NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Mencintaimu

Salahkah Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Hasta dan Jesan menjalin hubungan tanpa di ketahui kedua orang tua Hasta karena sang Mama yaitu Sarah tidak merestui hibungan mereka karena status social yang mana Jesan hanya anak yatim piatu. Akan tetapi, Hasta tetap bertahan sampai tiga tahun lamanya membuat Sarah curiga dan mencari tau keberadaan Jesan hingga Sarah melakukan kekerasan pada Jesan hanya untuk menyuruhnya menjauhi Hasta.

Sarah menjodohkan Hasta dan Anjani sampai mereka menikah, tetapi pernikahan Anjani seperti di neraka baginya karena selama lima tahun mereka menikah Hasta tidak pernah sekalipun membalas cinta Anjani dan memilih kembali bersama dengan Jesan yang selama lima tahun tidak bertemu dan akhirnya mereka dipertemukan lagi. Lalu Hasta memutuskan menikah dengan cinta pertamanya.

Bagaimana kah nasib pernikahan Anjani, apakah gadis itu menerima jika suatu saat dirinya mengetahui pernikahan kedua suaminya?

happy reading😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 ( Permintaan maaf Sarah dan Vanes )

Mendengar suara seseorang yang tidak asing di telinganya Jesan menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap pintu utama yang mana seorang wanita paru baya melangkah masuk begitu saja dan hampir menghampiri Jesan, tetapi Hasta dengan cepat menghalanginya.

"Mama tau dari mana aku di sini?" tanya Hasta.

"Itu ..." ucapan Sarah menggantung saat Vanes menerobos masuk dan langsung menghampiri Jesan. Hasta yng melihat itu pun berteriak takut Vanes akan berbuat jahat pada sang istri. Hasta berlari mengejar sang adik tapi saat Vanes sudah berada di hadapan Jesan gadis itu menjatuhkan tubuhnya lalu menyatukan kedua tangannya seraya meminta maaf.

Degh.

Tubuh Jesan serasa membeku ia menatap tidak percaya pada adik ipar yang dulu sangat menentang keras hubungannya dengan Jesan. kini gadis itu bersimpuh memohon maaf padanya.

Sarah pun menghampiri Jesan lagi-lagi membuat Hasta dan Jesan saling menatap,"Jesan, mama kesini ingin meminta maaf padamu," ujar Sarah

"Iya, kak. Begitupun aku. Maafkan semua perbuatan ku yang sangat menyakiti mu di masa lalu," sambung Vanes.

"Bangunlah, Vanes aku tidak ingin seperti ini," ujar Jesan seraya membangunkan Vanes yang terduduk di hadapannya.

Jesan membawa Vanes dan Sarah untuk Duduk,"Aku akan menyiapkan minum dulu untuk kalian," Jesan melangkah pergi menuju dapur dan diikuti oleh Hasta karena ia sangat khawatir.

"Sayang ... Kamu tidak apa-apa?" tanya Hasta dengan sangat lembut.

"Aku sedikit terkejut, Honey. Apa yang membuat mama dan adik mu tiba-tiba datang dan meminta maaf begini," Rasanya Jesan masih begitu sangat terkejut.

"Tidak tau tapi bukankah ini awal yang bagus untuk kamu bisa diterima di keluargaku. Sebenarnya aku senang mama dan Vanes akhirnya menyadari kesalahan mereka. Jadi, bagaimana apa kau mau memaafkan mereka?" tanya Hasta.

"Hmm ... Ba-baiklah," Jesan tersenyum ragu tapi Hasta justru merasa senang mendengar Jesan mau memaafkan mama dan adiknya.

Hasta pun memeluk Jesan dan mengucapkan terimakasih,"Entahlah, Honey. Mengapa hatiku terasa ada yang aneh seolah aku tidak percaya dengan permintaan maaf dari mereka," batin Jesan.

"Kau memang istriku yang paling baik sedunia. Selalu mengerti aku dan aku bahagia memiliki mu," ujar Hasta yang mana langsung mencium kening sang istri dengan penuh kasih sayang.

Setelah selesai menyiapkan minuman untuk Sarah dan Vanes yang mana Hasta lah yang membawakan nya Sarah langsung saja mengungkapkan keinginan sebenarnya kenapa dia mendatangi kediaman Giandra.

