NovelToon NovelToon
Amanah Cinta Yang Ternoda

Amanah Cinta Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Naya seorang istri yang sedang hamil harus menerima takdir ditinggal suaminya karena kecelakaan. Pada saat sedang dalam perjalanan ke kampung halaman, suaminya yang bernama Ammar jatuh dari Bus antar kota yang ugal-ugalan.

Sebelum Ammar tewas, dia sempat ditolong oleh sahabatnya yang kebetulan mobilnya melintas di jalan tol. Tak disangka Ammar menitipkan amanah cinta kepada sahabatnya bernama Dikara yang berprofesi sebagai dokter.

Padahal saat itu Dikara sudah bertunangan dengan seorang wanita yang berprofesi sama dengannya.

Akahkah Dika menjalani amanah yang diberikan sahabatnya? Atau dia akan tetap menikahi tunangannya?

Apakah Naya bersedia menerima Dikara sebagai pengganti Ammar?

Cinta adalah amanah yang diberikan Allah SWT terhadap pasangan. Namun bagaimana jadinya jika amanah itu dinodai oleh pengkhianatan?

Yuk lah kita baca selengkapnya kisah ini!

Happy reading!💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 Akhirnya

Mama Nindi terlihat bingung dan ragu. Dia masih berpikir dengan keputusan yang akan ia ambil.

Kalau dia menerima Naya berarti harus siap dengan segala konsekuensinya di masyarakat. Apalagi teman-teman sosialitanya yang sering menggunjingkan orang lain. Ia merasa keluarganya akan jadi buah bibir di kalangan teman-temannya. Dia khawatir reputasinya akan turun jika ia menerima Naya sebagai menantu. Benar-benar ia tidak ingin kehilangan status sosialnya.

Apalagi Mamanya Amanda, Bu Rima. Ia akan merasa malu kalau bertemu saat arisan nanti, karena teman-teman sudah banyak yang tahu kalau mereka akan jadi besan.

Tapi di sisi lain, ia juga tidak ingin kehilangan suami yang ia cintai, seperti yang dikatakan Naya padanya. Ia khawatir karma atas ucapannya akan terjadi dalam hidupnya.

"Kenapa?" tanya suaminya lembut, seraya membuai kepala istrinya.

"Entahlah Pa, Mama bingung. Dilematis. Mama tidak siap dengan gunjingan banyak orang terhadap keluarga kita. Apalagi Bu Rima, Mamanya Amanda itu teman dekat Mama. Papa tahu? Teman-teman Mama itu sudah banyak yang tahu kalau aku dan Bu Rima itu mau besanan. Mau ditaro di mana muka Mama ini, kalau sampai mereka engga jadi nikah? Mama malu, Pa. Malu!"

Papa Fahmi menghela nafasnya dengan pelan.

"Kalau Mama masih berpikiran negatif terus, itu akan menyiksa diri Mama sendiri. Jangan berpikir sesuatu yang belum tentu terjadi. Mereka tidak akan tahu kalau kita tidak memberi tahu. Belum jadi kok udah koar-koar. Dasar ibu-ibu, ada aja yang dibahas..." Papa Fahmi menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Itu udah kodratnya jadi perempuan..." selanya tidak mau kalah.

"Jadi Mama masih berat dengan teman-teman sosialita?"

Mama Nindi terdiam, masih bingung dengan keputusan yang akan diambil.

"Ya sudah terus saja berteman dengan mereka. Tapi ingat, jangan salahkan Papa kalau keluarga kita akan meninggalkan Mama,"

"Dih kok gitu? Engga bisa gitu dong Pa,"

"Ya bisa aja. Mama lebih mementingkan kesenangan Mama dari pada kebahagiaan Dikara, anak kita, iya kan?"

"Dua-duanya lah, Pa. Kebahagiaan Dikara itu yang utama dan keduanya bisa berjalan dengan selaras,"

"Tidak bisa. Mama harus memutuskan salah satunya. Kalau Mama memilih kebahagiaan Dikara berarti Mama harus menerima Naya sebagai menantu," ujar Papa Fahmi tegas.

