Diusir saat malam pertama pernikahannya,Kimmy Kandrina merasa hidupnya benar benar menyedihkan
"Mas..kumohon percayalah!"
Isakan tangis Kimmy tak membuat Yusril Maulana melunak dan mempercayainya
"Percaya padamu?,jangan harap!,pergi dari sini dan jangan harap aku akan menceraikanmu!.Kau akan hidup menjadi janda bukan wanita bersuami juga bukan!.Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia!"
Setahun kemudian mereka bertemu kembali sebagai boss dan asisten.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31. Kecurigaan Lili
Author berikan up 2 bab untuk menebus update yg terlambat dari jadwal, semoga kalian suka.
selamat membaca 😘
________________________
Ponsel Selviana bergetar di meja kerjanya. Selviana menerima panggilan dari preman suruhannya.
"Ada apa?" tanya Selviana.
"Aku punya berita bagus untukmu, tetapi aku akan memberitahumu nanti di ranjang. Kau mengerti maksudku bukan?" tanya preman itu dengan seringai mesum di dalam mobil. Preman itu berada di dalam mobil di parkiran gedung 'KK Fashion' yang terlihat sepi.
"Brengsek! Kau mau menjadikanku budak napsumu, hah?!" Selviana memaki pria di seberang telepon tanpa sadar. Sesaat ia pun sadar jika ia sedang di kantor.
Saat Selviana berteriak di dalam ruangannya, Lili kebetulan lewat dan mendengar ucapan Selviana. Lili jadi penasaran, lalu ia pun menguping obrolan Selviana, Lili berdiri di depan ruangannya.
"Kapan?" tanya Selviana.
" …."
"Aku harus meminta izin dulu, tunggu aku di sana!" Selviana menutup panggilan suara dari preman itu.
Lili segera melangkah cepat sebelum Selviana keluar dan memergokinya.
Selviana keluar dari ruangannya dan melangkah menuju ruangan Yusril.
Tok! Tok!
"Masuk!" ucap Yusril.
"Yus, aku tiba-tiba tidak enak badan. Bolehkah aku izin pulang sekarang?" tanya Selviana. Ia menggunakan alasan sakit untuk pulang dan melayani preman yang ia tugaskan untuk mengawasi Yusril.
"Pulanglah! Periksakan ke dokter jika kamu sakit. Jangan salah arti, aku hanya tidak mau karyawanku sakit."
"Terima kasih. Aku pergi!" ucap Selviana meninggalkan ruangan Yusril. Setelah di luar ruangan Yusril, Selviana bergumam kesal. "Lihat saja nanti! Aku akan membuatmu mau untuk menikahiku. Kau hanya boleh menjadi milikku," gumamnya dengan tangan mengepal erat. Selviana melangkah menuju parkiran.
Lili yang penasaran dengan Selviana, mengikuti Selviana dengan diam-diam. Lili melihat Selviana masuk ke dalam mobil hitam dan melihatnya berciuman dengan pria di dalam mobil dari kaca bagian depan. Tempat Lili bersembunyi tepat berhadapan dengan mobil hitam itu. Untung saja tiang pilar tempatnya bersembunyi itu lumayan lebar, sehingga bisa menutupi tubuh Lili yang berdiri ternganga melihat adegan ciuman itu.
"Bu Selvi, bukannya sangat ingin memiliki Presdir? Kenapa malah berciuman dengan pria jelek dan menyeramkan seperti itu? Tampangnya seperti penjahat," gumam Lili pelan.
Selviana kemudian keluar dari mobil itu dan masuk ke dalam mobilnya sendiri. Lalu kedua mobil itu pergi beriringan entah akan kemana, Lili tidak tahu. Setelah kedua mobil itu tidak terlihat lagi, Lili kembali ke dalam kantor. Dengan rasa penasaran, Lili mencoba bertanya pada Yusril.
Tok! Tok!
"Masuk!"
Lili melangkah masuk dan berdiri di depan Yusril.
"Ada apa, Li?"
"Em, saya ingin bertanya. Bu Selvi, meminta izin pulang karena apa, Presdir?"
"Li, tidak biasanya kamu mengurusi urusan orang lain. Ini tidak seperti dirimu. Selviana izin pulang karena sakit, ada apa dengannya?"
"Tidak. Hanya saja, saya tadi melihatnya pergi dengan seorang pria yang terlihat sangar dan wajahnya seperti seorang penjahat."
"Sejak kapan kamu jadi suka mencampuri urusan orang lain?" tanya Yusril dengan pandangan tidak suka. Selama ini Lili tidak pernah bergosip atau usil dengan urusan orang lain. Itulah sebabnya Yusril sangat nyaman menjadikan Lili sebagai sekretarisnya, tapi ini pertama kalinya Yusril merasa kesal pada Lili.
"Bu-kan … be-gitu maksud saya Presdir. Masalahnya, Bu Selvi sempat mengancam Mbak Kimmy. Entah kenapa, saya tiba-tiba merasa takut dan khawatir dengan Mbak Kimmy," ucap Lili.
"Aku mengenal Selviana dengan baik, kamu tidak perlu khawatir. Meskipun Selviana menyukaiku, dia tidak akan sampai melakukan hal seperti itu. Kembali bekerja dan jangan banyak berpikir tentang hal macam-macam."
"Maaf Presdir, saya permisi," ucap Lili. Ia keluar dari ruangan Yusril dan duduk di kursinya kembali. Lili membuka berkas pekerjaannya, tetapi hatinya merasa tidak tenang. Lili tidak setuju dengan penilaian Yusril terhadap Selviana. Di mata Lili, Selviana terlihat seperti seorang yang ambisius dan kejam. Ambisinya untuk memiliki Yusril, akan membuatnya rela melakukan hal apapun. Setidaknya seperti itulah Selviana dalam pandangan Lili.
***
Selviana dan preman itu sudah tiba di basement apartemen tempat Selviana tinggal. Selviana masuk ke dalam lift lebih dulu, preman itu menaiki lift berikutnya.
Kini, Selviana dan preman itu sedang bergelut di ranjang dengan penuh gairah. Awalnya Selviana terpaksa melakukannya, tetapi lama-lama ia juga menikmatinya dan mereka saling memberi kenikmatan. Satu jam kemudian, mereka terbaring lemas setelah berpacu dan berlomba mendaki puncak kenikmatan masing-masing.
"Sekarang katakan! Apa berita bagusnya?" tanya Selviana.
"Aku ingin mandi dan menyegarkan tubuhku terlebih dulu. Kau harus menyiapkan makanan, saat aku keluar dari kamar mandi harus sudah siap makanannya." Preman itu masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi bak mandi dengan air hangat. Dia berendam dan tersenyum puas setelah menggarap habis seluruh tubuh mulus Selviana.
"Sialan! Dia pikir aku pembantunya apa? Aku sudah salah bekerjasama dengan penjahat itu." Selviana turun dari ranjang dan mengambil gaun tidur, ia memakai gaun tidur itu tanpa penutup dada dan bagian bawahnya. Selviana pergi ke dapur dan melihat makanan siap saji yang ada di dalam lemari pendingin. Selviana menghangatkannya di dalam oven dan menyiapkannya di meja setelah lima menit dipanggang dalam oven.
Setelah selesai membasuh tubuhnya, preman itu keluar dan menuju dapur. Selviana tidak menemaninya makan, ia memilih pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
_______________________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
I Love you, readers ♥️♥️♥️
mampir dong di karyaku derita cinta online sicantik berhati baja
macam perempuan murahan
disemak semak lho menguntit...
serem amat rumah yusril tor....