"Hasta, mama sama papa ingin kamu ... maksudmu mama ingin mengajak kalian untuk kembali ke rumah kita," pinta Sarah.

Jesan membuang pandangannya lalu tersenyum seolah ia membenarkan dugaannya yang Memang dan pasti mereka datang untuk itu.

"Aku juga ingin sekali kembali tapi nanti aku diskusikan dengan Jesan. Mama tidak perlu khawatir karena aku yakin pasti Jesan juga akan senang tinggal bersama di rumah kita," Hasta menatap Jesan dengan penuh harap dan sang istri berusaha tersenyum seolah tidak ingin membuat suaminya bimbang.

"Apa mungkin ini awal untuk kebaikan hubunganku dengan keluarga suami ku?" ujar Jesan.

"Kakak terimakasih sudah mau memaafkan kami. Aku senang jika memang kakak mau tinggal di rumah kita, iya kan Mah," ujar Vanes.

Lagi-lagi Jesan hanya tersenyum,"Iya ... Vanes benar. Sebentar lagi kamu akan melahirkan kan? Jadi, lebih baik di sana biar mama yang menjaga kamu sampai saat kamu melahirkan karena Hasta pasti akan sibuk di kantor," ujar Sarah.

"I-iya, mah," lirih Jesan.

*

*

Saat ini Jesan sudah tiba di keluarga Nugraha. Untuk pertama kalinya Jesan menginjakkan kaki di rumah suaminya setelah bertahun-tahun mengenal Hasta.

"Honey, rumah kamu bagus sekali. Aku sangat suka desaign nya," puji Jesan.

"Rumah ku, rumah mu juga sayang. Semua yang ku miliki akan aku berikan pada mu," ujar Hasta.

"Hmm ... Mulai deh lebay nya," cicit Jesan.

Adnan menyambut Jesan dengan sangat baik gadis itu langsung memeluk pria paru baya itu membuat semua yang melihatnya bingung khusunya Sarah.

"Papa senang akhirnya kamu mau tinggal di sini bersama kami," ujar Adnan.

"Iya, pah. Aku juga senang bisa bertemu papa lagi," sahut Jesan yang sedikit manja.

"Ekhm ... Baru sekali ketemu udah Deket banget sama papa," sindir Hasta merasa tersaingi.

"CK, sama papa sendiri ajah kamu cemburu, Hasta. Sudah antar menantu papa ke kamar biar dia istirahat," seru Adnan.

"Baiklah," sahut Hasta yang langsung merangkul sang istri seolah ia tidak rela Jesan dekat dengan siapapun walaupun itu kedua orang tua nya.

"Honey, aku ga bisa napas. Lepasin ikh," cicit Jesan.

"Tar aku kasih napas biar bisa napas kamunya," ketus Hasta, Jesan memutar bola matanya malas jika suaminya sudah mode posesif.

Setelah itu Adnan menatap sang istri dengan tatapan penuh tanda tanya,"Iya, aku yang membujuknya ke sini bersama Vanes," ucap Sarah.

Adnan menghampiri wanita yang sudah hampir tiga puluh lima tahun menemani hidupnya,"Aku senang akhirnya kau bisa menerima Jesan. Gimana, dia sangat cantik bukan? Pertama kali aku bertemu dengannya aku terkejut melihat gadis itu yang sangat cantik pantas saja Hasta sangat tergila-gila dengan Jesan," terang Adnan.

"Aku sedang berusaha untuk tidak egois lagipula aku juga tidak ingin jauh dengan calon cucu ku. Yang sudah aku tunggu sejak lama dan berharap itu dari Anjani," lirih Sarah.

"Syuuttt, jangan menyebut nama dia lagi. Di sini sudah ada Jesan bagaimana perasaannya dia nanti," peringat Adnan.

Sarah hanya menganggukkan kepalanya lalu ia beralih menatap Vanes yang hanya diam,"Kamu ga ke kantor Vanes?" tanya Sarah.

"Iya, ini juga aku mau bersiap berangkat," sahut Vanes yang langsung beranjak dari duduknya melangkah pergi menuju kamarnya.

"Apa dia sakit? Kenapa wajahnya sangat pucat," gumam Adnan.

