Diandra Zivana Athalla seorang gadis yatim piatu yang mencari nafkah dengan berjualan di taman kota setiap malamnya.
Diandra memiliki seorang sahabat yang bernama Galen Baim Pratama Syahputra. Galen sering menemani Diandra berjualan.
Suatu malam, Galen ada acara sehingga tidak bisa menemani Diandra. Gadis itu pulang dengan sepedanya.
Di tengah perjalanan seorang pria menghentikan sepedanya. Diandra diberi obat bius hingga pingsan. Setelah itu Diandra diperkosa. Trauma karena perkosaan membuat Diandra menjadi bisu.
Merasa bersalah dan juga kasihan dengan nasib Diandra, Galen menikahi Diandra.
Saat ijab kabul berlangsung, Diandra mengetahui jika pria yang memperkosanya itu adalah kakak kandung Galen yang bernama Adyatma Mahavir Alister Bagaskara.
Bagaimana kisah selanjutnya? Siapkan tisu sebelum melanjutkan membaca novel ini.
follow ig mama : reni_nofita79
Untuk mengenal dan mengetahui novel mama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga puluh Dua. CTK.
Tengah malam Galen di kagetkan dengan suara tangisan dan teriakan Diandra. Galen langsung duduk dan melihat Diandra istrinya.
Mata Diandra masih tertutup, karena ternyata dirinya masih tidur dan hanya mengigau.
Galen melihat keringat dingin mengucur dari wajah Diandra. Galen menghapusnya dan mengecup dahi istrinya itu.
"Semua ini karena aku. Adit melakukan pelecehan padamu karena ingin membalas perbuatanku."
"Tidak ... tidak, jangan lakukan itu," teriak Diandra.
Galen memeluk Diandra, ketika wanita itu kembali berteriak.Galen membangunkan Diandra dengan mengguncang tubuhnya pelan.
"Sayang, bangun," ucap Galen sambil mengguncang tubuh Diandra pelan agar istrinya itu terbangun.
"Galen ..." ucap Diandra langsung memeluknya.
"Kamu mimpi apa? Apakah kamu masih teringat pelecehan itu? Kita ke psikiater lagi?" tanya Galen beruntun.
"Aku nggak apa-apa. Mungkin aku mimpi itu lagi karena kejadian kemarin. Peluk aku!" ucap Diandra.
Galen kembali memeluk erat istrinya dan membawa kedalam dekapan dadanya. Galen mengusap punggung Diandra hingga kembali terlelap.
...----------------...
Pagi harinya Galen dibangunkan oleh suara ponselnya. Galen melihat mamanya yang melakukan panggilan.
"Ada apa, Ma," ucap Galen saat menerima panggilan diponselnya.
"Nanti jam makan siang Papa dan Mama menunggu kamu di restoran biasa keluarga berkumpul," ucap mama.
"Aku dan Diandra?"
"Kamu datang sediri aja. Ini masalah keluarga kita."
"Diandra juga udah bagian keluarga, Ma. Dia menantu mama, istri aku," ucap Galen.
"Kali ini mama hanya ingin mengobrol denganmu."
"Baiklah."
"Jangan lupa. Papa dan Mama menunggu!"
"Iya, Ma."
"Kalau gitu, udah dulu. Mama tutup ya?"
"Ya, Ma.
Sambungan ponsel terputus. Galen bangun dan langsung menuju kamar mandi. Galen tidak tahu jika Diandra telah terbangun. Diandra mendengar semua yang Galen ucapkan.
"Aku tahu, pastilah mama dan papa tidak bisa terima aku karena peristiwa kemarin. Seperti yang Galen katakan, setiap orang tua pasti lebih percaya dan membela anak kandungnya sendiri dari pada menantu yang baru masuk dikehidupan mereka."
Galen keluar dari kamar mandi. Dia tidak melihat Diandra. Galen langsung keluar kamar mencari istrinya itu. Saat melihat Diandra sedang memasak, barulah hatinya tenang. Galen takut Diandra pergi dari rumah.
Galen yang masih bertelanjang Dada, hanya bagian tubuh bawahnya ditutupi handuk mendekati istrinya itu. Galen memeluk Diandra dari belakang.
Diandra tersenyum, karena tahu itu pastilah suaminya Galen yang memeluk. Diandra membalikkan badannya dan mengecup pipi Galen.
"Udah wangi banget," ucap Diandra.
