NovelToon NovelToon
Misteri Kematian Mantan Kekasih Istri Ku

Misteri Kematian Mantan Kekasih Istri Ku

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Tamat / Horror Thriller-Horror / Iblis / Mata Batin / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Dendam Kesumat
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Dia meninggal tapi menghantui istri ku.
Ku genggam tangan Dias yang terasa dingin dan Bergetar. Wajahnya pucat pasi dengan keringat membasahi anak rambut di wajahnya. Mulutnya terbuka menahan sakit yang luar biasa, sekalinya menarik nafas darah mengucur dari luka mengangga di bagian ulu hati.
"Bertahanlah Dias." ucapku.
Dia menggeleng, menarik nafas yang tersengal-sengal, lalu berkata dengan susah payah. "Eva."
Tubuhnya yang menegang kini melemas seiring dengan hembusan nafas terakhir.
Aku tercekat memandangi wajah sahabat ku dengan rasa yang berkecamuk hebat.
Mengapa Dias menyebut nama istriku diakhir nafasnya?
Apa hubungannya kematian Dias dengan istriku, Eva?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lupa diri sendiri

Seno berjalan di tengah hutan berkabut yang gelap, berbagai macam makhluk menyeramkan tampak berkeliaran memperhatikan kehadirannya. Kabut tebal menutupi cahaya bulan yang bersinar penuh.

"Dimana aku?" dia berputar-putar melihat kesana kemari. Tiba-tiba mendengar orang sedang bicara, tapi tak menemukan keberadaannya.

"Cepatlah kesini!" seorang lelaki berteriak, jelas terdengar di telinga Seno.

"Iya!"

"Lihatlah! Kau suka?"

"Ya, aku suka!" jawab seorang wanita itu kemudian tertawa senang sekali.

Seno seperti orang linglung mendengarkan tawa khas yang sangat di rindukannya, dia yakin itu suara Eva.

"Tidak!" dia menggeleng.

Ketika ia memasang telinganya malah suara-suara itu menjauh. Tapi ketika dia berteriak memanggil Eva, suara itu seperti ada di dekat telinga.

"Eva! Kau dimana? Siapa yang sedang bersamamu?" teriak Seno.

"Aku mencarimu, Sayang. Pulanglah!" Seno terus berteriak sambil mencari ke berbagai arah, kakinya terseok-seok menginjak rerumputan yang kering, sosok-sosok hantu pun, tak kalah menyeramkan. Mereka tertawa mengejek, menyaksikan Seno yang sudah seperti orang yang kehilangan akal. Tubuhnya yang lelah itu limbung tersandung akar yang menonjol.

"Evaaaa...!!!" Seno berteriak di tengah hutan berkabut nan gelap itu, enggan beranjak dari posisi terjerembab sambil menangis.

Tiba-tiba sebuah tangan kecil terulur tepat di hadapan wajahnya. Seno pun, mendongak

"Kau? Siapa?" tanya Seno, menatap tajam sosok perempuan seperti anak-anak.

Namun sosok perempuan yang tersenyum itu kemudian berubah menyeramkan. Senyumnya berubah menjadi tawa, lalu seringai mengerikan nampak seperti ingin menerkam.

Byuurrr!

Seno melempar wajah perempuan itu dengan segenggam garam, namun perempuan itu terlalu lincah, dia berhasil menghindar dan berdiri tegak.

"Siapa kau?" tanya Seno.

Perempuan itu tersenyum sinis, lalu berbalik, berjalan menerobos apa saja yang ada di hadapannya. Tubuhnya yang kecil itu mampu mematahkan pohon-pohon seukuran betis orang dewasa, bahkan semak yang padat bisa terinjak merapat ke tanah. Membuat Seno melongo melihatnya.

Ia kembali menunduk lemas setelah perempuan kecil itu pergi jauh. Namun matanya terbelalak kaget ketika bekas genangan air yang mengering itu terdapat sebuah jejak kaki.

"Terbalik!" gumam Seno.

"Huh!...huh! Huh!" Seno baru saja terbangun dari mimpi buruknya.

"Syukurlah, kau sudah sadar dari mimpi buruk." kata Kiyai Rasyid, pria itu sedang duduk bersila menghitung tasbih di samping Seno.

