Aneska seorang perawat yang bekerja di salah satu rumah sakit terkenal di ibu kota.
Tiba-tiba dia mendapatkan tawaran tentang pemindahan tugas. Yang mana bayarannya empat kali lipat dari gajinya.
Akankah dia menerima tawaran itu atau tidak?
Kira-kira siapa yang bisa membayar dengan nominal sebanyak itu.
Penasaran???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Rachman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Zidan kembali ke rumahnya, dalam perjalanan dia menghubungi nyonya Rona. Panggilan terhubung.
"Selamat sore nyonya." Ucap Zidan.
"Sore, bagaimana dengan gadis itu?" Ucap nyonya Rona.
"Saya sudah mengantarkan Aneska ke rumahnya sekaligus sudah melamar gadis itu. Rencana pernikahan kami akan di laksanakan tiga hari dari sekarang." Jelas Zidan.
"Bagus, tapi untuk sementara waktu kamu jangan kembali ke sini. Karena Abian sedang mencarimu." Ucap nyonya Rona.
"Jadi tuan muda tau, kalau saya yang membawa kabur Aneska?" Ucap Zidan kaget.
"Dia berasumsi kamu yang membawa gadis itu, sekarang dia sedang marah."
"Bagaimana dengan pernikahan ini." Tanya Zidan lagi.
"Tetap laksanakan pernikahan itu, tapi sebaiknya di adakan di rumah danau, karena kalau di kediaman kamu akan bisa di batalkan Abian. Ucap nyonya Rona.
Kemudian panggilan terputus.
Ada seseorang yang mendengar percakapan nyonya Rona yaitu ibu Tatik. Wanita paruh baya itu buru-buru pergi agar kegiatan mengupingnya tidak di ketahui majikannya.
Di tempat berbeda ibu Tatik mondar-mandir. Dia bingung harus melakukan apa.
"Tadi kalau aku tidak salah dengar, nyonya Rona membicarakan tentang seorang gadis, pasti yang di maksud si Aneska." Gumam ibu Tatik.
"Tapi ada kata pernikahan? siapa yang akan menikah? apa jangan-jangan gadis itu di paksa menikah dengan orang lain." Gumam ibu Tatik.
"Huh, dasar perawat sialan. Cepat banget hidupmu di sini. Siksaan yang kamu rasakan belum banyak di sini." Gerutu ibu Tatik.
Zidan sibuk mempersiapkan segala keperluannya untuk menikah. Sedangkan Aneska sibuk dengan menjawab pertanyaan kedua orang tuanya.
"Jelaskan pada ibu dan bapak. Bagaimana kamu bisa langsung mau menikah dengan pria itu, padahal kamu baru bertemu dengannya di sana." Ucap ibu Desi menginterogasi anaknya.
"Ibu, kita tidak tau namanya jodoh. Mungkin dia jodoh yang sengaja di pertemukan Allah untukku." Jawab Aneska.
"Sudahlah bu, niat anak itu bagus mau melamar anak kita. Walaupun terlalu cepat tapi tidak usah di pusingkan." Ucap bapaknya.
"Bagaimana tidak di pusingkan pak, pernikahan yang terlalu cepat akan mengundang banyak fitnah. Bapak kan tau mulut ibu-ibu lebih tajam dari celurit." Ucap ibunya.
"Ya biarin aja, Aneska nanti kalau mau mengadakan resepsi di kampung kita saja. Jadi tetangga enggak akan nyinyir." Jelas bapaknya.
***
Hari pernikahan telah tiba, Aneska dan keluarganya sudah tiba di rumah danau satu hari sebelumnya. Keluarga pihak wanita sengaja datang lebih awal ke rumah danau untuk mempermudah acara akad nikah berlangsung, karena mengingat rumah Aneska yang jauh dan membutuhkan waktu yang lama, maka mereka menginap di rumah itu.
Acara akad nikah di beranda bagian belakang rumah. Dimana beranda itu langsung menghadap. ke danau. Sehingga menampilkan suasana akad nikah yang sejuk dan tenang. Beranda itu sudah di dekor dengan berbagai bunga berwarna putih, kursi-kursi untuk tamu undangan sudah di hias dan di beri pita. Meja untuk tempat melaksanakan ijab kabul juga sudah di hias, dengan bunga anggrek.
Di dalam kamar, Aneska sedang berhias, dia mengenakan kebaya berawarna putih. Bunga melati menghiasi rambutnya. Untuk keluarganya memakai kebaya berwarna hijau dan bapaknya mengenakan batik yang warnanya senada dengan anak dan istrinya.
"Aneska, kenapa keluarga pihak laki-laki belum ada yang datang." Ucap bapaknya.
"Mungkin sebentar lagi mereka datang, bapak tenang saja." Timpal ibu Desi menenangkan suaminya.
"Siapa saja yang ada di luar pak." Tanya Aneska.
"Bapak enggak tau, tapi mereka memakai seragam berwarna hitam. Mereka yang sibuk menghias dekorasi tempat nikah dan semua menu makanan." Ucap bapaknya.
"Apa semua itu pelayan istana." Gumam Aneska.
"Oh mereka pelayan istana." Tanya ibunya lagi.
"Kalau dari seragamnya sepertinya iya." Ucap Aneska.
Di istana Bassam, nyonya Rona terlihat senang, dia dan keluarganya akan menghadiri pernikahan Zidan.
"Mami kenapa kami memakai kebaya? siapa yang pesta sebenarnya." Tanya Tanisa.