"Entahlah, aku juga sudah bertanya padanya dan ingin mengantarkan dia ke rumah sakit tapi dia nolak dan bilang hanya lelah saja," terang Sarah.

*

*

Di sebuah ruangan seorang pria dibuat pusing sampai tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Bukan karena Maslaah pekerjaan yang dihadapi, tetapi ia pusing menghadapi putri kecilnya yang selalu menganggu ya di kantor.

"Reyni ... Papa lagi kerja, sayang jangan ganggu dulu," pekik Rama yang mana membuat sang putri yang baru berumur satu setengah tahun terdiam.

Tidak lama bibir mungil Reyni melengkung kebawa dan akhirnya ia menangis,"Ekheee ... Huaaa ... Nen, nen," Reyni putri Rama dan Weni yang kini sudah bisa berjalan itu menangis karena bentakan sang papa dan kini Rama juga yang pusing bagaimana cara mendiamkan nya

Sang putri sering diajak Rama ke kantor jika ia tidak terlalu sibuk. Terlebih lagi sekarang ada Vanes yang membantunya. Sang istri saat ini harus mengurus sang ibu di rumah sakit. Reyni menangis terus ketika Weni ingin pergi merawat sang ibu yang sedang sakit keras. Terpaksa ia membawa Reyni dan ya pekerjaannya selalu tidak beres.

Rama menggendong sang putri dan meminta pengasuhnya membuatkan susu agar dia bisa tidur dan Rama bisa kembali bekerja.

Akan tetapi, ia di kejutkan dengan kedatangan Jesan dan Hasta yang masuk begitu saja ke dalam ruangannya.

"Tuan ... Anda sudah kembali?" Rama menghampiri bos nya itu dan Reyni pun dibuat bingung dengan kedua orang itu yang berada di hadapannya.

"Iya, sperti yang kau lihat," sahut Hasta.

"Putrimu sangat cantik ia persis sekali seperti ibunya. Kamu dapat apa, Rama," ujar Jesan.

"Dapet hikmahnya sama repot nya," decak Rama yang mana mendapat tatapan tajam dari sang putri yang seolah mengerti.

"Jangan gitu, dia itu putrimu. Jangan mau nya buatnya ajah," bisik Hasta.

"Pekerjaan ku tidak selesai-selesai, Tuan. Dia selalu menganggu ku. Aku tinggal di rumah sama pengasuh tapi dia menangis terus," keluh Rama.

"Loh, memangnya Weni kemana?" tanya Jesan penasaran.

"Dia sedang merawat ibu di rumah sakit. Sudah enam bulan dia di rawat karena penyakit diabetes sudah parah," terang Rama.

"Tante Maya sakit?" pekik Jesan ia terkejut. Walau bagaimana pun Maya sudah ia anggap sebagai ibu sendiri karena dulu Jesan sering menginap di rumah Weni dan ibunya pun sangat baik padanya.

"Honey, aku mau menjenguknya boleh kan," pinta Jesan.

"Boleh tapi tunggu aku menyelesaikan pekerjaan ku," jawab Hasta.

"Terimakasih, kau kerja saja biar aku sama ... Siapa namanya," tanya Jesan.

"Reyni Anggraini," jawab Rama.

"Nama yang cantik, sama aunty dulu ya Reyni," ajak Jesan yang mana tidak ada penolakan dari gadis kecil itu.

"CK, bisa-bisanya dia langsung akrab sama nona, Tuan. Aku hampir ganti pengasuh sampai 10 kali agar bisa dekat dengan dia," keluh Rama.

"Jesan memang tidak diragukan lagi dia sangat bisa mengambil hati semua orang termasuk hatiku yang semuanya sudah ia ambil dan hati ini terasa mati jika dia tidak berada di hidupku," terang Hasta.

"Ekhm ... Ya saya tau Tuan. Nona adalah hidup dan mati Tuan Hasta putra Nugraha dasar bucin akut," sindir Rama.

"Ckh, kau juga sama. Di tolak Weni saja sudah tantrum," sahut Hasta.

"Kalian berdua sama ga ada bedanya. Sama-sama bucin dan lebay," sambung Jesan yang sedari tadi memperhatikan dua pria tampan yang sedang berdebat itu.

*

*

Bersambung.

1
Mak e Tongblung
adik ketemu gede
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!