NovelToon NovelToon
Gara-Gara PINJOL

Gara-Gara PINJOL

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Tamat
Popularitas:152.6k
Nilai: 5
Nama Author: rehuella

Aundy Saesya Baghaskara, gadis 25 tahun yang sedang dikejar-kejar tagihan pinjaman online. Berusaha keras menutupinya dari keluarga.

Hari itu rumahnya kedatangan Hugo Kresnajaya yang berniat menagih hutang. Akan tetapi Aundy justru mengenalkan Hugo sebagai kekasihnya, demi menutupi fakta yang terjadi.

Permasalahan semakin rumit saat Hugo paham dengan benar mengenai latar belakang Aundy. Membuat hubungan keduanya semakin terikat dan berakhir di pernikahan.

Trauma yang pernah dialami dan tidak sukanya dengan hubungan casual membuat keduanya menciptakan beberapa perjanjian pernikahan. Akankah keduanya saling memegang komitmen itu, atau mereka akan tetap jauh, seperti jarak Malang-Jakarta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aundy - DNA Mereka Sama

Mendekati libur natal semua pegawai terlihat sumringah. Bulan Desember yang penuh kegembiraan bagi mereka yang menerima bonus tahunan dari bos Wildan. Ya tentunya untukku juga, tapi eh tapi uang itu hanya mengucapkan permisi, nderek langkung. Soalnya harus segera kubayarkan Wildan sebelum aku tergoda dengan hal lain.

Uang di ATM sisa lima juta lima ratus. Aku memang sengaja menyisakannya, untuk biaya hidup sampai gajian bulan berikutnya. Aku rela tidak balik ke Semarang. Meskipun Wildan memberi waktu libur panjang untuk pegawainya. Bukan tidak pengen pulang, aku mau kok pulang. Karena aku juga kangen banget sama Nakula. Tapi keadaan memaksaku untuk tidak pulang.

Tahun baruan di Malang juga nggak kalah seru kok. Nanti juga ada Lutfi, Kartika, ada Mas Agus juga yang bakalan siap menemaniku ke manapun.

  "Mut, kamu beneran nggak mau pulang? Terus ngapain kamu di Malang?" Embun mulai membuka obrolan setelah sepuluh menit berlalu kami hanya fokus ke arah layar ponsel.

  "Rebahan di kamar, naik bus. Jalan-jalan sendirian. Hidupku nggak akan segabut itu tanpa kalian. Santai aja, Mbak Mbun-Mbun! I'm okay...." Ya, mereka berdua memutuskan untuk balik kampung mengingat hari libur yang cukup panjang. Dimulai dari tanggal 24 Desember -5 Januari. Aku paham mereka peduli padaku. Tapi aku juga tidak semenyedihkan yang mereka pikirkan.

  "Suami mu nggak ada kabar mau datang?!" timpal Wildan.

  "Suami yang mana? kamu kan tahu aku udah putus sebulan lebih?!" jawabku, ketus.

  "Perlu aku samperin dia? Aku mau kok ngasih pelajaran ke dia? Mukulin dia sampai babak belur, juga siap! Amit-amit kelakuan kayak bokapnya. Main celap-celup!"

"Mbun, pak bos lagi ngomongin dirinya sendiri! Nggak sadar dia kalau DNA mereka sama!" sahutku sambil melirik Embun. Dan dijawab anggukan kepala oleh gadis di sampingku. "Nggak usah sok deh kamu, Wil! Kamu balik ke Jakarta. Nikmati waktu liburmu, sayangi Budhe Seruni, kasih dia perhatian banyak-banyak!"

  "Ngeselin banget tu laki. Sebenarnya punya burung nggak sih?! Kalau nggak punya aku suruh pakai wig. Biar jadi wanita sekalian! Punya salah nggak minta maaf, malah hilang tanpa kabar!"

  "Kan aku yang nyuruh dia pergi, Wil!"

  "Tapi kan bukan kamu juga yang salah! Siapapun wanitanya bakal ngelakuin hal yang sama kaya elo! Iya kan, Mbun?!"

