Al berusaha keras untuk terus menempa kemampuannya Fokus pada karirnya nya adalah impian nya Setelah terbuang dari pernikahan hasil perjodohan pamannya Yang membuatnya menutup diri .Sampai ia bisa menjadi sukses Banyak wanita yang tergila gila padanya Namun tak membuat Al tergoda Akan kan Al bisa jatuh cinta lagi Setelah merasa kecewa di sang istri
Bee teman Al satu profesi Yang diam diam slalu mengagumi Al Slalu saja memberi kan motivasi dan dorongan Berharap suatu hari nanti Al menganggapnya orang yang berarti Tapi Al hanya menganggap Bee sahabat terbaik nya Akan kah Bee bisa tulus menerima persahabatan mereka Atau Al juga menaruh hati padanya baca di sini ya .... ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Sedangkan Al baru saja membaringkan tubuhnya setelah berganti pakaian sehabis dari rumah sakit tadi Al langsung mencuci kaki dan tangan nya sampai bersih Karna tak ingin terjangkit Virus dan kuman
" Huh ..... pasti menegangkan " Kata Al Membayangkan besok ia akan kerumah sakit mulai praktek melihat jantung asli
Lalu meraih guling ingin tidur siang Namun terdengar pintu kamarnya di buka seseorang Siapa lagi kalo bukan Deni sahabatnya itu
" Tidur Al " Kata Deni duduk di sisi tempat tidur
" Kenapa ?" kata Al berbalik menatap Deni
" Aku dengar kalian sudah praktik langsung hebat dong cepat sekali " Kata Deni
" Ya begitu lah , Sebenarnya aku belum siap Begitu juga yang lain Tapi prof Alfred bilang kita harus menyeimbangkan teori dan praktek Karna itu untuk lebih cepat menguasai ilmunya
" Ya dia benar , semakin dini kita praktek Itu lebih baik " kata Deni
" Kalian belum mulai " kata Al melirik Deni yang merebahkan tubuhnya di sebelah Al
" Tim kami baru mengajukan proposal Dan itu baru di nilai hari ini Tapi aku berharap kita bisa lolos dan cepat praktek Karna biar cepat paham "' kata Deni Yang lebih suka langsung bekerja dari pada harus mempelajari teori terlalu lama .
" Ya " kata Al yang lalu memejamkan matanya untuk tidur karna lelah Begitu juga Deni yang ikut tidur di sebelahnya Karna memang hawa dan cuaca nya Membuat keduanya ngantuk Dan sorenya Al dan Deni memasak makanan sendiri Setelah bangun tidur
" Enak " kata Al Ketika Deni membuat omelet
" Ya beginilah rasanya " Kata Deni menarik kursi dan duduk di depan Al
Karna mereka harus mengirit ketika belum ada pekerjaan Biaya hidup yang cukup mahal Membuat Al dan Deni memilih berhemat Karna masa sulit di kala pandemi masih belum berkurang Membuat mereka tak belanja boros Apalagi mereka belum dapat kerjaan pasti
" Apa nanti malam harus mencari kerja Siapa tahu ada yang butuh karyawan cuci piring " Kata Deni
" Ya lihat nanti " kata Al Yang asyik menyuap makanan nya Lalu menghabiskan nya Karena bangun tidur membuat mereka kelaparan
Begitu juga Deni Yang makan dengan lahap Ia tak pernah pilih pilih makanan Karna ia ikut numpang di flat Al juga makan gratis .Karna Al tahu keuangan nya terbatas .Jadi Al menolongnya
************
Malamnya Al dan Deni keluar mencari pekerjaan Walau pertokoan terlihat sepi
Keduanya berjalan menyusuri jalan yang tak jauh dari kampus Karna memang banyak pertokoan dan penjual makanan siap saji di pinggir jalan .
"' Al aku kesana ya, coba lho tanya itu den biar kita cepat pulang " kata Deni
"' Ya " kata Al Karna walau pun punya uang di rekening nya Al tetap berusaha bekerja Karna tak mungkin ia duduk manis menunggu uang habis . Karna kakeknya mengatakan membuang uang itu mudah Tapi mendapatkan nya itu sangat sulit Jadi sebisa mungkin ada pemasukan walau itu hanya sedikit Karna untuk berjaga jaga Apabila uang habis Dan jangan menunggu sampai uang tak bersisa sama sekali .
