Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
" Kejutan. " teriak Anita dengan membawa sebuah kue di tangan.
Hari ini adalah tanggal anniversary hubungan mereka. Dimana dulu Brian menyatakan cinta. Dan tanpa perlu pikir panjang Anita pun menerimanya.
Hari itu benar - benar hari membahagiakan bagi Anita. Hingga anita pun berniat untuk memberikan kejutan pada Brian.
Dan lihatlah..
Pria itu sepertinya terkejut akan rencana yang telah ia buat di awal.
" Anita kau baik - baik saja? " tanya Brian hampir tak percaya dengan kekonyolan yang Anita lakukan.
Bersusah payah ia lari tunggang langgang hingga sampai di apartemen itu.
Bahkan di perjalanan tadi. Ia hampir saja mengalami kecelakaan dengan kendaraan lain, karena merasa khawatir akan terjadi hal - hal buruk pada Anita.
Tapi apa...
Setelah sampai. Ia malah di buat terkejut dengan keadaan wanita itu yang ternyata dalam keadaan baik - baik saja. Bukan dalam keadaan darurat seperti apa yang sempat ia pikirkan sebelumnya.
" Ya tentu saja aku dalam keadaan baik - baik saja Brian. Memangnya aku kenapa? " Anita mengkerut bingung. Seolah sedang berkamuflase menjadi seorang wanita lugu yang tak mengerti apa yang saat ini sedang terjadi pada pria di hadapannya itu.
Padahal di kenyataan, wanita bernama Anita itu tahu betul kekhawatiran yang saat ini tengah Brian rasakan terhadapnya.
Namun Anita memilih untuk bersembunyi di balik topeng lugunya itu. Berpura - pura tak tahu. Mengingat sikap Brian yang selama ini tak pernah memarahinya apapun terjadi.
Bahkan ketika Anita memang benar dinyatakan bersalah pun. Brian tak akan pernah tega untuk memarahi wanita itu.
Sebegitulah butanya mata hati Brian yang sudah diselimuti oleh cinta buta antara dirinya dan Anita.
" Come on Brian. Jangan bilang kalau kau datang kesini sambil berlari seperti orang kesetanan karena baru ku telpon." Anita menarik tangan Brian. Dan mengarahkan pria itu agar duduk di sisi meja yang ia sudah hias sedemikian rupa dengan berbagai makanan dan juga hiasan pernak pernik cantik untuk menambah suasana romantis di antara mereka.
Sementara Brian. Pria yang sudah di butakan oleh cinta itu hanya tampak menurut pasrah saja dengan apa yang Anita lakukan padanya.
Sampai pria itu berkata. " Ada acara apa hari ini ? Kenapa kau sampai membuat kejutan seperti ini? " rasa penasaran seketika menyelimuti hati Brian.
Sumpah demi apa, dia benar - benar tidak tahu hari spesial apa sekarang.
" Kau benar - benar tak ingat hari ini hari apa? " Anita duduk di sisi Brian, dan menatap pria itu dengan tatapan pemuh kecewa.
" Maafkan aku Anita. Aku benar - benar tak ingat hari spesial apa hari ini sekarang." Brian menggenggam tangan Anita. Seolah berusaha meminta maaf dan menghibur Anita yang kini tengah di landa kekecewaan terhadapnya karena tak sengaja lupa akan hari raya perayaan hubungan pertama kali mereka terajut.
Maklumlah pria itu lupa. Peristiwa itu telah lama terjadi. Kalau di ingat - ingat lagi. Peristiwa bersejarah itu terjadi ketika mereka berdua masih sama - sama duduk di bangku SMA.
Dimana di kala itu Brian menjadi pria terpopuler di sekolahnya. Begitu pula dengan Anita. Yang juga cukup terkenal akan kecantikan paras gadis itu serta hatinya yang baik dan lembut di kenal oleh semua orang.
Di tambah lagi dengan posisi Anita yang sempat terganti oleh Inara.
Membuat Brian lupa sejenak akan cinta di masa lalunya itu.
Hingga wanita itu tiba - tiba saja datang lagi ke kehidupannya. Membuat hati Brian yang di awal sudah mulai move on akan kepergian Anita malah jadi tergoyahkan kembali.
" Ya sudahlah tak apa - apa. Tapi lain kali jangan di ulangi lagi. Aku tak suka itu." dengan wajah cemberut. Anita pun bergumam. Hingga sebelah tangan Brian dengan refleks mengelus puncak kepala wanita itu.
Namun anehnya. Malah bayangan wajah Inara yang tak sengaja terlintas di dalam benaknya.
Mengingat hal itu selalu ia lakukan pada Inara. Tapi kini ia malah tak sengaja melakukan kebiasaannya itu kepada Anita.
Gerakan tangan Brian tiba - tiba berhenti. Dan memikirkan hal aneh yang baru saja terjadi pada dirinya.
" Aku kenapa malah memikirkan Inara? " batin pria itu tak sengaja termenung seorang diri.
Sampai suara lembut mendayu Anita menyadarkannya." Kau kenapa Brian? Kok diam saja? Apa saat ini kau sedang memikirkan sesuatu? "
" Hmm.... " Brian mengulas senyum sembari menggenggam tangan lembut Anita dan berkata " Tidak ada apa - apa Anita. Aku hanya tak sengaja memikirkan pekerjaanku di kantor."
" Oh.. Ku kira kau sedang memikirkan Inara. " Anita terkekeh kecil. Dengan tubuh Brian yang seketika berubah kaku beku akibat ucapan yang di keluarkan oleh wanita itu.
Mengingat jika apa yang di katakan Anita adalah seratus persen benar.
Sebagai orang yang pernah mengatakan tak akan bisa mencintai Inara. Tentu saja pria itu akan merasa gengsi. Jika ia harus mengakui, apabila saat ini dirinya memang tengah memikirkan Inara - pengantin pengganti dari Anita yang dulu sempat kabur dari pernikahan mereka.
" Jangan membahasnya lagi. Aku tak suka , Anita."
Anita diam - diam tersenyum miring.
Wajah dingin yang terpasang di wajah tampan Brian, mengungkapkan jika posisinya tak akan pernah bisa di gantikan oleh wanita mana pun yang ada di dunia ini termasuk Inara.
" Lihatlah Inara. Seberapa cantik dan menariknya dirimu di hadapan semua orang. Hanya aku yang akan keluar menjadi pemenang di hati Brian."
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra