NovelToon NovelToon
Sambat!

Sambat!

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Tamat
Popularitas:151.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Besar tanpa rasa takut, sering ditindas dan di bully dari kecil membuat lelaki ini kebal oleh hinaan serta ejekan.

Awalnya dia selalu diam, tapi karena diamnya malah ditertawakan, dianggap sebagai bentuk ketakutan, dan justru makin membuat orang lain senang mempermainkannya. Kini dia berubah menjadi apa yang orang label kan pada dirinya.. Menjadi penjahat yang sesungguhnya!

Tapi.. Hati kecilnya selalu ingin sambat akan ketidak adilan yang selama ini dia rasakan. Dia lelah berpura-pura kuat.. Dia juga manusia biasa.. Yang ingin Sambat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Datang demi dia

Bukan Alka namanya kalau tidak ngeyel. Meski Dani sudah melarang juga menasehati tuan mudanya itu jika dampak dari ngotot nya bisa membuatnya dalam masalah tapi Alka seperti menulikan telinganya.

Dia tetap ingin pulang ke Jakarta karena tahu jika besok adalah hari ulang tahun Aini. Mungkin dipikirnya akan terlihat keren jika bisa memberi surprise pada saudaranya itu.

Salah! Alka bukan berpikir tentang keren atau membuat Aini makin susah move on padanya saat kepulangannya nanti tapi dia juga ingin bertemu ibunya. Rasanya kangen sekali Alka pada sosok yang telah melahirkannya itu terlepas dari apapun perbuatan Shopiah dan pak Jawir sebelum menikah yang secara tidak langsung mencetak memori buruk di otak Alka tapi, Alka tetaplah anak-anak yang merindukan dekap peluk ibunya.

14 jam bukanlah waktu yang singkat, menempuh perjalanan dari Britania Raya menuju Jakarta. Kondisi Alka yang belum stabil membuat dirinya memucat.

"Kenapa? Pusing?" Tanya Dani. Dia memperhatikan Alka yang berjalan sedikit limbung saat keluar dari mobilnya.

"Enggak. Biasa aja." Ucap Alka mengesampingkan sakit di kepala yang tiba-tiba menyerangnya.

Alka dan Dani sudah ada di depan rumah pak Jawir. Sebelumnya Dani sudah memberi tahu pada pak Jawir jika Alka memaksa ingin pulang hari ini. Saat nama Alka disebut, kemarahan yang tadinya memuncak tiba-tiba luruh hilang entah kemana.

Orang tua itu tahu jika keadaan Alka sebenarnya belum cukup fit untuk melakukan perjalanan bolak-balik dari London ke Jakarta kembali lagi ke London. Tapi, lihat lah dia hanya melotot ke arah Dani sebagai tanda kekesalannya pada sang asisten karena dianggap tidak bisa membujuk Alka supaya tetap berada di London selama masa penyembuhan.

"Assalamualaikum.." Suara Alka membuat Shopiah terkejut. Wanita itu tadinya sedang berada di dapur, seketika berlari menuju arah pintu utama di mana dia mendengar suara anaknya.

Waalaikumsalam, ya Alloh.. Anak ibuk. Alka kamu pulang?? Alhamdulilah.." Serta merta Shopiah memeluk Alka.

Anaknya sudah lebih tinggi dari sebelum berangkat ke luar negeri. Wajahnya makin menunjukkan garis ketampanan,

Tapi tunggu, sisi bibir kanan dan pelipis anaknya sedikit membiru. Apa Alka kembali mendapat perundungan di luar negeri? Apa ada sesuatu yang Shopiah tidak ketahui telah menimpa anaknya??

"Ini kenapa Al? Apa ada yang jahat sama kamu di sana?? Apa kamu kembali di bully?? Iya?" Tanya Shopiah mengajak anaknya untuk duduk di sofa.

"Nggak buk. Aku jatuh waktu latihan taekwondo." Ucap Alka berbohong.

Shopiah diam. Dalam hati wanita itu sebenarnya dia tidak percaya dengan penuturan anaknya tapi mau bagaimana lagi, dia memilih diam tak ingin banyak bertanya.

"Apa kamu di sana betah kak?" Tanya Shopiah kembali.

"Iya buk.. Ini buat ibuk.."

Alka mengeluarkan sebuah bros bertahtakan kristal berwarna biru. Terlihat sangat mewah. Di bawahnya ada map yang langsung dibuka oleh Shopiah.

Ibu muda berusia 33 tahun itu tak kuasa menitikkan air matanya membaca pencapaian anaknya selama menjalani pendidikan di luar negeri. Baru beberapa bulan di sana tapi hampir semua mata pelajaran mendapatkan nilai A+.

"Terimakasih kak.. Kakak selalu jadi anak ibuk yang pinter, semoga apa yang kakak cita-cita kan bisa terwujud ya."

Pembicaraan penuh kerinduan antara ibu dan anak itu berlanjut. Dani dilupakan begitu saja meski berdiri bak tiang bendera di sisi pintu sana. Kehadirannya bagaikan makhluk tak kasat mata. Sungguh kasihan..

"Alkaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!"

Suara cempreng Aini membelah kekhusyukan antara ibu dan anak yang sedang melepas kerinduan.

'Sudah..' Dani memutar bola matanya malas.

"Awas minggir om!!!" Aini menabrak pundak Dani kasar. Dia yang pecicilan tapi dia sendiri juga yang hampir terjatuh kalau saja tangan kekar Dani tidak menariknya dengan kesigapan di atas rata-rata manusia pada umumnya.

