NovelToon NovelToon
Dibalik Tirani Pernikahan

Dibalik Tirani Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Balas Dendam / Teen / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Rama dan Ayana dulunya adalah sahabat sejak kecil. Namun karena insiden kecelakaan yang menewaskan Kakaknya-Arsayd, membuat Rama pada saat itu memutuskan untuk membenci keluarga Ayana, karena kesalahpahaman.

Dalih membenci, rupanya Rama malah di jodohkan sang Ayah dengan Ayana sendiri.

Sering mendapat perlakuan buruk, bahkan tidak di akui, membuat Ayana harus menerima getirnya hidup, ketika sang buah hati lahir kedunia.

"Ibu... Dimana Ayah Zeva? Kenapa Zeva tidak pelnah beltemu Ayah?"

Zeva Arfana-bocah kecil berusia 3 tahun itu tidak pernah tahu siapa Ayah kandungnya sendiri. Bahkan, Rama selalu menunjukan sikap dinginya pada sang buah hati.

Ayana yang sudah lelah karena tahu suaminya secara terbuka menjalin hubungan dengan Mawar, justru memutuskan menerima tawaran Devan-untuk menjadi pacar sewaan Dokter tampan itu.

"Kamu berkhianat-aku juga bisa berkhianat, Mas! Jadi kita impas!"

Mampukah Ayana melewati prahara rumah tangganya? Atau dia dihadapkan pada pilihan sulit nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Ayana masuk dan langsung mengerjakan tugasnya didalam.

Kamar Rama ada di sudut ruang timur. Ia berjalan keluar, sebab mendengar suara nyanyian absurd dari kamar Ibunya. Ketika di lihat, ternyata sang Istri pelakunya.

"Aya...." Rama tersenyum simpul. Tanpa berpikir panjang, ia kembali masuk dalam kamarnya dengan penuh semangat.

Pria tampan itu berpura-pura masih terlelap, dan sesekali memastikan ke arah pintu, apakah Istrinya sudah tiba atau belum.

"Lama banget, sih!" gumam Rama yang masih berpura-pura terpejam.

Sementara di dalam kamar Bu Anita, Ayana tersenyum puas melihat kamar Mertuanya sudah rapi dan wangi.

"Huft... Akhirnya selesai juga. Sekarang, ganti ke kamar Mas Rama. Semoga aja dia sudah bangun dan keluar," lirih Aya seraya mengangkat sapu dan juga alat pelnya.

Ceklek!

Baru saja Aya menutup pintu, dan membalikan badan, Bu Anita tetiba sudah ada di depan matanya.

Wanita parubaya itu masih mengenakan stelan olahraga, dan juga handuk kecil yang tergenggam.

Dan seperti biasanya, tatapan itu penuh intimidasi.

"Awas saja jika ada barang saya yang hilang, kamu pasti pelakunya!" tuduh Bu Anita sembari masuk kedalam.

Ayana berdesis, "Enak aja kalau omong! Lagian ya... Seleranya dan saya juga bebeda. Emangnya saya mau pake barang nenek-nenek?! Ih... Nyebelin banget punya mulut, hihhhh...." geregetnya meras kesal.

Setelah menstabilkan emosinya, Aya langsung berpindah ke dalam kamar suaminya.

Ce...klek!

Aya sangat hati-hati membuka pintu kamar Rama. Berharap sang suami pergi, rupanya pria itu masih terlelap dalam tidurnya.

Hahhh...

Hembusan nafas dalam itu menyamai langkahnya menuju ujung ranjang. Aya menatap beberapa detik kearah ranjang itu. Memastikan Rama masih benar-benar tidur.

"Mas Rama gimana sih? Ini 'kan hari senin. Apa dia nggak ke kantor, kok jam segini belum bangun?" Aya berjalan ke arah samping, dan kini sudah berdiri sedikit menunduk menyentuh dahi suaminya.

Beberapa detik itu, tangan Ayana menempel pada dahi Rama.

"Nggak panas kok?" gumamnya. Ayana sedikit berpikir, "Ah... Aku punya ide," gumamnya lagi sambil tersenyum jail.

Rama mengerjab pelahan, ia sedikit mengangkat kepalanya. "Mau ngapain dia ke kamar mandi?"

Melihat Ayana sudah akan kembali, Rama kembali terlelap.

Hingga tiba-tiba...

Aww!!!!

"Hei, Ayana... Kamu ini apa-apaan sih?" Rama spontan bangkit, saat wajahnya di ciprati air oleh Istrinya.

Ayana hanya mengendikan bahu, dan masih menggenggam segelas air dari kamar mandi.