"Lagi pula yang akan menjalani rumah tangga itu anak kita, Dikara. Kita harus memikirkan kebahagiaan anak kita. Ia sudah dewasa dan bisa memilih apa yang sudah jadi keputusannya. Kita hanya bisa mendukungnya dan mendoakan kebahagiaan rumah tangganya kelak. Jangan memperdulikan omongan orang lain kalau ga penting. Papa harap pikiran negatif Mama jangan sampai menghambat niat anak kita untuk menikah," lanjutnya terus mengingatkan istrinya agar pikirannya lebih terbuka.

Mama Nindi mendengus kesal. Ia tidak pernah menyangka harus memilih sesuatu antara keduanya.

"Ingat Ma, teman-temanmu itu ada kalau kita dalam keadaan mapan. Coba kalau kita dalam keadaan terpuruk, mereka akan pergi satu persatu. Bahkan mereka akan pura-pura engga kenal dengan kita. Percaya sama Papa. Tempat kembalimu saat Mama terpuruk adalah keluarga,"

Mama Nindi bergeming, ia mencoba mencerna ucapan suaminya. Ia teringat salah satu temannya yang ditinggalkan karena keterpurukannya. Saat itu dirinya lah yang ingin menolong, namun dihasut oleh teman lain agar jangan menolongnya karena itu akan merugikan diri sendiri. Ternyata imbasnya sampai sekarang. Teman yang sudah tidak mapan lagi dikeluarkan dari grup sosialita. Miris bukan?

Mama Nindi menghampiri suaminya kemudian memeluknya dari belakang, "Maafkan Mama, Pa. Mama akan memprioritaskan keluarga. Mama merestui Dikara menikah dengan Naya,"

Papa Fahmi tersenyum. Ia membalikkan badannya. Kedua tangannya membingkai wajah Mama Nindi dengan lembut.

"Alhamdulillah. Akhirnya Mama merestui rencana pernikahan Dikara. Papa semakin sayang sama Mama. Jangan khawatir ya! Papa akan selalu ada di samping Mama. Keluarga tetap akan selalu menjadi tempat kembali disaat kita terpuruk," katanya dengan suara yang lembut.

Mama Nindi merasa lega mendengar ucapan suaminya. Ia mulai memahami bahwa keluarga itu lebih penting dari lpada status sosialnya.

"Ya, Pa. Mama akan mencoba untuk memahami dan menerima Naya sebagai menantu," katanya dengan suara yang lembut.

xxxxxx

Sementara itu di ruang keluarga, Dikara dan Naya sedang bercengkrama. Ia sesekali berkomunikasi dengan Sha yang terlihat cukup menggemaskan.

"Aku benar-benar salut akan keberanianmu menghadapi Mama,"

Naya hanya tersenyum. Ia juga masih belum percaya dengan keberaniannya menghadapi calon mertuanya.

"Kupikir Mama akan menerima langsung kehadiranmu setelah dinasehati Papa kemarin. Ternyata tidak."

"Maafkan Naya ya Mas! Naya tidak bermaksud melawan Mamanya Mas Dikara. Entah mengapa keberanian itu muncul secara tiba-tiba setelah ngobrol sama Papanya Mas Dikara,"

Dikara memicingkan matanya, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan dari Naya sebelum berbicara dengan Mamanya.

"Memangnya kalian bicara apa?"

"Tidak banyak sebenarnya. Namun Papamu menginginkan aku yang maju untuk bisa menasehati Mamamu. Dengan harapan jika aku yang bicara, hati Mamamu akan luluh. Tapi aku tidak berharap banyak, Mas. Aku pasrah. Apalagi Mamamu terlihat sangat membenci kehadiranku," ujar Naya lirih.

