NovelToon NovelToon
Jiwa Seorang Pemimpin

Jiwa Seorang Pemimpin

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyelamat
Popularitas:72.6k
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

Dia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang raja.
Namun jiwa seorang pemimpin sudah melekat sejak kecil dalam dirinya. Dan darah seorang raja mengalir dalam tubuhnya.
Carlos, seorang pemuda yang menjadi pewaris dan penerus dari kakek moyangnya Atalarik attar.
Namun tidak semudah seperti apa yang dibayangkan, rintangan demi rintangan harus ia hadapi. Mampukah Carlos menghadapinya?

Penasaran? Baca yuk!
Cerita ini hanya fiksi belaka tidak ada kaitannya dengan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1.

Carlos berdiri mematung di makam Diva dan Darmendra. Dan disebelahnya berjejer makam-makam buyutnya yang sudah meninggal lebih dulu sebelum Oma dan Opa buyutnya.

"Oma, Opa. Aku akan ke negara C, mungkin tidak akan kembali dalam waktu yang lama."

Kemudian Carlos berjongkok di depan makam keduanya. Diva dan Darmendra meninggal dalam waktu yang bersamaan.

Sesuai janji mereka untuk hidup dan mati bersama. Bahkan saat sakaratul maut, keduanya saling berpegangan tangan seakan tidak ingin lepas.

Keluarga Henderson benar-benar berduka saat itu. Orang yang menjadi panutan bagi mereka, kini sudah tiada.

Air mata Carlos menetes mengingat momen itu. Walaupun sudah tiga tahun berlalu sejak kematian keduanya.

Carlos pun menaburkan kelopak bunga mawar diatas pusara Oma dan Opa buyutnya itu. Kemudian membaca Alfatihah didepan makam Diva dan Darmendra. Dan juga makam-makam keluarga Henderson yang lain.

"Oma, Opa aku pamit." Carlos pun melangkah pergi tanpa menoleh lagi ke belakang. Ia sengaja datang sendiri tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Carlos pun menghampiri penjaga makam dan memberikan amplop dan berpesan agar menjaga makam tersebut.

"Itu memang tugas saya Tuan, Tuan tidak perlu khawatir. Lagipula keluarga Henderson adalah keluarga terbaik yang pernah saya kenal," kata pria itu.

Carlos mengangguk lalu menepuk pundak pria paruh baya itu. "Terima kasih Pak, aku percaya bapak."

Pria itu merasa tersentuh, ia yang terlihat kumuh karena pakaiannya lusuh. Namun Carlos tidak merasa jijik sedikitpun.

Mungkin kalau orang kaya lain tidak akan mau menyentuh pria itu. Begitulah pemikiran pria itu yang merasa minder saat Carlos menepuk pundaknya. Bahkan ia sedikit kaget.

"Aku pulang dulu Pak, aku tahu bapak perlu uang, kan?" pamit Carlos.

"I-iya Tuan," jawab pria itu gugup. Padahal ia tidak cerita apapun tentang kehidupannya dan keluarganya.

"Terima kasih Tuan, semoga Allah membalas berkali lipat dari apa yang Tuan berikan," gumam pria itu. Tentu saja tidak dengar Carlos, karena Carlos sudah menjauh.

Carlos pun menjalankan mobilnya kembali ke rumah. Ia akan melepaskan tanggung jawabnya di perusahaan kepada sang papa, sebelum nantinya diserahkan kepada Oscar sang adik.

Sementara kakak yaitu Carla lebih memilih menjadi seorang dokter. Dengan keterampilan yang ia miliki dan ia pelajari tentang akupunktur dari sang Oma, kini Carla berprofesi sebagai dokter.

Carlos akhirnya tiba di rumah, terlihat Carlina dengan senyum manisnya menyambut anak bujang nya ini.

"Kamu darimana sayang? Katanya kamu tidak ke kantor?" tanya Carlina.

"Aku dari makam, Ma. Berpamitan kepada Oma dan Opa buyut," jawab Carlos.

"Kamu yakin dengan keputusan mu? Menjadi seorang pemimpin tidak mudah, harus miliki jiwa yang kuat dan besar. Mama khawatir kamu tidak mampu," ucap Carlina.

