NovelToon NovelToon
MY POSSESIVE BOSS

MY POSSESIVE BOSS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:470k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Gita

SINOPSIS :

"Tuan, aku ini diangkat menjadi sekretaris mu atau kucing ini?" Liora tak percaya, mengapa harus mengurus kucing ini? Liora memang suka sekali dengan kucing, tapi Liora heran mengapa ia harus menjadi asisten pribadi seorang owner perusahaan besar hanya untuk mengurus kucingnya.

Billionaire itu melirik Liora, dalam lirikannya dia menampilkan secarik senyuman yg kecil. Sepertinya dia tertarik pada Liora. Tapi ia segera menepis senyuman nya. Ia mengingat kejadian 5tahun lalu, dan ia tidak ingin jatuh kedalam lubang cinta lagi. Terlalu muak rasanya untuknya.



REGRADS,
Cicankyuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. SALTY FOOD

Kringggg... Kringggg..

Tangan Liora meraba permukaan nakas yang berada di sebelah ranjangnya untuk mencari sumber suara. Matanya masih tertutup. Kesadarannya masih lima puluh persen untuk tersadar. Perutnya merasa seperti ditimpa barang berat. Seketika matanya mengerjap, meloloskan cahaya masuk sedikit demi sedikit ke dalam matanya. Tangannya berhasil meraih alarm yang sedari tadi berdering dengan nyaring. Segera ia mematikan suara benda itu. Tetapi ia merasa sulit bergerak. Tubuhnya merasa berat sekarang. Matanya menyipit memikirkan apa yang terjadi. Ia segera menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.

"Dave!" Liora berteriak ketika menemukan sebuah lengan kekar yang bertengger diperutnya. Alangkah kagetnya ia ketika melihat David yang tertidur pulas sembari memeluknya dibalik selimut tebal itu.

"Hmm.. ada apa sayang?" David menggeliat setelah tersadar dari mimpi indahnya. Bukannya ia melepas pelukan itu, malah ia semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Liora. Hidungnya terus mengendus-endus leher Liora. Tentu Liora merasa tidak nyaman jika seperti itu.

"Hentikan David, ini sangat geli. Hahaha, sudah Dave!" Liora menggeliat geli. Tangannya menahan segala pergerakan David.

"Ada apa hm? Mengapa kau tertawa terus pagi buta seperti ini?" Tanya David sembari mengusap kelopak matanya.

"Apa katamu? Pagi buta? Lihat lah cahaya itu!" David segera menoleh mengikuti arahan jari telunjuk Liora. David melihat cahaya yang menembus tirai yang tergantung di sana.

"Wah ternyata sudah siang. Apakah kau tidur pulas malam tadi huh?" Tanya David sembari tersenyum kepada Liora. Sedangkan Liora memutar bola matanya.

"Tidak Dave. Kau membuatku sulit untuk tidur dengan nyenyak!" Liora menggerutu sembari memandangi mata David.

"Aku? Apa salahku?" Tanya David dengan polos.

"Mengapa kau masih bertanya huh? Tangan besarmu itu membuat aku sulit bergerak! Dan mengapa juga kau memiliki tangan sebesar itu?" Liora menyingkirkan tangan David yang tetap membebani tubuhnya. Apakah David berpikir tangannya begitu ringan seperti kapas?

"Hahaha maafkan tanganku sayang. Tangan ku tidak besar, hanya saja terlalu seksi" David tertawa kecil menunjukkan lengan yang berotot. Liora yang melihat itu menggeleng-gelengkan kepalanya merasa heran kepada David. Apa enaknya memiliki lengan yang besar? Batinnya bergumam. Bukankah akan terasa berat jika memiliki lengan sebesar itu? Ah mungkin itu salah satu menjadi penyebab bahwa laki-laki adalah kuat daripada wanita. Pikir Liora.

