NovelToon NovelToon
Satu Arah

Satu Arah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:289.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Haiii, Ganteng. Lagi joging, ya?" sapa Agatha setelah berada di depan Elvano. Kepalanya mendongak karena perbedaan tinggi mereka. Senyuman lebar tersungging di bibir manisnya.

Elvano berdecak malas. "Menurut lo? Udah tahu, masih aja nanya."

Selain dingin dan tidak pandai berekspresi, mulut Elvano juga sedikit tajam, membuat siapa pun yang mendengar ucapannya merasa sakit hati.

"Galak banget," cibir Agatha.

***

Ketika secercah cahaya datang menghangatkan hati yang telah lama membeku, akankah mereka dapat bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 - Orang Ketiga

Pagi ini terasa berbeda bagi Elvano. Pukul enam pagi, dia sudah berdiri di depan gerbang rumah Agatha. Pemuda itu sangat bersemangat, apa lagi alasannya jika bukan Agatha. Elvano tidak pernah menyangka akan menyukai seorang gadis, apalagi gadis seperti Agatha. Dia tidak pernah membayangkan akan ada seseorang yang berhasil memasuki hatinya.

Elvano segera mengambil ponselnya ketika melihat pintu rumah Agatha yang masih tertutup. Entah dia yang datang terlalu pagi atau Agatha yang masih belum bangun.

Keluar, aku di depan.

Di sisi lain, Agatha yang baru selesai mandi sedang merapikan rambutnya yang panjang. Seragam sekolah sudah menempel di tubuhnya.

Suara getaran ponsel membuatnya menghentikan kegiatannya. Matanya menatap ponsel yang menyala di atas meja. Agatha berjalan menuju meja belajarnya. Seketika matanya melotot tak percaya ketika melihat notifikasi pesan dari Elvano.

Agatha tidak percaya Elvano mau mengirim pesan terlebih dahulu padanya. Padahal biasanya pemuda itu sangat jarang membalas pesannya. Lebih sering mengabaikan pesan darinya.

Agatha menggigit bibir bawahnya menahan senyum. Ingin rasanya dia berteriak sekencang mungkin, tetapi itu tidak mungkin terjadi atau Keenan akan memarahinya.

Ketika membaca pesan dari Elvano, dahi Agatha mengernyit heran. Sejenak dia mengecek jam di ponselnya. Masih pukul enam. Masih sangat pagi untuk berangkat ke sekolah. Apakah Elvano memang serajin itu?

Agatha berjalan cepat menuruni tangga, setelah membuka gerbang rumahnya, Agatha mendapati Elvano berdiri bersandar pada motornya. Terlihat sangat tampan di mata Agatha.

"Hai," sapa Agatha sembari tersenyum. Gadis itu berjalan mendekati Elvano. Pemuda itu hanya tersenyum tipis untuk menjawab sapaan Agatha. Hatinya menghangat ketika melihat kembali senyuman Agatha.

Dalam hati Agatha menggerutu. Ternyata Elvano tetaplah Elvano yang dingin dan cuek.

"Ngapain?" tanya Agatha, meski sebenarnya dia tahu maksud kedatangan Elvano, tetapi Agatha hanya ingin mendengarnya langsung dari mulut Elvano.

"Jemput kamu," jawab Elvano singkat sembari menegakkan tubuhnya. Matanya menatap intens gadis cantik yang berdiri di depannya.

Jantung Agatha berdebar sangat kencang. Ini akan menjadi pertama kalinya mereka berangkat sekolah bersama. Rasanya menyenangkan, dan tentu saja mendebarkan. Agatha tidak berhenti merutuk dalam hati karena jantungnya yang tidak bisa tenang.

"Mau berangkat sekarang?" tanya Agatha. Gadis itu belum sarapan tetapi tidak masalah. Agatha tidak akan menolak berangkat bersama Elvano meski harus menahan lapar sepanjang jam pelajaran.

"Iya." Elvano menyelipkan rambut Agatha--yang tertiup angin--ke telinganya. Membuat rona merah muncul di pipi Agatha yang putih.

"Bentar, aku ambil tas," ujar Agatha tergesa, kemudian berlari memasuki rumahnya untuk mengambil tas. Sebelum berangkat, gadis itu menyempatkan diri untuk berpamitan dengan Keenan yang sedang sarapan. Abangnya itu menggerutu karena Agatha melewatkan sarapannya. Meskipun begitu, Keenan bisa melihat pancaran kebahagiaan di mata Agatha pagi ini.

...***...

Suasana di sekolah masih sangat sepi ketika Elvano dan Agatha sampai. Hanya ada beberapa murid saja yang terlihat. Agatha turun dari motor sembari berpegangan pada pundak Elvano. Gadis itu terlihat kesulitan saat ingin membuka pengait pada helmnya. Dengan sigap, Elvano membantu membukakan helm yang di pakai oleh Agatha.

Selama beberapa detik pandangan mereka bertemu. Jantung Agatha yang semula tenang kini kembali heboh. Tatapan Elvano yang intens membuatnya merasa malu. Mengapa Elvano suka sekali menatapnya seperti itu?

