NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan

Terjerat Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:894.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Alif Irma

Bagaimana jadinya jika kalian tiba-tiba di jodohkan oleh kedua orang tuamu, langkah apa yang akan kalian ambil. Menerima atau menolak perjodohan tersebut!

Yuk ikuti kisah Lexa dan David yang terpaksa menerima perjodohan tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Hingga keduanya terjerat sendiri dengan perjodohannya

Para pemeran utamanya di ambil dari sekuel cerita Mafia vs Gadis Bercadar dan Mafia Couple Love. Semoga kalian suka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanum Hamil

Seorang wanita cantik masih meringkuk di bawah selimut sudah beberapa hari ia merasakan mual-mual dan kurang nafsu makan, sepertinya ia sedang tidak enak badan. Wanita itu dengan susah payah menyeret tubuhnya untuk turun dari tempat tidur, lalu bergegas masuk ke dalam toilet.

Hoeek

Hoeek

Hoeek

Lagi dan lagi Wanita cantik itu masih saja mual-mual di dalam toilet.

"Apa yang terjadi kepadaku, mengapa tiga hari ini aku mual-mual dan badan ku terasa lemas" ucap wanita cantik itu sambil bersandar di dinding.

"Kalau terus seperti ini, aku jadi susah untuk bergerak menemui David. Tapi untungnya orang suruhan ku bisa melakukan tugasnya dengan baik. Semoga David bisa melihat kejutan ku. Apa dia pikir bisa mendapatkan cinta istrinya. Sementara wanita yang sudah menjadi istrinya masih memendam rasa kepada lelaki lain. Mustahil jika wanita itu melupakan orang yang berarti dalam hidupnya" ucap wanita cantik itu yang tidak lain adalah Hanum.

Hanum kemudian membasuh wajahnya berulang kali, setelah itu ia pun menanggalkan seluruh pakaiannya untuk berendam sejenak. Hanya 15 menit ritual mandinya selesai.

Hanum bergegas keluar dari toilet karena ia pun merasakan kedinginan, wajahnya tampak pucat pasih dengan mata panda yang juga muncul.

"Sepertinya aku harus ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi ku" ucap Hanum memelas.

"Aku takut terjadi apa-apa dengan diriku. Dan aku lebih takut jika sesuatu hal yang ku hindari menimpa diriku" ucap Hanum sambil menggigit bibir bawahnya memikirkan hal yang tidak diinginkan nya.

Hanum bergegas memakai pakaiannya, ia pun harus buru-buru ke rumah sakit. Tak lupa Hanum merias wajahnya, ia tidak ingin tampil pucat seperti sekarang. Hanum terlalu terburu-buru merias wajahnya sampai-sampai kalender kecil di meja riasnya terjatuh.

"Astaga kalender ini juga menyusahkan" ucap Hanum kesal yang memilih menunduk untuk mengambil kalender terjatuh tersebut.

Hanum kembali meletakkannya di tempatnya semula, mata Hanum kembali melirik kalender kecil tersebut.

"Sudah tanggal 20, aku masih belum juga datang bulan, aku hitung-hitung dulu tanggalnya" ucap Hanum dan kembali mengambil kalender tersebut.

Hanum membulatkan matanya, karena setiap kali ia datang bulan, Hanum akan melingkari tanggal nya selama datang bukannya berlangsung.

"Sepertinya sudah dua minggu aku telat datang bulan. Astaga semoga tidak terjadi apa-apa dengan diriku" ucap Hanum yang tak sengaja menjatuhkan kembali kalendernya.

"Ini tidak bisa dibiarkan aku harus segera ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi ku" ucap Hanum dan langsung bangkit dari duduknya. Hanum hanya mengoleskan pelembab bibir dan tak lupa memakai masker untuk menutupi wajahnya.

Hanum langsung menyambar tasnya dan tak lupa memasukkan ponselnya. Hanum bergegas keluar dari apartemen nya dan berlalu menuju rumah sakit.

Sementara di perusahaan Damanik.....

Lexa sedang melakukan meeting bersama rekan bisnisnya dari perusahaan AA, mereka sedang melakukan meeting di sebuah ruangan khusus untuk melakukan meeting. Sebanyak delapan orang yang mengikuti meeting tersebut.

