Seorang gadis cantik mahasiswi kedokteran tingkat akhir bernama Mikhayla Aurelia. Ia sedang menjalani masa magang sebagai dokter muda dan di bimbing oleh seorang dokter tampan bernama Rangga. Pertemuan yang intens memunculkan cinta diantara mereka hingga membuat Rangga memiliki konflik batin, karena dia sebenarnya telah memiliki seorang istri. Kisah cinta Rangga dan Mikha yang penuh dengan halangan itu bertambah rumit, ketika ada seorang pebisnis muda bernama Rendy juga mencintai Mikha. Pria itu seorang duda beranak satu.
Lalu siapa nih yang akan Mikha pilih apakah Rangga atau Rendy ??
Jangan lupa kakak masukkan dalam Favorit yah, dan Like, Komen, Vote, juga Bintangnya 🥰
Terima kasih atas dukungan kalian 🥰😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCDC bagian 32
Hampir dua Minggu telah berlalu, hubungan Rangga dan Mikha nampak renggang. Rangga yang sibuk dengan aktifitasnya dan tidak mempedulikan kehadiran Mikha di hatinya kembali. Begitu pula dengan Mikha yang juga sibuk dengan aktifitasnya namun ia diam-diam masih memperhatikan Rangga hingga gadis itu terkadang kepikiran dengan sikap Rangga yang berubah drastis itu.
Hari ini adalah hari kepulangan para dokter dan staf medis akan kembali ke kota asal berhubung program dari pemerintah telah berakhir dan digantikan dengan staf dokter dan medis dari rumah sakit kota lain yang bertugas di desa ini.
🍃🍃🍃
Mumpung masih di desa dan pulang nya di sore hari, Rendy ingin mengajak Mikha terlebih dahulu jalan-jalan keliling desa di siang hari karena sangat di sayangkan kalau dilewati, desa ini sangat indah dan asri.
"Mikha ayolah kita keliling desa sebentar..." ajak Rendy yang sedang berada di dekat mobilnya. Ia memang jiwanya berpetualang suka pergi ke suatu tempat selama ditinggal oleh istri selamanya, hanya sekedar untuk meninggalkan rasa penat selama bekerja dan kesendiriannya.
"Tapi..." gumam Mikha yang nampak berpikir
"Aku janji akan mengantarkan mu kesini lagi... " ucap Rendy memohon
"Baiklah aku akan meminta ijin dulu dengan dokter Rangga pak Rendy, supaya dia tahu.." jawab Mikha pasrah. Ia sebenarnya malas jalan dan ingin istirahat saja tetapi berhubung pria itu pernah menolongnya ia akan menerima penawaran itu.
"Hmmm baiklah kau minta ijin dulu saja sama dia..." balas Rendy tersenyum, akhirnya ia lega bisa mengajak jalan bersama Mikha berdua. Selama ini ia bosan menemani gadis itu di posko saja. Ia ingin mencari suasana baru mumpung gadis itu sedang senggang.
"Yasudah aku jalan dulu pak ke tenda dokter Rangga.." pamit Mikha
"Hmmn baiklah jangan lama-lama Mikha.... "sahut Rendy dari kejauhan memberikan pesan, takut gadis itu lama dan kepincut lagi dengan Rangga. Ia tahu gadis itu masih menyukai Rangga, namun sepertinya pria itu sedang jaga jarak dengan Mikha dan gadis itu tidak menyadarinya. Maka dari itulah, ini kesempatan emas buat deketin Mikha bisa mudah.
Mikha pun jalan menuju tenda Rangga untuk meminta ijin.
Tak..Tak...Tak...
Saat sudah sampai depan tenda kebetulan Rangga baru saja keluar dari tenda ingin jalan ke suatu tempat, hingga keduanya saling bertubrukan.
Dug...
Mikha menabrak Dada bidang Rangga, Ketika Rangga balik kanan tutup bilik pintu tenda
"Auuuwh...." pekik Mikha sambil memegang keningnya yang sakit
"Ahh Maaf aku tidak sengaja.." ucap Rangga cemas melihat wajah MIkha nampak kesakitan
"Tidak apa-apa dokter, maaf saya yang tidak lihat..." ucap Mikha sambil menunduk, kemudian ia menatap Rangga kembali.
Keduanya pun saling berpandangan. sudah sekian lama keduanya tidak saling menatap karena keduanya sibuk akan aktifitas begitu pula mereka juga memendam cintanya masing-masing.
Mikha langsung menghela nafasnya dengan panjang ketika telah berhadapan dengan Rangga
"Ahh.. dokter Rangga maaf sebelumnya aku kesini hanya ingin meminta ijin jalan-jalan sebentar saja bersama pak Rendy apakah boleh...??" tanya Mikha hati-hati dan ia menunduk kepalanya merasa tak enak ijin keluar.
"Apakah kau yakin sebentar...??" tanya Rangga datar dan menatap wajah Mikha lagi dengan lekat, melihat raut wajah gadis itu sepertinya nampak terlihat kuyu.
