Seorang dokter tampan yang jatuh cinta pada pandangan pertama ke gadis kampung dengan usia yang beda jauh ??
Bagaimana kisah cinta mereka? Ikuti terus cerita ini sampai tamat, oke ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alarice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tubuh di sodakohin ?
Adzan Subuh berkumandang. Jarak masjid ke rumah dinas Julio yang terbilang lumayan dekat, membuat suara adzan itu terdengar sangat jelas dan cukup keras.
Julio menggeliat kecil karena ia merasa sebagian tubuhnya tertindih sesuatu. Ia mulai membuka matanya perlahan, lalu masih dengan mata sipitnya yang terasa perih, ia meraba – raba meja di sebelahnya untuk mengambil ponselnya.
“ Jam setengah lima. “ gumamnya setelah melihat ponselnya. Lalu arah pandangannya beralih ke tubuh bagian kirinya yang terasa berat. Bahkan ia tidak bisa walau hanya sekedar ingin menggerakkan tangan kirinya.
Senyum terukir lebar dari kedua sudut bibir Julio saat ia melihat pemandangan di sampingnya. Gadis yang semalam ketakutan untuk tidur satu ranjang dengannya, kini malah menemplok layaknya bayi koala.
Posisi tidur Andhara saat ini adalah memeluk tubuh Julio bak sebuah guling. Kepalanya menyender di lengan Julio, tangan kirinya memeluk tubuh Julio, sedangkan kaki kirinya berada di atas kaki suaminya.
Julio mengangkat tangan kanannya yang terbebas, ia menyingkirkan beberapa anak rambut yang menghalangi wajah cantik dan terlihat kalem saat tidur itu.
Di pandanginya wajah cantik tanpa polesan make up di sampingnya itu untuk beberapa saat. Jantung Julio berdetak lumayan cepat saat matanya travelling hingga ke bibir ranum milik istrinya itu. Ingin sekali rasanya merasakan bibir berwarna merah muda dan sedikit tebal itu. Tapi akal pikiran Julio masih cukup waras meskipun talas Bogornya juga sudah menggeliat bangun di bawah sana karena gerakan perlahan kaki Andhara yang berada tepat di atas talas Bogornya.
“ Sepertinya mulai saat ini aku harus membiasakan diri mandi air dingin entah itu pagi ataupun malam hari. “ gumamnya sambil terkekeh tanpa suara.
Perlahan, ia mengangkat tangan Andhara, sebelumnya mengecup kening Andhara untuk beberapa saat. Lalu, ia mengangkat kaki Andhara, membenarkan letak selimut di tubuh Andhara.
“ Kalau kamu lihat posisi tidur kamu tadi, aku yakin kamu akan berteriak histeris. “ ucap Julio sambil kembali memandang wajah cantik istri mudanya.
“ Tidurlah sebentar lagi. “ lanjutnya dan cup...., ia kembali menyarangkan bibirnya di kening Andhara sebelum ia bengkit dari tidurnya, turun dari ranjang, mengambil handuknya, lalu pergi ke kamar mandi yang letaknya berada di luar kamar.
“ Istrimu mana, Yo ? “ tanya bunda yang sudah berada di dapur membuatkan the panas untuk sang suami.
“ Masih tidur, bund. Kasihan semalam tidur sampai larut malam. Nanti sehabis Julio lari pagi aja dia aku bangunin. Lagian dia juga lagi nggak sholat. “ jawab Julio.
“ Wah, pengantin baru, gagal malam pertama dong ini ceritanya. “ goda sang bunda.
“ Dih, apaan si bunda ini. “ saut Julio dengan wajah yang memerah. Buru – buru ia masuk ke dalam kamar mandi untuk menutupi rasa malunya. Bunda hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
.
.
.
“ Hoaammmm…… “ Andhara menggeliat, matanya mulai terbuka perlahan. Kedua tangannya ia angkat tinggi – tinggi untuk meregangkan otot – ototnya.
Andhara langsung mengambil posisi duduk saat matanya menangkap sinar matahari yang telah menerangi kamar itu.
