NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detak yang tak terkendali

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Yura dan pria itu berhenti di area parkir karyawan. Mesin vespa dimatikan, menyisakan dengung pendek sebelum sunyi kembali menguasai pagi.

Yura turun lebih dulu. Ia membuka helm, rambutnya sedikit berantakan, lalu tersenyum kecil.

"Oh ya, terima kasih atas tumpangannya."

Pria itu ikut turun sambil menerima helm dari tangan Yura. Gerakannya santai, wajahnya terbuka dan ramah. "Aku juga berterima kasih karena kau mau membantuku sampai sini." ia mengulurkan tangan. "Perkenalkan, namaku Leordinal. Panggil saja Leo."

Tanpa ragu, Yura menyambut uluran itu.

"Kenalkan, namaku Yura Elowen."

Belum sempat mereka menarik tangan masing-masing, sebuah deheman terdengar jelas di udara.

Yura dan Leo menoleh hampir bersamaan.

Alexa berdiri tak jauh dari mereka. Wajahnya dingin seperti biasa, sikapnya tegak, dan tatapannya jatuh tepat pada tangan Yura yang masih bersentuhan dengan tangan Leo.

Hanya sepersekian detik, namun cukup lama untuk membuat keduanya refleks melepaskan pegangan.

"Selamat pagi, Pak," ucap Yura cepat. Ia membungkuk sedikit, lalu menoleh ke Leo yang tampak semakin bingung.

"Oh, ini, Pak. Dia karyawan baru kita."

Alexa melirik Leo sekilas, lalu kembali menatap Yura. "Apa kau lupa," ucapnya datar, "Sepasang kekasih, terlebih yang memiliki ikatan pernikahan, dilarang bekerja bersama di sini. Salah satu dari kalian harus memilih. Kita bicarakan nanti. Pagi ini aku sangat sibuk."

Tanpa menunggu reaksi, Alexa melangkah melewati mereka.

Ada sesuatu dalam langkahnya yang kaku, seolah perasaannya tertahan rapi di balik kontrol yang dipaksakan.

Yura terdiam sesaat, lalu panik. "Bukan Pak, tunggu sebentar!" ia bergegas mengejar, meninggalkan Leo yang masih berdiri dengan ekspresi tak paham.

Alexa menghentikan langkahnya ketika Yura berdiri di hadapannya, kedua tangannya terbentang refleks, seolah takut bosnya pergi sebelum mendengar penjelasan.

"Pak, saya dengannya tidak memiliki ikatan apa pun. Apalagi kekasih. Tapi—"

"Saya tidak peduli," potong Alexa dingin, hendak melangkah lagi.

Yura kembali menghalangi, kali ini dengan napas sedikit tersengal. "Pak, tadi saya di halte ketinggalan bus. Lalu Leo datang dan bertanya soal alamat karena dia tidak tahu jalan. Kebetulan tujuan kami sama. Kami juga baru saja berkenalan. Anda salah sangka."

Mata Alexa melebar tipis. Ada sesuatu yang mengendur dadanya, cepat namun nyata. Kelegaan itu muncul tanpa izin, dan sama cepatnya ia menekannya kembali, menutupinya rapat agar tak terbaca.

Yura melirik ke arah Leo, memberi isyarat dengan tatapan agar pria itu mendekat.

Leo pun menghampiri, sedikit canggung, lalu menunduk sopan. "Maaf, Pak. Saya benar-benar tidak mengenal siapa pun di sini. Saya orang baru dan salah alamat. Benar seperti kata Nona ini, kami bertemu di halte. Semuanya hanya kebetulan."

Alexa menatapnya beberapa detik.

Lalu sebuah senyum sangat tipis muncul di sudut bibirnya. Hampir tak terlihat, namun cukup tajam untuk membuat Leo menyadarinya.

Berbeda dengan Yura, yang justru semakin tegang melihat ekspresi itu.

"Silakan temui HRD," ucap Alexa akhirnya. Pandangan itu lalu beralih ke Yura.

"Dan kau… menghalangi jalanku."

Yura langsung menyingkir. "Maaf, Pak."

Alexa melanjutkan langkahnya, meninggalkan mereka tanpa menoleh lagi. Namun garis bibirnya tetap sedikit terangkat, senyum kecil yang tidak sepenuhnya ia pahami, dan terus ia lawan.

Yura menghembuskan napas panjang.

"Selamat…," gumamnya lirih, entah ditujukan pada dirinya sendiri atau situasi yang nyaris menjatuhkannya.

Leo menoleh Yura, alisnya berkerut.

"Itu barusan… bos besar, kan?"

Yura mengangguk pelan.

Leo kembali menatap ke arah punggung Alexa yang menjauh, rasa penasaran jelas tertinggal di wajahnya.

Ada sesuatu yang janggal, sesuatu yang tidak sekadar salah paham biasa.

Dan entah mengapa, perasaan itu membuatnya tertarik.

