"Angel, aku tidak ingin kita berpisah. Berjanji pada ku ya. Kita akan bersama selama nya." kata Pacar gadis yang bernama Angel.
Angel diam saja dengan apa yang pacar nya kata kan. Karna dalam hati nya saat ini, sedang merasa kan hal yang tidak bisa di cerna oleh pikiran nya.
Simak terus kelanjutan cerita nya teman. Di cerita Karna jodoh dari lahir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah nya Angel
Setelah masuk kekamar, Angel menutup rapat pintu kamar nya. Mengunci pintu kamar, lalu membaring kan tubuh nya di atas ranjang.
Ia masih ingat, betapa mesra nya Gilang bersama perempuan itu. Angel ingin melupa kan kejadian itu, tapi tetap saja rasa hati nya tetap sakit dan semakin sakit.
"Kenapa, kenapa rasa nya seperti ini. Bukan kah aku dan Gilang menikah sama-sama tidak punya cinta. Apa yang aku kesal kan ketika melihat Gilang bahagia bersama pacar nya." kata Angel ngomong sendiri.
Angel mencoba melupa kan apa yang ia lihat tadi. Tapi rasa nya sangat sulit, bahkan sekarang air mata nya pula yang ikut turun saat ingat Gilang bersama gadis lain.
"Bodoh, bodoh, bodoh. Ngapain nangis sih, Gilang itu sama pacar nya. Ngapain nangis, aku kan hanya istri bohongan saja." kata Angel memukul-mukul kasur nya.
***
Gilang baru saja pulang setelah tengah malam. Ia kelamaan di hotel Selena, karna Selena menahan nya. Hingga tengah malam baru Gilang bisa pulang, itu pun dengan alasan oma menelfon nya karna Gilang tidak ada di rumah.
Gilang mencoba membuka kamar Angel, tapi sayang nya. Pintu kamar Angel di kunci, Gilang pun memutus kan untuk langsung masuk kekamar nya. Karna hari sudah tengah malam.
Angel belum juga bisa tidur, ia sadar ketika Gilang ingin membuka pintu kamar nya. Tapi tak bisa masuk karna di kunci Angel dari dalam.
Angel melihat jam di ponsel nya, ternyata sudah jam 01.45 wib. Ternyata Gilang baru saja pulang setelah hampir jam dua malam.
****
Ntah jam berapa Angel baru bisa tidur, mungkin mata nya sudah capek tertutup hingga tidak sadar langsung tertidur.
Alhasil, ia bangun setelah hari agak siang. Karna tadi malam ia susah tidur, maka efek nya adalah bangun kesiangan.
"Non, non Angel kok belum bangun sih. Gak kuliah ya hari ini, kan udah siang non." kata suara bik Niah di luar sana sambil mengetuk pintu kamar.
"Kuliah kok bik, aku udah bangun dan sebentar lagi turun." kata Angel.
Bik Niah pun meninggal kan kamar Angel, sebenar nya ini untuk yang kedua kali nya bik Niah mengetuk pintu kamar Angel. Yang pertama tadi gak ada jawaban, ia tinggal kan saja. Namun kemudian datang lagi, karna khawatir sama Angel takut telat. Maka bik Niah kembali memberani kan diri untuk membangun kan Angel lagi.
"Masih belum bangun juga ya bik?" kata Gilang yang sudah duduk di meja makan.
Gilang juga bangun kesiangan karna tidur telat tadi malam. Ia menyangka Angel udah bangun, maka nya ia langsung kemeja makan. Tapi hasil nya, istri nya malah masih bobok cantik di kamar.
"Belum." kata bik Niah seada nya.
Jawaban bik Niah sangat singkat, walau Gilang merasa aneh sama asisten rumah tangga nya ini. Tapi ia tidak berani untuk menegur nya.
***
Angel turun dengan tergesa-gesa, ia membawa beberapa buku pelajaran nya.
Angel berjalan cepat menuju pintu keluar, tanpa melihat Gilang yang lagi sarapan di meja makan.
"Gak sarapan dulu Ngel?" kata Gilang.
"Gak ada waktu lagi." kata Angel dingin.
