lelaki itu berjalan ke arah raylee, tatapanya tak lepas sama sekali dari arah raylee berdiri, ia terus saja berjalan mendekatinya,hingga lima langkah tersisa raylee dengan spontan memundurkan langkahnya.
tap…
bruk…
lelaki itu menarik lengan raylee, reaylee yang kehilangan kehilangan keseimbangan hampir terjatuh namun sebelum itu terjadi lelaki itu menarik pinggan ramping raylee hingga raylee menabrak dada bidang yang terbalut jas miliknya di pelukanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kkyzaylee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penjelasan raylee
warning!! typo bertebaran
Brak…
"anjir kaget gw cok!!"
"huh… anjir capek baget gw" raylee menghela nafasnya, gadis itu baru saja datang dengan buku-buku yang ia simpan di meja dengan kasar.
"ray lo kenapa anjir" senja bertanya sembari memegangi dadanya.
"ck,au ah jangan tanya gw males jelasin" raylee melipat kedua tangannya di atas meja lalu membenamkan kepalanya.
"dih anjir dateng-dateng nggak jelas lo mah ray ah" amara menopang dagunya,raylee mendongak.
"eh btw tadi gw minta susu nggak apa-apa kan ray? " ucap bulan sempari mengangkat kotak susu yang sudah kosong.
"iya ambil aja nih satu lagi, gw nggak mood minum ini" ucap sembari menyodorkan satu kotak susu vanila.
"yeu...kagak tau malu lo lan! " amaya menyenggol lengan bulan,sedangkan gadis itu hanya memutar bola matanya.
"wih… ray lo bawa novel banyak amat, gw minjem satu ya?"
"iya.. iya ambil aja lagian itu punya perpus bukan punya gw " senja tersenyum sembari memilih novel yabg raylee pinjam di perpus.
"eh… eh.. .ray lo belum jawab pertanyaan gw ih" amara menggoyang-goyangkan tubuh raylee, karena gadis itu kembali melipat kedua tanganya di atas meja lalu membenamkan mukanya ke dalam sana.
"eh… eh...var pas banget lo ada disini,si raylee kenapa? " senja bertanya saat alvaro baru saja datang dan duduk di samping senja.
"oh… itu kak ray tadi abis berantem sama kak amaya sama kak darel"
brak…
"wah...yang bener lo var" bulan menggebrak meja di depannya membuat semua atensi melihat ke arahnya, suasana mendadak sunyi.
"lan duduk ih malu" senja menarik lengan bulan yang berada di sampingnya.
"hehe maaf… maaf… heh ray lo jahat banget berantem nggak ajak-ajak kita! " bulan kembali berbicara saat dirinya sudah duduk.
"iya anjir,ray lo nggak ajak-ajak jahat banget! " senja ikut protes.
"ck berisik ah lo berdua,ray gimana ceritanya lo bisa berantem sama mereka"
"alvaro mereka ada ngelakuin sesuatu ke raylee nggak ?" lulu yang sendari diam,bertannya kepada alvaro yang duduk di sebelahnya.
"oh nggak kak cuman… kak ray tadi di siram sama kak amaya kak" alvaro memberitahu apa yang terjadi kepada raylee, lulu yang mendengar itu sedikit terkejut namun gadis itu sembunyikan lalu mengangguk.
"ray ih… lo ngacangin gw ah elah"
"raylee varelino!!" amara, senja, bulan berkata serempak, raylee masih tetap dengan posisi tidurnya, alvaro yang sedang berbicara dengan lulu mendengar itu menjadi panik.
"eh… kak senja, kak bulan,kak amara biar alvaro saja yang jelasin, kasihan kak raylee pasti capek" senja dan yang lain menoleh ke arah alvaro.
"yaudah ceritain al cepet"ucap senja sambil menggoyang-goyangkan lengan alvaro.
"al ceritain gapapa kan kak ray? " tanya alvaro memastikan raylee mengizinkan, sedangkan gadis itu hanya mengangguk.
"jadi gini kan tadi tuh kak raylee sama aku di taman… " alvaro memulai ceritanya.
...____________...
brak…
"anjir lah keterlaluan banget mereka!!"
"iya… jelas-jelas mereka yang selingkuh ih! "
"parah banget si anjir si darel samasi amaya, udah tau salah tapi masih aja berani bilang gitu di depan umum,nggak tau malu banget ih najis! "
"tapi var tadi lo bilang kalo lo pernah liat si darel sama si amaya ke hotel? bener tuh al? " amara bertanya, gadis iti sendari tadi ingin menanyakan hal itu.
"iya kak… soalnya aku liat mereka pake mata kepala aku sendiri"
"loh… loh...terus kamu ngapain ada di hotel? " tanya senja yang di angguki oleh keempatnya.
"oh… aku kesitu nganterin makanan dari bunda buat kakak sepupu aku yang baru aja kerja disana" senja mengangguk, begitupun dengan yang lain.
"tapi… gila sih kalo beneran ngelakuin hal kek gitu, iw geli deh ah!! no gw jadi mikir gitu ih" senja menjadi tantrum,gadis itu meraba-raba badanya merasa geli dengan yang ia bayangkan barusan.
"gw nggak terima anjir temen gw di keroyok gitu"
"oh… iya yang lo ceritain itu loh var yang kue ulang tahun yang dari darel itu namanya amaya bukan raylee gw juga awalnya bingung kenapa namanya amaya, bahkan gw mau nanya tapi takut ganggu acara lo" ucap amara yang di angguki keempatnya.
"iya gw juga sama, apalagi yang dulu lo tuh chet di grup yang baju kurang bahan gw kira lo beneran udah berubah jadi aga nakal ternyata itu dari si buaya darel"
"tapi raylee keren loh dia bisa bela dirinya sendiri"
"iyaa temen gw gitu, eh btw ray lo tau mereka berdua ngelakuin itu dari siapa? terus ko lo bisa tau apa aja yang udah mereka lakuin"
"ray… ih gw penasaran loh, lo mau gw nggak bisa tidur cuman gara-gara nggak dapat jawaban dari lo huh… ?" bulan mulai merayu raylee.
"iya… gw juga sama, ceritain dong ray gw lagi penasaran banget, kalo penasaran gw nggak fokus belajar" senja pun ikutan merayu raylee yang masih membenamkan wajahnya.
"iya ceritain dong ray...kamu tega banget kalo ngga ceritain bisa-bisa aku nggak bisa makan pagi, malam,siang, mana aku punya asam lambung lagi" amara ikutan.
"ck iya… iya gw ceritain tapi jangan ada yang potong kalo gw lagi cerita, kalo sampe ada gw nggak mau lanjutin! "
"iya! siap! " ucap mereka serempak bahkan lulu dan alvaro ikutan menjawab kerena mereka juga sangat meresa penasaran.