(Mengandung adegan 21+)
Sebuah kisah wanita bernama Asma Aqilatunnisa. Seorang wanita bercadar dengan manik mata biru indah. Membuat siapapun terpesona dengan matanya yang biru seperti lautan. Cantik dan misterius
Hanya sedikit yang tau kenyataan sebenarnya. Asma hanya menyembunyikan noda di balik khimarnya.
Selamat membaca ^_^
Harap apresiasi melalui like, komentar, dan votenya yaa ... Salam cinta dari Zaraa❤
Akun 👉
Ig: @zha_zaraa
Fb: Zaraa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaraa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 31
Sesuai janji Zaraa kemaren karena sudah mencapai komentar lebih 40 jadi aku up yaa ^^ Selamat membaca dan maaf kurang Feel-nya. Zaraa emang lagi sakit. Kena penyakit writers block 😭 makanya malas banget ini yaa ampun ...
***
"Asma ...."
Asma tersentak dan menatap Ina. Lalu mengalihkan tatapannya lagi karena tak ingin seseorang yang sudah ia anggap kakak itu melihat raut wajahnya yang gelisah.
"Kenapa sih gak mau nerima dia?" tanya Ina hati-hati. Asma tak pernah bercerita mengenai Reno. Sementara Ina merasa bahwa lelaki yang baru saja tadi pergi adalah ayah kandung Ali. Melihat sikap Asma yang mengatakan bahwa Ali adalah putranya tadi. Jika mereka bisa bersama, mengapa Asma terus keras kepala?
"Mas Reno tunangan Ida Mbak," sahut Asma pelan. Ina sudah tau mengenai siapa Ida lalu wanita itu meraih bahu Asma dan memaksa manik mata biru itu menatapnya.
"Ida udah tau kalau Reno maunya Kamu?" Asma membuang muka dan hening mengambil alih oksigen di sekitar mereka. Sekarang Ina tau jawabannya adalah iya.
"Pasti Ida gak masalah 'kan?" tanya Ina dengan kekehan pelan.
"Kok tau?" tanya Asma spontan. Ina menggelengkan kepala pelan.
"Ida itu wanita yang baik 'kan? Pasti dia paham. Bahwa pernikahan tanpa cinta hanya membuat penderitaan bagi mereka berdua."
"Mbak ngomong apaan sih?" tukas Asma pelan sembari berjalan duduk di tepi ranjang. Mengecup sekilas pipi gembul Ali. Bocah tampan itu begitu menggemaskan Meski dengan mata terpejam. Asma menatap wajah Ali dengan dalam. Menghela napas panjang karena mereka ada kemiripan yang cukup jelas antara sang putra dan lelaki yang baginya sangat gila.
"Mbak gak habis pikir sama pemikiran Kamu Asma," ucap Ina sembari menahan kekesalan dan menjaga intonasi ucapan. Karena takut membangunkan Ali yang tengah tidur nyaman.
"Alasan pertama, Dia tunangan sahabat Aku sendiri Mbak, Alasan kedua ...." Asma menjeda ucapannya dengan menatap kosong ke sembarang arah.
"Dia ngejar aku karena kasihan bukan sebuah rasa yang biasa orang sebut cinta." Asma tersenyum getir sembari menahan air mata. Reno Dwija Sanjaya. Salah satu makhluk yang sempurna dan mengapa terus meminta agar mereka bersama? Asma menggelengkan kepala. Jelas sekali, Reno memang belum mengungkapkan apa-apa. Tapi melalui setiap perlakuannya jelas Asma cukup peka apa yang di inginkan lelaki itu padanya.
"Seenggaknya pikirkan Ali." Asma tersentak dan menatap Ina.
"Saat dia tumbuh semakin besar. Ali akan menyadari bahwa seorang ayah sangat berarti dalam hidupnya."
Asma terkesima.
"Mbak balik dulu yaa, masih ada urusan," lanjut Ina lagi lalu berjalan keluar rumah di ikuti Asma.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam, hati-hati Mbak," ucap Asma yang di balas senyuman dari Ina.Setelah memastikan bahwa Ina sudah tak terlihat lagi, Asma menutup pintu dan bersamaan dengan itu satu bulir bening jatuh di sudut mata Asma.
Wanita itu berjalan ke kamar dan merebahkan diri di atas ranjang tepat di sebelah putranya. Menatap Ali dan mengelus pelan pipi gembul itu dengan penuh kasih sayang.
"Maaf sayang ...." ucapnya pelan dengan isakan tertahan.
"Kita harus pergi dan itu juga untuk kebaikan ayah kamu sendiri," lanjutnya dengan mata menerawang. Ada satu alasan terkuat mengapa ia tak bisa menerima Reno. Statusnya di masa lalu akan mempengaruhi pekerjaan dan pandangan sosial orang-orang terhadap keluarga Sanjaya jika ia masuk ke dalam keluarga itu. Ada banyak orang yang akan menghina dan mencaci Reno dan keluarganya. Dan Asma tak akan membiarkan itu terjadi meski harus mengorbankan perasaannya sendiri.
***
"Buset lo baru aja datang. Kemana aja sih!" cerca Adit dengan kekesalan yang sudah tak bisa di tahan. Sebagai teman dan asisten, ia benar-benar tak habis pikir pada pemikiran Reno yang baginya sangat rancu. Reno rela membatalkan pertemuan dan membuat mereka kehilangan keuntungan yang lumayan hari ini demi alasan yang bahkan tak ia beritahukan.
"Diem lo!"