"Eva Kiyai? Istriku!" kata Seno panik. Merasa mimpi itu nyata hingga memegangi dadanya.

"Minumlah, lalu ceritakan." titah Kiyai Rasyid. Memberikan air minum dalam botol yang mereka bawa.

Segera meneguk air putih yang di berikan Kiyai Rasyid, kemudian ia menceritakan tentang mimpinya.

"Gadis Muti!" Guam kiyai Rasyid. Menatap langit di kejauhan dengan raut wajah khawatir.

"Siapa gadis Muti itu Kiyai?" tanya Seno.

"Gadis yang tinggal di hutan sejak jaman dahulu kala. Mereka itu jenis makhluk yang menyesatkan di dalam hutan, karena kakinya terbalik. Mereka memiliki kekuatan yang besar, tenaganya pun tak main-main. Kami pernah merantau ke pulau Sumatera, dan kami menyebut mereka gadis muti, atau bisa juga di sebut gadis hutan. Tentu mereka tak hanya ada di Sumatera, di hutan besar lainnya pun ada, namun jarang di temui." kata Kiyai.

Seno menghela nafas, memikirkan Eva yang tak dapat di lihatnya meskipun di dalam mimpi.

"Kau mengenali suara pria yang berbicara dengan istrimu?" tanya Kiyai.

Seno menggeleng, tapi dia merasa tak asing.

"Ini sudah malam ke dua puluh satu istrimu hilang. Jangan sampai empat puluh hari, maka istrimu tidak akan pernah di ketemukan lagi." kata Kiyai Rasyid.

"Bagaimana caranya kita menemukan Eva, Kiyai?" kata Seno khawatir.

"Kita akan mencari keberadaan gadis hutan itu." kata Kiyai.

Hanya sebentar saja mereka tertidur, kemudian menghabiskan menunggu fajar dengan berzikir dan berdoa.

Pagi ini, mereka memutuskan untuk mencari perkampungan sekitar. Mereka harus mencari informasi terlebih dahulu sebelum terjun.

Lagipula, dalam penglihatan mata hutan rimbun itu tampak biasa, namun entah mengapa seperti ada misteri terselubung di balik arus sungai yang deras dan hutan tak terjamah manusia.

"Alhamdulillah, ada pemukiman warga di sekitar sini." kata Kiyai, pagi buta itu mereka tak menemukan kendaraan meskipun memutuskan untuk berjalan melewati jalan aspal.

Beberapa kali bertanya, akhirnya bertemu dengan seorang pria berpakaian serba hitam. Dia seorang dukun di kampung tersebut, tinggal tak jauh dari hutan yang akan mereka jelajahi.

"Seorang Kiyai, bertanya padaku." katanya dengan senyum Sinis, ketika Kiyai menanyakan pengalamannya memasuki hutan.

"Aku hanya manusia biasa, Ki." jawab Kiyai ramah.

Pria itu menilik wajah keduanya, lalu berjalan menuju gubuk kayu di belakang mereka. Seno dan Kiyai pun mengikutinya.

"Aku tidak pernah mendengar tentang perempuan hilang selama ini. Tapi jika lelaki? Ada." kata Pria bernama Sutejo itu mengelus jenggotnya.

"Kami ingin segera sampai, barang kali Aki pernah masuk ke hutan tersebut, aku ingin jalan yang cepat, anakku dalam bahaya." kata Kiyai Rasyid.

Pria berpakaian hitam itu terkekeh. " bukankah kalian yang berilmu putih tak menyukai keberadaan kami yang hitam ini?" kata dukun tersebut.

Kiyai tersenyum lagi, seraya menarik nafas lalu berbicara dengan lembut.

"Maafkanlah atas kesalahan paham itu saudaraku. Mungkin dalam ilmu yang bertentangan kita berbeda. Tapi percayalah kita hidup atas ciptaan tuhan yang sama. Jalan mu hitam, jalan ku putih, siapa yang tahu yang hitam itu kemudian malah bercahaya Karena kemurahan hatinya. Surga dan neraka hanya Allah yang tahu. Kita hanya manusia ciptaan yang sedang berusaha." kata kiyai dengan tawa ringan di wajah berserinya.

Laki-laki itu tersanjung mendengar ucapan Kiyai Rasyid yang tidak menghakimi dirinya. Padahal sejak awal sudah khawatir duluan.