  "Hm hm...." Embun menyahut cepat. Mereka berdua terlihat kompak sekali menyalahkan Mas Hugo. Akupun begitu, tapi dibalik perasaan itu aku mengkhawatirkan dia yang akan melakukan hal yang tidak-tidak.

  "Atau gini aja deh, Wil! Ada kerjaan nggak yang bisa aku kerjain. Siapa tahu kan dapat cuan? Lumayan!" kataku.

  "Enggak. Aku nggak suka kek gitu! Kalau libur ya libur aja!"

  Aku mencebikkan bibir. Meski bonus tahunan sudah cair. Tidak semua hutangku terlunasi. Masih tersisa 20 juta lagi yang entah kapan aku akan bisa melunasinya.

  Malam ini, kami bertiga di rumah makan lesehan kesukaanku. Aku yang akan ditinggalkan mereka berdua. Jadi bebas memilih makanan apa yang aku inginkan. Besok sore mereka sudah akan pergi untuk menikmati liburan. Meninggalkanku sendiri di kota Malang.

Ketika kami sedang sibuk menikmati hidangan, ponselku berdering nyaring. Aku melirik sejenak. Kupikir panggilan itu dari ayah, atau mas Hugo. Seperti malam itu yang panggilannya terabaikan olehku karena aku sedang membuang sampah.

  Sayangnya, kini yang terlihat dilayar adalah nomor Dirga.

  "Kamu buka blokir nomor Dirga?!" tanya Embun.

  Aku mengangguk pelan. Aku pikir setelah membuka blok nomor Dirga, bisa mencaritahu kabar mas Hugo darinya. Tapi rupanya tidak. Pria itu tidak pernah memposting kondisi mas Hugo saat ini. Atau bahkan mungkin dia memang tidak sedekat itu dengan mas Hugo. Sedangkan Mas Hugo sendiri statusnya hanya seputar promosi simpan pinjam yang bunganya sekian persen per-tahun.

  Aku mengabaikan panggilan Dirga. Sampai tak lama kemudian notifikasi pesan baru masuk ke nomorku. Kali ini aku membuka, ingin tahu apa yang ingin disampaikan Dirga.

  Hai, Ody ....

  Apa kabar?

  Helaan napas aku keluarkan. Pesan yang tidak penting jadi aku malas menanggapi.

  "Keluarga Kresnajaya nggak ada kelar -kelarnya ya ngerecokin kehidupan mu! Nggak Dirga nggak Hugo."

  "Eh, Wil kamu pernah dengar nggak sih kalau dia mantan pemakai obat-obatan."

  "Nggak. Dari dulu aku nggak kenal sama dia!" jawabnya cepat. "Kenapa kamu nggak tanya langsung sama dia?!" imbuhnya.

  Aku bergeming sungkan untuk bertanya mengenai hal itu mengingat hubungan kami sedang tidak jelas. Akupun ragu, apakah dia akan menemuiku atau tidak. Atau, mungkin dia sedang menunggu masa iddah nya dengan mantan suami Audrey selesai. Astaga! aku nggak bisa membayangkan kalau statusku berubah jadi istri pertama.

  "Aundy binti Sabda ... jadi cewek jangan bloon banget ya! Cowok kaya gitu masih mau kamu harapin? Rugi gue jadi donatur penampilan Lo! Yang setiap bulan selalu ditagih jatah creambath. Tiap hari minta coklat, tiap Minggu minta traktir sego liwet!"

  "Ihs, gila bos Lo nih Mbun! Lo lupa sukses gara-gara siapa?!" tangtangku.

  Dia terbahak, obrolan kita memang kadang radak sableng. Tapi kita tahu karakter masing-masing kok kalau semua itu hanya candaan. Di tengah kami sedang sibuk menertawakan satu sama lain. Ponselku kembali melantunkan sebuah lagu. Dirga kembali menghubungiku.

  "Main tebakan, yuk!" Aku mencondongkan kepalaku, mendekati mereka.