"Saya begitu takjub dengan rancangan hotelnya, desainnya begitu mewah dan berkesan modern, area lobi dan kolam renangnya juga unik dan akan menambah nilai plus tersendiri bagi pengunjung hotel. Dipastikan hotel ini akan mendapatkan banyak keuntungan karena desainnya begitu menarik, sama halnya dengan wanita cantik di hadapan saya" ucap lelaki itu tersenyum yang masih menggunakan alat penyangga di lengan kanannya.

Padahal ia sudah sepenuhnya sembuh hanya saja ia masih ingin menggunakan alat penyangga tersebut.

"Cukup bagus pendapat tuan Aslan, karena sekaligus terang-terangan memuji saya. Tapi saya tidak perlu di puji, harusnya bawahan saya yang patutnya anda puji, karena dialah yang sudah menciptakan mahakarya seperti ini" ucap Lexa.

Ya lelaki tersebut adalah Aslan yang kini melakukan meeting bersama dengan Lexa.

"Jawaban yang tepat, baiklah saya memuji bawahan anda yang sudah merancang desain seperti ini" ucap Aslan yang tidak ingin tersudutkan.

Lexa tersenyum sinis dan kembali melanjutkan meeting nya. Nisa sebagai sekretaris nya kembali melakukan presentasi perihal laporan proyek pembangunan hotel yang sebentar lagi akan di ACC secara bersama-sama.

Sekitar dua jam lamanya, akhirnya meeting mereka berakhir, semua orang dalam ruangan itu begitu puas dengan hasil meeting hari ini, mereka pun saling berjabat tangan. Setelah itu mulai keluar dari ruangan tersebut.

Lexa berjalan beriringan bersama Tom, Nisa dan rekan bisnisnya.

"Saya hampir lupa mengundang nona Lexa di acara bahagia saya" ucap Aslan tersenyum dan dibelakangnya terdapat sekretaris dan asisten pribadinya.

Lexa menghentikan langkahnya lalu melirik Aslan dengan penuh curiga.

"Baiklah dengan penuh hormat, saya Aslan Perayoga ingin mengundang nona Lexa di acara ulang tahun saya minggu depan. Saya sangat berharap kedatangan nona Lexa" ucap Aslan tersenyum.

"Terima kasih atas undangannya, nanti saya usahakan datang bersama suami saya" ucap Lexa yang tidak ingin menolak secara langsung undangan rekan bisnisnya.

"Sama-sama nona Lexa, saya sangat tersanjung, ditunggu yah kehadiran nona Lexa beserta suami" ucap Aslan tersenyum tipis.

Istri David menarik juga, sepertinya aku kembali tertantang untuk merebutnya. Walaupun dia sudah seutuhnya menjadi istri David, tapi tak masalah aku mendapatkan bekasnya. Di balik pakaian tertutupnya, dia pasti memiliki bentuk tubuh yang indah dan menggoda. Lihatlah bahkan mata liar ku selalu saja tertuju di bibir manisnya. Batin Aslan dengan seringai licik diwajahnya.

Aslan tipikal lelaki pecicilan dan mata genitnya selalu bereaksi dengan cepat jika melihat wanita cantik. Apalagi ia sudah dua kali melakukan pertemuan perihal hubungan kerja sama mereka. Awalnya Aslan tidak terlalu memperhatikan Lexa saat mengadakan pertemuan penandatanganan kontrak kerja sama, berhubung karena ia sedang mengejar-ngejar Hanum.

Namun sekarang ia malah tertarik kepada Lexa saat Lexa begitu hebatnya mempresentasikan laporan proyek pembangunan hotel. Aslan begitu takjub, ternyata sosok istri David begitu cantik plus pintar. Sungguh beruntung David mendapatkan wanita cantik di hadapannya, pikirannya.

"Kalau begitu kami permisi dulu, sampai jumpa di lain kesempatan" ucap Aslan tersenyum ramah dan kembali ingin berjabat tangan dengan Lexa menggunakan tangan kirinya

Namun Lexa secepat kilat mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

"Eeh maaf" ucap Aslan tersenyum sambil menurunkan kembali tangannya dan memilih memukul kecil lengan asisten pribadinya.

Rombongan Aslan mulai berjalan menuju pintu keluar, Lexa dan bawahannya memilih bubar untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.