"Aku bertanya sebagai saudara yang sedang mencari jalan. Barangkali saudaraku tau keberadaan gadis hutan itu." kata Kiyai lagi.

"Baiklah." pria itu mengangguk paham, Kiyai Rasyid berbeda dari Kiyai yang ia kenali. Pria bersorban itu sedang menunjukkan kerendahan hatinya, tidak usah beradu ilmu seperti yang lainnya.

"Pergilah malam lusa, ketika bukan bersinar penuh. Kalian akan melihat pintu gerbangnya terbuka. Aku pernah datang ke tempat itu satu kali, ketika anak saudariku hilang terbawa arus berputar di bawah pohon besar." jelasnya.

"Gerbangnya begitu rapat saudaraku." kata Kiyai Rasyid.

"Ya! Tapi jaraknya hanya sejengkal dari arus adalah alam mereka." kata pria itu dengan raut wajah sedih.

"Maaf, bagaimana dengan keponakan mu, Ki?" tanya Seno penasaran.

Pria itu menggeleng.

*

*

*

Di hutan berkabut, Eva duduk termenung di ambang pintu. Dia memikirkan semalam menghabiskan waktu duduk bercerita bersama Arya. Entah pukul berapa kemudian ia tertidur di ranjang kayu itu dan terbangun sudah tak menemukan keberadaan pria itu.

"Rasa-rasanya, semalam ada yang memanggilku. Tapi siapa?" ucapnya, semalam dia bermimpi ada seseorang yang sedang memanggil dirinya.

Beberapa hari tinggal di hutan ini membuat dia lupa akan kehidupan sebelumnya, lupa akan Gerry, lupa kepada Seno, lupa kepada anak sendiri. Bahkan tak ingat lagi siapa namanya sendiri. Meskipun masih terselip kata di dalam hatinya, yaitu pulang.

Brakk!

Suara kayu bakar yang di letakkan dengan kasar membuyarkan lamunannya.

"Ar!"

Pria itu tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya yang dalam.