"Kenapa akhir-akhir ini ia terlihat murung dan raut wajahnya tidak bersemangat sebelumnya.." batin Rangga yang menatap sendu wajah Mikha
"Apa karena aku terlalu banyak mendiamkan dia..??" batin Rangga yang bertanya sendiri.
"Maaf kan aku Mikha aku membentengi hatiku sendiri agar aku tidak terjerumus akan perasaan denganmu..." batin Rangga meyakinkan
"Dokter Rangga..." panggil Mikha dan menatap wajah Rangga karena tidak ada jawaban.
"Ahh... baiklah aku akan ijin kan tapi hanya sebentar... karena nanti sore kita akan pulang..." jelas Rangga yang menoleh kembali wajah Mikha dan tak sadar tangan ia membelai rambut gadis itu
Mikha tersentak kaget akan sikap lembut Rangga tiba-tiba ia mengingatkan pertama kali kenal dengan pria itu, sudah lama ia tidak berinteraksi dengan Rangga karena keduanya sama-sama sibuk.
"Ehhmm.. kau hati-hati di jalan di luar masih rawan akan kekacauan lagi di desa ini.." ucap Rangga memberi pesan dan melepaskan tangannya dari kepala Mikha
"Baik dokter... " balas Mikha tersenyum
"Saya pergi dulu ya dok...pak Rendy sudah menunggu saya di mobil..." pamit Mikha sambil menunduk kepalanya dengan sopan
"Hmmmn.."
Mikha pun langsung pergi meninggalkan Rangga, namun tiba-tiba tangan gadis itu di pegang oleh Rangga dari belakang
"Hmm ada apa dokter.." tanya Mikha yang menoleh ke belakang dan melihat pergelangan tangannya di pegang oleh Rangga
"Ahh tidak... hati-hati saja nanti kau jangan lupa pulang bersama ku saja..." pesan Rangga mengingatkan sambil melepaskan tangan Mikha
"Ahh baik dok... terima kasih.." ucap Mikha tersenyum dan menunduk kembali kepalanya dengan sopan. Mikha pun pergi meninggalkan Rangga.
Tak...Tak...Tak ...
"Kenapa perasaanku ini seperti mengganjal..??" batin Rangga khawatir akan terjadi apa-apa dengan gadis itu mengingat desa ini masih belum pulih namun ia segera menepisnya mungkin gadis itu ingin keluar mencari udara segar sebentar, dari kepenatan hari-hari ia bekerja di posko. Ia pun meyakini aman karena gadis itu pergi dengan Rendy.
🍃🍃🍃
Di mobil suasana nampak hening keduanya sama-sama diam dengan pikiran masing-masing. Mikha yang memikirkan sikap Rangga tadi sedangkan Rendy memikirkan perubahan sikap Mikha setelah bertemu dengan Rangga.
Rendy pun menghela nafas dengan panjang, ia melirik gadis di sebelahnya nampak diam. Baru saja setengah perjalanan menuju pemandangan air terjun di desa ini mobil Rendy tiba-tiba mogok mengeluarkan asap dan parahnya lagi ia berhenti di tengah gelapnya hutan..
"Sial.......!!" gumam Rendy sambil memukul setir kemudi.
"Ada apa pak Rendy...??" tanya Mikha dengan panik
"Mobil mogok Mikha..kalau sudah tahu kayak gini aku tidak akan menggunakan mobil ini waktu aku berangkat juga pernah begini..." jelas Rendy dengan raut wajah cemas
"Sebentar kau disini saja Mikha jangan sekali-kali pernah keluar pintu.." pinta Rendy
"Hmmmn..." Mikha mengangguk
Rendy pun langsung membuka pintu mobil dan menuju kap mobil untuk dibuka..
Buuuuuusshhhh...
Asap keluar dari mesin, Rendy sampai mengibaskan tangannya karena bau kepulan asap keluar.
Mikha nampak takut melihat suasana masih di hutan. Ia lihat sekelilingan nampak gelap takut ada hewan lagi saat ia berangkat bersama Rangga..
Tiba-tiba mata gadis itu tak sengaja melihat sekelebat orang dari samping mobilnya.
"Siapa itu...?" batin gadis itu yang tiba-tiba tubuhnya gemetar
Naasnya, Mikha lupa mengunci mobil dari dalam hingga orang jahat tadi sudah lebih dulu membuka pintu mobil dan membawa gadis itu.
Mikha tersentak kaget ada orang asing masuk kedalam mobil tiba-tiba dan gadis itu pun akhirnya di bawa pergi tanpa Rendy mengetahuinya sama sekali.
"Toloooooooongg......" Mikha berteriak kencang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum wr.wb kakakku...
jangan lupa kakak, Setelah baca kalian masukan dalam Favorit yah, jangan lupa Like, Bintang, Vote dan Komentarnya...
Terima kasih atas dukungan kalian 😍
Wassalamu'alaikum wr.wb
cuman othor sngaja off dlu ka smntara wktu mo nglnjutin yg jcpp dlu..
g kuat mikir 2 novel 😁
mohon maaf ya kak 🙏
di maklumi krna kondisi juga ,😊