"Sudahlah Dave, aku akan membersihkan diri lalu membuatkan kau sarapan yang lezat. Apa kau mau?" Tanya Liora sembari mengelus pipi halus David. Matanya mengedip dengan nakal. David yang menerima perlakuan itupun merasa sangat tersanjung.

"Ah sudahlah Liora, jangan menggodaku seperti itu. Apa kau mau menu sarapan ku pagi ini adalah dirimu yang sangat seksi ini hm?" David balik menggoda Liora dengan hembusan nafas yang sangat Liora sukai. Hembusan itu menyentuh daun telinga dan kulit sekitarnya. Bulu kuduk Liora berdiri, mengapa ia menjadi merinding? Apa jangan-jangan pria di depannya ini adalah hantu? Tetapi apakah ada hantu setampan dan semanis David?

"Berhenti Dave. Atau kau mau tidak mendapatkan jatah sarapan pagi ini hm?" Liora sangat pintar jika masalah mengancam David. Mata David berbinar-binar seolah memohon kepada Liora. Tetapi Liora tetap menjalankan aksinya untuk menjahili David. Iya tetap berpura-pura marah kepada David. Bahkan ia mengancam ia tidak akan menemui David lagi jika tidak mau berhenti seperti itu. Well, David segera menghentikan aksinya. Ia tidak mau Liora berubah menjadi mode singa!

"Tidak, maafkan aku Olla sayang. Kau memang begitu cantik. Sangat cantik. Super cantik!" David berusaha untuk menggoda wanitanya dengan kata-kata rayuan andalannya. Iya mengedipkan matanya dengan genit. Liora yang melihatnya hanya bisa memutar bola matanya serta menaikkan kedua bahunya.

"Apa kau tidak bekerja Dave?" Ah, Liora mengingat itu. Sudah berapa lama Liora tidak melihat David pergi ke kantor nya? Apakah perusahaan yang akan baik-baik saja jika terus ditinggal oleh bosnya yang sedang kasmaran ini?

"Ah iya, aku lupa memberitahu mu. Nanti siang aku akan mengadakan rapat dengan seluruh jajaran di perusahaan ku. Dan kau ikut serta dalam rapat itu bersamaku ya sayang" mengapa Liora harus ikut? Bukan kak Liora hanya sekadar pengurus kucingnya?

"Hmm kenapa? Kenapa aku harus ikut?" Tanya Liora dengan heran.

"Karena kau adalah sekretaris ku" jawab David dengan mudah.

"Bukannya aku hanya pengurus kucingmu? Ah ya, bagaimana kabar Vios? Sudah lama sekali aku tidak berjumpa dengannya" Liora mengingat kucing itu, Vios. Dimana kucing itu berada sekarang?

"Kabar Vios baik-baik saja. Kucing itu sedang berada di mansion keluarga ku. Aku sampai lupa tidak bertemu dengan Vios saat disana. Besok kita akan kunjungi Vios ya sayang" ajak David dengan lembut. Yah tentu saja keduanya sangat merindukan kucing itu. Kucing yang mempertemukan mereka.

"Ya sudah jika seperti itu aku akan memasak terlebih dahulu. Lebih baik kau bersiap sekarang. Setelah itu baru aku yang membersihkan tubuhku" perintah Liora kepada David.

"Ah bagaimana kita mandi bersama? Bukankah itu akan lebih cepat?" David tersenyum menggoda. Pipi Liora sudah memerah ketika membayangkannya. Selalu saja David berpikiran jorok seperti itu. Membuat Liora selalu tersipu malu jika membayangkannya. Lagi pula salah siapa ia membayangkan itu?

"Dalam mimpimu Dave!" Liora melemparkan bantal kepada wajah David. Ia segera berlari menuju dapurnya. Namun warna merah di pipinya masih saja belum padam, malah semakin membuatnya terus tersenyum. Sebenarnya Liora ini polos atau tidak ya?