Elvano meraih tangan Agatha dan menggenggamnya dengan erat. Pemuda itu membawa Agatha menuju kantin karena tahu gadis itu tidak sempat sarapan.

"Ke kantin?" tanya Agatha ketika menyadari mereka berjalan menuju arah kantin.

"Kamu belum sarapan, kan? Maaf, tadi jemputnya terlalu pagi," ujar Elvano lembut. Hati Agatha menghangat mendapat perhatian dari Elvano. Rasanya dia ingin menangis karena terlalu bahagia.

"Gak papa, kamu juga belum sarapan, kan?" tanya Agatha.

"Hm." Elvano hanya berdehem menjawab pertanyaan Agatha.

"Kenapa tadi jemput gak bilang dulu?"

"Gak boleh?" Elvano menaikkan alisnya sembari menatap Agatha lembut--tatapan yang Agatha sukai.

Agatha menggigit bibir bawahnya gugup.

"Boleh kok, boleh banget malah," ujar Agatha dengan semangat. Bibirnya tersenyum lebar, terlihat sangat manis di mata Elvano. Pemuda itu mengacak-acak rambut Agatha pelan, membuat Agatha cemberut karena rambutnya yang berantakan.

Elvano tersenyum tipis sembari membantu merapikan rambut Agatha kembali.

"Agatha."

Suara panggilan seseorang membuat keduanya menoleh untuk menghentikan langkah. Wajah Elvano berubah datar, matanya menatap tajam ke arah Sandi yang berjalan mendekati mereka. Genggaman tangannya pada Agatha mengerat.

"Hai, Kak," sapa Agatha dengan senyum ketika Sandi telah berada di depannya.

"Ada apa?" lanjut Agatha.

Pandangan Sandi tertuju pada tangan Agatha dan Elvano yang saling menggenggam, seolah mengatakan pada dunia bahwa mereka terikat. Rasanya Sandi ingin berteriak memaki Elvano tetapi dia tidak memiliki hak. Sebisa mungkin Sandi mencoba menahannya dengan senyuman.

"Lo ada waktu gak pulang sekolah nanti?" tanya Sandi sembari tetap tersenyum, mengabaikan tatapan tajam Elvano yang sangat dia sadari sedang menahan rasa cemburu.

"Agatha sibuk."

Sandi mengernyitkan keningnya heran ketika mendengar Elvano yang menjawabnya. Agatha sontak menoleh ke arah Elvano.

"Gue nanya Agatha, bukan lo." Luntur sudah sikap ramah Sandi. Pemuda itu menatap dingin pada Elvano.

"Gue bilang Agatha sibuk, lo tuli?" ujar Elvano tajam. Dia tidak suka ada laki-laki lain yang mendekati Agatha.

Agatha mengusap lengan Elvano dengan sebelah tangannya. Berusaha menenangkan pemuda itu. Dia tidak pernah melihat Elvano semarah ini.

"Urusannya sama lo apa? Emang lo pacarnya, hah?" geram Sandi. Dia tahu persis apa hubungan Elvano dengan Agatha. Sudah menjadi rahasia umum di sekolah ini bahwa Elvano selalu menolak Agatha.

"Kalau dia pacar gue, lo mau apa?" ujar Elvano dingin.

Sandi terdiam, sangat terkejut dengan pernyataan yang keluar dari mulut Elvano. Tatapannya beralih menatap Agatha dengan sorot bertanya. Berharap Agatha menampik perkataan Elvano. Tetapi apa yang Sandi harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Tangan Agatha yang memeluk lengan Elvano sudah cukup menjelaskan semuanya.

Sandi menatap Agatha dengan tatapan terluka yang tidak ditutup-tutupi.

Elvano yang muak, segera membuka suara agar Sandi berhenti menatap Agatha.

"Jadi, mulai sekarang jauh-jauh lo dari Agatha. Jangan coba-coba buat ganggu Agatha lagi," ujar Elvano dengan tatapan tajam.

"Ayo kita pergi." Elvano menuntun Agatha untuk melanjutkan langkah mereka yang sempat tertunda. Pemuda itu ingin cepat-cepat pergi dari hadapan Sandi sebelum dirinya lepas kendali dan memukul wajah Sandi.

Diam-diam Agatha tersenyum. Apa itu artinya mereka sudah resmi berpacaran? Gadis itu tidak berani menanyakannya, takut Elvano marah. Berada sedekat ini dengan pemuda itu saja sudah membuat Agatha sangat bahagia.

Sesampainya di kantin, mereka mencari tempat duduk di bangku dekat pintu.

"Mau makan apa?" tanya Elvano, bersiap untuk pergi memesan makanan.

"Nasi goreng aja," jawab Agatha.

"Oke."

Selang beberapa menit, Elvano kembali dengan membawa nampan berisi dua piring nasi goreng dan dua gelas teh panas.

"Dimakan."

Agatha tersenyum lebar, "Makasih, El. Kalau kamu kayak gini, aku jadi makin sayang." Agatha tetaplah Agatha yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya.