“ Busyeeet…!!! Udah siang ini mah !! Duh, Dhara… Dhara… Hari pertama bangun di rumah suami, ada orang tuanya pula, kok malah siang bolong baru bangun. Uh, bakal turun deh pamor menantu kalau kayak gini ceritanya… Emaak, maafin Dhara… Yang udah lupa sama pesannya emak gara – gara keenakan tidur. “ gerutu Andhara sambil menoyor – noyor kepalanya sendiri.
Lalu buru – buru ia turun dari atas ranjang, merapikan tempat tidurnya, melipat selimutnya. Setelahnya ia berjalan menuju pintu sambil merapikan rambutnya yang berantakan menggunakan jari – jarinya.
“ Pagi, bu. “ sapa Andhara kala melihat ibu mertuanya berada di dapur, entah sedang melakukan apa.
“ Pagi. Eh, mantu bunda udah bangun. “ sapa sang bunda mertua.
“ Maaf bu. Dhara malah baru bangun. Habisnya di kamar pak dokter nggak ada jam dindingnya. Dhara jadi keenakan balik tidur lagi tadi pas habis kebangun. “ gerutunya.
“ Iya, nggak pa – pa. Lagian ini juga belum ada jam setengah enam kok. Masih pagi. “ sahut bunda.
“ Mmmm… Dhara mau ijin ke kamar mandi dulu, ya bu. Mau mandi. “ pinta ijin Andhara.
“ Oh, iya. Hari ini kamu masuk sekolah kan ? Cepetan mandi. Bunda udah siapin sarapan buat kita. “ jawab Bu Lestari sambil tersenyum hangat ke Andhara. Duh, nih ibu mertua senyumnya kalem banget sih. Jadi berasa gimana gitu. Andhara senyum – senyum sendiri.
“ Eh kok malah senyum – senyum sendiri. Udah cepetan mandi sana. Nanti kesiangan loh sekolahnya. “ tukas sang ibu mertua.
“ Kalau sekolah kesiangan udah biasa bu. Kalau Cuma di hukum suruh bersihin toilet, hampir tiap hari. “ kekeh Andhara.
“ Kamu ini. “ Bu lestari menggeleng – gelengkan kepalanya. Lalu tiba – tiba … Cup. Andhara mengecup pipi Bu Lestari.
“ Morning kiss, bu. “ kekeh Andhara. Kebiasaan dia tiap pagi memang selalu menguyel – uyel pipi si emak. Tapi karena di sini adanya ibu mertua, ia hanya memberikan sedikit kecupan hangat.
“ Maaf, ciumannya masih bau jigong. “ lanjutnya masih sambil cengengesan. Ia berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
“ Suami kamu pasti seneng kalau tiap pagi dapet morning kiss dari istrinya. “ goda Bu Lestari setengah berteriak karena Andhara sudah masuk ke dalam kamar mandi.
“ Malu bu, kalau kasih morning kiss sama pak dokter. Yang ada, Dhara kena omel panjang kali lebar. “ sahut Andhara dari dalam kamar mandi. Bu Lestari terkekeh.
“ Kamu kok manggilnya pak dokter sih. Panggilnya sayang gitu. Atau mas, atau abang. Masak udah jadi suami masih di panggil pak dokter sih. “ ucap Bu Lestari kembali.
“ He … he …. Masih penyesuaian bu. Jadi masih kaku lidah Dhara kalau manggilnya selain pak dokter. “ sahut Dhara. Percakapan antara dapur dan kamar mandi terlihat makin asyik.
“ Kalau manggil suami kamu masih kaku, tapi kalau sama bunda nggak dong. Masak iya, sama ibu mertua kayak sama tukang jual ikan di pasar. “ kelakar Bu Lestari.
Beberapa kali berbincang dengan Andhara, membuat sifat aslinya keluar setelah sekian lama ia pendam karena sang suami yang dulu menjabat sebagai camat itu selalu memintanya untuk bersikap sopan. Bu Lestari terkekeh mengingat dirinya di masa lalu dan melihat sifat menantunya.
