Akibat kalah taruhan dalam balapan liar, Kaisar harus kehilangan motor sport kesayangannya dan dihabisi oleh teman genk motornya karena meraup kerugian yang besar. Mereka pun membiarkan Kaisar Tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Untungnya Kaisar ditemukan oleh Syahla kemudian dibawa pulang ke rumah dan dirawat sampai pulih. Sayangnya, keberadaan Kaisar di rumah Syahla membuat Gus Faris (tunangan Syahla) naik pitam dan langsung memutuskan pertunangan mereka.
Untuk menghindari fitnah yang menyebar, akhirnya Syahla pun dinikahkan oleh Kaisar. Bagaimana kehidupan Syahla dengan Kaisar setelah menikah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling Memaafkan
“Aku mengenalmu dengan sangat baik Gus! Jangan hanya karena masalah ini kau justru berubah menjadi orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan!”
“Kau adalah seorang Gus yang tentunya menjadi panutan banyak orang. Jangan sampai terdengar di luaran sana seorang Gus berubah menjadi brutal hanya karena ditinggal nikah oleh mantan tunangannya!” tutur Kaisar.
Gus Faris terdiam mendengar penuturan Kaisar barusan. Ia membenarkan ucapan Kaisar saat ini. Keterpurukannya membuat sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat.
Gus Faris yang terkenal tegas dan berpendirian, kini justru berubah menjadi sangat brutal. Bahkan ia juga sudah berani mengatakan hal yang tidak sebenarnya dalam arti kata fitnah. Bahkan ia juga merasa jika akhir-akhir ini sangat jauh dari Tuhannya.
“Astaghfirullaah! Aku memang sudah banyak dosa beberapa minggu ini!” Gus Faris mengusap wajahnya kasar.
“Aku sangat mencintai Syahla, dan aku rasa aku tidak bisa hidup tanpanya, Afkara!”
“Itulah yang membuat manusia terlupa akan Tuhannya, Gus! Ingat satu hal, Cuma Allah pemilik cinta yang sesungguhnya! Walaupun kita mencintai sesuatu juga haru karena Allah, bukan seperti ini!” tukas Kaisar menimpali.
Deg!
Gus Faris langsung menatap ke arah Kaisar dengan mata yang berkaca-kaca.
“Ternyata kau masih seperti yang dulu, Afkara! Kau selalu saja menasehati aku di saat aku melakukan kesalahan. Bahkan kau juga selalu membantuku untuk mencari bahan materi yang akan disampaikan saat lomba pidato!” Gus Faris mulai mengulang kebersamaan mereka yang dulu.
“Kau masih mengingatnya, Gus?” tanya Kaisar yang langsung diangguki oleh Gus Faris.
“Tentu saja!” Gus Faris menghela nafasnya panjang.
“Ada satu hal yang ingin aku tanyakan, Afkara!”
“Tanyakan saja, aku pasti akan menjawab!”
“Apa kau benar-benar ingin berubah seperti dulu lagi?”
Pertanyaan dari Gus Faris kali ini langsung dijawab Kaisar dengan anggukan kepalanya yang mantap.
“Ya, aku bahkan merasa begitu menyesal karena sudah lama meninggalkan perintah ajaran agama kita.”
“Apa kau malu, Afkara?” tanya Gus Faris lagi.
“Tentu saja aku sangat malu dengan Allah. Aku sudah berlari jauh meninggalkan perintah Allah, tapi Allah masih sangat menyayangiku dengan memberikan kesempatan agar aku bisa bertobat!”
“Bukan itu maksudku, Afkara!” sanggah Gus Faris.
“Lalu?”
“Apa kau malu menjadi suami Syahla? Syahla adalah Wanita yang benar-benar menjaga dirinya, Afkara.”
Kali ini Kaisar mulai paham ke arah mana pembicaraan Gus Faris.
“Aku hanya pantas malu dengan Allah, Gus. Dan mengenai Syahla, harusnya kau menanyakan hal ini dengannya bukan denganku. Karena aku justru merasa sangat bahagia bisa menjadi suaminya!” jawab Kaisar.
