Lavinia Xerxes pergi dari Inggris menuju ke Amerika untuk mencari kakaknya yang tak ada kabar selama sebulan lamanya.
Hal itu membuat dirinya tinggal di apartemen sang kakak yang ditinggalinya bersama teman sekamarnya yaitu Rocco Robert yang sebenarnya adalah pemilik asli apartemen itu.
JANGAN LUPA FOLLOW
INSTAGRAM @ZARIN.VIOLETTA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
LAVCO 32
Lavia dan Rocco telah tiba di apartemen dan Lavia keluar terlebih dulu dan mobil.
Rocco mengikutinya dari belakang. Raut wajah Lavia terlihat seakan masih kesal pada Rocco dan mencebik sepanjang mereka naik ke atas.
TING ...
Pintu lift terbuka dan ketika akan keluar mereka melihat Maryla yang sepertinya baru dari apartemen Rocco.
"Ada apa kau kemari?" tanya Lavia yang sudah kesal dan semakin ketika melihat wanita culas itu di depannya.
"Aku bukan ingin bertemu denganmu kemari, tali bertemu Rocco," jawab Maryla.
Rocco dan Lavia keluar dari lift bersama.
"Ada apa Maryla?" tanya Rocco.
"Ini untukmu," jawab Maryla dan memberikan sebuah tas karton besar pada Rocco.
"Apa ini?" tanya Rocco.
"Happy birthday, Rocco. Ini sudah jam 12 malam jadi aki kemari untuk memberikan ini padamu," kata Maryla tersenyum pada Rocco meskipun dia tahu akan mendapat reaksi yang tak menyenangkan dari Rocco nantinya.
"Wajahmu terbuat dari apa, Maryla?" sahut Lavia dan kembali berjalan.
"Bisakah kau berhenti melalukan ini, Maryla? Bukankah aku sudah bilang aku tak akan pernah membalas perasaanmu? Please, jangan membuatnya semakin rumit dan jangan mempermalukan dirimu sendiri. Aku tak bisa menerima hadiahmu," jawab Rocco dan berjalan menjauhi Maryla.
"Rocco!! Hanya aku yang begitu tulus mencintaimu. Dan Lavia sama sekali tak layak berada di sampingmu. Dia hanya wanita licik yang memanfaatkanmu saja. Aku sudah tahu semuanya dari Sammy," ucap Maryla.
Lavia yang tadinya mau masuk ke dalam apartemen akhirnya menghentikan langkahnya.
Dia menoleh pada Maryla dan kemudian mendekatinya.
"Kau berani mengusikku, Bittchh???" ucap Lavia sedikit berteriak.
Rocco menahan perut Lavia dan mengangkatnya ke dalam.
"Lepaskan aku, Rocco!! Aku ingin *******-***** bibir pedasnya itu!!" marah Lavia dan mencoba melepaskan tangan Rocco yang melingkar di perutnya.
"Pergilah, Maryla. Jangan membuat keributan di sini," ucap Rocco tegas.
"Aku tak akan membiarkanmu menikah dengan wanita yang salah, Rocco," sahut Maryla.
"Pergi dari sini atau aku akan memecatmu!!" kata Rocco dengan nada marah.
"Kau akan menangis darah melihatku menikah dengan Rocco, Maryla. Tunggu saja!!" teriak Lavia kesal.
"Oh God ..." gumam Rocco yang puisng dengan keributan antar wanita ini.
Rocco masuk ke dalam dan membawa Lavia yang masih di angkat dengan satu tangannya.
Maryla melempar hadiah untuk Rocco itu dengan marah. Dia begitu marah melihat Rocco yang begitu melindungi Lavia meskioun tahu akal busuk Lavia mendekatinya.
*
Rocco menurunkam tubuh Lavia begitu mereka sampai di dalam apartemen.
"Seharusnya kau membiarkanku menghajarnya. Dia selalu mencari masalah denganku dan kini dia sudah berani menyebut Sammy di depanku. Sampai kapan kau akan mempertahankan dia di perusahaanmu??" marah Lavia.
"Aku tak pernah mencampur adukkan masalah pekerjaan dan pribadi," jawab Rocco tenang.
"Tapi dia sudah sangat mengganggu, Rocco!! Dengarkan aku!! Sekali lagi dia mencari masalah denganku, maka aku tak segan-segan bertindak brutal padanya seperti yang kulakukan pada Becca. Kau mau mengusirku setelah itu? I don't care!!" ucap Lavia dengan nada marahnya.
Lalu Lavia berbalik menuju kamarnya. Tiba-tiba dia berhenti melangkah dan membuka coat Rocco kemudian melemparkannya pada Rocco.
Lavia berjalan kembali menuju kamarnya dan membanting pintunya karena kesal.
Di balik pintu kamarnya, Lavia mengatur emosinya yang mulai meninggi.
"Kau harus tenang, Lavia. Tenang ... tenang ... Ya, kau harus tenang," gumamnya berbisik.