NovelToon NovelToon
ELEANOR

ELEANOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Haruskah cinta dan pernikahan yang diberikan sahabatnya, ia kembalikan?

Ini gila!
cinta dan pernikahan yang Elea jaga untuk Radjendra dan demi amanah yang diberikan sahabatnya, Erika. justru malah dihancurkan oleh Erika sendiri.

Apa yang harus Elea lakukan?
Haruskah ia kembalikan cinta dan pernikahan itu?
Atau ia harus mempertahankannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginginkanmu.

Kedua tangan Elea mengepal, tak tahan rasanya mendengar kalimat yang diucapkan oleh suaminya. Kalimat berupa paksaan yang dilakukan tanpa perasaan, ia anggap apa dirinya itu?

Tawa getir terlukis dibibirnya, sabarnya sudah berada diambang batas. Ia tak ingin anaknya nanti mengalami hal serupa seperti kakak-kakaknya, diabaikan tanpa rasa peduli secuil pun. Masih jelas ingatannya tentang masa itu, bagaimana suminya memperlakukannya meski baru melahirkan anaknya.

"Kenapa tak melakukannya dengan perempuan lain?" ujar Elea membalikkan badan, menatap suaminya dengan senyum yang getir.

"Mana mungkin, kamu jangan ngada-ngada," elak Rajendra membela diri, ia telan ludahnya yang paham akan maksud istrinya itu.

"Istri aku itu cuma kamu," sambung lelaki itu.

"Cih, istri sah memang satu tapi wanitamu banyak. Iya kan?" sindir Elea dengan sorot mata yang menusuk, ia sudah tak bisa lagi berpikir untuk memendamnya.

Disini Rajendra yakin bahwa istrinya itu sudah tahu, jika tidak mana mungkin bicara begitu. Ia melangkah mendekati Elea, ia tarik tangan wanita itu namun segera dilepaskan dengan kasar.

"Kamu kenapa, sih?" tanya Rajendra dengan polos, pura-pura tak tahu apapun padahal ia mengerti hanya saja tak ingin mengaku saat ini.

"Kenapa? Kamu tanya kenapa? Padahal kamu tahu alasannya, gak usah pura-pura," ujar Elea yang kemudian pergi meninggalkan Rajendra.

"Elea!" panggil Rajendra ingin menghentikannya, namun istrinya tetap pergi juga.

Rajendra mengepalkan tangannya, tangannya melayang memukul angin seolah menghajar sesuatu yang membuatnya marah. Ingin meluapkannya tapi itu hanya akan memperparah keadaan, Elea sudah berbeda bukan istrinya yang patuh dan penurut seperti dulu.

Elea berjalan cepat, meninggalkan kamar itu dan turun lewat tangga bukan lift. Dengan tangis yang tertahan, ia masuk kedalam kamarnya, menguncinya dan mengurung dirinya. Didepan pintu yang tertutup rapat, tubuhnya luruh juga dan ia pun menangis pelan.

^

Rajendra makan malam sendirian, meja yang berisi makanan yang begitu menggugah selera terlihat pahit baginya, tak ada nafsu sama sekali otaknya terus berkelana memikirkan sikap istrinya. Ia melihat kursi kosong yang biasanya ada Elea disana, yang selalu menyiapkan makanan untuknya dan tersenyum padanya walau selalu dia perlakukan buruk.

Dia memang kejam, tak mengerti perasaan istrinya. Namun ia bingung, apakah Elea menyukainya?

Jika iya, artinya ia sudah melukai hatinya. Tentu yang namanya perselingkuhan itu tak bisa dimaafkan, sakitnya pun tak mudah untuk disembuhkan. Ia tahu betul, karena ayahnya pun sama.

Sikapnya aneh yang membuatnya kesal dan bingung sekaligus, ia paham perasaan Elea yang mungkin menginginkan rumah tangga yang bahagia.

Namun, ia sendiri malah menghancurkannya.

"Dimana Elea?" tanya Rajendra melirik pada bi Halim yang ada dibelakangnya.

"Nona dikamarnya, tuan. Apa harus saya panggil?" jawab bi Halim segera, dengan badan sedikit membungkuk dengan nada sopan dan lembut.

"Tak perlu, biar aku saja." ujar Rajendra yang beranjak dari kursi makannya.

Lelaki itu berjalan menuju lantai dua dimana ia naik menggunakan lift, lantai yang menjadi tempat kamar kenangan itu.

