Seorang pria di dalam kamarnya sedang duduk dihadapan komputer yang tengah menampilkan sebuah permainan games yang sedang trending di dunia modern
Namun sebuah cahaya kejut yang membuat pria itu terkejut dan buta dalam beberapa saat namun pada saat dia membuka kedua kelopak matanya dia terkejut melihat dirinya berada di sebuah kamar mewah dan elegan
Betapa terkejutnya dia mendapati dirinya telah memasuki tubuh seorang karakter antagonis yang paling dia benci sendiri.
Apalagi karakter antagonis tersebut memiliki takdir yaitu akan mati suatu saat nanti membuat pria yang telah memasuki tubuh Antagonis tersebut berusaha mencari cara untuk tidak mendapatkan rute kematiannya
(BAB 1-20 Arc Keluarga Vardl dan kota Ards)
(BAB 21-42 Arc Akademi Arkana)
Note : Novel ini terinspirasi dari novel Become Villain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regan Fauzan Nugroho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Pembelajaran tentang teknik bela diri dasar telah selesai dengan cepat karena kepergian Tenka Hanomi yang kesal dan meneteskan air mata saat mendengar ocehan Rey.
Saat ini Rey sedang berjalan di jalan sendirian, setelah pelajaran teknik bela diri berakhir dengan cepat karena dirinya telah membuat Tenka kesal, dia berniat melanjutkan ke pelajaran selanjutnya.
Mengingat apa yang dia perbuat tadi, Rey hanya menghela nafas panjang lalu dia mendongak keatas sambil tersenyum pahit.
"Jika saja aku tidak berada di tubuh ini dan berada di tubuh orang lain bahkan npc pun di game, aku akan mengincar mu mati matian dan menjadikan dirimu adalah tujuan hidupku" Ucap Rey.
Walaupun Rey berkata seperti itu, tapi dia berpikir bahwa dirinya bukan menyukai Tenka saja tapi terlalu terobsesi dengan Tenka.
Rey pun melanjutkan perjalanan menuju ke kelas lain dan berhenti memikirkan hal tersebut.
Beberapa menit kemudian, di sebuah ruangan dengan puluhan bangku duduk telah diduduki para murid dan salah satunya adalah Rey.
Ruangan tersebut adalah kelas alchemy dan di depan kelas terdapat guru yang sedang menjelaskan life potion bisa dibuat dengan tanaman herbal yang biasanya di temukan di hutan belantara.
"Jadi ini bisa membantu kita saat bertahan hidup disebuah tempat tak diketahui, para murid masuk jalur ujian pasti sudah mengenal ini, karena saya melihat beberapa murid yang berhasil membuat life potion dengan menggunakan beberapa tanaman herbal di hutan" Ucap Guru menatap semua murid yang sedang duduk dibangku mereka masing masing.
"Apakah ada yang bertanya?" Tanya Guru.
Satu kelas tampak diam dan sama sekali tidak ada yang bertanya membuat guru angkat bicara lagi.
"Kalau begitu, penjelasan akan ku lanjutkan" Ucap Guru.
Guru pun menjelaskan tentang potion yang tidak hanya mana potion dan life potion saja tapi ada banyak sekali jenis potion.
Contohnya Potion Invisible Visble Nightmare, potion yang membuat orang yang meminumnya bisa melihat kegelapan dengan jelas, biasanya di gunakan untuk menjelajah goa yang minim penerangan.
Potion ini dibuat dengan air mata dari goa lalu dicampur dengan tanaman bernama Arhs.
Salah satu murid mengangkat tangan kanannya membuat guru segera menoleh kearah murid tersebut.
"Hanabi, apakah ada yang ingin kamu tanyakan?" Ucap guru tersenyum menatap kearah wanita berambut hitam dengan kedua iris merah ruby dan bernama Hanabi Kakuho, seorang npc yang telah Rey selamatkan dari seorang bangsawan di kota Ards.
Dan sekarang dia tumbuh menjadi wanita cantik dan ternyata dia memiliki kemampuan sihir yang cukup unik.
"Tanaman Arhs bisa ditemukan dimana? Lalu apakah tanaman Arhs ini memiliki fungsi apa saja?" Tanya Hanabi yang penasaran.
"Tanaman Arhs bisa ditemukan di mana mana bahkan di kota pun tanaman ini masih bisa ditemukan di taman, dan tanaman Arhs memiliki fungsi yaitu meleburkan khasiat bahan karena itulah banyak potion yang melibatkan tanaman Arhs sebagai salah satu bahan" Ucap Guru.
"Pertanyaan yang cukup bagus, 10 poin untukmu Hanabi" Ucap Guru tersenyum lalu menggerakkan tangan kanan nya dan terciptalah rune sihir yang melayang di udara lalu melesat kearah cincin Arleks Hanabi dan masuk ke dalam cincin tersebut.
Hanabi tampak kebingungan saat dirinya tiba tiba mendapatkan 10 poin, dia merasa hanya menanyakan hal biasa.
