Seyra Adlina, wanita muda 23 tahun dengan paras cantik, menjalani kehidupan ganda yang menarik. Di siang hari dia bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe kecil dan di malam hari bertransformasi menjadi pelayan di sebuah club malam. Hubungannya dengan sang pacar harus berakhir karena pengkhianatan yang ia saksikan sendiri. Perasaan patah hati dan marah, membuatnya melakukan tindakan tidak masuk akal dalam keadaan mabuk
Takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang CEO yang mengetahui identitas dan latar belakangnya yang selama ini disembunyikan. Situasi tak terduga memaksa mereka untuk menikah kontrak dengan tujuan masing-masing.
Mampukah benih-benih asmara tumbuh diantara mereka setelah melewati berbagai tantangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aneh
Seyra mengamati satu per satu raut wajah bahagia Virsha, Samuel, Agung, dan Binar. Mereka semua tampak sangat bahagia, kecuali dirinya. Seyra hanya bisa menikmati pemandangannya, bukan menikmati suasananya. Ia memajukan bibir bawahnya dengan ekpresi melas dan mengalihkan pandangan ke sekelilingnya.
Virsha melirik Seyra, ia berada di posisi tengah antara Samuel dan Binar. Membuat pandangannya kepada Seyra sedikit terhalang.
"Sey" panggil Virsha
Seyra yang hendak duduk di sofa, langsung menegakkan badannya lagi menghadap Virsha. Membuat Samuel, Agung dan Binar menoleh ke arah Seyra.
"Nak Seyra... Sini nak" titah Samuel dengan nada lembutnya, mengulurkan tangannya menyuruh Seyra mendekat
Seyra mengangguk pelan dan melangkah secara perlahan menuju ke arah mereka semua berdiri di dekat ujung sofa.
"Kenalin nak... Ini Binar" ujar Samuel, memegang lengan Binar, memperkenalkannya kepada Seyra
Seyra dan Binar pun kini melakukan kontak mata. Seyra yang melihat Binar dengan ekspresi wajah yang biasa-biasa saja, sedangkan Binar memperlihatkan senyum manisnya kepada Seyra.
"Saya Binar" ucap Binar, mengangkat tangan kanan dan mengulurkannya ke depan
"Seyra" ucap Seyra, menyambut uluran tangan Binar
Setelah mereka saling menjabat tangan, Seyra langsung melepaskan tangan Binar.
"Ya sudah, kalau begitu kalian berempat ngobrol saja ya... Kakek mau pulang dulu" ujar Samuel menatap satu persatu wajah Seyra, Virsha, Agung dan Binar
"Mau Agung anter kek?" tanya Agung
Samuel menatap Agung sebentar setelah mendengar tawaran Agung untuk mengantarkannya pulang. Padahal ia tahu, kalau Samuel datang ke apartemen bersama pengawal.
"Tidak perlu Gung... Kakek kan ke sini ditemani pengawal" jelas Samuel
"Baiklah kalau begitu kek... Hati-hati ya kek" ujar Agung
Samuel melihat ke arah Seyra dan Binar, melemparkan senyumannya kepada mereka berdua.
"Nak Seyra... Nak Binar... Kakek pulang dulu ya" ucap Samuel
Seyra dan Binar dengan spontan menyentuh lengan Samuel secara bersamaan. Hal itu membuat mereka saling melakukan kontak mata. Perlahan Seyra melepaskan lengan Samuel, ia mengalah dan membiarkan Binar saja yang menyentuh samuel.
"Kakek hati-hati ya" ucap Binar, pandangan yang tadinya menatap Seyra kini mengalihkan tatapannya ke Samuel
"Iya Binar-ku" jawab Samuel dengan nada lembutnya, sambil mengambil dan mengusap halus tangan Binar yang menempel dilengannya
Setelah itu, Binar pun melepaskan tangannya dari lengan Samuel. Lalu, Samuel menoleh ke arah Seyra yang berdiri di sampingnya.
"Kakek pulang dulu ya sayang" ucap Samuel, mengelus halus bahu sebelah kiri Seyra
Seyra pun membalas perkataan Samuel dengan mengulumkan bibirnya, tersenyum hingga gigi atasnya terlihat.
"Kakek hati-hati di jalan ya... Suruh supirnya jangan ngebut bawa mobil" jelas Seyra, dengan nada manjanya
Seyra memang baru sebentar mengenal Samuel, tapi bisa dibilang mereka berdua sefrekuensi. Itulah mengapa, Seyra dengan berani mengeluarkan sifat manjanya ke Samuel.
"Aku antar sampai depan kek" ucap Virsha, mengulurkan tangannya ke arah pintu
Samuel melihat Virsha, dengan perlahan berjalan mendahului Virsha dan meninggalkan Seyra, Agung dan Binar.
Virsha mengekor berjalan di belakang Samuel, hingga saat di depan pintu, ia dengan sigap membukakan pintu untuk Samuel. Ia mempersilahkan Samuel untuk keluar lebih dahulu, lalu ia pun juga ikut keluar dan menutup pintu dari luar.
