Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia, lalu Satu Malam di tahun Baru, terlebih dahulu. Supaya alurnya nyambung.
Daniella Katherina tidak pernah menyangka kalau dia hanyalah anak kandung seorang pembantu yang bekerja di kediaman orang tua angkatnya. Orang tua angkat yang selama ini Daniella anggap sebagai orang tua kandungnya.
Daniella merasa tidak pantas menikah dengan sang kekasih yang notabenenya adalah salah satu pewaris Gultom group. Daniella memutuskan pertunangan mereka dan pergi keluar negeri meninggalkan sejuta luka di hati Prince Ocean Arnold. Putra pertama Karina Fransiska Arnold.
Bertahun-tahun berpisah membuat api dendam tumbuh membara di hati Sean. Hingga pertemuan pertama mereka di acara reunian kampus membuat Sean tanpa berperasaan mempermalukan Daniella hingga menjadi bahan olok-olokan banyak orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Di Kebun binatang
"Wow! Bukankah itu gajah? Ternyata gajah memiliki tubuh yang sangat besar." celetuk Zayan melangkah mendekati gajah kebun binatang yang ada di penangkaran.
Dengan lembut Zayan mengelus belalai gajah yang bergerak kearahnya.
"Gajah ini sangat jinak, Xavi. Cepat kemari. Dia tidak akan menyakiti kita." ujar Zayan meminta Xavi melangkah mendekat kearahnya.
Xavi menuruti perkataan Zayan. Ia sedikit tertarik mendekati gajah itu.
Mereka tersenyum bahagia saat menyentuh belalai gajah yang berdiri di samping mereka.
"Cepat lihat kemari, Mommy akan mengabadikan beberapa foto kebersamaan kalian."
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Aku akan mengabadikan beberapa foto kebersamaan kalian. Sean, cepat berdiri di samping Xavi." kata Daniella tersenyum tipis.
Meskipun sedikit canggung saat bersitatap dengan tatapan tajam putranya. Sean tetap menurut. Ia berdiri di samping Xavi dan merangkul bahu putranya dengan wajah kaku.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Ayo kita foto bersama." ajak Sean menatap Daniella.
"Tapi--"
"Tuan, bisakah Anda mengabadikan beberapa foto kebersamaan kami." kata Sean meminta petugas yang berjaga disana mengabadikan beberapa kebersamaan mereka.
"Tentu." kata petugas itu tersenyum ramah.
Setelah mengambil beberapa pose. Petugas itu menyerahkan kamera Daniella kepada Sean. Tanpa lupa Sean mengucapkan terima kasih kepada petugas itu.
Mereka kemudian melangkah ke penangkaran jerapah, buaya dan juga singa. Hingga terakhir mereka melewati penangkaran hewan-hewan buas seperti harimau, macan dan juga cheetah.
"Mereka memiliki taring yang sangat runcing." cicit Zayan menguatkan genggaman tangannya.
Sean bisa merasakan ketakutan putrinya.
"Jangan takut. Mereka tidak akan menyakiti mu." kata Sean menatap tajam kearah hewan-hewan buas itu.
"Apa kamu ingin memberikan mereka makanan?" tanya Sean mengelus kepala putrinya.
Zayan merasa bulu kuduknya langsung berdiri mendengar pertanyaan Sean.
Tanpa rasa takut seperti Zayan. Xavi melangkah mendekati petugas dan membeli daging mentah untuk diberikan kepada anak harimau yang berdiri di dalam penangkaran.
"Bukankah anak harimau itu sangat lucu. Kenapa kamu harus takut." celetuk Xavi menyepelekan keberanian saudari perempuannya.
Anak harimau itu melangkah mendekati daging mentah yang dilemparkan Xavi kearahnya. Ia memakan daging itu dengan lahap.
Tanpa mereka sadari beberapa pria misterius mengawasi pergerakan mereka dari kejauhan.
"Hari sudah semakin siang. Lebih baik kita makan siang dulu." ajak Karina mendekati putranya.
Xavi mengangguk mendengar perkataan ibunya.
Mereka lalu melangkah menuju restoran yang tidak jauh dari kebun binatang. Beberapa kali Sean menghentikan langkahnya dan memperhatikan keadaan sekitarnya.
"Paman, apa kamu akan menikah dengan Mommy?" tanya Zayan menatap wajah tampan Sean dengan wajah polos.
"Ya. Apa kamu setuju jika aku menikah dengan Mommy mu?" sahut Sean sembari bertanya kepada putrinya.
"Tentu saja. Bukankah paman cinta pertama Mommy." celetuk Zayan tanpa sadar.
"Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Sean menatap wajah merah putrinya.
"Karena Zayan pernah melihat foto paman di sebuah kotak rahasia yang tersimpan di dalam lemari Mommy." kata Zayan tersenyum tipis.
Zayan kemudian berbisik pelan di telinga Sean. "Apakah kamu Daddy kami?"
"Jika aku adalah Daddy kalian. Apakah kamu tidak akan membenciku karena sudah meninggalkan kalian?"
"No. Zayan malah bahagia karena Daddy sudah kembali. Zayan bisa bermain dan bermanja-manja dengan Daddy." jawab Zayan tersenyum lebar.
Sean mengacak-acak rambut putrinya dengan gemas. Syukurlah Zayan menerimanya dengan tangan terbuka. Namun, Sean masih bingung bagaimana cara meluluhkan hati putranya.
"Bisakah aku memanggilmu Daddy? Karena sejak lahir Aku tidak pernah mengucapkan kata itu." celetuk Zayan dengan mata berkaca-kaca.
"Tentu saja. Putri Daddy bisa memanggil Daddy sepuasnya." jawab Sean tersenyum hangat memeluk tubuh kecil putrinya.
"Dad, i love you. Terima kasih sudah kembali" bisik Zayan memeluk leher Sean dengan kuat.
#
#
Disisi lain
Seorang pria berpakaian serba hitam masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup minim penerangan.
"Tuan--"
"Bagaimana?" sela seorang pria paruh baya yang berbaring lemah di atas tempat tidur.
"Mereka akan segera menikah." kata pria berpakaian hitam itu dengan wajah cemas.
"Jalankan rencana kita. Aku sudah lelah bersembunyi dari mereka." ujar pria itu tersenyum menyeringai.
"Baik, Tuan." jawab pria berpakaian hitam itu sebelum keluar dari ruangan gelap itu.
andreas kapan tobat?
sukses dan sehat selalu Thor