Elvano berdehem sembari tersenyum tipis.

"Cepetan di makan," perintah Elvano.

"Iya, iya."

...***...

Double up, mau?

Mau nanya dong, sejauh ini cerita Cold Boy gimana? Aku tau masih banyak banget kekurangan, karena aku juga masih belajar. Jangan sungkan-sungkan untuk kasih kritik dan sarannya ya, guys. Thank you :3

1
Dey Desuka
Alhamdulillah luar biasa bahagiaaa😄
Dey Desuka
woyy thorrr umurku tahun ini 38 tahun, tapi malem ini berasa balik lagi jadi 17 tahun karenamu..... nostalgia ku bayangin aku SMA si hantan🤣 gile gak tuh🤣🤣🤣
Ulfa Monalisa
Sandi
Ulfa Monalisa
jadi keinget sama nenekku🥹🥹
Ulfa Monalisa
👍👍👍👍
Ulfa Monalisa
Aku juga pengen 🤭🤭
Ulfa Monalisa
Oke guys...
daripada panjang2 bosan bacanya 🙏
Ulfa Monalisa
Awal yang kerennnn👍👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
udah tamat si tapi kok ngak sampai nikah 🙂
Aegis: kenapa gak sekalian sampe meninggal aja🥴
total 1 replies
Anna Andriani
cewe Bego, udah d tolak d kasih harepan malah Nerima aja
Anna Andriani
terlalu bertele bertele, cewe nya bego juga
Paon Nini
tim belajar yang bener biar g bego
Paon Nini
ya g tau wkwkwkw
lagian kamu beluk jadi pacarnya mau gimana lagi selain berenti. kamu mau diganggu terus sama cowok yang ngak kamu suka? cegil boleh berkelas harus 🥴
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕡𝕖𝕣𝕒𝕤𝕒𝕒𝕟 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕖𝕝𝕦𝕒𝕣𝕘𝕒 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕔𝕦𝕞𝕒 𝕞𝕒𝕞𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕕𝕚𝕜𝕟𝕪𝕒𝕟𝕕𝕠𝕒𝕟𝕘 𝕘𝕒 𝕡𝕖𝕣𝕟𝕒𝕙 𝕒𝕕𝕒 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕙 𝕡𝕒𝕡𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕨𝕒𝕒𝕙𝕙 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕓𝕒𝕝𝕚𝕜 𝕓𝕖𝕟𝕔𝕚 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕥𝕖𝕣𝕟𝕪𝕒𝕥𝕒 𝕘𝕒 𝕤𝕖𝕓𝕒𝕚𝕜 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕕𝕖𝕜𝕖𝕥𝕚𝕟 𝕒𝕘𝕒𝕥𝕙𝕒 𝕡𝕒𝕕𝕒𝕙𝕒𝕝 𝕚𝕓𝕝𝕚𝕤 𝕓𝕖𝕣𝕞𝕦𝕜𝕒 𝕕𝕦𝕒.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕠𝕨𝕙 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚 𝕞𝕖𝕝𝕒𝕥𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕚𝕟𝕘𝕖𝕥𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕦𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒/𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒 𝕥𝕖𝕞𝕖𝕟 𝕤𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 𝕪𝕘 𝕜𝕒𝕥𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕔𝕒𝕟𝕥𝕚𝕜 𝕚𝕥𝕦 𝕨𝕒𝕜𝕥𝕦 𝕘𝕖𝕟𝕘𝕤 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕟𝕘𝕠𝕓𝕣𝕠𝕝 𝕕𝕚 𝕜𝕒𝕟𝕥𝕚𝕟, 𝕞𝕒𝕦 𝕟𝕪𝕖𝕓𝕦𝕥 𝕟𝕒𝕞𝕒 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕕𝕚𝕒 𝕒𝕛𝕒 𝕝𝕦𝕡𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕚𝕟𝕥𝕒 𝕒𝕞𝕡𝕦𝕦𝕟.🤣🤣
𝕞𝕒𝕒𝕗 𝕪𝕒 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕛𝕕 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕜𝕖𝕥𝕦𝕕𝕦𝕙 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕜𝕦.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕜𝕒𝕝𝕒𝕦 𝕓𝕖𝕟𝕖𝕣 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕥𝕣𝕤 𝕪𝕘 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚𝕒𝕡𝕒 𝕪𝕒... 𝕘𝕒 𝕞𝕦𝕟𝕘𝕜𝕚𝕟 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕜𝕒𝕟.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕒𝕟𝕖𝕙 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕟 𝕦𝕥𝕒𝕞𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕜𝕠𝕜 𝕞𝕚𝕟 𝕓𝕒𝕟𝕘𝕖𝕥 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕓𝕒𝕔𝕒, 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕡𝕖𝕣𝕖𝕞𝕡𝕦𝕒𝕟𝕟𝕪𝕒 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕔𝕠𝕨𝕠𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕡𝕒𝕤𝕣𝕒𝕙 𝕤𝕒𝕛𝕒.👎👎
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙨𝙖𝙣𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝?🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙩𝙝𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙩𝙧𝙨𝙗𝙮𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙗𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙙𝙪𝙧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!