NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Culun

Rahasia Si Gadis Culun

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:943.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: UQies

Menceritakan tentang seorang gadis bernama Rachelia Edward yang harus hidup dengan menyembunyikan identitasnya karena sebuah perselisihan yang dapat mengancam nyawanya.

Ketika ia berusia 19 tahun, terungkap fakta mengejutkan mengenai kematian orang tuanya. Dengan berbekal kemampuan IT yang ia miliki, Michel mulai menjalankan rencana balas dendamnya. Namun, di tengah rencana, Michel justru di pertemukan dengan Calvin Archer, pria yang berhasil mencuri hatinya, namun memiliki rahasia yang berhubungan dengan misi balas dendam Michel.

Lalu manakah yang akan di pilih Michel, cinta atau misi balas dendam?

Yuk baca cerita lengkapnya.

Sebelum baca jangan lupa subscribe/favorite, dan tinggalkan jejak like dan koment yah agar Authornya semangat 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 Siapa Mereka?

Sebelumnya di pagi hari.

Sudah 30 menit berlalu dan Franz hanya memandangi Michel dengan tatapan penuh tanda tanya.

Menyadari sejak tadi dirinya ditatap, Michel akhirnya menoleh ke arah Franz. "Apa yang kamu lihat sejak tadi Franz?"

"Aku merasa ada yag berbeda denganmu hari ini."

Michel mengambil cermin dari dalam tasnya dan melihat pantulan dirinya, "Nggak ada yang berbeda kok, semuanya sama saja,"

"Nggak Michel, kamu berbeda hari ini, selain kacamata bulatmu, semua yang ada padamu itu berbeda,"

Michel mulai menyadari bahwa penampilannya sejak kembali dari kantor Firma Hukum Dex tidak berubah selain kacamata hitam yang ia ganti dengan kacamata bulat khasnya.

"Oh, aku hanya mencoba gaya baru Franz, memangnya kenapa? aneh yah?"

"Tidak aneh, kamu tampak cantik, apalagi jika kamu melepas kacamata ini." Franz mengulurkan tangannya hendak melepas kacamata Michel, namun Michel langsung menahannya.

"Jangan coba-coba menyentuh kacamataku Franz," tegas Michel lalu kembali melihat ke arah komputernya.

"Oh, ehm, maaf Michel, aku nggak bermaksud." Franz menggaruk kepalanya yang tidak gatal merasa tidak enak.

"Hmm.." jawab Michel singkat.

Tak terasa jam kerja pun berakhir, Franz dan Michel berjalan bersama keluar dari gedung DA Group. Namun, Franz merasa heran sebab Michel berelok ke arah parkiran mobil. Tak lama setelah itu, Michel keluar dengan mengendarai mobil.

"Wah, setelah penampilanmu yang berubah, sekarang kamu membawa mobil yah, Michel," ujar Franz antusias.

"Iya, sekarang aku menggunakan mobil untuk bekerja karena aku pindah tempat tinggal," jawab Michel lirih.

Tiiit tiiit

"Hey Michel, aku tahu kamu menggunakan mobil sekarang, tapi ini bukan jalan nenekmu, minggir!" teriak Rena dari mobilnya yang ingin keluar dari gerbang perusahaan tapi terhalang oleh mobil Michel.

"Ck.. aku pergi dulu yah Franz, si nenek sihir sudah marah," decak Michel menyindir Rena.

"Hey, jangan mengumpatku, aku mendengarnya," sungut Rena.

"Baguslah kalau kamu mendengarnya, bye Franz." Michel pun akhirnya melajukan mobilya meninggalkan Franz.

Rena akhirnya bisa melewati jalan itu namun dengan muka masam karena ulah Michel. Franz yang melihatnya hanya bisa menahan tawa.

"Unik juga kamu Michel, culun tapi tidak bisa di tindas," lirih Franz lalu berjalan pulang ke rumahnya.

Sore ini, Michel mengendarai mobil dengan tenang, "ternyata ada juga untungnya aku berlatih membawa mobil saat di Amerika," gumamnya sembari menyalakan monitor di dashboard mobilnya. Ia ingin melihat kemana pergerakan Thomas setelah pulang dari kantor.

"Tunggu-tunggu, kenapa dia pergi ke tempat terpencil malam-malam begini?" gumam Michel saat melihat tanda alat pelacak Thomas yang bergerak ke tempat yang tidak ada rumah di sekitarnya. "Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, sebaiknya aku bersiap-siap," ucap Michel lalu mengambil beberapa barang dari laci mobilnya yang selalu ia siapkan lalu ia simpan di saku blazernya, yaitu stun gun, alat mematikan lampu dari jarak jauh dan serbuk fosfor yang menyala dalam gelap, sengaja ia mengambil barang-barang itu mengingat saat ini sudah malam, dan itu sangat berguna saat dalam keadaan terdesak.