Yura mengusap wajahnya singkat, seolah ingin memastikan dirinya benar-benar sudah selamat dari bencana pagi ini. Ia lalu menoleh ke Leo. "Mari, aku bawa kau ke ruangan HRD," ucapnya.

Leo tersenyum, mengangguk ringan. "Baik. Terima kasih."

Mereka berjalan berdampingan. Langkah Yura masih sedikit terburu-buru, sementara Leo justru tampak santai, matanya sesekali menyapu sekeliling dengan rasa ingin tahu khas orang baru.

"Apa Pak Bos memang selalu setegas itu?" Leo membuka suara pelan.

Yura terkekeh kering. "Itu malah versi paling ramahnya."

Leo tertawa kecil, tak yakin apakah Yura bercanda atau justru serius. "Aku hampir berpikir aku langsung melakukan kesalahan besar di hari pertama."

"Kau tidak salah apa-apa," jawab Yura cepat. "Dia cuma… tidak suka hal-hal yang terasa ambigu."

Leo meliriknya sekilas. "Termasuk kebetulan?"

Yura terdiam sejenak, lalu mengangkat bahu. "Terutama kebetulan."

Mereka berhenti di depan lift khusus karyawan. Pintu logamnya masih tertutup, lampu indikator menyala redup. Yura menekan tombol, lalu berdiri dengan tangan terlipat di depan tubuhnya, berusaha menenangkan diri.

Pintu lift terbuka dengan bunyi dengung pelan. Mereka masuk. Ruangannya sempit, dindingnya dilapisi baja kusam yang memantulkan bayangan samar. Hanya ada mereka berdua.

Keheningan jatuh singkat.

Leo melirik pantulan mereka di dinding lift. "Kalau boleh jujur," katanya pelan, "Aku merasa sepertinya dia tidak hanya salah paham."

Jantung Yura berdegup sedikit lebih cepat. "Maksudmu?"

Leo menggeleng kecil. "Entahlah. Tatapannya ke arahmu… berbeda."

Lift berhenti. Pintu terbuka sebelum Yura sempat menjawab.

Mereka melangkah keluar menuju koridor karyawan yang lebih sepi. Di ujung lorong, sebuah ruangan dengan papan nama kaca buram bertuliskan HRD terlihat jelas.

"Itu," kata Yura sambil menunjuk. "HRD."

Leo berhenti sejenak sebelum masuk. Ia menoleh kembali pada Yura, senyumnya lebih tulus kali ini. "Apa pun yang terjadi nanti, terima kasih sudah menolongku."

Yura membalas dengan senyum tipis. "Sama-sama. Semoga hari pertamamu tidak seburuk yang kau bayangkan."

Leo mengangguk, lalu melangkah masuk ke ruangan itu.

Yura tetap berdiri di luar beberapa detik lebih lama dari yang ia sadari. Pikirannya kembali pada ekspresi Alexa tadi.

"Kenapa aku harus menjelaskannya sejauh itu…" gumamnya pelan.

Sedangkan di lantai atas, di balik dinding kaca ruang kerjanya, Alexa berdiri memandang ke luar. Kota tetap bergerak seperti biasa, rapi, dingin, dan berjalan sesuai aturan yang selalu ia pahami.

Namun dirinya tidak.

Ada sesuatu di dadanya yang sulit ia kendalikan. Irama jantungnya berantakan, berdetak terlalu cepat, terlalu keras, seolah menolak tunduk pada logika yang selama ini ia banggakan.

Alexa mengerutkan kening, napasnya tertahan sesaat, lalu terlepas perlahan, mencoba menenangkan diri dengan cara yang biasa ia lakukan.

Gagal.

Tangannya mengepal pelan di sisi tubuh. Ia menyadari satu hal yang membuatnya semakin gelisah, ia tidak sepenuhnya mampu mengontrol sikapnya sendiri.

Reaksinya tadi, tatapannya, bahkan keputusan yang ia ambil, semuanya terasa… melenceng.

Alexa menutup mata sejenak.

Ia tidak tahu harus melakukan apa dengan jantung yang berdetak tak beraturan ini.

Tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan kendali yang biasanya selalu berada dalam genggamannya.

Satu nama yang terus melintas, datang tanpa ia undang, namun menetap dengan keras kepala.

Yura.

Kesadaran itu membuat Alexa membuka matanya kembali. Tatapannya menajam, bukan pada kota di luar sana, melainkan pada dirinya sendiri.

Dan ia menyadari, kebingungan ini jauh lebih berbahaya daripada kebetulan apa pun.