"Nanti kalian semua akan tau. Kalau semua sudah siap, ayo kita berangkat." Ucap nyonya Rona. Keluarga Bassam hanya menggunakan dua mobil. Tanisa bersama suaminya, nyonya Rona, Ila dan oma Zulfa satu mobil.
"Mami enggak pakai supir." Tanya Ila.
"Enggak sayang, mami akan menyetir mobil ini."Jelas nyonya Rona.
Keluarga Bassam sudah meninggalkan istana menuju rumah danau. Farid hanya mengikuti mobil mertuanya, karena dia juga tidak tau ke mana arah tujuan mereka.
Ibu Tatik memperhatikan kepergian majikannya.
"Apa mereka mau ke rumah danau?" Gumam ibu Tatik sambil berpikir.
"Jangan-jangan perawat itu akan di nikahkan di rumah danau." Ucap ibu Tatik.
"Siapa yang nikah di rumah danau." Tanya Abian. Ibu Tatik buru-buru membalikkan badannya.
"Eh tuan muda." Ucap wanita paruh baya itu gugup.
"Tidak tau tuan." Jawab ibu Tatik.
Abian menatap tajam wajah wanita paruh baya itu, ibu Tatik buru-buru menundukkan kepalanya.
"Jawab!" Bentak Zidan.
"Tidak tau tuan, tiga hari yang lalu saya mendengar percakapan nyonya Rona dengan seseorang. Nyonya membicarakan tentang pernikahan yang di adakan di rumah danau." Ucap ibu Tatik gugup.
"Terus apa lagi yang kamu dengar." Tanya Abian dengan tatapan tajam.
"Nyonya ada menyebut nama perawat itu." Ucap ibu Tatik pelan.
"Apa yang di ucapkan mami, cepat jawab!" Bentak Abian lagi.
"Saya kurang jelas tuan, cuma menurut saya, pernikahan di rumah danau itu untuk si perawat." Ucap ibu Tatik pelan.
"Sialan!" Gerutu Abian.
"Siapkan mobil." Perintah Abian.
"Baik tuan." Ucap ibu Tatik langsung buru-buru pergi memanggil pelayan menyiapkan mobil untuk majikannnya.
Abian menuju kamarnya dan mengambil sesuatu dari dalam meja kerjanya. Dia juga menghubungi pengacara keluarganya. Dan menceritakan maksud tujuannya memanggil pengacara senior itu.
"Baik tuan muda, kita akan di bertemu di sana." Ucap pengacara. Panggilan terputus.
Abian pergi keluar istana dengan memakai pakaian kasual dan sepatu kets. Rambutnya yang gondrong tidak di ikat ataupun dirapihkannya. Mobil sudah meluncur ke rumah danau.
Suasana rumah danau terlihat sudah ada beberapa orang tapi tidak banyak. Bapaknya Aneska sudah duduk di meja ijab kabul di samping para saksi nikah. Zidan baru tiba, dia langsung menuju beranda rumah danau.
Ketika melihat Zidan hadir, bapaknya Aneska langsung mendatangi calon menantunya.
"Di mana keluarga kamu." Tanya pak Mirza.
"Saya tidak punya keluarga di sini, tapi wali untuk keluarga saya akan tiba." Ucap Zidan.
Zidan dan pak Mirza sudah duduk di meja ijab kabul. Pihak kantor urusan agama kembali memeriksa data adminstrasi dan saksi.
"Apa sudah bisa di mulai." Tanya pihak KUA.
"Tunggu sebentar lagi." Jawab Zidan. Dalam hitungan menit, keluarga Bassam datang dan memasuki beranda rumah danau.
"Oh hari ini pernikahan si Zidan." Ucap Tanisa.
"Iya, kita di tunjuk sebagai pihak keluarga mempelai pria." Ucap nyonya Rona sambil duduk di kursi, di ikuti keluarganya.
"Mana mempelai wanitanya." Tanya oma Zulfa.
Kareana keluarga Bassam sudah tiba, maka acara pernikahan segera di mulai. Aneska yang di apit ibu dan adiknya sudah tiba di tempat acara. Gadis itu terlihat cantik dan mempesona. Zidan sampai terpukau melihat kecantikan Aneska.
"Mami itu si perawat." Ucap Tanisa.
"Iya, sekarang diam. Biarkan acara ini berlangsung dengan lancar." Ucap maminya.
"Mami hebat, ternyata diam-diam mami telah melakukan satu langkah dari kami." Puji Farid.
Nyonya Rona hanya tersenyum sumringah, dia tidak menyangka jalannya untuk menyingkirkan Aneska sangatlah muda.
Bersambung.
Vote untuk kedua karya author "Menikah Karena Ancaman" dan "Love of a Nurse" agar updatenya tambah semangat, makasih.
zira zico dah lama bnget di baca
siapaun yg masuk bakalan kena amuk!
boleh bingung gk sih soal... ngasih makannya bagaimana? bersih2 kamar bagaimana? apalagi kamar mandinya?
jadi.. jadi.. 🤔🤔🤔🤔
mikir deweklah...
jujur aku sempet gk paham alurnya di beberapa bab
tp karena jiwa kesel ku nungguin si cwo nya gk nongol alhasil aku nyimak aja kali2 ada kejutan mustahil bakalan lanjut apa gudbay
ok.. ok.. komenku jg gk penting2 amat..
lanjutlah.. ✌✌👍🏼👍🏼