Adit terkesiap. Nyalinya menciut, kekesalan berubah menjadi ketakutan. Raut wajah Reno sekarang dan nada bicaranya sudah bisa dipastikan bahwa ada masalah yang mengganggu pikirannya.
"Jangan ganggu gue dulu!" usir Reno lalu duduk di sofa dengan memijit pelipisnya. Tanpa berkata, Adit pergi dari ruangan direkturnya sambil menggerutu pelan.
Reno menghela napas panjang dan menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa di sana. Sekelebat ingatan tentang seorang bocah bermata biru yang entah mengapa baginya sangat familiar muncul dan membuat ia merasakan sesuatu yang aneh. Semacam perasaan yang tak ia mengerti.
Masih ia ingat tadi. Saat berbalik dan melihat bocah itu mengerjap polos. Sementara Asma entah mengapa tiba-tiba terdiam tak bersuara. Reno mendekati makhluk menggemaskan itu. Menatapnya lekat dan dalam hingga wanita yang ia ikuti keluar dari rumah dan berdiri di hadapannya. Wanita yang ia tau bernama Ina dan karena wanita itulah ia dapat tahu rumah baru Asma. Ada sedikit rasa kesal pada diri sendiri saat dulu membayar Asma dengan bayaran yang tinggi. Hingga membuat wanita itu mudah kabur kemana-mana. Sebab uang yang lumayan banyak darinya.
Reno mengingat kembali mata Asma saat mengatakan bahwa itu adalah anak Ina. Aneh sekali padahal ia tak bertanya. Dan sejak mengikuti Ina, ia tau anak itu sudah bersama Asma. Sayangnya, Reno tak bisa melihat raut wajah Asma karena khimarnya dan sorot mata biru itu karena selalu menghindar bersitatap dengan matanya. Tapi pertanyaan yang wajar tentu saja menggelitik hatinya. Siapa anak itu? Dan mengapa bersama Asma?
Reno mengacak rambutnya frustasi. Mengingat saat Asma mengusirnya tadi. Entah mengapa wanita itu begitu sulit di dekati. Tak ada jalan lagi, selain meminta bantuan Abi dan Umi. Tapi ... apakah kedua orang tuanya mau menerima Asma setelah tau siapa wanita itu sebenarnya? lebih tepatnya, hanya masa lalu Asma.
Drrtt!
Drrtt!
Reno mengambil ponselnya di saku celana lalu mengangkat benda itu ke daun telinga.
"Assalamualaikum Umi."
"Wa'alaikumsalam, udah berangkat Nak?"
"Nih udah mau berangkat Mi," sahut Reno cepat. Hari ini, Umi entah mengapa memaksanya untuk pulang ke ke rumah utama. Kediaman keluarga Sanjaya. Tapi tak mengapa, Reno juga ingin memberitahu niatnya. Untuk menikahi Asma.
***
PLAKK!!
"Abi Ya Allah!" Umi menahan tangan Abi yang baru saja ingin melayang lagi pada wajah putranya sendiri. Sementara Reno memegang pipinya yang kebas dan mendesis pelan karena kesakitan. Sudut bibirnya berdarah.
"Jangan menghalangi Aku Lily."
Umi Lily terkesiap. Saat suaminya memanggilnya dengan nama itu sudah berarti peringatan yang keras baginya.
Perlahan Umi melepaskan cengkramannya di tangan sang suami. Lalu Abi meraih kerah baju putra sulungnya yang sangat ia kasihi. Dengan mata yang berkaca-kaca dan bibir gemetar menahan amarah dan kekecewaan, Abi berkata dengan intonasi pelan.
"Apa kurang didikan Abi sama Umi? Hingga Kamu berani berzina dan melanggar larangan-Nya?" mata tajam Abi beradu dengan mata yang sama dengannya. Reno membuang muka karena tak berani menatap wajah Abinya.
"Maaf Abi ...."
Bersambung
Kasih likenya yaa jangan lupa ^^
Bukan maksud Zaraa lama up, tapi emang lagii sibuk di novel lain.
Kalau mau cepat di up. Silahkan komentar yaa. Karena hal itu menunjukkan emang banyak yang nunggu kelanjutannya.
Komentar Zaraa tambahin jadi 50, Meski cuma komentar up atau next aja. Zaraa segera ketik tulisannya meskipun belum posting di novel lainnya yang udah kontrak.
Tapi gak maksa yaa terserah kalian aja 😉
Oh yaa, Visual Reno sama Ida dan Syifa udah aku ganti yaa. Silahkan lihat di chapter 17 ^^ Mohon maaf emang susah nyari, apalagi Syifa. Wajah bule mata biru terus berhijab. Untungnya dapet. Reno dan Ida ganti karena lebih cocok aja menurutku sih 😂 Dan ini Visual Ali
Imut banget 'kan ulu uluuu 😍
INTINYA, BGITU MNYADARI DOSA2 YG PRNH DILAKUKAN, DN SEGERA TAUBAT NASUHA, DN MMOHON AMPUN, DGN ISTIGHFAR, SHOLAWAT, DZIKIR, BCA AL QUR'AN, DN SNANTIASA ISTIQOMAH, SERTA BRJANJI TDK MLAKUKANNYA LGI, INSHA ALLAH, ALLAH MNGAMPUNI, DN PRBANYAKLH AMAL JARIYAH. DN SERING2 BRBUAT BAIK.. SERTA IHKLAS DGN TAKDIR ALLAH, YG TRCATAT DI LAUHUL MAHFUDZ..
KLAKUAN WARGA NEGARA +62..