NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati

Ketulusan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:38.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: desih nurani

Berwajah ayu dan selalu berpakaian syar'i , lemah lembut, taat beribadah dan penurut adalah sifat yang dimiliki oleh seorang gadis bernama Cut Dara Maristha, memiliki darah kental Aceh karena kedua orangtuanya berasal dari Aceh. Gadis pemilik senyuman indah, seindah bulan purnama.

Naas, sebuah kecelakaan mobil merubah hidup Dara tiga ratus delapan puluh persen. Sang pemilik mobil yang menabrak dirinya, meminta agar Dara menikahi suaminya sebagai permintaan terakhirnya. Pria yang memiliki sifat dingin dan sangat membenci wanita alim dan lembut karena masa lalunya.

Apakah Dara akan menerima permintaan terakhir itu? Tidak ada yang tahu rencana besar sang maha pencipta untuk makhluk ciptaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Jika Allah menguji kita dengan ujian yang berat, maka ikhlas lah menerimanya karena Allah akan meningkatkan derajat kita. Sebelum naik kelas kita pasti harus melakukan ujian bukan? Nah, maka dari itu Allah menguji kita agar kita bisa naik ke tempat yang lebih tinggi.

💞💞💞

 

Arham membuka matanya saat merasakan lehernya sangat sakit karena ia tertidur dengan posisi duduk, ia tersentak saat melihat Dara tidur di dadanya. Arham mengangkat kepala Dara dengan pelan untuk memindahkannya ke atas bantal, namun Dara semakin mengeratkan pelukannya seakan tak ingin melepaskan Arham.

"Jangan tinggalkan Dara pak, Dara mohon. Jangan pergi" oceh Dara dengan mata yang masih tertutup, Arham yang mendengar itu mengurungkan niatnya untuk memindahkan Dara. Arham membenarkan posisi tidurnya, Dara sedikit bergerak karena merasa tidurnya tak senyaman tadi.

Sebulir air mata Dara mengalir di pipi mulusnya, hal itu tak luput dari pandangan Arham. Entah dorongan dari mana tangan Arham menyentuh pipi Dara dan menghapus jejak air mata yang membasahi pipi Dara.

"Apa aku begitu jahat sampai dalam mimpi pun aku membuatmu menangis?" ucap Arham memperhatikan wajah Dara yang memancarkan kesedihan yang mendalam. Tanpa Arham sadari air matanya ikut menetes, dengan cepat Arham menghapus air matanya.

"Maaf" ucap Arham mengecup kening Dara, lalu pandangannya beralih pada perut Dara yang masih rata. Tangan Arham terulur untuk menyentuh perut dara, desiran darah Arham begitu terasa saat tanganya menyentuh perut Dara. Arham memindahkan kepala Dara dengan pelan agar dara tidak terbangun.

"Maaf sayang, papa tidak bermaksud untuk menyakitimu. Papa juga minta maaf belum bisa menerima ibumu dalam hati papa" ucap Arham meletakkan kepalanya di perut Dara, lalu Arham mengecup perut Dara dengan lembut. Tanpa Arham sadari Dara sebenarnya sudah terbangun dan mendengar semua ucapan Arham. Dara sangat bahagia jika Arham benar-benar mengakui anaknya, walaupun ada sendikit rasa kecewa karena Arham masih belum bisa menerima dirinya. Tapi Dara tidak memperdulikan hal itu, saat ini Dara sangat bahagia karena Arham menerima anak yang ada dalam kandunganya.

'Dara senang pak, jika nanti anak ini lahir Dara tidak perlu sedih dan memikirkan anak ini karena kamu menerimanya. Aku tidak tahu saat dia lahir aku bisa melihatnya atau tidak? Aku harap bapak menerima anak ini dengan tulus dan menjaganya dengan baik' batin Dara.

Dara tidak bisa menahan lagi isakannya karena dadanya terasa sangat sesak. Akhirnya suara isakannya terdengar oleh Arham. Arham sangat terkejut dan langsung melihat ke arah Dara yang masih memejamkan matanya.