  "Apa?!" Kompak mereka berdua menyahut. Dari sorot matanya mereka berdua sangat penasaran dengan apa yang hendak aku katakan.

  "Kira-kira baji ngan satu ini mau ngapain?"

  Wildan dan Embun saling lirik.

  "Ngabarin kalau istrinya bun-ting."

  Masuk akal sih jawaban Wildan. Terus kenapa aku harus tahu? Apa dia mau ngasih tahu seberapa tokcernya dia?! Bufttt ... Mau dia tokcer kek, nyemplung parit kek, aku udah nggak peduli!

  "Kalau aku, sih dia mau ngajak kamu balikan, Mut! Bilang gini; Ody, ternyata Lo perempuan berhati malaikat yang pernah gue miliki. Dia nggak perawan, dia nggak seperti elo yang bisa jaga keprawanannya hanya untuk suami lo. Please balikan sama gue ya! Mungkin begitu."

  Aku terbahak-bahak melihat ekspresi Embun, sudut mataku sampai mengeluarkan air mata, tak tahan dengan logat medoknya yang dibikin sok anak jakarte itu. Seketika mulutku bungkam saat Wildan memasukan sempol ayam dengan sambal yang cukup banyak. Aku buru-buru menelannya ketika merasakan panas di sekitar mulut. Meneguk air untuk meredakan rasa pedas yang menyebar di dalam mulut. Sialan banget sih Wildan, untung nggak keselek!

"Dramatis banget kehidupan si mantan! jadi enaknya kujawab nggak nih panggilannya?!" tanyaku setelah berhasil tenang.

  "Jawab dong, aku kan penasaran. Loudspeaker ya!" Pinta Embun dan bodohnya aku menuruti permintaan gadis itu. Baiklah mari kita lihat apa yang akan Dirga sampaikan malam ini.

1
Mira Hastati
bagus
jumirah slavina
walaupun pendek tp cerita'y menarik.
semangatttttt bikin karya..
jumirah slavina
wow..
anak yg d'ajak ngobrol umur 25.. istri'y msh menyusui Adik'y..
k'inget yg kpn hari viral Abang Adik..
Abang'y umur 23 Adik'y umur 2th..
semangatttttt Thor
Levha
👍👍👍
Esther Lestari
Wildan cemburu tuh...ke club ribut cuma untuk melampiaskan kecewa nya
Esther Lestari
yak ampun koq bisa ya Aundry ngomongnya enteng banget....pertemanan macam apa itu
Esther Lestari
waduh...
Esther Lestari
ceritanya seru....
Jeankoeh Tuuk
koq habiss
Jeankoeh Tuuk
good bye aja dech
Claudia
cerita bagus berisi nasehat di dalam ceritanya, saya suka
Foe_Layl
novelnya bagus,
bahasa santai dan alur yang baik membuat pembaca lebih mudah ngalir ke ceritanya,
berasa kita berada didekat tokohnya.
terima kasih,
tetap berkarya ya....
ria sufi
lanjutkan
Lela Raya
matur suwun kak ell cerita mu baguuuuuuuuus semua❤️mulai dari kluarga papa erick and family.trs jovia dan Doble A dan skrg Salma sabda dan odi jg Hugo...semua terthe best👍👍👍👍👍👍moga aku ttp bisa baca karya coretan kak ell di apk manapun.sehat selalu ya kak ell Ben ISO gawe karya yg always bagus💕💕💕💕
Eka Marliyani
di tunggu karya selanjutnya
Patonah Sry
kok end mbak
Moms Rafialhusaini 🌺
selamat buat mas Hugo dan mbak Ody akhirnya baby twins sudah lahir dengan selamat 🥰🥰
Moms Rafialhusaini 🌺
wow om Wildan kerennnn
Moms Rafialhusaini 🌺
Alhamdulillah semuanya sudah saling memaafkan berdamai dengan masa lalu
Moms Rafialhusaini 🌺
paket komplit ya mas Hugo 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!