Guru mengagukkan kepalanya dengan puas, walaupun pertanyaan Hanabi kedengaran simpel tapi guru tersebut terdengar puas saat ada muridnya yang bertanya karena itu lah dia memberikan 10 poin kepada Hanabi.
Lalu guru menghiraukan Hanabi yang kebingungan dan menyuruh Hanabi kembali duduk dan melanjutkan kelasnya.
Saat Hanabi hendak duduk, dia sempat melirik kearah Rey yang duduk di pojok sambil menatap ke jendela.
Kelas Alchemy telah berakhir, semua murid keluar dari kelas beserta guru disana namun saat Rey hendak keluar dari ruang kelas tiba tiba di panggil oleh wanita.
"Tuan muda Rey" Suara wanita terdengar oleh Rey membuat Rey membalikan badannya dan menatap kearah suara tersebut berasal.
Rey melihat seorang wanita yang adalah Hanabi tengah memanggil namanya, Rey hanya memasang wajah datar menatap kearah Hanabi yang berada di hadapannya.
"Ada urusan apa memanggilku?" Ucap Rey dengan nada datar.
Hanabi mendengarnya tersenyum lalu dia bertanya kepada Rey.
"Apakah anda masih ingat dengan saya?" Ucap Hanabi tersenyum.
"Aku tidak ingat, untuk apa aku mengingat orang sepertimu" Ucap Rey dengan nada datar.
"Hahaha, anda seperti biasa sering berkata buruk kepada orang lain" Ucap Hanami tertawa namun Rey hanya diam mendengarnya.
"Ini adalah saya, seorang rakyat jelata anda selamatkan dari seorang bangsawan yang berniat membuat saya dan ibu saya menjadikannya budak 10 tahun yang lalu" Lanjut Hanabi sambil tersenyum.
"Hanya itu saja? Kalau tidak ada urusan denganku aku akan segera pergi, aku tidak punya banyak waktu dengan rakyat jelata sepertimu." Ucap Rey membalikkan badannya berniat keluar dari kelas.
"Hey tunggu! Mau kemana tuan muda, saya masih belum selesai ngomong" Ucap Hanabi mencegat Rey yang berniat keluar dari kelas.
"Jika mau mengatakan sesuatu maka katakanlah! Jangan berbelit-belit" Ucap Rey dengan nada kesal.
Walaupun diberi kata kata jelek tapi Hanabi sama sekali tidak tersinggung dan hanya melihat kesekitaran memastikan hanya mereka berdua yang berada disana, Rey yang melihatnya sedikit bingung.
"Saya disini hanya untuk mengatakan terima kasih kepada anda atas pertolongan anda 10 tahun lalu, sebagai ucapan terimakasih tolong terimalah ini" Ucap Hanabi mengeluarkan sebuah tongkat berukuran kecil dengan besi runcing tongkat atas dan bawahnya.
Mata Rey terbuka lebar melihatnya, sebuah benda yang cukup langka dan hanya di dapatkan dari hadiah misi yang diberikan oleh Hanabi yang bernama Kakuho.
Kahuho merupakan artifak yang ditemukan oleh Hanabi di goa yang tidak sengaja dia masuki, artifak ini merupakan kunci akses jalan menuju negeri dongeng yaitu negeri Elf dan Dwarf.
"Benda apa itu?" Ucap Rey dengan nada datar walaupun sebarnya dia sudah tau benda apa itu.
"Ini adalah artifak yang tidak sengaja saya temukan di goa, dengan artifak ini anda bisa mengakses jalan menuju negeri dongeng yang sering di tulis di buku dongeng" Ucap Hanabi tersenyum sambil memberikan Kahuho kepada Rey.
Rey menerimanya lalu melihat Kahuho dengan seksama, memang benar benda ini asli lalu Rey menatap kearah Hanabi.
"Sepertinya rakyat jelata sepertimu masih punya guna juga, akan kuterima ini" Ucap Rey.
"Hehehe, saya sudah tau pasti anda akan menerimanya." Ucap Hanabi terkekeh dan tersenyum manis sambil menatap kearah Rey.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi tuan muda Rey." Ucap Hanabi segera pergi meninggalkan Rey.
Rey hanya diam menatap Hanabi yang baru saja keluar dari kelas lalu dia menoleh ke benda Kahuho di tangan kanannya.
Sebenarnya benda ini harusnya berikan kepada karakter utama namun benda ini tidak akan berguna karena karakter utama mendapatkan akses jalan masuk negeri dongeng tersebut tanpa benda ini.
'Tapi itu cukup lama pergi ke sana, terlebih chapter 4 benar benar memakan waktu 2 tahun lebih untuk bisa berlanjut di chapter 5, apalagi ada sebuah event yang akan terjadi di akademi Arkana' Pikir Rey.
"Pertama-tama, aku harus pergi keluar dari akademi Arkana, ada sebuah skill yang ingin ku rampas" Gumam Rey.
END
Ilustrasi Hanabi Kakuho (Maaf kalo gak sesuai)
Source : Pinterest
suffering villain: MC gamer