NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekerja Sama

Dua minggu sudah sejak kejadian peledakan rumah Revaldi, sampai saat ini belum ada pergerakan apapun. Anak buah Dariush pun masih terus memantau Revaldi dan keluarganya.

"Good girl... Tembakan mu lebih hebat dari ku!" Ucap Luca yang masih mengajari Bella menembak.

"Huft! Melelahkan juga." Keluh Bella.

Hubungan Bella dan Luca semakin dekat sebagai sahabat. Dariush pun mengajarinya sesekali jika ia sudah menyelesai kan urusannya.

"Babe, istirahat dulu. Kasihan anak ku." Ucap Dariush sambil menggendong istrinya masuk ke dalam.

Luca mengikutinya dari belakang. "Untuk apa kau ikut hah?" Teriak Dariush.

"Ck... Aku tidak kau ajak istirahat juga hah?" Sahut Luca yang masih mematung di depan kamar Dariush.

Namun Dariush tak menanggapi ia membawa istrinya ke dalam. Saat Luca ingin masuk dengan Dariush membanting pintu kamarnya.

BRAK

"Astaga! Syalan kau!" Umpat Luca pada sahabatnya itu.

Sementara di dalam kamar Bella tertawa sumbang melihat tingkah suaminya dan Luca. "Nanti dokter akan memeriksa kandungan mu siang nanti." Ucap Dariush sambil menciumi perut istrinya yang sedikit membuncit di usia kandungan dua bulan.

"Iya sayang..."

Dariush menyiapkan obat dan vitamin untuk istrinya. Bella meminumnya di depan suaminya. Tangan Dariush membawa istrinya ke pangkuannya. Ia mendekapnya erat.

"Kenapa hmm?" Tanya Bella.

"Tetap di sampingku apapun yang terjadi." Tutur Dariush.

"Iya, memangnya aku mau kemana." Jawab Bella, ia semakin menelusupkan kepalanya di ceruk leher suaminya.

Tak lama ponsel Bella berdering, terlihat orang tuanya menghubunginya. Bergegas Bella menjawab panggilan itu. Dave dan Lorraine menanyakan kabar dirinya dan Dariush.

Lorraine sendiri bilang jika keadaan butik aman. Dave meminta Dariush membawa Bella pulang. Namun Dariush enggan. Menurutnya, jika Bella bersamanya keadaan akan lebih aman.

"Baiklah...tolong jaga anak ku." Ucap Dave.

"Oke daddy."

-

-

-

"Kita akan bertemu, Bell." Ucap Dylan.

Dylan tengah di dalam pesawat menuju Italy. Tekadnya membawa Bella pulang bersamanya sangat besar. Terlebih ia sudah tak sejalan dengan Revaldi.

Mungkin saat ini Dylan sudah berbalik akan menyerang Revaldi. Setelah menempuh waktu yang lama, akhirnya pesawat yang ditumpangi Dylan sampai di Italy.

Dylan bertemu temannya dan mencari info dimana Dariush tinggal. Tak menunggu waktu lagi Dylan bergegas menuju tempat Dariush.

"Kau yakin mau kesana?" Ucap Alex, temannya Dylan.

"Hmm, aku harus membawa Bella pulang. Dia akan selamat jika bersama ku!" Lirih Dylan.

"Sorry, tidak semudah itu kau membawa Bella. Dia istrinya tuan Dariush. Semua orang kenal dengan dia. Bahkan hampir lima puluh persen Dariush menguasai pasar Italy dengan bisnis raksasanya." Keluh Alex.

Dylan menyeringai kecil, ia merasa di remehkan oleh temannya ini. "Bukan begitu maksud ku, Dylan! Tapi di sini dia sangat berkuasa." Lanjut Alex.

"Akan ku lakukan segala cara untuk membawa Bella pulang. Aku tidak rela Bella hidup bersama iblis sepertinya." Geram Dylan dengan tatapan penuh kebencian.

"Hmm baiklah, aku tidak bisa bantu banyak! Perusahaan ku terikat dengan salah satu cabang perusahaan tuan Dariush. Sorry Dylan, tapi aku tidak bisa mengorbankan jerih payah ku karena menolong mu." Lirih Alex.

