Di zaman sekarang ini adakah laki-laki yang serba bisa? sempurna!
jawabannya di novel kali ini ada!
Dia dijuluki Human Perfect oleh semua orang karena kesempurnaannya. Dia bernama Badai Bagaskara.
Lalu, sesempurna apakah dia?
Baca kisahnya dalam Novel Human Perfect. Dan disarankan bagi yang belum membaca Novel Tafsir Mimpi Sang Inspirator diharapkan membacanya terlebih dahulu, karena novel ini berhubungan dengan itu.
happy reading 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febby Sadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan di Singgasana
Ditengah ketegangan yang masih berlangsung, dimana Nabila, Ali, Faisal, Najwa dan Badai di kejutkan oleh jam alarm yang tercipta dengan tiba-tiba di telapak tangan kiri masing-masing sesuai mereka berhasil keluar terbebas dari kapsul.
Di sisi lain, kini Satria telah di bawa ke hadapan Sang Ratu Roro Kidul. Dimana ketegangan di singgasana Kerajaan saat ini adalah dua kali lipatnya yang ada di hutan laut Kidul.
Hal tersebut membuat Arya, ayah Satria. Mengetahui sang anak tertangkap basah oleh dua prajuritnya Roro yang berkepala hewan laut, Arya berusaha membela sang anak.
"Lepaskan dia!!! Kenapa kalian pegang tangan Pangeran! Berani-beraninya kalian hai prajurit!" entak Arya langsung, saat mengetahui Satria di gelandang oleh dua prajurit berkepala hewan laut itu.
Seketika kedua prajurit yang ketakutan pun segera melepaskan genggaman tangannya dari lengan Satria. Sedangkan Roro, dia langsung tersenyum sinis ke arah Satria dan dua prajuritnya.
"Apa yang telah Satria lakukan? kenapa dia kalian tangkap?!!" ucap Roro, dia tampak tak terkejut. Karena dia tahu persis, kedua prajurit yang berkepala hewan laut itu adalah yang dia utus untuk berjaga di depan hutan laut Kidul. Namun, Roro tetap bertanya hanya sebagai basa basi.
Arya ikutan mengajukan pertanyaan yang sama, seolah mereka berdua tampak kompak bertanya hal yang sama kepada dua prajurit itu.
"Iya benar, kenapa kalian berani-beraninya menangkap Pangeran? Memangnya apa yang telah dia lakukan?! Pelanggaran apa yang telah Pangeran lakukan sehingga kalian menangkapnya?" ucap Arya, nada bicaranya masih saja tinggi. Seolah amarahnya siap untuk di muntahkan.
Kedua prajurit yang berkepala hewan laut itu pun membungkukkan badannya dan kepalanya nya menunduk. "Maaf Baginda Raja Laut Utara, dan Ratu Roro Kidul... Pangeran telah melanggar masuk ke dalam hutan laut Kidul yang dilarang seorang pun masuk, baik itu berasal dari bangsa jin maupun manusia...." jelas salah satu Prajurit itu.
Roro kembali menyunggingkan senyum. Sekali lagi, dia tak heran mendengar laporan tersebut terdengar oleh telinganya.
"Ternyata nyalimu besar juga anakku!!" ucap Roro kemudian, dengan suara lantang memenuhi singgasana.
"Itu pujian atau hinaan untukku?!!" pekik Satria seketika itu dalam hatinya.
"Memangnya adakah yang rahasia dan dilarang untuk dimasuki untuk Pangeran di dalam kerajaan nya sendiri?!!" bentak Arya, membela sang anak dengan penuh wibawa.
Satria masih hanya diam, menyimak percakapan kedua orangtua biologis nya.
"Ada!!! Hutan laut Kidul itulah satu-satunya tempat rahasia yang tak boleh ada yang masuk ke sana!!" balas Roro dengan nada membentak pula. Lalu Roro bergerak mendekati Satria.
Tepat di depan Satria, sambil tangannya mengelus pipi Satria sejenak, "Dan kamu hanya anak sumbangan dariku! Bukan anak yang aku kandung! Jadi kamu tak berhak apapun di Kerajaan ku!! Kecuali...."
Belum selesai Roro mengucapkannya, Satria langsung memotong.
"Kecuali apa Ratu Roro Kidul? belum cukupkah kau tak pernah membesarkan ku hingga kau tak ingin mengakui sepenuhnya bahwa aku ini adalah pewaris tunggal Kerajaan Laut kidul sekaligus laut Utara?!!" ucap Satria, dengan tegas. Sambil menepis sentuhan tangan Roro yang tadinya menyentuh pipinya.
Membuat Roro pun langsung membelalakkan matanya dan menatap tajam ke arah kedua mata Satria, sehingga mereka berdua saling tatap, tatapan penuh kemarahan.
"Berani kau mengatakan itu kepadaku?!!!" ucap Roro, amarah nya sudah berada di ujung tombak.
"Yang Satria katakan benar! untuk apa kau kuras tenagamu yang sudah menua untuk marahin anakmu?" ucap Arya dengan penuh tanggung jawab.
"Diam kau Arya!!" bentak Roro, lalu kembali Roro menatap ke Satria dan tangannya di arahkan ke leher Satria, seketika Satria dibuatnya seperti tercekik tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
"Jawab jujur, untuk apa kau datang ke hutan laut Kidul, tempat terlarang itu? Katakan!!!" ucap Roro kemudian sambil mencekik Satria dengan tali ghaib nya.
Sedangkan Satria mendapatkan pertanyaan demikian dari Roro sang ibu, dia malah menyunggingkan senyumnya, senyuman meledek.
"Aku rasa kau Ratu, pasti tahu segalanya! Dan aku dengar kamu bahkan dapat melihat ke tempat yang jin lain tak dapat menjangkau nya dengan penglihatannya. Kenapa kau malah tanyakan tujuanku?!!"
.
.
.
Ngantuk Readers.... Author udahan sampai disini aja dulu ya... Lanjut besok 😘
apakah punya anak sama umur nya