"Kalau boleh jujur, sebenarnya aku tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang raja. Tapi aku memiliki darah keturunan seorang raja yang mengalir dalam tubuhku. Dan juga amanah dari dari kakek Abbas," jawab Carlos.

Ya, sebelum Delon meninggal, ia menyerahkan surat yang ditulis oleh kakek Abbas untuk disampaikan.

Karena Delon merasa, cicitnya ini lebih cocok menjadi penerus raja dan menjadi seorang pemimpin. Meskipun usianya masih sangat muda.

Jadi Delon pun baru menyerahkan surat tersebut saat ia merasa tidak lama lagi hidup di dunia ini.

"Ya, mama hanya bisa berdoa untukmu. Apapun keputusan mu akan mama dukung. Tapi ingat, jangan sesekali mempermainkan wanita dengan kekuasaan," pesan Carlina.

Carlos mengangguk, dia sama sekali belum tertarik dengan yang namanya perempuan. Secantik apapun wanita yang ingin mendekatinya tidak membuatnya berdegup dan berdebar.

"Aku mau ke kuburan Leo dan Leona juga Jery, Ma," kata Carlos.

Carlina mengangguk. Ya, ketiga hewan kesayangannya itu juga sudah lama mati. Dan dikubur dibelakang rumah mereka.

Kini hanya tinggal anak-anak dari Leo dan Leona juga Jery. Beberapa tahun yang lalu, Zio mencarikan cheetah betina untuk Jery yang diberi nama Jena oleh Carlos.

Hingga hewan itu memiliki penerus yang kini tinggal di tempat khusus hewan. Walaupun sekarang Carlos memiliki banyak hewan, hanya ketiga hewan inilah yang paling ia sayangi.

Bukan berarti dengan yang lain ia tidak sayang. Tapi perasaannya berbeda jika bersama dengan hewan itu.

Carlos berjongkok di depan kuburan Leo, Leona dan Jery. Walaupun hampir setiap hari ia mengunjunginya, tapi ia tidak pernah bosan.

Kali ini ia hanya ingin berpamitan. Dan dalam waktu yang tidak bisa ditetapkan ia baru akan kembali kesini.

"Kakak sudah pulang, Ma? Tadi aku mendengar suaranya," tanya Oscar.

"Hmmm, kakakmu dibelakang," jawab Carlina.

Oscar pun hendak menemui kakaknya. Oscar hari ini tidak masuk sekolah, karena di sekolahnya mengadakan study tour dan Oscar malas untuk mengikuti kegiatan seperti itu.

"Hai kak!" sapa Oscar. Carlos menoleh karena merasa dipanggil.

"Kamu tidak sekolah dek? Bolos terus nanti jadi orang bodoh loh," tanya Carlos.

"Hahaha, gak ada sejarahnya keturunan Henderson bodoh kak. Yang ada semuanya jenius karena bibit premium," jawab Oscar.

"Ada, itu kamu."

Oscar mencebikkan bibirnya karena dibilang bodoh. Apa yang ia katakan memang benar, keturunan Henderson tidak ada yang bodoh.

"Apa kakak jadi berangkat ke negara C?" tanya Oscar.

"Jadi, kenapa?" Carlos mengajak Oscar untuk duduk.

"Kenapa bukan orang lain saja kak? Kan banyak keluarga Henderson yang lain?"

Carlos tersenyum, dari sekian banyak keluarga Henderson hanya dia yang layak mendapatkan amanah tersebut.

Karena yang lain bukan keturunan raja. Sementara Carlos, darah seorang raja mengalir dalam tubuhnya. Ditambah lagi jiwa seorang pemimpin sudah melekat dalam dirinya sejak kecil.

Selain memiliki kecerdasan di luar nalar, dia juga memiliki wibawa seorang pemimpin sejati.

"Apa kamu baca surat dari kakek moyang Abbas? Dan kakek buyut Delon memilih aku kandidat sesuai keinginan kakek Abbas."

Oscar terdiam, ia tahu yang lain tidak memiliki wibawa seperti kakaknya ini. Bahkan dirinya yang jelas-jelas sekandung pun tidak memiliki nya seperti yang Carlos miliki.

"Jaga Mama ya, hanya kamu yang aku yang percayakan selain papa. Karena kamu laki-laki," pinta Carlos.