"Tubuh saya jadi basah gini 'kan?" kesal Rama sambil menarik-narik kancing piyamanya.

Ayana mencibir, "Lebay banget sih, Mas! Mas Rama bilang basah dari mananya, ha? Basah itu kaya gini. Saya contohkan!"

Byur!

Rama semakin membolakan matanya, saat Istrinya itu malah menyiram tubuhnya dengan air yang tergenggam tadi.

"AYANAAAAA!!!!" Pekik Rama menggeram.

"Nah... Itu baru basah tubuh Mas Rama! Lagian ya... Pagi-pagi bukanya bangun, ini malah masih tidur aja!" gerutu Ayana tanpa dosa.

Rama masih terlihat menahan emosinya. Ia bangkit, menjatuhkan kedua kakinya diatas lantai sambil menatap kearah sang Istri dengan murka.

"Ini rumah-rumah saya! Mau saya bangun pagi, siang, bahkan sampai malam pun, itu terserah saya, Aya!" tekannya.

"Yah... Kalau terserah Mas Rama, mah... Ya udah bersihin aja sendiri! Lagian ya... Saya juga males kalau nggak di gaji Tuan Ibrahim!" Sergahnya.

Rama bangkit. Ia berjalan mendekat, dan membuat Ayana sedikit meringsut.

"Udahlah, mending Mas Rama cepetan mandi. Bau, tahu!" Ayana mencoba menghindar, namun lengannya kembali di tahan oleh Rama.

Aishhh

"Mas, lepasin!"

"Kamu harus bertanggung jawab atas semua kebasahan ini, Ayana! Sekarang ikut saya!"

Deg!

Ayana menoleh kaku. Jantungnya berpacu lebih cepat, melihat sorot mata Rama bak singa jantan yang ingin menerkam mangsanya.

"Mas, kamu mau apa? Lepasin!"

Berontak sekalipun, namun tenaga Ayana tak sekuat Rama.

Hingga...

Hap!

Ayana membolakan matanya. Ia tersentak, kala tubuhnya diangkat Rama bak bridal style.

"Mas, turunkan saya! Saya ini mau bekerja!" pekik Ayana.

Rama tak terkecoh. Ia tetap saja berjalan hingga sampai didalam kamar mandi.

Blang!

Satu kaki jenjangnya ia gunakan untuk menutup pintu. Dan sekarang, Ayana di turunkan di samping bathup mandi besar itu.

'Aku mau di apain ya? Duh, kenapa tadi aku bangunin segala sih?!' batin Ayana terpaku di tempat.

"Sekarang, kamu harus memandikan saya!" ucap Rama tenang.

Ayana melotot, hingga mulutnya menganga. Ia begitu shock berat dengan pernyataan suaminya barusan.

"Apa? Mandi'in Mas Rama? Mas Rama gila apa? Emangnya Mas Rama itu bayi yang baru lahir? Zeva aja uda aku latih buat mandi sendiri, ini malah minta di mandi'in!" geramnya sedikit ketakutan.

Rama menyeringai.

"Saya tidak mau tahu! Itu konsekuensi yang harus kamu lakukan, karena tadi kamu sudah mengganggu saya dengan tingkah absurdmu! Sekarang, isi bathup ini sampai penuh, dan jangan lupa beri aroma terapi!"

Ayana memberanikan diri menatap suminya.

"Sekarang, Mas?"

"5 tahun lagi... Ya sekarang lah, Ayana!"

Dengan rasa bercampur aduk, Aya mulai menyalakan air kran dan mengisi bak mandi itu setengah. Tak lupa juga, Aya memberikan wewangian, yang paling di sukai Suaminya.

Rama tidak pergi. Ia berdiri bersandar pada tembok dekat pintu, dan tampak mengamati tingkah istrinya sejak tadi.

Ayana menoleh. Sorot matanya berkata, bahwa semuanya sudah siap.

Dan tanpa berpikir panjang, Rama segera membuka kancing piayamanya perlahan.

Rama melemparkan atasan piyama itu ke sembarang lantai.

Melihat badan atletis suaminya, hampir saja kesadaran Ayana hilang. Terutama roti sobek dibagian perut itu yang membuat Ayana terpukau.

Rama tersenyum tipis.

Selanjutnya ia mulai menurunkan celana piyamanya.

Awwww!!!!

Ayana memekik kuat sambil menutup matanya.

"Loh, itu kenapa celananya juga mau di buka?"

Rama merasa bingung sendiri. Ia masih memegang sisi celananya, dan kembali menatap Istrinya. "Kan mau mandi, ya harus di buka semuanya lah! Kamu gimana sih?!"