Tok tok tok

"Sebentar!" sahutan dari dalam yang tentunya suara Elea.

Klek

Saat pintu terbuka Rajendra segera masuk, ia yakin istrinya itu tak akan memberikan ijin untuknya masuk. Jadi ia harus bergerak cepat, sebelum pintu itu tertutup rapat kembali.

Tanpa melihat Elea dan justru malah melangkah ke dalam lebih jauh dari pintu, ia membelakangi Elea yang sudah pasti bermuka masam.

"Kamu ngapain kesini?" tanya Elea dengan nada tak suka, benar kan apa yang dipikiran Rajendra.

"Kamu gak mau makan malam kan, jadi aku kemari untuk memaksa istriku untuk makan ma—" perkataan Rajendra mendadak berhenti, saat ia membalikkan badan menatap istrinya.

Bagaimana tak terdiam?

Elea hanya memakai handuk sampai dada dan diatas lutut, ukuran pas yang biasa disebut wanita seksi. Apalagi kulit putih mulusnya itu begitu kontras dengan warna handuk. Kepalanya pun dibungkus handuk kecil, sehingga leher jenjangnya terlihat jelas mencuci mata Rajendra.

"Sial! Kenapa dia begitu seksi?" gumam Rajendra dengan pikiran mesumnya.

Ia tatap dari atas sampai bawah, 10 tahun menikah baru kali ini melihat istrinya memakai handuk begitu. Biasanya kan pakai kimono handuk, jadi tak begitu terlihat.

Benjolan dileher Rajendra bergerak naik turun, keinginan untuk bercinta kembali merongrongnya. Ini aneh, bahkan saat Erika menampakkan keseksiannya ia tak begitu bernafsu. Namun pada Elea, hasratnya mendadak tinggi dan ia harus kuat menahannya.

Ditambah bayang-bayang masa lalu kala bikin si kembar, masih begitu jelas rasanya hanya melihat keseksian Elea.

"Ka–kamu baru mandi?" tanya Rajendra membulatkan matanya dan tergagap, sayang untuk dibuang. Pemandangannya sungguh menggairahkan.

"Iya, pak Rajendra terhormat. Jadi, bisakah anda keluar dari kamar saya!" usir Elea sembari merentangkan tangan kanannya ke arah pintu.

Rajendra memangku tangannya, sikap istrinya ini benar-benar jelas membencinya. Ia tak memilih pergi dan malah duduk disofa panjang dekat ranjang.

"Kalau mau pake baju, ya pake aja. Aku sudah bilang, aku sudah pernah melihat tubuhmu kan, itu pun tak membuatku menginginkanmu," kata Rajendra dengan munafik.

Elea berdecak makin kesal, tak menginginkannya katanya. Ia benar-benar tak berarti dimata pria itu. ia pun memilih membiarkannya pada akhirnya, diusir pun malah makin menyebalkan dan mengelak.

Ia memakai pakaian tepat didepan Rajendra yang melihatnya tanpa berkedip sedetik pun, hanya memakai dress malam yang berbahan satin dengan model kemeja pendek dan celana pendeknya.

Tiap lekuk tubuh Elea begitu jelas terlihat, sampai membuat Rajendra tak bisa mengalihkan pandangannya. Dari memakai dalaman, hingga pakaian lengkap semuanya begitu detail lelaki itu rekam dalam otaknya. Padahal itu dari belakang, bagaimana jika dilihat dari depan, tentu buah melonnya terlihat jelas.

Bayang-bayang malam pertama pun mulai mengitari pikiran dan matanya, saat Elea masih patuh padanya dan sebelum Erika datang mendekatinya. Kenikmatan bercinta membuatnya mabuk kepayang dalam sekejap pada seorang wanita bernama Eleanor.

"Ele, Mari bercinta!" tanpa sadar ucapan itu terucap dibibir Rajendra.

Elea membalikkan badannya, ia tersenyum getir mendengar ucapan itu.

"Sudah ku bilang aku tak mau, kamu bisa lakukan itu dengan wanita lain," tegas Elea pada pendiriannya, bahwa ia tak ingin dijajah lagi oleh Rajendra.

Tapi lelaki itu sudah diambang tak bisa menahannya, ia mendekati Elea dan menarik tangannya untuk dia peluk. Ada getaran aneh yang mengarahkannya pada tindakan itu, entahlah Rajendra tak mengerti. Mengapa ia begitu lemah didepan Elea?

