Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Merry mundur beberapa langkah menjauhi Niko yang tengah mengamuk itu, dia tidak menyangka jika perbuatannya selama ini akan ketahuan seperti ini dan darimana istri Niko bisa mendapatkan CCTV yang ada dirumahnya, bukankah dia tidak tahu sama sekali rumah itu
"Kamu sudah melihat buktinya Niko, sekarang terserah padamu untuk kelanjutannya, ingat dia tidak mencintai kamu tapi mencintai uang dan segala yang kamu miliki, terserah padamu mau mengambil langkah apa".
"Bell". Cicitnya menyesal.
"Nanti kita bicara lagu setelah urusanmu dengannya selesai, dia bisa saja membohongi kamu tapi semua fakta dan bukti sudah nyata didepan matamu, kalau kamu masih mempertahankan dirinya hanya karena terlalu mencintainya itu artinya kamu bunuh diri perlahan". Ucapnya dengan tenang.
"Apa kamu juga akan meninggalkan aku ketika aku melakukan hal yang sama, bukankah aku juga melakukan hal ini padamu? ". Tanyanya dengan suara bergetar.
"Aku rasa itu kasus yang berbeda, aku tidak tahu jika kamu memiliki kekasih makanya aku begitu ngotot ingin bersamamu dan kamu juga terpaksa melakukan pernikahan denganku karena tekanan orangtua dan tanggungjawab seorang pewaris tapi perempuan ini melakukannya dengan sadar dan sangat menikmati bahkan dia bekerjasama dengan lelaki itu untuk menguras apa yang kamu miliki, jadi keputusan ada padamu, aku pergi dulu". Bella meninggalkan Niko yang kini menunduk menyesali segalanya.
"Bell" Ucapnya dengan lirih.
"Dan kamu perempuan sialan, kamu hari ini saya pecat dan pastikan kamu tidak pernah muncul dihadapan saya".
Niko hanya tertunduk lesu melihat kepergian Bella dari ruangan itu menyisakan dirinya dengan perempuan yang kini begitu dia benci.
Dia mengorbankan apapun untuk gadis yang begitu dicintainya tapi ternyata dia berkhianat di belakangnya bahkan menipu dnegan menguras hartanya, hal yang sama dia lakukan pada Bella, mungkinkah ini karma untuknya.
Hatinya begitu sakit, bagaimana dengan Bella yang begitu mencintainya tapi tak pernah dia anggap dan selalu dia sepelekan belum lagi sikap dingin dan juga acuh tak acuhnya kepada istrinya itu.
"Sayang jangan dengarkan dia, aku tidak bersalah, dia menjebak aku dengan video editan itu, aku mohon dengarkan aku yah, aku sangat mencintai kamu". Bujuk Merry tetap berusaha.
Dia yakin Niko akan melihatnya karena sangat tahu jika lelaki itu sangat mencintainya.
"Jangan memanggilku dengan sebutan sayang, aku sungguh jijik mendengarnya keluar dari mulut sialan mu itu, ternyata kamu tak lebih dari seorang jalang yang hanya mau hartaku saja seperti yang dikatakan orangtuaku, dasar sialan". Umpat Niko dengan penuh emosi.
Tangannya mengepal erat siap untuk menghajar Merry karena telah menipunya selama ini.
"Niko". Ucapnya dengan frustasi.
"Lihat saja apa yang kulakukan padamu Merry, aku tidak akan tinggal diam kamu perlakukan seperti ini, akan kuambil semua yang ku berikan padamu dan ku buat kamu jadi gembel dijalanan, akan ku urus dengan pengacara ku setelah ini". Niko berdiri dan menghempaskan kursi itu dihadapan Merry kemudian keluar dari ruangan itu dengan perasaan hancur lebur
"Niko sayang tunggu, Niko jangan begini". Ucapnya sambil mengejar Niko yang berjalan lebih cepat tanpa menghiraukan panggilannya.
Dia tetap mengejar Niko, hancur semua yang dia rencanakan untuk menguasai harta Niko jika sampai Niko meninggalkannya dan mengambil semua yang dia miliki.
"Niko". Teriaknya dengan sangat keras saat melihat Niko meninggalkannya dengan menjalankan mobilnya.