"Bangun" ucap Arham menepuk pipi Dara, mata Dara mulai terbuka dan air matanya benar-benar mengalir sangat deras.

"Ada apa? Apa kau mimpi buruk?" tanya Arham menatap wajah Dara, Dara menggelengkan kepalanya pelan. Ia menatap Arham dan langsung memeluk Arham.

"Terimakasih" ucap Dara mengeratkan pelukannya pada Arham, Arham sangat bingung dengan ucapan Dara. Ia melepaskan pelukan Dara dan menatap Dara lekat.

"Tidurlah, ini masih malam" ucap Arham membantu Dara kembali berbaring, Dara memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Arham. Arham bangkit dari tempat tidur, dengan cepat Dara menahan tangan Arham.

"Bapak mau kemana?" tanya Dara menatap Arham.

"Kamar mandi" ucap Arham melepaskan tangan Dara, Dara menatap Arham dengan tatapan tak rela jika Arham menjauh darinya. Dara juga tidak mengerti kenapa ia begitu tak rela jika Arham menjauh darinya.

"Aku hanya sebentar, tidur lah kau harus istirahat" ucap Arham yang langsung beranjak menuju kamar mandi. Dara menatap Arham yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Dara kembali memejamkan matanya, matanya terasa berat karena habis menangis.

Arham keluar dari kamar mandi dan melihat Dara sudah tertidur, ia berbaring di sebelah Dara. Arham membalikan tubuhnya menghadap Dara, ia meneliti wajah Dara yang sembab dan hidung Dara memerah karena menangis. Arham mengecup kening Dara sekilas, lalu ia ikut memejamkan matanya.

***

Dara terbangun dari tidurnya, ia merasa bagian perutnya sangat berat. Lalu Dara melihat tangan Arham melingkar di perutnya, ia mengangkat tangan Arham dengan pelan.

"Ahhh..." ringis Dara meraskan perutnya keram saat ia mencoba untuk bangun. Arham yang mendengar itu langsung terbangun.

"Ada apa?" tanya Arham cemas.

"Tidak ada pak, perut Dara hanya keram biasa. Sebentar lagi akan hilang" ucap Dara memejamkan matanya.

"Kenapa kau sangat sering sakit, apa ada masalah dengan anakku?" tanya Arham yang berhasil membuat Dara membuka matanya.

"Dia juga anak Dara pak, tidak ada masalah apa pun. Dia baik-baik saja, hal ini sering terjadi pada ibu hamil" ucap Dara menatap Arham, Arham yang mendengar itu hanya diam tak bergeming.

"Sudah mau subuh, sebaiknya bapak ke masjid. Dara ke kamar dulu" ucap Dara bangkit dari tempat tidur karena keram di perutnya sudah hilang. Arham menatap kepergian Dara dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

Pagi ini Dara berangkat ke kampus mengendarai mobilnya sendiri, ia sudah sangat merindukan mobil kesayangan miliknya. Sepanjang perjalanan Dara terus tersenyum sambil sesekali mengelus perutnya, entah kenapa hari ini hati Dara sangat berbunga-bunga. Mungkin efek tadi Arham mencium keningnya sebelum berangkat, Dara juga sangat terkejut saat Arham menarik tangannya dan mencium keningnya dengan lembut. Selama pernikahan, ini adalah kali kedua Arham mencium kening Dara dengan lembut selain saat dulu Arham dan Dara menikah.

"Semoga papa kamu benar-benar berubah ya sayang, bunda senang sekali hari ini. Bunda tahu, pasti kamu juga senang kan?" ucap Dara seakan anak yang ada di perutnya bisa mendengar dan berbicara.

Sesampainya di kampus, Dara memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Dara melangkah pelan menuju kelasnya, namun ia sangat bingung saat semua mata tertuju padanya. Dara menundukkan kepalanya karena tidak ingin berprasangka buruk, ia terus berjalan tanpa memperhatikan orang-orang yang melemparkan tatapan jijik.

