NovelToon NovelToon
One Night Romance

One Night Romance

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Duda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi widya

Rasa sakit yang Maura rasakan saat mengetahui Rafa menikah dengan wanita lain tidak sebanding dengan rasa sakit yang kini dia rasakan saat tahu dirinya tengah hamil tanpa tahu siapa lelaki yang sudah membuatnya hamil.

Kejadian malam dimana dia mabuk adalah awal mula kehancuran hidupnya.

Hingga akhirnya dia tahu, lelaki yang sudah merenggut kesuciannya dan membuatnya hamil adalah suami orang dan juga sudah memiliki seorang anak.

Apa yang akan Maura lakukan? Apakah dia akan pergi jauh untuk menyembunyikan kehamilannya? Atau dia justru meminta pertanggung jawaban kepada lelaki itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Deg

Jantung Maura terasa berhenti saat melihat Fabian ada dihadapannya. Tadi dia berpikir Fabian pergi meninggalkan dirinya, makanya dia membalikkan badan untuk melihat Fabian. Namun yang dia dapati ternyata Fabian masih disana dan saat ini tengah mencondongkan tubuhnya mendekat padanya.

Maura sampai lupa caranya bernafas bagaimana saat wajah Fabian begitu dekat dengan wajahnya. Bahkan kedua matanya tidak berkedip saat melihat senyum Fabian yang entah kenapa selalu membuatnya terhipnotis. Dia sangat suka melihat senyuman Fabian yang menurutnya sungguh indah dan menawan.

"Jangan lupa bernafas." Fabian mengetuk pelan kening Maura. "Nanti pingsan." Fabian tertawa kecil melihat Maura salah tingkah. Dia menegakkan tubuhnya kembali dan masih menertawakan kekonyolan Maura.

Bughh

"Auwhh!!" Keluh Fabian yang pura-pura kesakitan saat Maura memukulnya dengan sebuah bantal.

"Menyebalkan!!" Seru Maura kesal. "Pergi sana!" Usir Maura dengan masih memukul Fabian dengan bantal dan berharap lelaki itu pergi dari kamar rawatnya. Dia duduk dan memukul Fabian dengan sangat kasar.

"Aku nggak mau pergi." Tolak Fabian dan menangkap bantal yang Maura pakai untuk memukulnya. "Bantal ini buat dipakai tidur, bukan sebagai senjata. Awas!! Nanti kualat, kepalanya jadi benjol-benjol." Fabian menakuti Maura dan meletakkan kembali bantal itu dibelakang punggung Maura.

"Memang aku anak kecil apa mudah ditipu." Gerutu Maura dengan bibir yang terus saja mencibir Fabian.

Fabian tersenyum melihat Maura yang tengah kesal pada dirinya, itu artinya Maura sudah tidak terlalu sedih lagi. Dia duduk disisi ranjang Maura dan mengintip wajah Maura yang memalingkan wajahnya itu tanpa mau menatapnya.

"Maju banget itu bibirnya. Apa minta dicium?" Goda Fabian saat melihat bibir Maura yang mengerucut gemas.

"Ihhh!!! Dasar Fabian mesum!!" Maura memukul lengan kanan Fabian karena kesal. Bisa-bisanya lelaki itu berpikiran mesum disaat seperti ini.

"Mesum??" Ulang Fabian. "Memang aku mesum gimana nya? Aku diam aja loh dari tadi." Fabian menahan untuk tidak tertawa. Ternyata menggoda Maura menyenangkan juga. Ini pertama kalinya dia menggoda seorang wanita dan rasanya sungguh membuatnya bahagia. Apalagi Maura, wanita yang entah sejak kapan selalu hadir dalam pikirannya dan selalu membuat hatinya berdebar.

Maura mendengkus kesal mendengar perkataan Fabian. Dia bersedekap tangan sambil memalingkan wajahnya. Dia begitu sangat kesal pada Fabian karena sudah membuatnya kesal dan ingin sekali memarahi lelaki itu.

"Maaf!! Aku hanya bercanda." Ucap Fabian karena melihat Maura sepertinya memang sangat kesal pada dirinya.

"Kamu jadi ingin tahu nggak siapa nama anak kita?" Tanya Fabian lagi yang membuat suasana yang tadinya hangat menjadi sendu lagi.