"Kakak tenang saja, aku akan menjaga mama dan jika aku sudah lulus sekolah dan lulus kuliah, aku juga akan menggantikan papa mengurus perusahaan."

Carlos memeluk adiknya itu. Keduanya memang dekat satu sama lain. Karena Carlina selalu mengajarkan untuk mereka selalu hidup rukun. Carlina tidak ingin seperti dirinya yang di benci oleh kakaknya hanya karena iri.

Setelah merasa cukup keduanya pun masuk kedalam rumah. Hari sudah siang ketika ini, Carlina sudah selesai memasak untuk mereka makan siang.

"Ma, kakak sibuk ya?" tanya Carlos.

"Iya, kapan kakakmu tidak sibuk? Apalagi ia sedang menangani pasien kecelakaan beruntun. Tadi ia menelepon mama dan kemungkinan akan pulang malam," jawab Carlina.

"Bukannya kakak selalu pulang malam?" sela Oscar.

"Iya, maksudnya larut malam," jawab Carlina.

Saat mereka hendak makan, Arthur datang untuk makan siang. Memang selalu seperti itu, Arthur akan pulang untuk makan siang kecuali ia benar-benar sibuk ataupun ketemu klien di waktu makan siang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dua hari libur setelah menyelesaikan cerita Arsy kesayangan tuan mafia. Kali ini cerita Carlos ya teman-teman. Semoga kalian suka dan jangan lupa dukungannya nya ya?

Aku harap kalian tidak akan bosan dengan cerita keluarga Henderson. Tapi kali ini melenceng jauh dari cerita sebelumnya.

"SELAMAT MEMBACA!"

1
jaran goyang
𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙠𝙠.
jaran goyang
𝙝𝙤𝙤𝙝
jaran goyang
𝙡𝙝𝙤 𝙘𝙢 𝙘𝙥 𝙣𝙠𝙝 𝙣𝙮 𝙙𝙮
Yani Sugondo
bagusnya memang Carlos sm Sofia di indo aja biar Andreas yg jd raja, Sofia kan betah tinggal di tmpat baru
suti markonah
semangat thorr..kereenn pokok'e👍👍👍👍
Mey Abimanyu
plis konfliknya jangan berbau² suruh mengharemm yaaaa ..

mending perang apa bunuh²an aja .. wkkwkw
suti markonah
lanjut thorrr...
Putri Laely
lanjut Thor
Dewiendahsetiowati
bikin kangen Opa Darmendra dan Oma Diva
StAr 1086
next
Yani Sugondo
senengnya Sofia, keluarga suaminya sangat baik, dan semua cake cakep, lnjuut
suti markonah
Ee..yang mulia😄😄😄 bisu ngelucu juga thorrr...sofia pasti seneng di perlakukan dengan baik oleh keluarga suami nya, yg notabene semua nya baik
Deandra Annisa
bagus banget aq suka lanjutkan
jaran goyang
𝙨𝙤𝙛𝙞.... 𝙠𝙚𝙝 𝙗𝙞𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙣 𝙢𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙞 𝙠𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙝𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧𝙨𝙤𝙣.... 𝙥𝙖 𝙡𝙜 𝙖𝙦 𝙮𝙜 𝙗𝙘.... 𝙢𝙜𝙠𝙣 𝙥𝙪𝙨𝙞𝙜... 𝙠𝙧𝙣 𝙖𝙦 𝙗𝙘 𝙣𝙮 𝙡𝙜𝙨𝙜 𝙠𝙚 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙖𝙢𝙚𝙨𝙞𝙖
jaran goyang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jaran goyang
𝙤𝙢𝙖 𝙢𝙤𝙣𝙖 𝙘𝙥 𝙡𝙜 𝙠𝙠🙏🙏🙏🙏𝙮𝙖 𝙠𝙠... 𝙖𝙦 𝙗𝙘 𝙣𝙮 𝙮𝙜 𝙙𝙧 𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙩𝙪
🍒🍒 Aisyah 🍒🍒: mona ibu kandungnya kembar 7
dan diva yg merawat kembar 7 dari lahir Krn pas kembar 7 lahir Mona lansung meninggal, cb baca cerita kembar 7
total 1 replies
Putri Laely
lanjut Thor
StAr 1086
next thor
StAr 1086
next
Atik Marwati
Alhamdulillah sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!