1
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
wahh emg bener niat mau harta aja kan yaaa
Ai Emy Ningrum: yoi 😽
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈: g salah ya
total 3 replies
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
ibu nya Seno udh satu tim sama Lusia, gak bisa dipisahkan lagi, apa Andin juga termasuk? kasian bang Zalli /Sweat/
Ai Emy Ningrum: yaa udh gpp,yg penting semua baik2 sj ,sehat2 selalu yaaa othor sekeluarga..kita nantikan cerbung2 karya mu dilain waktu 🤗🤗
Dayang Rindu: iya kak, kemarin ada sedikit musibah, tapi sekarang dah beres. Alhamdulillah.
takut novelnya nge gantung, jadi tak tamatin aja. 😁..
total 13 replies
Ai Emy Ningrum
Pov Seno ...
Yg diacak acak rumh ..yg berantakan hati...gini amat yak jd dewasa...punya banyak kartu ATM tp gak ada saldonya,malam susah tidur ,pagi susah bngun /Facepalm//Facepalm/
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Ai Emy Ningrum: tidaaaaaaak 😫😩😫😩
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: /Grievance//Grievance//Grievance/
balik kamu kamu kamu lagi.. wkwkwk 🤣🤣🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
Kelamaan..keburu Lebaran..eehh keburu bapack datang 👻👻😽😽 eehh yg datang yg laen 👻👻 hihihi
Ai Emy Ningrum: wkwkwkwkwk 🦆🦆🦆🦆🤣🤣🤣🤣
Dayang Rindu: kalau pengantin baru sih syuliiitt... 🤭🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
gaskkken lamar dan lgsg aja ijab kobul biar sah dlu agama
nanti bosa sah negara
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈: wayyyyoook mbk ning
Ai Emy Ningrum: digoreng jg enak tuh pisang raja 🍌 nya
total 6 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
hiiii apa itu caitan hitam bergarak2.. kembuk3 gono kae..
Ai Emy Ningrum: entahlah ceu cuaca nya ..panassss terik bbrp hr ini...hr ini,semlem ada hujan deras..tp tetep panasss 🥵🥵
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: disini kalau pagi sampe siang mendung diseling gerimis kadang hujan, sore agak cerah, nah tengah malam biasanya hujan lagi
total 22 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
oalah.. masih saudaran ternyata
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
Sumanto sodaraan sama Aki..
Ai Emy Ningrum: oohh bukan yah ..mangap..🤭🤭
abisnya sejak kejadian tsb..nama Sumanto identik dgn 👻👻👻
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: itu Sumanto yg lain ya buk ibuk, bapak2.. kata pak Sumanto klarifikasi 😌
total 7 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
walah kok ya kek makan buah simalakama maju mati mu dur pun mati
Ai Emy Ningrum: /Joyful//Joyful/
Dayang Rindu: malah kurang huruf g kak... 🤣🤣🤣/Facepalm/
total 7 replies
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
aahh labil kau gadis hutan, sebelumnya tergila2 kepada pangeran 🤴 Arya, dan merasa dia sangat seksoy saat keluar taring, sedang Seno selain tak berbulu juga tak bertaring 🙄😋🤭🤭🤭
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: mantap lah /Good/
Ai Emy Ningrum: jualan terus ,nyanyi gitaran jg jln /Good//Good/
total 16 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
jgn atuuuu
masa iya mati berjamaah kan g lucu lah pemeran utama kok mati nya berjamaah
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈: /Joyful/😜😜😜😜
Ai Emy Ningrum: ya ga bisa yuk..kira2 donk...pusing lah aku jd nya 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
total 6 replies
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ yg kebalik bukan kakinya doang, matanya juga ni gadis hutan 🙈
Ai Emy Ningrum: mksud nya mo anti-mainstream tp jatoh nya malah....🙄🤔🤔
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: emang laen dari yg laen /Shy//Slight/
total 5 replies
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
naah kan.. sama lah sama om Wowo kebon sebelah, sok ketinggian lu Arya 🤣🤣
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: jaman blm tau Ceu, apa aja kan diembat /Facepalm//Facepalm/
Ai Emy Ningrum: /Shy//Silent//Slight//Gosh/
total 8 replies
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
kastanya Arya lebih tinggi dari pada Wowo penunggu kebon bambu 😋
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: /Joyful//Joyful//Joyful/
Ai Emy Ningrum: iaaalaah /Grin//Grin//Grin/
total 18 replies
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
duuh bakal riweuh nii kalo udh cerita cinta segitiga, segiempat dan segitugitunya /Shy/ Arya sok banget nolak2in semua jin cewek disana merasa paling ganteng 🤭🤣
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: sebut saja kerajaan Sang Ratu 👸
Ai Emy Ningrum: jd ratu , permaisuri tnpa tau apa nama kerajaan nya../Frown//Frown/
total 18 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
walah ternyata arya adalah pangeran yahhh pantas saja dia g mau ngalah
Ai Emy Ningrum: kmaren masuk lewat jalur ordal yee,pantesan cepet 😒😒
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: anak buah nya perlu di training ulang 😋
total 14 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
ohhh giti si arya katanya mau gnter pulang tp di tanguhakn waktunua mau di peristri kali yaaaa
ayo lah arya kasih balik lah si eva jgn oula kau tahan di alam mu kasihan klo di hati mu aq pun ogah kau kan jin.. wkwkwkwkkkk🤣🤣🤣🤣🤣🏃‍♀️
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈: 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Ai Emy Ningrum: 👻👻👻👻👻
total 6 replies
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
jadi inget kisahnya si Joko.. /Slight//Hey/
Ai Emy Ningrum: #melipirdiam2 🚶🏻‍♀️🚶🏻‍♀️🚶🏻‍♀️
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana: psssstttt... iyaaah 🤫
total 9 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
wahhh kek nya 3va jadi sandra deh
tp siapa n3nek itu yahhh mau nolong eva
wuihhh keren deh petualangan nua masuk demensi lain
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈: wowlah iyo nek neng kene pun podo wae kk anger mati listrik yo wis ngalamt hahahaaa🤦‍♀️
Dayang Rindu: lebih angel aku Mbak, pln sedang perbaikan. Dikit-dikit mati lampu, hilang sinyal sejak kemarin gak bisa up. 🤦‍♀️
total 10 replies
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
gemblung bentuk e wae kyo gono hadehhh bossss situ mah iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!