Maura menurunkan kedua tangannya dan dia letakkan di atas pahanya. Dia menoleh kearah Fabian, dia juga menganggukkan kepalanya lemah. Dia sangat ingin tahu siapa nama dari anak mereka.

"Namanya Fatih. Muhammad Fatih Nugraha." Fabian memberi tahu nama anak mereka. "Maaf kalau namanya tidak sesuai yang kamu inginkan. Karena hanya nama itu yang ada dalam pikiran ku saat itu. Maaf juga karena tidak mendiskusikan terlebih dahulu sama kamu untuk nama anak kita." Ucap Fabian yang merasa egois karena sudah lancang memberi nama anak mereka tanpa persetujuan Maura.

Maura menggeleng kepala pelan. "Kenapa harus minta maaf. Namanya bagus kok. Aku suka." Balas Maura dengan tersenyum. "Muhammad Fatih Nugraha. Pasti kalau dia besar cantiknya seperti Mamanya." Ujar Maura dengan tersenyum membayangkan anaknya kalau seandainya masih hidup.

"Dia laki-laki, bukan perempuan. Yang pasti dia tampan seperti Papanya " Fabian sepertinya tidak mau kalah dari Maura.

Maura mencibir Fabian yang tidak mau kalah darinya. Bisa-bisanya ada lelaki yang narsis seperti Fabian, pikir Maura. Sepertinya Maura lupa kalau Ayahnya jauh lebih narsis dari Fabian.

"Kamu sudah tidak sedih lagi kan?" Fabian memegang tangan kanan Maura dengan kedua tangannya. Dia menatap lekat wajah Maura yang masih terlihat sembab karena tadi kebanyakan menangis.

"Bohong kalau aku bilang tidak." Ucap Maura sambil membalas tatapan Fabian. Matanya kembali berkaca-kaca.

Fabian melepaskan tangan kanannya yang menggenggam tangan Maura dan beralih mengusap anak rambut yang berada di wajah Maura. "Jangan berlarut dalam kesedihan. Seorang anak yang ditinggal mati Ayah atau Ibunya akan disebut yatim atau piatu. Sedangkan orang tua yang ditinggal mati anaknya tidak memiliki sebutan apapun. Wajar kalau kita sedih dan merasa kehilangan." Fabian mengusap air mata Maura yang tiba-tiba jatuh menetes.

"Fatih hadir dari sebuah kesalahan dan dengan cepat Allah ambil kembali. Apa kamu pernah berpikir kalau Allah menyelamatkan Fatih sebelum Fatih tumbuh besar dan menanggung dosa orang tuanya?" Maura menggeleng kepala pelan menanggapi perkataan Fabian. Air matanya semakin deras terjatuh membasahi kedua pipinya juga tangan kanan Fabian yang masih berada di sisi wajahnya.

"Ra, kamu jangan bersedih lagi. Fatih sudah bahagia sekarang disisi Allah. Dia tidak akan menderita lagi karena dosa orang tuanya." Fabian menangkup kedua sisi wajah Maura dan menghapus air mata Maura dengan kedua ibu jarinya. "Dan kita mulai dari awal lagi. Aku sungguh-sungguh ingin menikah dengan kamu. Aku ingin mempertanggung jawabkan perbuatan ku."

Maura yang pandangan matanya tadi tertunduk, kini pandangan matanya bertatapan kembali dengan mata Fabian. "Tapi aku tidak ingin memiliki hubungan dengan lelaki yang belum usai dengan kisahnya." Ucap Maura dengan bibir bergetar.

"Maksud kamu apa? Aku tidak memiliki hubungan dengan siapapun sekarang. Aku sama Aurel sudah berpisah." Jelas Fabian.

"Apa kamu dengan mantan istri kamu itu berpisah karena aku?" Tanya Maura.

Fabian menggeleng kepala pelan. "Bukan. Walau ada sedikit dari masalah kita, tapi untuk semuanya karena aku yang memang tidak mencintai Aurel."

"Tapi diantar kalian ada seorang anak. Tidak mungkin tidak saling cinta tapi memiliki seorang anak." Maura seperti belum percaya dengan Fabian dan dia juga belum tahu siapa Kasih sebenarnya.