Slurttt!

Rama sudah menurunkan celananya. Dan kini, ia hanya menyisakan boxer dalaman saja.

Ayana membalikan badan, dan masih menutup matanya.

Rama mulai masuk dalam bathup itu. Ia menggelengkan kepala pelan, merasa gemas melihat tingkah lucu Istrinya.

"Udahlah, Ayana... Adanya Zeva, itu sudah menjawab semuanya tentang siapa kita, termasuk tubuh kita masing-masing. Sok-sokan pake di tutup segala. Lagian ya, saya juga masih hafal sama bentuk tubuhmu!" cerca Rama menyandarkan punggungnya kebelakang.

Ayana memalingkan wajah merasa malu. Pipinya kini sampai bersemu merah.

"Mas Rama mending manja aja deh, aku mau keluar bersihin kamar dulu." Ayana masih memalingkan wajahnya. Ia baru akan berputar, namun lengannya langsung ditarik kembali oleh Rama.

Sebab tak memiliki keseimbangan, tubuh Ayana limbung masuk dalam bathup itu.

Aww...

Byur!

Tubuh Ayana persis berada diatas tubuh suaminya. Tatapan keduanya saling bertemu dalam keadaan basah pagi itu.

Ayana tersadar. Ia segera menarik tubuhnya ke belakang, sebab ada sesuatu yang bergerak dibawah sana.

'Apa itu tadi ya, yang bergerak-gerak?' batin Ayana merasa takut.

Pagi itu, Ayana masih mengenakan daster piyama satin, hingga membuat lekuk di tubuhnya terlihat nyata oleh Rama.

Tubuh Rama menegang kuat. Darahnya berdesir, hingga ia begitu kesusahan menelan ludah.

Ayana segera keluar, turun dari bathup tadi.

"Siapa yang menyuruh kamu turun? Masuk lagi!" seru Rama menatap tajam.

Ayana kembali masuk dengan wajah malasnya. Air itu tidak dingin. Air itu hangat, jadi tidak membuat Ayana menggigil.

"Sekarang, kamu gosok punggung saya! Dari atas hingga ke bawah!" ucap Rama seperti menahan sesuatu.

Ia lalu membalikan badan, dan kini memunggungi Ayana.

Dengan ragu, Ayana mulai menuangkan sabun dalam telapak tanganya, dan perlahan ia usapkan merata pada punggung Rama.

Reflek saja Rama memejamkan mata dalam-dalam. Sentuhan itu membuat hasratnya seketika naik pagi ini. Tidak dapat ia pungkiri, meskipun sudah lama tidak menyentuh Istrinya, namun Rama tetap menantikan kehangatan dari sentuhan lembut itu.

Sebab merasa sudah tidak tahan lagi, Rama langsung membalikan badanya. Ia mendorong pelan tubuh Ayana, hingga wanita cantik itu sedikit terlentang didalam bathup.

Wajah Ayana menegang kuat, merasa takut.

"Mas... Mas Rama mau ngapain?"

"Saya tidak akan membuat kamu sakit lagi! Saya akan melakukanya dengan penuh kelembutan. Jadi diamlah, dan nikmati saja!"

Ayana tak mampu berkutik lagi. Hingga...

*

*

Milya sejak tadi tampak mondar mandir dalam kamarnya. Setelah menarik nafas dalam, ia berjalan keluar menemui Mamahnya di kamar.

"Mah..."

Ceklek!

"Ada apa, Sayang?" jawab Bu Anita setelah selesai bermake-up.

Milya mencoba tersenyum paksa. Ia tampak menghirup dalam-dalam, semerbak wangi dalam kamar Ibunya.

"Wangi banget Mah? Mamah ganti pengharumnya, ya?"

Bu Anita menggeleng lemah, "Nggak kok! Mungkin si Babu itu yang pinter membersihkan kamar ini. Jadinya, ya wangi deh!"

"Oh, tumben banget si Ayana ngebersihin kamar Mamah pagi-pagi. Jangan-jangan... Dia mau buat nggak bener deh," tuduh Milya mengendikan kedua bahunya.

Bu Anita sedikit berpikir.

Milya lalu menimpalinya kembali, "Ya, siapa tahu aja, Mah! Coba deh, Mamah cek barang-barang serta uang Mamah."

Bu Anita tampaknya percaya. Ia mulai berjalan ke arah lemari, dan mengeluarkan kotak brankas berukuran kecil.

Setelah ia menekan kode rahasia, dan saat itu juga kedua matanya membola lebar, kala beberapa uang yang tersimpan raib dalam sekejab.