“ Dih, ibu. Masak cantik – cantik di samain sama ibu – ibu penjual ikan di pasar. “ sahut Andhara.
“ Makanya, manggilnya bunda dong. “
“ Siap, bundaku sayang. “ jawab Andhara sambil membuka pintu kamar mandi.
“ Bunda masak apa ? “ tanyanya. Sudah tidak ada kecanggungan antara dirinya dan ibu mertua.
“ Nasi goreng. Si Julio nggak punya apa – apa di kulkas. Adanya Cuma bawang merah, bawang putih, sama telur. “ sahut bunda.
“ Baunya sedep banget, bunda. “ sahut Andhara menghirupi aroma nasi goreng yang masih di korek oleh bunda Lestari.
“ Maaf bunda. Dhara nggak bisa masak. Bunda kayaknya salah deh pilih menantu. “ sendunya, tapi setelah itu, ia malah cecengiran.
“ Bicara apa sih anak gadis bunda ? Kan memang kamu masih sekolah. Bunda yakin, ke depannya Dhara pasti akan jadi istri dan menantu membanggakan buat ayah, bunda, juga Julio. “ sahut bunda sambil mengelus rambut Andhara.
“ Nanti tiap pulang sekolah, Dhara janji, mau minta di ajarin sama emak buat masak. Kalau mau minta bunda ajarin, kejauhan. Capek di jalan. Gempor pan_tat Dhara naik motor ke kota sebelah. “ kekeh Dhara.
Ceklek
Terdengar pintu depan terbuka. “ Siapa ya bund, pagi – pagi datang ke rumah ? “ tanya Andhara. “ Dhara lihat dulu lah ke depan. “ tanpa menunggu jawaban dari ibu mertuanya, Andhara berjalan ke depan sambil mengalungkan handuknya ke leher.
Glek
Saliva Andhara meluncur begitu saja ke tenggorokan saat melihat pemandangan liar di pagi harinya. Sesosok tampan baru saja masuk dengan wajah di aliri keringat, dan percayalah padaku semuanya epribadeh… He looks so seksehhhh… And cool… Lengan berototnya juga basah karena keringat.
“ Pak dokter darimana ? Kok Dhara nggak di bangunin ? “ tanyanya menghilangkan kegugupannya.
“ Habis lari pagi. Di sini nggak ada treadmil buat olahraga, jadinya abang tiap pagi pasti lari pagi keliling kompleks. “ jawab Julio sambil menyeka keringatnya dengan handuk yang berada di leher Andhara.
“ Dih, pak dokter !! “ pekik Andhara. “ Handuk Dhara ini. Kok di pakai buat lap keringat sih. “ gerutunya.
“ Handuk kamu kan juga handuk abang. Apapun milik kamu, semuanya juga milik abang. Dan apapun milik abang, juga milik kamu semuanya. “ Duh, boleh nggak sih kalau Dhara blushing ??
“ Pak dokter tiap pagi lari pagi sambil pakai baju kayak gini ? “ tanya Andhara memperhatikan penampilan Julio yang memang terlalu terlihat so hot pagi – pagi.
“ Iya. Kenapa ? Ada yang salah ? “ tanya Julio sambil memperhatikan pakaiannya.
“ Mau godain ibu – ibu ahli ghibah apa? Apa sengaja biar ibu – ibu sama wanita se kampung Bojong Burut berteriak histeris melihat penampilan hot pak dokter? “ gumamnya kesal sambil meninggalkan Julio yang malah tersenyum mendengar gumaman Andhara.
“ Masak iya tubuhnya di sodakohin ? Sodakoh mata ? Kok gue nggak rela ya. Yang ada, sodakoh tuh beras, gula, duit ... Kalau tubuh yang di sodakohin, jatuhnya riba. Haram hukumnya. “ lanjutnya dan Julio makin melebarkan senyumannya sambil mengikuti langkah Andhara dari belakang.
Bersambung
masih aktif kah di NT?
cowok gak ada komitmen & batasan Julio itu
coba kalau dhara yang kayak gt, pasti gak bakal terima
ketawa terus baca nya thor.../Joyful/