Lexa memasuki ruangannya dan memilih duduk di kursi kebesarannya. Lexa memilih memainkan ponselnya dan tak berselang lama, ia pun langsung tergelak tawa. Rupanya ia sedang melihat kiriman video dari Ziva mengenai tumbuh kembang baby Lio dan baby Lia.

"Maafkan aunty sayang, aunty tidak bisa menemui kalian secepatnya" ucap Lexa tersenyum sambil mengusap wajah ponakan kembarnya yang sudah aktif menendang-nendang.

Lexa menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu minum segelas air putih yang selalu tersedia di mejanya. Kemudian Lexa kembali melanjutkan pekerjaannya yang sama sekali tidak ada habisnya.

Sementara Hanum baru saja tiba di rumah sakit terdekat yang tidak jauh dari apartemennya. Hanum memilih memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, setelah itu ia pun turun dari mobil.

Terlihat Hanum melakukan penyamaran dengan memakai kaca mata hitam dan masker, agar wajahnya tidak di kenali oleh orang sekitar. Maklum dirinya model top hingga wajahnya selalu saja tertampan dalam berbagai merek iklan produk terlaris di TV dan media sosial lainnya.

Hanum berjalan tergesa-gesa memasuki rumah sakit tersebut, ia pun baru saja menghampiri staf resepsionis untuk menanyakan teman dokternya. Suster kemudian membawanya ke ruangan dokter spesialis umum yang merupakan teman Hanum.

"Ini ruangannya nona" ucap Suster ramah.

Hanum lalu membuka kaca mata dan maskernya, lalu memasukkan nya kedalam tasnya. Hanum mulai mengulurkan tangannya untuk mengetuk pintu ruangan itu

Tapi tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan orang yang dicari Hanum, sosok wanita cantik mengenakan jas putih dan sangat diyakini itu merupakan teman Hanum karena dilihat dari raut wajah keduanya sepertinya seumuran

"Melisa".

"Hanum".

"Aku mau memeriksakan kondisi tubuh ku" ucap Hanum yang melihat tatapan temannya perihal kedatangan nya.

"Ya sudah ayo masuk, terima kasih suster sudah mengantar teman saya" ucap Melisa tersenyum ramah.

"Sama-sama dok, kalau begitu saya permisi dulu" ucap suster itu lalu undur diri.

Melisa menarik tangan Hanum untuk masuk ke ruangan nya.

"Apa yang membawa mu kesini, apa kamu sakit?" ucap Melisa yang duduk di kursinya.

"Ya aku sakit dan sudah beberapa hari aku tidak bisa beraktivitas, kondisi tubuh ku menurun. Setiap bangun tidur, aku mual-mual dan badan ku begitu lemas, ditambah nafsu makan ku juga berkurang" ucap Hanum perihal kondisi tubuhnya.

"Gejalanya cukup aneh, tapi sebaiknya kamu berbaring dulu di brankar" ucap Melisa.

Hanum segera naik ke brankar untuk berbaring. Melisa mulai berjalan menghampirinya sambil mengalungkan alat stetoskop nya. Melisa mulai memeriksa kondisi tubuh Hanum menggunakan stetoskop nya.

"Sudah berapa lama kamu telat datang bulan" ucap Melisa tersenyum.

"Sekitar dua minggu" ucap Hanum yang sudah duduk di brankar sambil menunduk.

"Selamat ya sayang, kamu akan menjadi seorang ibu" ucap Melisa antusias, lalu memeluk Hanum.

Hanum membulatkan matanya mendengar ucapan Melisa.

"Maksudnya ? "tanya Hanum ragu.

Melisa dengan cepat melepaskan pelukannya dengan raut wajah gembira.

"Kamu sedang hamil" ucap Melisa tersenyum.

Deg

Bagai tersambar petir di siang bolong mendengar ucapan temannya. Hanum hanya mampu geleng-geleng kepala tidak ingin membenarkan ucapan temannya.

"Kamu pasti bercanda" ucap Hanum tersenyum getir.

"Aku tidak bercanda, pokoknya selamat deh sebentar lagi kamu bakalan jadi ibu. Emm...aku belum bisa memastikan usia kandungan mu. Tapi kalau dihitung-hitung ini masih trimester pertama, berkisaran empat mingguan. Sebaiknya kamu periksa secara detail pada dokter spesialis kandungan, kebetulan dokter spesialis kandungan juga sahabat ku" ucap Melisa antusias.

