NovelToon NovelToon
Pedang Pembasmi Iblis

Pedang Pembasmi Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Balas Dendam
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: FAUZAL LAZI

Han Chuan adalah seorang anak desa yang ceria dan penuh semangat. Ia menghabiskan hari-harinya dengan melukis pemandangan dan bermain bersama teman-temannya di bukit kecil dekat desa. Hidupnya sederhana dan bahagia hingga suatu hari, segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Saat sedang bermain bola bersama teman-temannya, langit tiba-tiba menggelap. Suara raungan aneh menggema dari hutan, dan makhluk-makhluk iblis menyerang desa tanpa ampun. Anak-anak yang bermain bersamanya menghilang satu per satu, ditelan oleh iblis saat di bersama ibunya. Ketika Han Chuan turun dari bukit, yang tersisa hanyalah pemandangan mengerikan desa hancur, dan jasad para penduduk berserakan. Dalam keputusasaan, ia juga menyaksikan ibunya yang ternyata seorang dewa yang turun tangan melawan para iblis. Namun malang, sang dewa tewas ditusuk dari belakang dan tubuhnya dilahap utuh oleh iblis. Rasa sakit dan amarah yang tak tertahankan membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam diri Han Chuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FAUZAL LAZI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Kenaikan Ranah Kultivasi

Han Chuan memejamkan mata, dan seketika gambaran teknik muncul jelas dalam pikirannya alur energi, cara penempaan, hingga urutan pembakaran spiritual. Ia memegang kepalanya yang sedikit pusing. “Jadi ini Teknik Pelebur Matahari untuk penempaan Fondasi Dewa,” ucapnya pelan.

Han Ming mengangguk. “Benar. Dan untuk proses penempaannya, dibutuhkan inti iblis. Hanya inti iblis yang bisa digunakan untuk menempa Fondasi Dewa. Jika digunakan oleh kultivator di ranah lebih tinggi, benda itu tidak akan berguna lagi.”

Han Ming merogoh kantong ruangnya dan mengeluarkan sebuah batu berwarna merah menyala seperti api yang berputar di dalamnya. “Ini, ambillah. Gunakan untuk latihan sementara. Walau tidak cukup kuat, tapi cocok untuk memulai,” ujarnya sambil menyerahkan inti iblis itu pada Han Chuan.

Ia kemudian mengambil dua pil dari kantong yng sama dan menyerahkannya juga. “Ini pil peningkat kultivasi. Gunakan saat kau berlatih nanti.”

Han Chuan menerima semuanya dengan hormat, lalu membungkuk. “Terima kasih, Bibi.”

Han Ming hanya menatap sekilas, lalu berbalik dan pergi meninggalkan halaman dengan langkah tenang. Sementara itu, Han Chuan menggenggam erat inti iblis di tangannya. Sekilas, matanya berkilat tajam saat menatap benda tersebut. “Ini adalah awal untuk aku menjadi dewa,” gumamnya pelan, penuh tekad. Tanpa membuang waktu, ia langsung menuju ruang pribadinya dan mengambil beberapa pil peningkat kultivasi.dan melihat nya dengan seksama .

“Sekarang waktunya berlatih dan mencapai ranah baru kultivasi,” ucapnya pelan, lalu melempar dua pil sekaligus ke dalam mulutnya. Ia duduk bersila di atas lantai batu, menutup mata, dan mulai menyerap energi spiritual di sekitarnya. Aura spiritual perlahan memenuhi ruangan, membentuk pusaran kecil di sekeliling tubuh Han Chuan yang bersinar redup ke emasan.

Sementara itu, Lin Shura tengah berjalan santai di jalan setapak bersama seekor peliharaan nya rubah iblis berwarna merah dengan corak kuning yang menyala di bulunya. “Hah, besok konverensi pemburu iblis. Aku tidak sabar untuk bertemu dengan para jenius lainnya. Benar kan, Xin?” ucapnya sambil menatap rubahnya. Rubah iblis itu hanya mengeram pelan, matanya berkilat tajam seolah mengerti ucapan tuannya. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju Istana Pedang Matahari.

Di sisi lain, Xue Lin sedang duduk bersama Han Ling di restoran milik keluarga Han. Sambil meminum tehnya yang masih mengepul hangat, Xue Lin bercerita dengan antusias, “Paman Ling, semalam Han Chuan mengalahkan seniornya sendiri, yaitu Senior Wan Ju, dengan teknik rahasia yang sangat indah!” ucapnya penuh semangat, matanya berbinar.

Han Ling yang mendengar kabar itu tertawa lepas. “Hahaha! Anak itu memang selalu membuat kejutan,” ujarnya sambil menyesap tehnya lagi, tampak bangga dan puas.