"Virsha" panggil Samuel, menunggu Virsha selesai menutup pintu
"Iya kenapa kek?" jawab Virsha
"Kamu harus jaga Seyra baik-baik... Bagaimanapun juga, sekarang dia adalah istrimu dan tanggung jawabmu" jelas Samuel, menepuk pelan lengan Virsha
"Tenang saja kek, Virsha pasti akan menjaga Seyra dengan baik" tegas Virsha, mengulum senyumannya kepada Samuel
Mendengar hal itu, Samuel merasa cukup tenang dan percaya kepada cucunya itu. Setelahnya, ia pun melangkah pergi meninggalkan Virsha, tidak lupa diikuti oleh kedua pengawalnya untuk meninggalkan apartemen itu.
Setelah bayangan Samuel tidak terlihat lagi, Virsha kembali membuka pintu dan masuk ke dalam apartemen.
Di dalam apartemen, terlihat Seyra, Binar, dan Agung sudah duduk di sofa menunggu kedatangan Virsha.
"Kenapa kalian saling diam-diam aja?" tanya Virsha, berjalan menghampiri mereka
Mata mereka bertiga sontak melihat Virsha yang memecah keheningan.
"Seyra..." panggil Virsha, duduk di samping Seyra
"Kenalin, dia Binar" jelas Virsha
Seyra memutarkan bola matanya malas melihat ke arah Virsha yang tengah duduk di sampingnya.
"Tau" ketus Seyra, mengangkat sebelah alisnya, menatap tajam Virsha
Melihat tatapan Seyra, Virsha langsung mengedipkan cepat matanya.
"Oh ya, Seyra... Jadi saya ke sini untuk bertemu dengan kamu" sambung Binar, di tengah suasana menegangkan antara Seyra dan Virsha
"Kenapa kamu mau bertemu dengan saya?" tanya Seyra, mengalihkan pandangannya dan melihat Binar, mengerutkan dahinya kebingungan
Binar menatap mata Virsha dan Agung bergantian.
"Bisa kita bicara di balkon saja?" tanya Binar, dengan nada yang hati-hati
Tanpa menjawab apapun, Seyra langsung berdiri dan berjalan menuju balkon sendirian. Dengan ia melakukan hal itu, sudah pasti kalau dia setuju dengan tawaran Binar yang ingin berbincang di balkon saja.
"Ada apa Bi?" tanya Agung penasaran
Binar menoleh ke arah Agung, mengedipkan matanya pelan dan langsung pergi meninggalkan Virsha dan Agung di sana.
Kini, Binar sampai di balkon. Di sana sudah ada Seyra yang duduk di kursi balkon. Melihat hal itu, Binar langsung menghampiri Seyra dan duduk di samping kursi ia duduk.
"Kamu kenapa?" tanya Binar, dengan nada dinginnya, menatap tegas ke depan
Seyra menoleh ke arah Binar yang sama sekali tidak melihat ke arahnya.
"Aneh banget ni cewek... Perasaan tadi di dalam lemah lembut banget nada bicaranya, kok sekarang dingin banget kayak gini" batin Seyra
"Mohon maaf ya... Seharusnya saya yang nanya ke kamu" tegas Seyra
Binar mengangkat sebelah sudut bibirnya, menyeringai sambil menoleh perlahan ke arah Seyra. Mata mereka bertemu, melemparkan tatapan tajam satu sama lain.
"Saya ke sini hanya ingin melihat, seperti apa sosok perempuan yang berhasil memikat hati Virsha" jelas Binar
"Dulu, Virsha dikenal sebagai pria yang tertutup dan sulit jatuh cinta. Bahkan saat masih sekolah, dia harus dipasangkan dengan teman sekelasnya agar bisa belajar mengenal perempuan dan merasakan cinta" sambungnya
Seyra terdiam sejenak, berusaha mencerna maksud dari perkataan Binar. Tapi walaupun Binar berkata seperti itu, ia tidak terpengaruh sama sekali.
"Itu kan dulu, bukan sekarang" ujar Seyra, melihat ke depan, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi
Binar tersenyum puas mendengar jawaban Seyra yang sangat percaya diri. Tanpa berkata apapun, ia berdiri dan pergi meninggalkan Seyra seorang diri di balkon. Binar masuk ke dalam ruangan, menghampiri Virsha dan Agung yang masih menunggu mereka di sofa.
"Sha, Gung, gue pulang dulu ya" ucap Binar, tiba-tiba saja seperti ingin cepat pergi dari apartemen
"Loh, kenapa Bi?" tanya Agung, sontak berdiri
"Papa nge WhatsApp gue, di suruh cepat pulang" jelas Binar, memasukkan ponselnya ke dalam tas selempang bersama hitam miliknya
"Gue anter Bi" tawar Agung, mengambil kunci mobil di atas meja
"Kalian hati-hati ya... Gung jangan ngebut" sambung Virsha
"Aman Sha" jawab Agung
"Sorry ya Sha, gue gak bisa lama-lama di sini" ujar Binar lagi
"Gapapa Bi, lain kali lo bisa kok main-main ke sini lagi" ucap Virsha, melemparkan senyumnya
Binar membalas senyuman Virsha dan melangkahkan kaki, berjalan keluar dari apartemen, diikuti Agung di belakangnya.