Tak sempat untuk berbicara dua kali, Angel sudah meninggal kan Gilang dengan cepat.
"Lho, kok pada aneh ya. Apa yang terjadi sih, kenapa orang di rumah ini malah bersikap sangat dingin." kata Gilang bingung.
"Tadi bik Niah yang cuek sama aku, sekarang Angel. Ada yang gak beres nih, apa Agus juga sama hari ini." kata Gilang.
***
Hari ini, Gilang memati kan ponsel nya. Ia malas untuk menerima telfon dari Selena. Ia hanya berdiam diri dirumah seharian ini. Sampai sore, ia menunggu Angel pulang kuliah.
Gilang juga menolak saat papa nya ajak kekantor, padahal kan hari ini adalah hari pertama untuk Gilang kerja. Tapi karna ia merasa ada yang aneh sama Angel, ia membatal kan niat nya untuk kerja.
Tak lama nampak mobil masuk kehalaman rumah. Itu mobil Angel yang baru pulang kuliah. Mobil pun berhenti, Angel langsung saja turun dari mobil dan ingin masuk kedalam rumah.
"Angel tunggu, kok kamu cuekin aku sih hari ini." kata Gilang sambil menahan tangan Angel.
"Aku lagi banyak tugas, gak bisa bersantai." kata Angel.
Angel melepas kan tangan Gilang yang memegang nya. Ia masuk kedalam rumah, meninggal kan Gilang yang tak mengerti dengan dingin nya perlakuan Angel saat ini.
"Agus, apa kamu tahu apa yang teejadi pada istri ku." kata Gilang.
"Aku tidak tahu mas Gilang, maaf aku harus kebelakang." kata Agus.
Agus juga aneh sama aku, ada apa ini. Apa yang sebenar nya terjadi. Gilang bertanya-tanya pada diri nya sendiri.
Gilang pun memilih untuk mencari tahu apa yang telah terjadi pada istri dan orang yang berada dalam rumah nya. Mengapa mereka sangat dingin dan seolah marah pada diri nya. Apa kah ada kesalahan yang telah ia buat.
"Aku akan cari tahu sendiri saja apa yang kalian sembunyi kan dari aku." kata Gilang.
***
Beberapa hari telah berlalu, Gilang benar-benar merasa bosan sama apa yang telah terjadi di rumah nya. Gilang sangat merasa tersingkir kan.
Tidak ada yang bisa di ajak bicara, bukan hanya Angel. Supir juga asisten rumah tangga nya juga sama.
Mereka hanya bicara seada nya saja, hanya menjawab apa yang Gilang tanya kan. Tapi saat bicara sama Angel, mereka masih berlaku normal dan terlihat biasa saja.
Angel juga selalj menghindar, baik saat makan malam dan saat sarapan pagi. Ia selalu bilang sedang buru-buru, saat di ajak sarapan pagi. Sedang kan saat makan malam, ia bilang ada banyak tugas sehingga tak bisa makan malam bersama.
Sedang duduk di taman juga tidak bisa di dekati, Angel bagai kan kupu-kupu sekarang. Hanya bisa di pandang dari jauh, tapi tidak bisa di sentuh.
Pintu kamar Angek selalu tertutup rapat, bahkan saat masuk saja langsung di kunci. Gilang jadi semakin merasa di singkir kan. Belum lagi masalah Selena selesai, datang lagi masalah baru untuk Gilang.
Selena masih selalu saja menghubungi nya. Tidak malam atau pun pagi, kapan ia suka saja. Maka ia akan menghubungi Gilang. Meminta agar di beli kan makanan atau di ajak jalan.
Itu membuat Gilang merasa pusing, dan sering sekali memati kan ponsel nya. Bahkan papa juga selalu marah-marah pada nya, karna susah di hubungi.
Aku akan mengikuti kamu Angel, apa yang kamu sembunyi kan dari aku. Dan mengapa kamu bisa berubah bersikap dingin pada ku. Kata Gilang dalam hati.
oya kan udah gx ada lagi yg bayarin ya??
lah lo makan aja minta di traktir sama numpang 😂😂
mksih
trusss semangat...... thor,,,