Hanum begitu syok, air matanya tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya. Ia langsung didiagnosis hamil oleh temannya. Hanum langsung menyembunyikan wajahnya sambil memegangi kedua lututnya.

"Ini tidak mungkin, aku tidak ingin mengandung anak lelaki brengsek itu" teriak Hanum yang tidak terima dengan kehamilannya.

"Kamu pasti salah kan" ucap Hanum yang mendongak menatap Melisa.

"Tolong lakukan hal untuk ku, aku tidak ingin hamil di luar nikah dan membuat malu bibi ku hiks hiks hiks" ucap Hanum terisak.

Melisa yang masih berdiri di samping nya mengerutkan keningnya mendengar ucapan Hanum, ia pun tidak menyangka jika Hanum hamil di luar nikah. Padahal dua bulan lalu Hanum sempat mengatakan padanya bahwa akan segera menikah dalam waktu cepat.

"Sadar Hanum ini sudah takdir, kamu tidak boleh seperti ini, apalagi berniat ingin membunuh anak mu" ucap Melisa sambil memeluk temannya untuk menenangkan nya.

"Siapa yang sudah menghamili mu?" tanya Melisa.

Hanum hanya menangis di pelukan Melisa.

"Apa David Mayer yang menghamili mu?" tanya Melisa, karena ia tahu hanya David kekasih Hanum.

Hanum terus saja menangis tanpa mau menjawab pertanyaan temannya.

Melisa hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menepuk-nepuk punggung Hanum. Ia pun berusaha menenangkan Hanum. Cukup lama Hanum berada di dalam ruangan dokter Melisa.

Setelah merasa tenang dan sudah mampu menerima nasibnya yang hamil di luar nikah. Akhirnya Hanum memilih undur diri dari hadapan dokter Melisa yang sudah bekerja keras menenangkan nya.

Hanum berjalan gontai melewati lorong rumah sakit, matanya tampak bengkak namun masih tertutupi kaca mata hitam.

Ini semua karena Aslan dan David. Jika aku tidak mengenal mereka, tidak mungkin aku seperti ini. David selalu saja menjanjikan untuk menikahi ku, namun nyatanya semua bohong. Dia bahkan hanya menikahi wanita lain, bahkan tidak ingin mendengar penjelasan ku sedikit pun. Sementara Aslan pria yang ku yakini begitu baik dan lugu malah menjerumuskan ku pada perbuatan keji, dia bahkan begitu liciknya menikmati tubuh ku. Pokoknya aku benci kedua pria itu. Batin Hanum sambil menghapus air matanya dengan kesal.

Hanum sudah masuk ke dalam mobilnya, namun ia pun masih betah di dalam mobilnya. Baru saja ia mendapatkan kabar yang membuatnya begitu shock, bagaimana tidak saat ini ia sedang mengandung anak lelaki yang sama sekali tidak ia cintai.

Hanum mengeluarkan ponselnya dan mengotak-atik nomor yang dikirimkan oleh orang suruhannya. Hanum langsung mengklik tombol kirim, entah apa yang ia kirimkan pada nomor yang tidak di kenali nya.

Bersambung......

Jangan lupa dukungannya teman-teman 🙏🙏🙏

1
fatin Rahman
28/12/2025 Ahad di Sandakan
fatin Rahman
16/12/2025 Isnin
only.me0309
Kandungan 5minggu , perut sudah menonjol ya?
only.me0309
apakah lexa hamil?
only.me0309
menjabat tangan.. emang pakai tangan kiri ya???
only.me0309
tuan alvin dan bunda.. keluarga angkat kah?? bukan ke riko itu pak supir??
ngabdul salah
Lumayan
Kumala Sari
visual hanum kurang cocok thor
arzetti azra
Luar biasa
Ita sweet
seru banget thor
kinan kinan
Sukses thor...
Samilah Milah
gak ada visualnya
lala
bagus💯
Naning Hardjanto
nggak
Ade
happy ending
Ade
bikin senyum-senyum sendiri bacanya 🙈🙈
Ade
bagus ceritanya 👍
Ade
romantisnya... David emang the best deh🤩
Ade
buat david bucin am lexa thor
kim
kasian david 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!