"Kamu juga wangi. Selalu wangi," ujar Galen dan membalas mengecup bibir Diandra.
"Gombal."
"Aku serius sayang," ucap Galen. Dia mengangkat tubuh istrinya ke atas meja. Galen lalu mematikan kompor.
"Aku pengin. Sebelum pergi kerja kita main ya," bisik Galen. Tangannya langsung menaikkan baju Diandra dan meloloskan dari kepalanya. Saat ini bagian atas tubuh Diandra telah terbuka.
"Di sini?" tanya Diandra.
"Kalau kamu nggak mau di sini. Kita ke kamar," ucap Galen dan langsung menggendong tubuh Diandra.
Galen membaringkan tubuh Diandra di tempat tidur dan melecuti seluruh kain yang menutupi tubuh mulus istrinya itu. Galen lalu melempar handuk yang dipakainya. Sekarang tubuh mereka berdua telah polos.
Galen langsung menaiki tubuh istrinya dan mengecup seluruh bagian di wajah Diandra. Kecupan dan ciuman turun ke leher. Galen meninggalkan banyak jejak di leher istrinya itu.
Setelah Galen merasa cukup memberikan pemanasan dan juga Diandra telah mulai terbuai, Galen langsung menuju intinya.
Dengan sedikit mendorong, senjatanya masuk ke inti tubuh Diandra. Tampaknya Diandra telah mulai terbiasa. Tidak ada terdengar rintihan kesakitan lagi saat memasuki tubuh istrinya itu.
Galen memompa senjatanya pelan, ketika hampir sampai puncak Galen menambah kecepatannya.
"Aku mau sampai, kamu?" tanya Galen.
"Aku juga," ucap Diandra malu.
"Kita baringan ya keluarnya biar cepat jadi benih kita," bisik Galen lagi. Diandra hanya mengangguk, wajahnya memerah karena malu. Diandra masih malu jika bicara mengenai hubungan badan.
Setelah sama-sama mencapai puncak, Galen menjatuhkan tubuhnya ke samping. Dia mengecup dahi istrinya itu.
"Semoga benih cinta kita cepat berkembang. Aku ingin memiliki banyak anak darimu."
"Berarti aku harus hamil terus," ucap Diandra dengan cemberut.
"Bagaimana kalau lima orang?" tanya Galen.
"Itu tetap banyak."
"Biar rumah kita rame. Mandi bareng, ya? Perut aku lapar. Nggak cukup makan kamu aja," ucap Galen mencubit hidung istrinya itu.
Galen bangun dan tanpa menunggu jawaban dari Diandra, Galen menggendongnya menuju kamar mandi.
Satu jam di kamar mandi,belum ada tanda-tanda mereka berdua akan selesai mandi. Entah apa yang Galen dan Diandra lakukan. (Author tidak tahu, mereka ngapain aja ya?🤭🤭).
...****************...
Bersambung
semua saling memaafkan dan tidak menaruh dendam lg..
walopun di cerita ini Adit belum dapat pasangan, setidaknya penyakitnya sudah sembuh dan berubah menjadi lebih baik perilakunya..
semoga Diandra jg bisa sembuh total walopun tanpa harus ke psikolog..
dengan didampingi suami dan anak tercinta serta dukungan seluruh keluarga besar Galen..
baru tau ternyata Adit juga jatuh cinta sama Diandra sayangnya gak terbalaskan..
setelah tau Galen jg jatuh cinta sama Diandra, penyakit hati Adit kambuh dan akhirnya Diandralah yg jadi pelampiasannya..
di sini bisa kita ambil pelajaran, jika ingin menikah harus benar2 siap mental terutama..
karena ini dibutuhkan dalam menghadapi masalah apapun nantinya yg pasti dihadapi dalam dunia pernikahan..
finansial, anak, konflik dg keluarga besar semua pasti pernah mengalaminya..
satu hal yg penting, jangan pernah membanding-bandingkan anak2 kita, karena setiap anak terlahir berbeda sekalipun dari ortu yg sama..
jadi treatment tiap anak pun jg berbeda satu sama lain..
keren banget mam ceritanya..
ini novel terakhir yg kubaca di kategori "cinta yg menyedihkan"..
cuss lanjut novel2 di kategori lainnya..
jangan bosen baca komenku ya mam..
semoga sehat terus..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
terimah kasih thoor ❤️❤️
tetaplah berkarya ini