Michel mulai melajukan mobilnya mengikuti arah alat pelacak Thomas, dan benar, alat pelacak Thomas masuk ke dalam hutan. Michel yang mengikutinya kini berhenti di jalan masuk ke sebuah hutan yang gelap. Melihat jaraknya yang tidak jauh dengan Thomas saat ini, Michel memutuskan untuk memarkir mobilnya di pinggir jalan yang tidak terlalu mencolok sehingga keberadaannya tidak ketahuan, tak lupa ia melepas kacamatanya lalu menggunakan topi dan masker.

Dan disinilah Michel sekarang, berada di balik jendela sambil melihat apa yang terjadi. Thomas dalam bahaya karena menjaga informasi Rachelia Edward, dan itu sudah cukup bagi Michel untuk yakin dengan orang kepercayaan ayahnya itu.

Saat melihat Thomas yang hampir dipukul oleh beberapa orang, Michel menggunakan alat yang ia buat sendiri untuk mematikan lampu dari jarak jauh. Melihat lampu yang sudah padam, Michel langsung melompat masuk melalui jendela dan menghajar para preman itu dengan bantuan bubuk fosfor yang ia bawa, setelah berhasil melawan preman itu, dengan cepat Michel melepas ikatan Thomas dan membawanya keluar dari rumah itu.

"Siapa kamu?" tanya Thomas mengikuti Michel yang berlari sambil menarik lengannya.

Michel terus berlari tanpa menghiraukan pertanyaan Thomas. Hingga mereka tiba di tempat Michel memarkir mobilnya.

"Aku tidak akan naik, sampai kau mengatakan siapa kau sebenarnya," tehas Thomas.

Michel kemudian membuka topi dan maskernya, "ini saya pak, Rachel, tolong sekarang naiklah cepat."

"Rachel? astaga kau berani sekali, sama seperti ayahmu," ujar Thomas sambil menaiki mobil Michel.

Michel lalu melajukan mobilnya kembali ke kota, namun belum jauh melaju, mobil Michel kini diikuti oleh beberapa mobil berwarna hitam dari belakang.

Dor dor

"Astaga Rachel, mereka mengejar dan menembak mobil kita!" seru Thomas agak panik.

"Tenang pak, sebaiknya bapak menunduk. sambil berpegangan kuat," saran Michel berusaha tenang, ini pertama kalinya ia membawa mobil dengan sangat cepat, apalagi saat ini ada mobil yang sedang mengejarnya dari belakang.

"Huft, tenanglah Michel, kamu pasti bisa," lirih Michel.

Dor dor

Michel berusaha menghindari tembakan dari para orang-orang Darold yang ia yakini bahwa mereka adalah kelompok mafia Black Wolf. Ia benar-benar terdesak saat ini, apalagi mobil para mafia tersebut semakin mendekat, bahkan mobil hitam mereka kini sudah berada tepat di samping mobil Michel. Seorang pria membuka kaca mobil mereka dan mengarahkan senjata kepada Michel, namun tiba-tiba pria itu justru tertembak.

Rupanya dari arah belakang, datang mobil berwarna merah yang jumlahnya lebih banyak dari mobil berwarna hitam. Pria yang berada dalam mobil merah tersebut menembak ke arah mobil para mafia Black Wolf yang berwarna hitam hingga mobil mereka berhenti tiba-tiba, bahkan sampai ada yang terguling-guling hingga meledak di pinggir jalan.

Setelah mengalahkan mobil kelompok mafia Black Wolf, kini mobil berwarna merah itu melaju melewati mobil Michel dan kini berhenti tepat di depan mobil Michel, sehingga Michel terpaksa harus menghentikan mobilnya.

"Kenapa lagi ini? siapa mereka?" batin Michel merasa heran dan takut dalam waktu yang bersamaan.

-Bersambung-

1
christin novip
Setting cerita awal di indonesia kan ya ?
Jarak tempuh indonesia ke washington dc itu setau saya sekitar 23jam. Apa iya, indonesia washington cuma 14jam ? hanya koreksi aja sih ..maaf ya 🙏
Shee_👚
jangan pelit² suara morgan tar di tikung orang lagi😂😂😂
Shee_👚
pada hal q mendukung sama abang morgan
Shee_👚
Frans anak Damon ini
Shee_👚
jangan² si franz anaknya Donald
Omah Tien
bihung ya anak nya baik bapak nya jahat
Omah Tien
harus nya semua di kasi belajar menebak pedang ini dr kecil cuma belajar gitu aja 4 orang aja hampir g bisa payah cumatau iti aja
Omah Tien
bdoh nya ko semua orang di ks tau umur nua bego
Omah Tien
jd malas baca nya
Omah Tien
serem ketemu anak musuh g enak kalau pacaran sm anak musuh
Toko Arezky cianjur
seru nih
Eskael Evol
apakah Marie seorang mafia
Eskael Evol
syukur lah penantian Calvin berubah manis
Eskael Evol
wah! papa Edward kocak juga
Eskael Evol
syukur lah ahirnya runtuh juga tembok penghalang
Eskael Evol
keren thor good job👍🙏❤💪
Eskael Evol
sabar ya babang Morgan
Eskael Evol
Calvin selalu di garda terdepan
Eskael Evol
waduh kabur penjahatnya
Eskael Evol
mampukah Calvin mengambil hati Edward
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!