Milya mencoba tenang. Sejujurnya ia kesulitan menelan ludah saat itu. Detik itu juga ia berjalan mendekat, menatap Ibunya dengan bingung.

"Ada apa, Mah?"

"Astagaaaaa! Dimana uang-uangku?" pekik Bu Anita histeris. "Milya, ternyata benar dugaan kamu. Uang Mamah hilang 50 juta! Kemarin Mamah baru ambil, dan rencananya mau Mamah gunakan buat arisan. Duhh, dasar si Babu sialan! Maling juga ternyata dia."

Milya tersenyum sinis, setipis mungkin.

1
Daulat Pasaribu
tambah dong thor partnya
Dini Anggraini
Alhamdulillah akhirnya karina terbebas dari Arash si jahat dan neraka itu semoga karina bisa hidup bahagia dengan Arsyad. 👍👍😍😍
Daulat Pasaribu
kenapa jodoh similya harus dika si thor.gk sukalah thor.wanita gk baik yah jodohnya sama yg gk baik
Septi.sari: nggak jadi kak, keduanya saling tentang🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Daulat Pasaribu
bisa bisa wanita kotor macam milya dpt nya dika,berzinah ma org lai tapi si dika yg tanggung jawab.gk adil itu thor namanya.uda jahat perangainya.klo baik tadi gk papa
Septi.sari: ia nih kak, dika si lugu kasian jadi korban😭🔥
total 1 replies
Dini Anggraini
Enak banget milya habis yang senang2 dika kena imbasnya Q gak setuju milya menikah dengan dika Thor biarkan anaknya hidup dengan milya sendiri saja agar milya merasakan bagaimana rasanya jadi ayana hidup sendiri mengurus ibu sakit suami gak peduli. 🙏
Dini Anggraini: belum bunda karena banyak yang masih jahat banget anita, mawar dan milya kapan mereka jadi baik masih saja jahat meskipun di penjara. 🙏😭😭
total 2 replies
Dew666
💎💎💎💎
اختی وحی
typo nya thor, imelda jdi anita sampe bingung bacanya
Septi.sari: oh iya kak, maapken😭
total 2 replies
Dini Anggraini
Alhamdulillah kakak author mendengar nasihat kami para pembaca dengan Arsyad balik sama karina agar karina hidupnya gak menderita lagi bila mawar dan keluarganya menderita biarkan saja karena mereka jahat banget tapi kalau karina kan baik kasihan. Makasih kakak author yang baik. 👍👍😍😍😍
Dini Anggraini: ya kak
total 3 replies
Daulat Pasaribu
uda hamil pun ditinggalkan cowoknya gk mau bertanggung jawab,malah tetap jahat.dasar milya perempuan bodoh
Septi.sari: kesel banget ya kak🤭
total 1 replies
Elly Irawati
ditunggu episode selanjutnya kak, gas up lagiiiii biar ndx penisirin😅😅.. critanya loh masyaallah bikin greget.. ternyata si mawar dalang dari semuanya😡
Septi.sari: masya allah, tersayang, macihhhhh❤❤❤❤🤭🤭🤭
total 1 replies
Daulat Pasaribu
itulah balasan buat si milya karena uda jahat sama kaka iparnya ayana
Septi.sari: biar kapok kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
si pak arman apa gk syok kalao tau anaknya otak dari pelaku pembunuhan berencana arsyad
Septi.sari: ntar di penjara dua2nya kak🤭🔥
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Dini Anggraini
Benar rama kamu sudah putuskan yang terbaik kamu tidak tahu saja yang mencoba membunuh Arsyad bukan anita saja tapi juga mawar malah mawar dalang dari semua ini. Semoga pak Ibrahim segera menemukan video rekaman percakapan mawar dan anita tentang perencanaan pembunuhan Arsyad dan menguasai kekayaan pak ibrahim ya bunda. 😍😍
Septi.sari: apa di buatin novel buat Karina ya kak, 🤭
total 3 replies
اختی وحی
gk rela klw ayana balik sama rama. sama devam aja biar rama kapok
اختی وحی
males bngt rama msih ketemu² ayana, jrs ny cerai aja beres
اختی وحی
suka bngt karakter pak ibrahim jos👍👍
Septi.sari: bijaksana banget kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
smoga rama dan ayana serta zeva keluarganya hidup bahagia.
Daulat Pasaribu
jgn sampai ada masalah lagi,smoga aja rama betul betul berjuang untuk ayana dan zeva
Septi.sari: iya kak, setelah bahagia, mau lanjutin kisahnya Arsyad🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!