Dengan Sistem Penguasa yang menyatu dengan dirinya, Noah memiliki kemampuan yang berpotensi untuk mengubah dan mengatur Tatanan Dunia.
"Ingatlah Noah! ... Dunia ini, Sangat Kejam. Jika kau ingin hidup dengan tenang, Maka kau harus lebih kejam daripada Dunia itu sendiri."
Sebuah cerita ringan namun sarat trik dan intrik.
Semua orang tau bahwa roda Dunia digerakkan oleh sesuatu yang tidak seperti apa yang terlihat. Mulai dari yang terendah, hingga yang tertinggi, Semua di atur oleh Jaringan Mafia.
Noah, seorang pemuda yang berasal dari titik terendah kehidupan, berusaha mengukir sejarah. Pemuda itu berniat untuk mencapai titik tertinggi di Dunia.
Dengan sistemnya, Noah memulai Jaringannya sendiri. Dia membangun kekuatan untuk mendapatkan kekuasaan.
Akan tetapi, semua berjalan tidak semudah apa yang dia bayangkan. Banyak halangan serta rintangan yang menghadangnya.
"Sekali Aku melangkah, aku tak akan menyerah. Agar Dunia ini tidak menguasaiku maka aku yang harus menguasainya."
"Selagi Sehat, Update Setiap Hari"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MOONMARVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahtera Noah
Ini pertama kali Noah berkendara seorang diri di jalanan kota Silverstone. Tanpa dia sadari, di manapun dia lewat, setiap mata tertuju pada mobilnya.
Sekarang dia telah sampai di Pusat Olah Raga Goldwest, dimana Alex telah menunggunya.
Namun, melihat jalanan di sana, sepertinya tidak bisa dilalui oleh mobilnya. Saat ini, Jalan masuk ke pusat olah raga itu masih sedikit hancur.
Noah turun dan membiarkan mobilnya terparkir di sebuah restoran cepat saji yang cukup terkenal di negaranya.
Pusat Olah Raga Goldwest terletak jauh di pinggir kota. Tempat itu sendiri sangat luas. Seharusnya di sana World Order sudah memiliki stadion sepak bola, basket, rugby, american football, renang, tenis dan lainnya.
Akan tetapi, minimnya prestasi dari semua cabang olah raga tersebut, membuat investor menarik diri. Hal itu membuat pengelola kesulitan untuk mengatur pengeluaran hingga akhirnya jatuh bangkrut.
Hal inilah yang membuat semua stadion itu terbengkalai dan mengalami kerusakan yang cukup parah. memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaikinya.
Akan tetapi, alih-alih memperbaiki. Noah meminta Alex untuk membangun ulang semuanya. Sebuah langkah berani yang bisa dikatakan nekad. Namun, tidak ada yang berani untuk mencegah keputusan pemuda itu.
Setelah berjalan cukup jauh, Noah melihat beberapa orang menggunakan pakaian Safety terlihat sedang berbincang-bincang.
Saat itu, dia hendak mendekat dan bertanya di mana keberadaan Alex.
Belum sempat dia mendekat, seseorang telah berteriak padanya.
"Hei, Bocah! ... Kenapa kau bisa ada di sini?"
Noah menoleh dan melihat seorang keamanan yang kini mendekat padanya, dengan wajah tidak bersahabat.
"Oh, begini. Aku ingin bertemu dengan Tuan Alex"
"Alex? ... Alex siapa? Tidak ada satupun orang yang bernama Alex, di sini."
Saat keamanan itu memotongnya bicara, Noah langsung mengernyit heran.
"Tidak ada? ... Tapi aku—"
Tak membiarkan Noah menyelesaikan kalimatnya, keamanan itu langsung mendekat dan menarik tangannya.
"Kau pasti ke sini, untuk mencuri sesuatu, kan? Sekarang, ikut aku."
"Tuan Mork, ada apa ini?"