" Aku tidak akan menyerah Niko, kamu harus tetap tunduk dan tetap bersamaku, kamu harus tetap menjadi ATM berjalan untukku". Geramnya.
Dia memasuki kantor dengan lesu tapi belum sampai masuk pintu dia dihadang oleh security.
"Anda sudah tidak bisa masuk kedalam perusahan nona Merry". Ucap Security dengan dingin.
Merry langsung menunjuk wajahnya security dnegan kasar karena tidak Terima dihadang seperti ini.
"Kalian ini mau dipecat, saya sekretaris pemimpin perusahaan, tidka mungkin jika saya tidak bisa masuk kedalam perushaan, kian berdua sudha gila" Umpatnya dengan kasar.
Dia berusaha mendorong dua security itu tapi tidak bisa, tenaganya kalah dengan mereka yang berbadan besar.
Dia mengeram kesal karena mereka tak mau mendengarkan apa yang dia katakan.
Matanya juga membesar melihat barang-barangnya yang ada di ruangan nya dibawah oleh teman sekantornya ini
"Ini barang-barang kamu Mer, tadi ibu Bella menyuruh aku membersihkan barang-barang mu dari kantor dan membawakan semua ini kerumah mu". Ucap salah satu karyawan senior.
Dia mengepalkan tangannya karena tidak menyangka dia akan dipecat secara tidak hormat seperti ini.
"Kata ibu Bella uang pesangon dan juga gajimu bulan ini tidak akan keluar, dan kamu harus bersiap dipanggil polisi jika sampai pak Niko tidak bisa membayar apa yang kalian ambil selama ini dari perusahaan". Ucapnya dengan sinis kepada Merry.
Dia memang tidak menyukai gadis ini, gadis yang terlalu angkuh dan sombong karena dekat dengan pemilik perusahaan bahkan para pegawai dikantor ini pun tak ada yang menyukai dirinya.
"Apa maksudmu dipanggil polisi?? ". Tanyanya dengan ketakutan.
"Kamu pasti tahu apa yang terjadi diruang rapat dan apa kaitannya denganmu, jadi bersiaplah untuk dipanggil polisi jika sampai Pak Nik tidak bisa membayarnya, jadi selingkuhan kok bangga". Ucapnya sambil menaruh barang-barang merry dengan kasar kemudian pergi dari sana.
"Maaf Pak security pastikan dia tidak bisa masuk ke perusahaan kecuali jika dia dipanggil oleh perusahaan, nanti akan ada konfirmasi sebelumnya kepada bapak-bapak sekalian". Ucapnya meninggalkan mereka.
Merry menatap malang barang-barang berharga yang dia miliki diperlakukan seperti itu, barang itu sangat mahal dia beli menggunakan uang dari Niko selama ini.
"Aku harus mencari Niko, ini semua tidak bisa dibiarkan, aku tak mau masuk penjara dan kehilangan segalanya, aku akan buat perhitungan padamu Bella, lihat saja aku tidak akan biarkan hidupmu tenang". Ucapnya dalam hati mengambil semua barangnya dengan pelan.
Niko menjalankan mobilnya tak tentu arah, dia tidak bisa mendefinisikan perasaannya saat ini, dia sangat kecewa, hatinya sangat sakit dikhianati orang yang begitu dia sangat cintai.
Dia teringat istri nya yang selama ini dia sakiti, dan dia merasa jika ini balasan karna untuknya atas segala perbuatannya kepada Bella.
"Maafin aku". Ucapnya memukul setir mobilnya dengan keras
Dia merasa menyesal tapi sekarang dirinya tidak bisa apa-apa, dia sekarang kehilangan segalanya dan sebentar lagi dia juga akan kehilangan pernikahannya dengan Bella karena kesalahannya sendiri.
"Aku masih punya waktu untuk memperbaiki segalanya, aku harus bisa membuat Bella kembali padaku, setidaknya aku tahu jika dia begitu mencintaiku, aku akan belajar menerimanya walau mungkin sulit". Ucapnya dalam hati.
Dia berjanji pada dirinya untuk memperbaiki rumah tangga nya, setidaknya dia tidak kehilangan pernikahannya dengan Bella walau harus kehilangan segalanya, karena dia tahu jika Bella mencintainya.
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko