NovelToon NovelToon
Janji Om Jangan Ngomong

Janji Om Jangan Ngomong

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Beda Usia / Pelakor / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sisi Ryri

Terdesak masalah hidup, Rina Amelia terpaksa menjadi wanita simpanan Adrian Wibawa—tanpa sadar bahwa pria itu adalah suami dari Profesor Eliza, dosen paling ditakutinya. Merasa dibohongi, Rina ingin mengakhiri hubungan terlarang itu, namun rayuan dan janji manis Adrian berhasil meluluhkannya.

Kini ia terjebak di antara dua dunia yang berbahaya: kekasih rahasia sang pengusaha, sekaligus mahasiswi yang nasibnya ada di tangan istrinya sendiri. Mampukah Rina bertahan di tengah jerat kebohongan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisi Ryri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keponya Ibu

“Ih, Ibu... Bukan, kok. Itu bukan siapa-siapa,” elak Rina.

“Mana ada bukan siapa-siapa, tapi di nomornya disimpannya ‘Cintaku’? Kamu ini kayak Ibu nggak pernah muda aja,” sindir Ibu, membuat kepala Rina seketika tertunduk.

“Hehehe... Nanti saja aku ceritanya ya, Bu. Aku capek banget.”

“Iya, ya udah, nanti aja.”

Rina lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan tas berisi baju-baju ibunya.

Meski harus berbagi ranjang dengan Ibu, Rina sangat bahagia. Dia berharap kehadiran Ibu bisa membantunya melewati hari-harinya yang pasti akan sangat berat kemudian.

Keesokan harinya, Rina bergegas turun untuk mencari sarapan untuknya dan Ibu sambil jalan-jalan pagi.

Setelah cukup lama jalan-jalan, dia kembali ke apartemen. Betapa kagetnya dia saat menemui ibunya sedang tertidur sambil mengerang kesakitan.

“Ibu!”

“Aah... Rina, syukurlah kamu kembali.”

“Kenapa, Bu?”

“Ibu pusing, Nak. Mungkin karena perjalanan kemarin cukup panjang, jadi Ibu kelelahan.”

“Astaga, Ibu...” Rina segera memindahkan posisi ibunya yang tertelungkup menjadi duduk bersandar ke tempat tidur, lalu membuatkan air teh manis hangat.

“Ini diminum dulu, Bu. Maaf ya, Bu... Memang seharusnya Ibu jangan perjalanan jauh dulu, tapi Rina di Jakarta nggak ada tempat.”

“Enggak apa-apa, Ibu cuma lemas sebentar. Ayo kita makan.”

“Iya, Bu. Aku udah belikan Ibu bubur.”

Rina lalu kembali ke meja tempatnya meletakkan bubur, kemudian menyuapi ibunya perlahan. Wajah Ibu yang tadi pucat perlahan kembali bertenaga dan senyumnya kembali mengembang.

“Ngomong-ngomong, cowok kamu orang mana?” tanya Ibu dengan senyuman lebar.

Rina terdiam. Tentu dia tidak mungkin cerita kalau dia sudah jadi istri siri suami orang demi membayar semua biaya hidup yang sempat mencekiknya.

“Nanti saja, Bu. Belum tentu dia juga jodohku,” jawab Rina klise, membuat senyum ibunya pudar.

“Jangan terlalu pilih-pilih pasangan, Nak. Asal ada yang mau, ya udah nikah aja.”

Hah... Rina menghela napas berat. Kata-kata itu seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, perempuan memang nggak boleh terlalu memilih pasangan, tapi ya nggak nikah sama suami orang juga, kan? pikirnya.

“Kenapa kayaknya kok berat banget?” tanya Ibu lagi, merasakan wajah Rina yang tiba-tiba menanggung beban.

“Aku di sini masih merintis bisnis, Bu. Aku maunya bisnisku jalan dulu, baru aku mikirin jodoh.”

“Ya, senyamannya kamu aja. Semoga kamu dapat yang terbaik.”

Terbaik.

Kata yang selalu Rina harapkan semoga-nya. Namun karena kebodohannya, dia harus jadi istri simpanan.

Rina memeluk ibunya lalu memaksakan senyuman manis yang justru menunjukkan kepahitan hidupnya. “Semoga dapat yang terbaik... semoga,” ulang Rina sambil mengelus punggung ibunya yang baru selesai makan.

Kring!

Ponsel Rina berdering dan tangannya segera meraihnya.

“Halo,” jawab Rina dengan suara standar customer service. “Rina Cookies and Bakery di sini, ada yang bisa saya bantu?”

“Selamat siang, Kak,” jawab suara di seberang telepon. “Saya dari Hotel Perdana Wisata. Kami mau pesan roti untuk besok, bisa?”

“Roti apa ya? Variannya sudah ada, kan?”

“Sudah, Kak, kami lihat di medsos. Kami pesan roti manis 100 box ya yang harga 10 ribuan. Bisa antar ke Hotel Perdana Wisata Jalan Jendral Sudirman Bandung, kan?”

“Bisa, Kak.”

“Ada ongkos kirim?”

“Tidak ada, Kak, kalau di atas 50 box.”

“Oke, saya minta nomor rekeningnya ya. Saya bayar tunai hari ini, saya tunggu rotinya besok.”

“Atas nama siapa ya?”

“Saya Darmawan,” jawab penelepon dengan ramah.

“Bapak Darmawan pesan roti manis 100 box, dikirim ke Hotel Perdana Wisata Bandung Jalan Sudirman. Betul?” ulang Rina memperjelas pesanan yang masuk.

“Benar. Setelah transfer, saya konfirmasi ke nomor WA ini.”

“Baik.”

Rina menutup teleponnya. Begitu suara penelepon berganti suara tut-tut-tut, Rina bersorak.

“Ibu! Syukurlah, aku langsung dapat pesanan!”

“Syukurlah, Rina. Kamu memang anak yang beruntung,” ucap Ibu sambil memeluk Rina.

“Kalau begitu, Rina siapkan dulu pesanannya ya, Bu. Enggak apa-apa, kan, Rina tinggal ke dapur?”

“Enggak apa-apa, Sayang. Semangat ya!”

“Doakan aku ya, Bu,” ucap Rina begitu bahagia.

1
Raudhatul Zannah
Rina Jangan sampai ketahuan ya kamu..
Cilia
Waduh, gimana tuh kalau ketauan si Rina??
mbak Shaka
mati aja
mbak Shaka
awal ceritanya bikin kasihan sama prof Eliza tp ternyata justru prof Eliza menunjukkan taringnya dia tidak lemah
Raudhatul Zannah
waduh jebakan..
Cilia
Sugar daddy ternyata si adrian wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!