Keamanan itu mengurungkan niatnya, dan berbalik. Saat itu juga, dia sedikit membungkuk sebentar, lalu mulai menjelaskan.
"Tuan Jackson. Pencuri ini menyusup kesini. Saat aku bertanya, dia berpura-pura sedang mencari seseorang. Aku ingin membawanya ke kantor, untuk di introgasi lebih lanjut."
"Tuan Mork. Kau tidak bisa membawa dan menuduh orang begitu saja, Tanpa adanya bukti."
Tak membiarkan keamanan itu bicara untuk membela diri, pria itu langsung bertanya pada Noah.
"Benarkah, kau mencari seseorang?"
Melihat pria itu cukup ramah, Noah memutuskan untuk tidak bersikap berlebihan. "Benar Tuan, aku mencari Tuan Alex."
"Hmm ... Kami di sini tidak ada yang bernama Alex yang kau maksud. Tapi, mungkin di sana ada salah satu dari mereka. Cuma ... "
Noah mengernyit heran saat meliah pria itu kembali memperhatikannya. "Cuma apa Tuan?"
"Tidak, tidak apa-apa. Mungkin di sana, ada seseorang bernama Alex yang kau maksud." Sambungnya.
"Baik, Tuan. Terimakasih. Kalau begitu, aku akan ke sana. Terimakasih."
"Ya ... Baiklah."
Saat Noah telah menjauh, sang keamanan mendekat pada pria itu.
"Tuan Jackson, apa yang kau lakukan. Di sana hanya ada para petinggi. Aku dengar salah satu dari A4 dari World Order, sekarang juga sedang berada di sana."
Saat mendengar itu, mata pria itupun langsung membesar "Benarkah?! ... Ah, aku tidak tau itu."
"Yah, kalau begitu aku akan mengejarnya."
Namun, saat keamanan itu hendak menyusul Noah, pria itu kembali menghentikanya.
"Tuan Mork, sepertinya dia memang mengenal satu orang di sana."
Saat sang keamanan menoleh dan menajamkan pandangannya, dia sudah melihat Noah di sambut seseorang di tempat itu.
"Alex, bagaimana perkembangannya?"
Alex sengaja hanya menyambut Noah sendiri. Dia takut Bosnya itu tidak nyaman dengan kehadiran orang lain. Lagipula Noah sudah lebih dahulu terkenal dengan julukan the Ghost. Jadi, itulah alasannya, kenapa.
"Aku sudah meminta beberapa perusahaan rekanan untuk merubuhkan bangunan-bangunan yang tidak bisa lagi digunakan untuk dibangun ulang. Tapi saat ini, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu."
Saat itu, Alex membawa Noah pada kantor sementara yang ada di sana.
Di dalam, Alex langsung menunjukkan miniatur Goldwest Sport yang sudah jadi. Saat melihatnya, Noah sempat terperangah.
"Ini, siapa yang mendesainnya?"
Alex tersenyum saat melihat Noah. Ini tepat seperti dugaannya. "Keluarga Knox menemukan seseorang yang cukup brilian. Ini adalah desainnya."
Noah sangat menyukai desain miniatur stadion Sepak bola di sana. Itu seperti sebuah Bahtera Raksasa di antara gedung-gedung lainnya.
"Alex aku menyukai ini. Aku menyetujuinya. Ini ... "
"Bahtera Noah ... !"
"Ya, ini benar-benar bahtera-ku, aku menyukainya."
Alex langsung mengangguk puas. "Baiklah, aku mengerti. Tapi, bagaimana dengan yang lainnya?"
Noah tampak berfikir sebentar, "Hmmm ... Coba katakan visi dan misi World Order pada arsitek yang mendesain ini, dan lihat, apakah dia bisa memberikan ide yang lebih baik pada tempat ini, secara keseluruhan."
"Baiklah, aku mengerti."