"Ssssttt jangan bicara seperti itu! Insyaa Allah kalau kita berjodoh, sesulit apa pun rintangannya, pasti dapat kita lalui bersama,"

Naya tersenyum bangga, memiliki calon suami yang selalu memberinya dukungan. Karena sebenarnya ia belum siap untuk menikah lagi. Kenangan manis bersama Ammar terasa sulit untuk dilupakan.

1
🍒⃞⃟🦅🥑⃟uyulᵂᴬᴸᴵᴰ𝐕⃝⃟🏴‍☠️
lahh emng ini rncana mu dri awal mau kerja lagi bambang
🍒⃞⃟🦅🥑⃟uyulᵂᴬᴸᴵᴰ𝐕⃝⃟🏴‍☠️: tuh si naya
Ñůŕšý: Bambang siapa ya?
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅🥑⃟uyulᵂᴬᴸᴵᴰ𝐕⃝⃟🏴‍☠️
dsni naya slh, pmlik rmh skit bkn brti seenak jidattt ny mlpas dn mmbiarkan dipgang org lain. rmh skit it berbda dgn ushaaaa pda umum ny yg appun bisa di handle oleh pihak ke 2. ga sejarah ny hnya di pntau dokter it praktek bkn teori /Grin/
🍒⃞⃟🦅🥑⃟uyulᵂᴬᴸᴵᴰ𝐕⃝⃟🏴‍☠️
Dasim ny kbnykan tuh/Proud/
🍒⃞⃟🦅🥑⃟uyulᵂᴬᴸᴵᴰ𝐕⃝⃟🏴‍☠️
ga bsa di pngkiri klu profesi dokter it lbih bnyk wkt utk orglain di bndingkn kluarga, wlaupun trlhat jrng drmh ato intraksi dgn kluarga mnimal komunikasi ttap ada di dlm ny, mmng yg pling pnting it rsa bersyukur. jika rasa bersyukur ga ditanam kn dlm rmh tngga, hal skcil appun akn kurang. sikap Naya dsni ga slh dn jga ga bnr hnya sja mnrka minim ny komunikasi. klu bgi sy, prmpuan ingin di dngar ktika bercrita tpi sbnarnya mrka udh tau solusiny. bkn hny lki² yg btuh di mngrti ttpi prmpuan jga btuh it utk kshtan mental ny/Casual/
🏠⃟🌻͜͡ᴀs🍁Bila❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Biar Dika bisa bahagia dengan Yuna yang lebih bisa mengerti pekerjaan nya.
🏠⃟🌻͜͡ᴀs🍁Bila❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Kalau menurut mu berpisah lebih baik ya sudah. memang dokter seperti itu. apalagi itu rumah sakit miliknya Dika Naya.
Wanita Aries
Ya ampun si naya bnr2 nekat.
◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Benar" mencurigakan 🤨
◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Gara" Naya nih 😏
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝓙𝓘𝓝 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
karya yg keren thor, maaf baru tengok bab 1 jadi blm begitu paham konfliknya, InsyaAllah next lanjut
Ñůŕšý: Terima kasih kak. kutunggu komentar selanjutnya🙏
total 1 replies
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝓙𝓘𝓝 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bajingg loncat kalian! Jangan dituruti!
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝓙𝓘𝓝 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah kan biaya dikadalin
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝓙𝓘𝓝 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwk modus lo bro
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝓙𝓘𝓝 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
weh datang penyelamat
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝓙𝓘𝓝 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
teriak Naya!!
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝓙𝓘𝓝 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
sialan kalian!!
🏠⃟🌻͜͡ᴀs🍁Bila❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Itulah resiko punya suami dokter Naya.. untung ae Dika sudah menerima anak mu. padahal selama ini kamu selalu menyembunyikan batang
Ñůŕšý: Batang apa kak?
total 1 replies
Wanita Aries
Ihh naya makin nyebelin cm hny kurang prhatian jd bgtu.
Kira2 siapa ya yg dhubungi naya
🏠⃟🌻͜͡ᴀs🍁Bila❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Dasar Naya tidak introspeksi diri, semoga mereka tau dengan sendirinya, kan orang kaya pasti punya CCTV
◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Sabar Yuna 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!