Fabian tersenyum nyaris tertawa. Dia melepaskan kedua tangannya yang ada di wajah Maura. "Kamu benar. Kita saja yang tidak memiliki hubungan hampir memiliki anak, bagaimana dengan kami yang tidak ada cinta dan tinggal serumah."

Maura memalingkan wajahnya dengan mata tertutup, entah kenapa dadanya terasa begitu sesak mendengar apa yang Fabian katakan.

"Ra!! Ada yang harus perlu kamu tahu. Kasih itu bukan anak kandung aku, tapi keponakan aku." Sontak saja Maura menatap ke arah Fabian. "Kasih itu anaknya kakak aku, dan Aurel itu istrinya kakak aku. Kakak aku meninggal dan menitipkan Aurel juga Kasih untuk aku jaga. Dia juga yang meminta aku menikah dengan Aurel." Maura sungguh tidak percaya dengan apa yang Fabian katakan barusan. Hubungan macam apa itu, pikir Maura.

"Meski berjalannya waktu Aurel mulai suka sama aku, tapi aku tidak. Aku tidak bisa membalas rasa suka dan cintanya karena aku memang tidak ada perasaan apapun sama dia. Selama ini juga aku menganggap dia bukan sebagai istriku, melainkan kakak ipar ku sendiri."

Maura tertawa sumbang mendengar perkataan Fabian. Fabian saja yang menikah dengan Aurel karena sebuah paksaan saja tidak membalas cinta Aurel dan menganggap Aurel hanya sebagai kakak ipar. Lantas bagaimana dengan dirinya nanti kalau jadi menikah. Bukannya dirinya dan juga Fabian tidak memiliki perasaan juga.

"Kamu egois." Fabian mengerutkan keningnya saat dibilang egois sama Maura. Egois darimana pikirannya.

"Kamu saja yang sudah lama tinggal bersama Aurel tidak bisa membalas cintanya Aurel. Lantas bagaimana dengan aku? Dengar ya Fabian Arbie Nugraha! Aku hanya akan menikah dengan lelaki yang cinta dan sayang sama aku dan aku pun juga cinta dan sayang sama dia. Dan juga dia mau menerima semua kekurangan juga kelebihan ku. Bukan karena sebuah kesalahan."

Fabian diam saja mendengar apa yang Maura sampaikan. Dia terus menatap Maura yang juga menatapnya tidak suka.

"Bagaimana kalau aku sudah jatuh cinta sama kamu?"

1
Ray Aza
knp hrs sll rafa.. ga tau cerita ttg dia tp udah ilfeel aja ama tokohnya. klrganya jg bikin ilfeel
Riya Ertoce
cukup bikin mata perih
Riya Ertoce
lanjut
Riya Ertoce
jd penyimak saja
4L1
Luar biasa
Ismawati Iis
Kecewa
Meli Susyanti S
kisah ayahnya Maura ada gak thor
Evy
Tidak dikasih jodoh Thor Pamannya Maura... kasihan juga jadi bujang lapuk..
Evy
Bisanya ngancam aja...
Evy
Dr Rafa yang iri... cinta tak kesampaian...
Evy
wah...ada yang julid...
Evy
Apa anak yang dari pernikahan yang sah itu bukan anak kandung Fabian..
Wulan Sari
Luar biasa
Sudarto Juwana14
siapa sih yang naruh bawang disini...
Sudarto Juwana14
kan bumil perasaannya sangat sensitif jadi harap maklum🙏
Sudarto Juwana14
keren Fabian semangat selalu jangan kasih kendor untuk cita-cita muliamu💪👍
Sudarto Juwana14
mungkin dokter Bian sama-sama lagi ada masalah
Zikran Zikran
Luar biasa
Yeni Fitriani
rafa sok sok an menuntut fabian utk tanggung jawab ats maura.....basiii rafa gak ush sok perduli wong cinta tulus maura 13 th sj lu PHP in......klo jd maura mending klo ketemu rafa pura2 gak kenal aja biar otak rafa bisa kembali mikir.
Yeni Fitriani
fotonya cowok cewek nya cocok bet utk jd pasangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!