan bernafas.
"Ak-akhh lepaskan...k-kau membuat-kuuu kesulitan bernaffaaas" ucap Leonor terbata-bata.
Ia menghempaskannya hingga terjatuh dilantai.
"Kenakan bajumu dan tinggalkan ruangan ini secepatnya" pintanya
Bergegas menuju kamar mandi membersihkan diri, meninggalkan Leonor disana.
'I hate you' batinnya, ia akan menanamkan pada otak kecilnya, bawah ia akan membenci pria kejam ini untuk selamanya, bahkan sampai ia mati. memakai kembali baju yang sudah tidak berbentuk itu dan pergi meninggalkan ruangan yang menjadi saksi bisu betapa kejamnya ia.
***bersambung***
Jangan lupa tinggalkan jejek kalian yah🤗
makasih thorr cerita mu sgt bagus