Bayangkan saja adegan di drama-drama televisi saat seorang lelaki menolong perempuan dengan sigap agar tidak jatuh mencium lantai dan di slow motion, begitulah kira-kira yang terjadi antara Dani dan Aini.

"Iiiieh apaan sih om!!" Aini langsung berlari menghampiri Alka tanpa memperdulikan Dani yang tak habis pikir dengan kelakuan anak bosnya itu.

"Kamu kok pulang nggak ngasih tau aku dulu sih Al. Bisa-bisanya!!" Kata Aini kesal tapi juga seneng dalam waktu bersamaan.

"Selamat ulang tahun." Ucap Alka tersenyum membuat leleh hati Aini.

Senyum itu mengalihkan rasa kesal Aini, tadinya dia ingin marah berjilid-jilid tapi dia urungkan karena ternyata Alka mengingat hari ulang tahunnya.

"Kamu ingat?? Pasti bunda yang ngasih tau kamu ya kan?? Kamu datang buat aku?? Iya kan??" Tebak Aini asal.

"Bukan. Tapi om Dani. Om Dani yang ngasih tau kalo hari ini kamu ulang tahun."

Senyum itu seketika hilang. Dia menatap Dani dengan sinar mata laser. Kenapa dari banyaknya orang yang dia kenal kudu Dani satu-satunya orang yang ingat hari ulang tahunnya?

"Om Dani???" Ucap Aini membeo.

"Tidak usah berterimakasih nona. Saya tahu saya baik." Ucap Dani sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan itu. Dia ingin sejenak selonjoran meregangkan ototnya di taman belakang rumah besar itu. Segelas es jeruk pasti akan terasa menyegarkan, pikir Dani.

"Idih om-om tua itu makin narsis aja sih. Salah makan keknya itu orang. Dia di sana sering makan kerikil ya Al?" Tanya Aini. Alka tak menjawab.

Malam harinya, keluarga Sundul Angkoso merayakan ulang tahun Aini di hotel dengan makan malam bersama. Alka dan Aini terlihat gagah juga cantik dengan setelan baju yang serasi melekat pada tubuh mereka.

"Apa om Dani nggak apa-apa hanya nunggu di sini? Kenapa nggak ikut masuk aja?" Tanya Alka ketika tahu jika Dani memilih menunggu di luar restoran.

"Sebenernya jika boleh saya lebih suka berada di rumah mas. Saya lebih butuh tidur dari pada makan." Jawab Dani jujur.

Alka tahu dia sendiri juga butuh istirahat. Apalagi setelah makan malam ini dia harus terbang lagi ke London. Dirawat di rumah sakit dan juga ke Jakarta hanya untuk merayakan ulang tahun Aini sudah menyita banyak waktunya. Dia tidak ingin sekolahnya terbengkalai karena hal di luar prediksinya.

Sedang berbincang dengan Dani di luar restoran, mata Alka menangkap seseorang yang dia kenal. Orang yang beberapa tahun lalu membuat dirinya tidak betah sekolah di Jakarta. Orang yang juga punya andil besar dalam pembullyan di sekolahnya dulu.

"Ada apa mas?" Tanya Dani menangkap ada yang menggangu pikiran Alka.

"Orang itu.." Dani menoleh ke arah yang Alka tunjuk.

Seorang bocah mungkin juga seumuran Alka atau berbeda beberapa tahun dari anak majikannya, entahlah.. Dani tidak tahu karena Alka tumbuh lebih tinggi dari pada anak sebayanya.

"Siapa dia mas?" Tanya Dani ingin tahu. Dani sudah dalam mode siaga.

"Orang yang dulu menuduhku pencuri sewaktu aku pindah sekolah." Kata Alka tersenyum mengejek.

"Apa dia harus mendapat salam perkenalan dari ku mas?"

Alka tahu salam perkenalan yang Dani maksud itu bukanlah berbasi-basi ingin mengakrabkan diri atau sekedar mengobrol beramah tamah tapi adu otot untuk memberi pelajaran pada pemuda yang sekarang berjalan mendekat ke arah mereka.

1
Wanita Aries
bagusssss menguras airmata dan emosi
Wanita Aries
bner2 sakti dbuat sehancur mungkin dan sprti pny 9 nyawa, smua gak jauh2 dari masa lalunya tentang traumanya
Wanita Aries
bikin candu novelmu thor
Wanita Aries
duhh nyesekk bacanya
Wanita Aries
ya ampun aini
Wanita Aries
lah aini gk sadar kl mereka hanya saudara beda ayah
Wanita Aries
pak jawir sebegitu bucinnya sama sophiyah, sampe alka udh di anggap ank sndri. wlw cara awalnya salah
Wanita Aries
duhhh trnyata si jawir yg gk bs nahan nafsu
Wanita Aries
emang dr awal si shupiah ini bkn ibu yg baik
Wanita Aries
bocah koplak kabeh 🤣
Wanita Aries
nyesekk😔
Wanita Aries
mantappp
bagus di musnahkan iblis bgtu
Wanita Aries
biadabbnyaaa ehh
Wanita Aries
knp hidupnya sakti dbuat ngenes
Wanita Aries
duuhh takutnya guru bgtu
Wanita Aries
duh shop2 ttp aja km kurang care ma sakti
Wanita Aries
mampir thor
zuwariyah c
syukurin🤣mampus loh
😄
suryati pendi
ya allah jadi inget kasus jis dulu
al
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!