Namun, sebelum pembicaraan mereka berlanjut, suara keras tiba-tiba terdengar. Braaak! Pintu restoran mendadak ditendang hingga terbuka lebar. Beberapa orang berpakaian hijau dengan lambang teratai hijau di dada mereka melangkah masuk dengan tatapan penuh kesombongan. Suara langkah mereka menggema di dalam ruangan, membuat suasana yang tadinya tenang seketika berubah tegang.

Han Ling meletakkan cangkir tehnya dengan perlahan, pandangannya tajam menatap para tamu tak diundang dari keluarga Yan yang kini berdiri di ambang pintu.v

Sementara itu, di sebuah ruangan tertutup, Han Chuan duduk bersila dengan penuh konsentrasi. Seluruh tubuhnya dipenuhi aura biru yang berputar perlahan, membentuk pusaran di sekelilingnya. Energi itu semakin padat hingga akhirnya meledak keluar dengan suara boom yang menggema di seluruh ruangan. Udara bergetar, dan debu halus beterbangan.

Han Chuan membuka matanya perlahan, napasnya teratur, dan senyum tipis muncul di wajahnya. “Akhirnya... naik ke ranah Penempaan Fondasi Dewa tahap awal. Pil pemberian Bibi memang yang terbaik,” ucapnya girang. Ia berdiri, meregangkan tubuh, lalu mengambil pedang yang ada di sampingnya dan dari kantong ruangnya, ia mengeluarkan inti iblis yang di berikan oleh bibi nya dan menatapnya sejenak.

“Hem... besok konverensi pemburu iblis. Pasti banyak inti iblis di sana yang bisa aku ambil. Jadi sekalian saja aku serap besok,” gumamnya sambil menatap benda itu tajam. “Untuk sekarang, aku akan pergi ke restoran dulu. Ayah pasti ada di sana,” lanjutnya sebelum melangkah keluar dari ruang pribadi dengan langkah ringan namun mantap.

Sementara itu, di restoran keluarga Han, suasana menjadi ricuh. Orang-orang dari keluarga Yan masuk dengan penuh kesombongan. Mereka berjalan seperti pemilik tempat, duduk sembarangan, dan berbicara dengan nada tinggi.

“Woi, pesan cepat! Jangan lama-lama!” bentak salah satu dari mereka.

Xue Lin yang mendengar hal itu langsung berdiri dan membentak balik. “Hei, sialan! Para pelayan dan tukang masak sedang istirahat! Jangan berbuat seenakmu di restoran ini!” serunya dengan wajah merah karena marah, jarinya menunjuk ke arah pemuda berpakaian hijau itu.

Pemuda itu malah tertawa dan menaikkan satu kakinya ke atas meja. “Tenang saja, nona kecil. Tidak perlu marah begitu. Lebih baik kau ikut duduk dengan kami di sini, kan, saudara-saudaraku?” katanya dengan nada menggoda.

“Benar itu, Kakak Shen Tu!” sahut salah satu dari mereka sambil tertawa.

Han Ling yang duduk di kursi depan memandangi mereka dengan tatapan tajam. “Anak muda, tolong jaga sopan santunmu dan turunkan kakimu dari atas meja,” ucapnya tenang namun penuh wibawa.

Tapi Shen Tu malah menatapnya dengan sinis. “Diam kau, gendut! Aku tidak bicara denganmu!” bentaknya kasar.

Saat Han Ling hendak berdiri, suara langkah cepat terdengar dari arah pintu. Han Chuan baru saja tiba di restoran dan langsung masuk karena mendengar keributan. “Kenapa suara di sini begitu riuh?” tanyanya dengan tenang sambil menatap sekeliling.

1
Nanik S
Long Shen..untung sdh datang
Nanik S
Ilusi Iblis
Nanik S
Gaaaas Poooool
Nanik S
Han Chuan.... memang lumayan konyol... 🤣🤣🤣
Nanik S
Jatah membunuh Binatang Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis lagi... Bantai saja semua Han Chuan
Nanik S
Siapa sebenarnya Long Shen
Nanik S
Bsi Ling ditelan Harimau Iblis
Nanik S
Mantap Poooool 💪💪💪
Nanik S
Joooooooooss 👍👍👍
Nanik S
Para Orang Tua juga ikut tegang
Nanik S
God Job
Nanik S
Lha kenapa Han Chuan tidak ada reaksi di balik tentang Inti Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis
Nanik S
Mengapa mesti ada Kontrak hidup mati
Nanik S
Bsi Ling... Dendam karena kalah dan malu
Nanik S
Apa mereka tdk menyadari adanya kelompok sekte Iblis
Nanik S
Han Chuan... 💪💪💪
FAUZAL aut
kristal?
Nanik S
Han Chuan... jenius krn Anaknya Dewi Bulan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!