"Eh Dara, berhenti lo" teriak seseorang yang berhasil membuat Dara menghentikan langkahnya.

"Nadya, ada apa?" tanya Dara dengan lembut, wanita yang bernama Nadya itu berdecih saat mendengar suara lembut Dara.

"Gak usah sok polos lo. Hmmmm pintar juga ya elo, pakaian lo alim tapi kelakuan lo bejat" ucap Nadya yang berhasil membuat Dara terkejut. Nadya terus memperhatikan seluruh tubuh Dara, ia mengelilingi Dara seakan Dara adalah seorang tersangka.

'Astagfirullahal'azim, sabar Dara' batin Dara.

"Berapa bulan lo bunting?" tanya Nadya menatap Dara penuh selidik.

"Maaf, aku harus masuk kelas" ucap Dara yang hendak pergi, namun dengan cepat Nadya menarik tangan Dara hingga Dara kembali pada posisi awal.

"Lo udah gak di izinkan kuliah di kampus gw, lu udah hancurin reputasi kampus ini tahu gak. Hah, apa cobak yang kak Ilham liat dari lu. Masih cantikan juga gw, ******* kayak lo pake di kejar-kejar segala" ujar Nadya memberikan tatapan tajam pada Dara. Nadya memang anak dari pemilik kampus ini, jadi ia selalu menggunakan nama ayahnya untuk mengancam mahasiswa yang membangkang padanya. Nadya juga menyukai Ilham, oleh karena itu dia sangat membenci Dara.

"Maaf, aku harus pergi" ucap Dara yang sudah mulai tidak enak hati terus berada di sana, ia juga sangat risih jadi tontonan orang-orang.

"Hey, mau kemana lo" seru Nadya menarik Dara hingga Dara hilang keseimbangan.

BRUUKK

 

 

 

1
Tamirah Spd
Laki laki kalau sdh berhasrat sdh gak punya rasa malu yg penting' tersalur, jijik murahan gak penting,yg penting menikmati' gua surgawi.
Tamirah Spd
Gak suka banget dgn karakter Dara, terlalu lemah, apa takut jadi janda muda, gak punya harga diri.
Tamirah Spd
Wanita normal gak akan bertahan, sudah diperkosa walau Halal juga dihina kok ya pasrah saja. .... wesss angellllll.
Tamirah Spd
Masak dlm berapa hagi nikah gak bisa jelas kan siapa laki laki yg memeluknya...ya nama nya dunia halu apa kata Author nya saja.Di dunia nyata kesalah pahaman gak pakai lama sdh bisa dibereskan.
Susanti Susanti
Luar biasa
Anonymous
Haduh terlalu lemah dan lebay
Anonymous
Lemahhhh bgt
Artiea Naufal
bodohnha kau daraaa.....
juwita
maaf Thor aq nyerah malas sm karakter dara terlalu naif 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
juwita
g ada harga diri si dara ttep bettahan walo g di anggap. jujur bc nya aq g sedih mlh kesel. karakter cweknya bego bodoh bin oon. maaf Thor aq kesel
juwita
bodoh di sakiti ttep bertahan.
juwita
dara hanya ingin jd istri sholehah tp mendzolimi diri sndiri udh di caci di hina sm Arham ttep bertahan berarti wanita bodoh
juwita
alah kau yg bodoh dara
juwita
luluh lg di dara di aj kiku kiku tar udh nafsunya tersalurkan di hina lg
juwita
Luar biasa
juwita
dasar munafik ktnya g suka tubuh kotor dara. iih aq klo jd dara udh dihina pasti aq balik kt" dosen bego tu
juwita
cwek bodoh udh di cuekin pun ttep senyum manis seksn g ada harga diri
juwita
haah ngpain bertahan klo di hina trs.
juwita
klo aq di hina gitu udh pergi ngapai bertahan
juwita
g perlu nangis km. kan bisa ngelawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!