1
Eva Karmita
ya Tuhan Alexa mulutmu ngk ada romantis"nya selalu saja nyelekit bikin sakit hati.... hayoo tanggung jawab tu di Yura sampai berdarah mulai luka tak kasat mata sampai luka yg benar nyata 💔💔🥺😏
IG : Gledekzz97
Like dan komentarnya jangan lupa ya manteman. Soalnya saya butuh semangat🥰🙏
ari sachio
ASTOGE NAGEEEE....SARAP EMANG NI MAKLUK ATU.KELAINAN PARAHBEMANG.....tp seru juga nich klo rose berubh haluan mengejar alexsa d membuang rendra si b**** .
ak g sabar rose kebuka topengy d dipermalukan alexsa....dan....rendra ahhhh....mgkn akn lbh dr menyesal mgkn..
untung dr awal alexsa sdh pernah melihat rose dg rendra
Eva Karmita
dasar teman setan ngk punya otak kamu Rose 👊 ku tunggu penyesalan mu Rendra yg udah berpikir tentang Yura yg tidak"
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Makasih, Mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
astaga Yura tu babang Alexa merasa kan apa yg kamu umpat kan untuk nya 🤣🤣🤣🤣
IG : Gledekzz97: uummhh🤣
total 1 replies
Eva Karmita
bela terus Ren ibu dari calon anak" mu itu hingga suatu hari nanti kamu tau seperti apa sikap wanita yang kamu cintai itu keluar busuknya dan saat itu baru penyesalan mu sia" ...
ari sachio
ohhh ternyata rani dah tau klo rose asliny kek bunga bangkai....tp tenang aj...alexsa g sebodoh it di manipulasi oleh bunga bangkai berwujud mawar indah berseri sepanjah hari. y g thor....🤭
ari sachio: klo g tau y dikasih taulah thorrr 😁😁😁😁
total 2 replies
Eva Karmita
otww menuju halal ini 🥰😅
IG : Gledekzz97: Maaf mak, kehabisan🙏😁
total 3 replies
ari sachio
kannn....kannnn....benerrrr .....kannnn....yura kesamber doble gledeks beneran...othor sihhh....ayo yur....saber balik othory....pagi2 bangun tidur dikasih durian runtuh tp jatuhny ke kepala....peningy g ilang2 ke bauny y yur😅😅😅😅
ari sachio: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 2 replies
IG : Gledekzz97
bantu like² ya kakak-kakak, terimakasih🙏
ari sachio
sepertinya akan ada pernikahan alexsa d yura deket2 ini.kira2 yura gmn y klo bosy nekad😁😁😁
IG : Gledekzz97: 🤣🤣🤣ampun dah..
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: 💪💪 semangat
total 1 replies
Eva Karmita
luka tapi tak berdarah ....💔💔
tega ya kamu Rose kamu dukung kamu kasih support Yuna dgn ide" gilamu se-olah" kamu sahabat yg terbaik yg mendukung Yuna dan tidak tahunya kamu lah musuh dalam selimut merendahkan diri Yuna dgn macam" cara dgn kedok kasihan dan tidak tega 😤😏 Rose kamu tu manusia paling munafik untuk apa berbohong demi apa Rose kalau kamu sendiri sering main kuda"an dgn Rendra 🤮😩 kamu jahat orang seperti mu tidak pantas disebut sahabat di depan so mendukung tapi di belakang menusuk hati sampai ke tulang" kejam 👊🥺
ari sachio
astogò....astogooooooo....ternyatahhhhh....lbh dr sakit y thor....g kebayang aku punya temen macam rose....mending ak lgsng tutup buku kubakar bukuny lari ke kamar beresin barangku minggat deh....jauh2 dr org2 it beserta tempa it.antara malu,bersalah d benci krn dibohongi.ku yakin tuklo di dunia nyata sakity g bkl ilang2 .krn merasa terhina tmn sndiri malah dgn santaiy menjerumuskan yura tuk jd pecalakor( perebut calon laki org d it tmn sdri)d it lg tmny mpe udh hamil trs yuray g taukrn g diksh tau ?......g nyangka y yur...ad temen yg bgtu....sungguh TERLALU.langsung RESIGN aj km jd tmn mereka g ush minta paklaring ke mereka🤭🤭🤭
IG : Gledekzz97: cusss, angkut💃💃
total 1 replies
ari sachio
yura mending km dpt bos km yg g pya pasangn drpd ama asisteny .dia it dah pya pasangn (temen km sdri) .km akn lbh sakit hati lg krn merasa bersalah ma tmn km klo km terus perjuangin cintamu yg bertepuk seblh tgn itu.jelas2 laki2 yg km suka itu g ada rasa ama km yur
ari sachio
pada dasarny emang alexsa udah ada rasa ama km cm .mksdy rasa tertarik d penasaran krna sikap km yg menurut dia hya km yg sprti it pdnya.jd menurutku pelet it sih g mempan ama alexsa.cm y dia biasany pake bau2an yg mehong tiba2 dpt wangi2an orang mnengh kebawah yg emang biasanya hanya dipake org tertentu aj jd ...menurut dia mgkn wangiy unik d bikin tenang😁😁😁😁.jd klo nanti isi botol it habis mgkn dia akn tetap seperti itu sikapny pdmu cantik...
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
ceritanya bagus semangat otor 💪🥰
IG : Gledekzz97: makasih mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Iya mak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!