“Jadi kau tidak mau menceraikannya untukku, Afkara? Bukannya kau ingin hubungan kita Kembali seperti dulu?” balas Gus Faris membuat Kaisar langsung terkekeh mendengarnya.
“Hanya lelaki yang bodoh, yang melepaskan bidadari istimewa seperti Syahla, Gus!” balas Kaisar.
“Ya, aku memang bodoh sudah melepaskannya. Tapi aku saat ini akan meminta baik-baik denganmu, Afkara!” balas Gus Faris sambil memohon.
Kaisar pun menggelengkan kepalanya. “Tentu saja tidak bisa!” balas Kaisar membuat Gus Faris langsung menyandarkan tubuhnya.
“Ck, baiklah. Aku mungkin akan menyerah. Tapi, apa Syahla Bahagia bersamamu, Afkara?”
Kaisar menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. “Aku tidak perlu menjawabnya kali ini Gus Faris, kau tentu bisa melihatnya sendiri bukan?”
“Yaa, wajah Syahla memang tampak sangat bahagia bersamamu. Bahkan dia tampak tidak suka saat bertemu denganku!”
“Tentu saja dia sangat Bahagia, aku kan tampan dan mempesona!” balas Kaisar membuat Gus Faris terkekeh pelan.
“Ternyata kau masih sangat narsis seperti dulu yaa!” Gus Faris menepuk Pundak Kaisar dan kemudian merangkulnya.
“Aku merindukan kebersamaan kita, Afkara!”
“Aku juga. Maafkan aku yang sudah membuat persahabatan kita jadi rusak!”
“Aku juga minta maaf karena sudah memfitnahmu berkali-kali. Aku sudah melakukan perbuatan yang lebih keji dari pembunuhan, Afkara!”
“Aku memaafkanmu, Gus!”
Keduanya pun kini saling bercerita mengulang kebersamaan mereka dulu sampai keduanya tidak sadar jika waktu sudah menunjukan jam dua belas malam. Ustadz Bakri (ayah Sarah) keluar bersama perawat yang sedari tadi turut mengawasi Sarah.
“Alhamdulillaah, masa kritis Sarah sudah terlewati. 4 kantong darah berhasil ditransfusikan ke tubuhnya!”
“Alhamdulillaah!” ucap Kaisar dan juga Gus Faris bersamaan.
Gus Faris pun kemudian berpamitan kepada ustadz Bakri. Sedangkan Kaisar Kembali ke kamar Syahla.
“Afkara!” panggil Gus Faris sebelum beranjak pergi. “Sampaikan salamku untuk Syahla!”
“Insya Allah akan aku sampaikan. Hati-hati di jalan ya Gus! Sampaikan salamku untuk abah Kyai dan umimu!” balas Kaisar.
“Insya Allah akan aku sampaikan!”
“Oh iya, satu lagi Gus!” lanjut Kaisar. “Putri Ustadz Bakri juga sepertinya cocok untuk dijadikan istri!”
“Hush! Ngawur kamu! Dia masih kelas 2 SMA!” balas Gus Faris sambil memukul lengan Kaisar.
“Tapi ada darah Syahla yang mengalir di tubuhnya juga loh!” timpal Kaisar sambil mendorong Gus Faris ke pintu lift.
“Coba difikirkan Kembali sambil jalan pulang yaa.” Kaisar menekan tombol lift dan mendorong Gus Faris masuk ke dalam.
Keduanya pun berpisah sambil melambaikan tangan sampai pintu lift tertutup.
🍄🍄🍄
Mampir dulu yuk ke karya bestie aku
jgn kumat lg ya gus faris
Sok Suci kali nihhh
karena dr penjelasan syauqi sdh bisa ditebak sifat tdk bijaksana'a...
ga pantas menyandang gelar GUS
ilmu agama darimana dptkwn nih si GUS,dan main tuduh tanpa ada bukti...
kgn nama Gus Faris tp aGUS aja...
bikin ribet agama aja