"Tidak masalah, Lex. Aku berterima kasih kau sudah banyak membantu ku menemukan dimana mereka tinggal. Sisanya biar menjadi urusan ku." Kata Dylan.

Alex pun mengangguk pelan. Mobil mereka sampai di wilayah komplek perumahan elite yang di huni oleh orang orang berpengaruh. Tentu penghuninya sangat terbatas.

Mata Dylan melihat sekeliling wilayah itu. Benar apa yang di katakan Alex tentang Dariush. Ketika mobil mereka akan memasuki lagi gerbang menuju rumah Dariush, di sana mereka harus di periksa oleh keamanan setempat.

Begitu ketat akses menuju rumah Dariush. Salah satu anak buah Dariush menghubungi boss-nya jika ada tamu yang datang.

"Tunggu di sini."

Pria itu masih bicara dengan Dariush. Yah! Karena Bella yang memohon, Dariush mengizinkan Dylan untuk masuk.

Mobil Dylan di antar oleh satu mobil lainnya ke dalam. Cukup jauh mereka masuk ke dalam. "Kapan kita sampai?" Tanya Dylan heran.

"Sebentar lagi...! Aku pernah kesini satu kali saat tuan Sean mengadakan party. Kau akan terpanah nanti ketika melihat rumah tuan Dariush." Ucap Alex dengan bangga.

"Ck... Tidak usah berlebihan, Lex. Masih banyak orang yang lebih kaya daripada dia." Sanggah Dylan.

"Yap betul, tapi dia_ah sudah lah kau lihat saja sendiri."

-

-

-

"Dylan..." Teriak Bella.

Dylan dan Alex sudah sampai di mansion nan megah itu. Bohong kalau Dylan tidak iri. Meskipun Dylan juga seorang pebisnis, tapi jika di bandingkan dengan Dariush, mungkin bisnisnya masih seujung kuku Dariush.

Bella berjalan cepat menghampiri Dylan. Sedangkan suaminya, Sean, Natasha dan Luca diam di tempat. Dariush memberikan kesempatan pada istrinya.

"Silahkan masuk." Ucap Fabio. Ia meminta pelayan membawakan koper Dylan.

"Kamu baik baik aja kan, Bell?" Tanya Dylan dengan cemas.

"Baik, ayo masuk." Bella menarik tangan Dylan melewati suaminya.

Dariush mengikutinya dari belakang walaupun hatinya dongkol sekali. Tapi ia mencoba mengalah demi istrinya. Karena istrinya sedari tadi memohon minta di pertemukan dengan Dylan.

Sesampainya di dalam ruang tamu nan mewah itu. Mereka semua duduk bersama. Tentunya Bella duduk di pinggir suaminya.

Alex tak bisa lama ia berpamitan pada Dariush dan Sean. "Ada apa kau kesini? Berani sekali kau menginjakkan kaki mu di rumah kami." Ucap Sean dengan sinis.

Natasha mencoba menahan suaminya agar tidak emosi. "Aku ingin menjemput Bella. Bersama ku dia akan aman." Jawab Dylan tanpa ragu.

Halis Dariush terangkat satu, ia mencerna omongan Dylan. "Aman?"

"Hmm, Revaldi. Aku sudah tahu semuanya. Bell, lebih baik kamu ikut aku! Nanti kit_"

"STOP! Bella istriku dan dia akan bersamaku! Kau tidak berhak mengatur apapun di sini." Ucap Dariush dengan tatapan mautnya.

Bella menelan salivanya saat mendengar suara berat suaminya. Jemarinya mengelus tangan suaminya agar bisa menahan emosinya.

"Sorry, Dylan! Aku tidak bisa! Aku ingi bersama suamiku." Lirih Bella.

"Kau tidak tuli kan istriku bilang apa!" Seringai Dariush.

Luca yang baru paham akhirnya angkat bicara. "Begini saja, jika kamu ingin melindungi Bella, lebih baik kamu bekerja sama dengan kami. Kita bisa latihan setiap hari."

"TIDAK!" Ucap Dariush dan Sean dengan spontan.

Dylan mau tak mau mengalah mungkin dengan cara ini ia bisa dekat lagi dengan Bella. Ia akan memikirkan cara supaya bisa membawa Bella dari sini.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!