Noah sempat berkeliling sebentar dengan Alex untuk melihat-lihat tempat itu, sebelum akhirnya Alex langsung mengantarnya ke restoran cepat saji di mana dia memarkir mobilnya.
Saat hendak turun, Noah kembali mengingatkan Alex. "Alex aku tunggu kabar baik secepatnya. Kita tidak bisa hanya berfokus pada ini. Kita akan kembali melihat kesempatan untuk melebarkan sayap World Order, jauh lebih luas lagi."
"Baiklah, aku mengerti."
Saat Noah turun, dia sedikit kebingungan. Karena saat itu, dia melihat mobilnya sudah dikerumuni beberapa orang. Bahkan saat ini, dua orang gadis terlihat berfoto di depan mobilnya itu.
Noah tidak berniat mengusik mereka dan berdiri tidak jauh dari mobilnya untuk sedikit menunggu. Namun, tiba-tiba dua orang pemuda mendekat pada gadis-gadis tersebut.
Saat itulah Noah merasa keanehan mulai terjadi.
"Hello, Nona-nona. Apa kau menyukai mobil ini?"
Salah satu gadis yang sedang berselfie terkesiap saat mendengar pemuda itu menyapanya.
"Maaf, Tuan. Apakah ini milikmu?"
"Yah, aku tidak biasa mengakuinya. Tapi ya, ini milikku."
"Wow, ternyata benar ini milikmu. Hebat."
"Ya, hebat. Mobil apa Ini? Aku baru sekali melihat mobil sebagus ini." Tambah gadis satunya, tak kalah antusiasnya.
"Ini adalah Lamborgini Aventador, aku baru membelinya beberapa bulan yang lalu."
"Tuan, maukah kau mengajak kami berkeliling dengan mobilmu. Atau, setidaknya aku ingin melihat bagaimana bentuk interiornya."
"Baiklah, aku akan mengajakmu berkeliling. Tapi, aku baru saja menghilangkan kuncinya. Itu kenapa aku meminta temanku ini menjemputku."
"Oh begitu, sayang sekali."
"Oh tidak, aku sudah menelfon, dan seseorang akan mengantarkan kunci cadangannya. Bagaimana sambil menunggu, kalian ikut kami dahulu. Aku dan temanku ingin menghabiskan waktu di sebuah Kafe tidak jauh dari sini."
Noah hanya menggelengkan kepala saat melihat kejadian itu. Karena dia sudah bisa menebak akhir cerita yang sudah sangat klasik ini.
Meski pura-pura berfikir, kedua gadis itu pasti akan segera mengangguk.
"Baiklah, kami juga punya banyak waktu luang."
"Bagus !! Kalau begitu. Ayo."
Noah melihat dua gadis itu begitu bersemangat. Apalagi dua pemuda tersebut. Menurut Noah, mereka semua sama saja.
Dua orang gadis merasa beruntung karena telah berkenalan dengan pemuda kaya, sementara dua pemuda itu sudah merasa berhasil mendapatkan mangsa.
Hanya saja, Noah tidak akan membiarkannya begitu saja. Baru saja orang-orang itu berjalan menjauh beberapa langkah, Noah mendekat pada mobilnya.
"Beep ... Beep ... !"
Mereka semua terkejut dan langsung berbalik. Namun saat itu, Noah sudah masuk dan menghidupkan mesin mobilnya.
Dengan kemampuan mengemudi yang sudah dia upgrade ke tingkat mahir, Noah langsung mundur dengan cepat lalu langsung bermanuver Sebelum akhirnya kembali maju dan melesat laju membelah jalanan.
"f**k ... Kalian ingin menipu kami?"
"Dan kau ... Apa kau harus membawa timun berdiri, itu kemana-mana? As*h*le ... !"
Noah hanya tersenyum melihat bagaimana cara gadis-gadis itu, meninggalkan kelompok pemuda tersebut.
dewasa apanya tolol gitu