"Lepas! Kamu mau perkosa aku, iya?" Elea meronta-ronta didalam dekapan suaminya, ia merasa jijik apalagi Rajendra juga pasti melakukan itu dengan Erika. Tidak! Ia tak mau berbagi hati dan juga tubuh.

Ia tak sanggup untuk menjadi istri pertama, ia hanya ingin menjadi satu-satunya. Ide kasar pun terlintas, ia tekuk lututnya dan ia hantam bagian tengah paha pria yang mendekapnya dengan paksa.

"Ahh!" ringis Rajendra melepaskan Elea dan menyentuh burung yang menjadi korban keganasan istrinya.

"Kamu, Elea!" geram Rajendra yang tertahan, masih dengan berusaha menahan sakitnya pukulan garang istrinya.

Elea membersihkan kedua tangannya dengan menepuk kedua tangannya, "Rasakan! Pria sepertimu gak pantas dipuaskan," kesal Elea.

Rajendra tak mau kalah, setelah rasa sakitnya mereda ia kembali menyerang Elea. Ia menarik tangannya dan menghempaskan tubuh istrinya ke atas ranjang, seketika wanita itu meringis dan ketakutan.

Wajah galak Rajendra keluar, menatapnya dengan penuh api yang menggebu tapi bukan marah. Itu adalah keinginannya yang sudah diambang puncak.

"Kamu mau apa?" tanya Elea memundurkan badannya menghindari suaminya, ia mulai terisak memikirkan nasibnya jika ia berhasil disetubuhi dan hamil anak Rajendra lagi, maka hancurlah semuanya.

Rajendra mendekatinya, ia menindih tubuhnya dan menggenggam kedua tangan Elea.

"Jangan Rendra! Aku belum siap," ucap Elea mulai meneteskan air matanya, ia meronta-ronta untuk melepaskan diri tapi semua sia-sia hanya lelah yang melemaskan badannya saja yang ada.

Namun pria itu tak peduli, ia sudah gila sekarang dan ingin membalasnya. Wajahnya bahkan sudah menyentuh lembut dileher istrinya, memberi ciuman dan cap merah disana. Ia juga menikmati aroma tubuh istrinya yang semerbak sabun mandi beraroma peach.

"Kenapa kamu tak panggil aku Jendra? Panggil aku dengan nama itu," pinta Rajendra dengan paksa, ia ke ataskan kedua tangan Elea dan ia genggam kuat oleh satu tangan.

Sementara tangan satunya, ia membuka kancing paling atas dan berhasil membukanya. Elea menangis, ia tak ingin semua ini terjadi.

"Itu nama panggilan dari Erika, aku tak mau kamu samakan aku dengannya," ucap Elea ditengah isakannya.

Disaat Rajendra ingin membuka kancing kedua, gangguan terdengar membuatnya sebal.

"Tuan, Nona!" suara bi Halim mengejutkan keduanya, hingga mereka sama-sama melihat ke arah pintu yang berada tepat disamping ranjang namun masih berjarak.

"Oh, Astaga!" bi Halim menutup mukanya segera.

Lihat apa bi Halim?😂

1
Erda Erda
jangan pisah lah semoga
Erda Erda
galau kalau pisah apa kah bisa baca
Dew666
❤️‍🩹🏆
Erda Erda
kejar cinta isteri sampai dapat demi anak hilang kan ego mu ..😍
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
🌀 SãñõõR 💞
mantulll kakak
🌀 SãñõõR 💞
kita simak terus kaka sampe tamat😍👍
🌀 SãñõõR 💞
do'ain aja kak😍
Erda Erda
semoga gk pisah ..
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Erda Erda
apa kah .pisah nantik semoga gk ..kasihan anak ya
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
🌀 SãñõõR 💞
maaf othor telat update, soalnya lupa... 🙏
Erny Su
Aku sampai kesulitan bernapas ingin rasanya ikut tauran dan membantai wanita jalang itu 😄🤣
🌀 SãñõõR 💞: ya ampun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
🌀 SãñõõR 💞: makasih
total 1 replies
🌀 SãñõõR 💞
hai juga... makasih kakak Erni😍😍🙏
Erny Su: sama-sama
total 1 replies
Erny Su
Hai aku mampir... semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!