Lalu Al ingin melangkah menuju sebuah restoran cepat saji Yang terlihat ramai Namun para pembeli terlihat memakai masker dan juga jaga jarak
Belum lagi Al mendekati restoran itu Tiba tiba
"' Tolong......... tolong ......" Teriak seorang gadis yang ingin masuk mobil
Al dan beberapa orang pun mendekati nya dan menolongnya Karna seorang pria tua tak bergerak di belakang setir mobil nya Yang terlihat menganga
" Saya dokter tuan, bisa bantu saya menurunkan nya kebawah biar saya periksa " Kata Al Yang membuat para orang yang membantu Al lalu mereka menaruhnya di jok kursi belakang Dan Al langsung bertindak Untuk memeriksa kondisi pasien Dan lalu memijat titik yingxiang LI 20 Karna terlihat mulut nya miring dan mukanya bengkak
Dan hanya 10 menit pria tua itu mengalaminya Setelah di pijat Al dia mulai bergerak pelan Yang membuat putrinya lega melihatnya
" Papi " kata gadis itu
" Trimakasih tuan tuan , maaf sudah merepotkan kalian " Kata gadis itu pada semua orang
" Ya trimakasih semua " kata pria tua itu
" Sama sama , kalo sudah baikan kami pergi dulu ya pa " kata seorang pria
" Ya nak terimakasih " kata pria tua itu Di bantu Al untuk duduk ..
" Trimakasih ya tuan, maaf bila kami merepotkan . Tadi saya sangat panik " kata gadis itu .
" Tidak apa apa , biar saya bantu " Kata Al Membantu pria itu untuk duduk dan di dalam mobil di jok belakang Sedangkan putrinya membawa mobil
" Trimakasih nak siapa nama mu " kata pria itu
" Al tuan " kata Al
" Boleh saya minta nomor ponselnya nak " Kata pria itu
" Oh ya ini tuan " Kata Al memberi kartu nama nya pada pria tua itu
" Terima kasih tuan, sudah ya pi kita pulang ke rumah . " kata anak gadisnya
" Ya ayo pulang, mari nak " kata Pria tua itu tersenyum
" Ya tuan hati hati " kata Al Yang membungkuk tubuhnya sedikit tersenyum Lalu membiarkan mobil untuk pergi Menjauh dari tempat Al berdiri
Tap.....tap....tap....
" Al ada apa ?" kata Deni yang berlari
" Ngak , cuma ada bapak bapak yang hampir struk tadi " kata Al
" Oh... begitu ,apa sudah baik baik saja " kata Deni
" Ya itu hanya karna shock dan kaget saja mungkin bapa itu lagi ngak fit Jadi ia shock " kata Al
" Apa sudah dapat pekerjaan " kata Al
" Belum , yuk pulang saja ini sudah malam " kata Deni
" Ya ayo, mungkin belum rezeki kita " kata Al Yang lalu melangkah berjalan menuju pulang Bersama Deni yang berjalan disisinya . Menuju flat mereka yang hampir 500 meter
Dan setelah sampai Al dan Deni langsung istirahat ke kamar masing masing Setelah mencuci tangan dan kaki sampai bersih Karna besok mereka harus kuliah lagi Walau masih dalam kondisi virus mewabah aktivitas masih berlanjut walau tiap hari hanya mengadakan zoom meeting Namun itu lebih baik dari pada ketinggalan banyak pelajaran..
Karna kondisi yang masih rawan Semua aktivitas berada dirumah Namun bukan berarti semua di abaikan Tapi tugas tetap harus di kerja kan
" Huh..... belum ada loker ya santai dulu saja " Kata Al sambil mengambil buku untuk membacanya Namun tiba tiba ponselnya berbunyi yang membuat Al mendelik melihat siapa orang yang menghubunginya Yang membuat Al bingung Namun Al bergegas untuk mengangkat nya
" Ya Bee " kata Al
" Al bisa datang ke flat ku " Kata Bee pelan dari sebrang sana
" Ya bisa tapi apa sekarang ?" kata Al
" Ya Al , aku lagi ngak enak badan Tak ada orang yang menolong ku " kata Bee
" Baik di mana flat mu ?" kata Al
" Di blok f no 29 " Kata Bee
" Ya baik lah " Kata Al sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung Namun Al bersiap siap mengambil jaket nya Lalu keluar untuk pergi ke flat Bee
" Den aku pergi keluar sebentar ya ada teman yang sakit " kata Al
" Ya hati hati " Jawab Deni
Lalu Al bergegas keluar dari flat dan pergi berjalan kaki dengan cepat menuju flat Bee
Maaf author telat update karna tadi sibuk ada kerja Trimakasih atas pengertiannya
Tama