David melihat punggung Liora menjauh hingga tak terlihat di balik pintu. Senyuman tercetak di wajah menawan David. Ia berpikir, sepertinya ia tak salah memilih wanita. Liora adalah wanita idamannya sekarang dan selamanya. Semoga saja jodoh menyatukan mereka. David beranjak menuju kamar mandi yang berada di sisi kirinya.

Denting sendok dan garpu bersamaan beradu dengan piring yang menghidangkan makanan yang terlihat lezat. Hidangan itu sangat dihidangkan spesial dengan penuh taburan cinta di dalamnya. Liora fokus ketika menyantap hidangan buatan tangannya. Sedangkan David? Pria itu sedari tadi selalu memandangi Liora sembari memakan makanannya.

"Habiskan makanan mu Dave. Jika tidak, aku tidak akan memasak lagi untukmu!" Yah walaupun masakan itu tidak terlalu lezat, tetapi tetap saja David menyantap nya dengan semangat. Agar melupakan rasa asin yang berlebih itu, David menyantap dengan tatapan yang fokus tertuju kepada Liora.

"Siap komandan!" David menunjukan seringai yang tulus. Giginya terlihat putih dan rapi. Setidaknya alihan fokusnya pada Liora itu membuat ia melupakan bahwa hidangan yang Liora sajikan itu terlalu asin. David tidak ingin mengatakan sejujurnya karena ia sangat menghargai Liora. Jika saja masakan itu dibuat oleh pekerjanya atau pekerja di restauran, maka David menjamin bahwa dirinya akan memaki hingga memecat koki itu. Sayangnya yang membuat itu adalah Liora, wanita tersayangnya.

"Setelah pulang bekerja, apa kau mau bertemu dengan Vios hm?" Lanjut David terus memandangi wajah cantik Liora.

"Tentu Dave! Aku sangat merindukan Vios. Uh sudah berapa lama aku tidak bertemu dengannya?" Liora melihat jari-jari tangannya seolah sedang menghitung berapa lama ia tak bertemu Vios, kucing kesayangan David.

"Ya sudah, setelah ini kau bersiap lah. Aku akan tunggu di ruang tamu ya" David mengedipkan matanya genit, Liora merasa sedikit geli ketika melihat David yang seperti itu. Ingin sekali rasanya ia melempar piring-piring itu kepada David.

-to be continued-

Note : maaf cican baru punya kuota say. Wkkwkwk ampun jangan diomelin..

Regrads,

Cicankyuu

1
Indira Indri
jg kangen thor... apalagi ma novel mu lanjuttttt....
Sri Ningsih
lanjutan ny mn thor???
dr td q bc smua ny tnggung2 smw
😢
Laelaa Putri
cmiwcmiw
Asiah
lanjut
Abdy Mensuk
semangat trus up ceritanya 💪💪👌👌😊😊
charis@ŕŕa
lnjut thor sll semngat..
....
atteu
thor q lupa lagi ceritanya jd hrs baca dr awal lg mf y thor hehehe
semangat thor
Put Rii
maaf ya thor lupa alur 😶
Cicankyuu
Udah di lanjutin guys!❤️
Absarina Rayya
lanjut kan thor
Absarina Rayya
lanjut kan thor
Dewi Puspita
lanjut kk ... aku tunggu ga apa ... selesaikan dulu urusan kk ... masih mnunggu ... semangat ya 🥰
Rachma Sabila
semangaattt untuk lanjut thor 😘😘
Meiri Feriana
lanjut Thorr
Abdy Mensuk
lanjut Thor semangat 💪💪😊😊
Sunshine
lanjut kakak 💪💪💪💪💪💪


turut berdukacita untuk kucing'nya
atteu
lanjut donk thor
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
lanjut donk thoorrr..masih dinanti para reader nya niihhh..
turut berduka cita tuk c empus nya..
Putri Monicaazemi
masih nunggu looo
charis@ŕŕa
lanjut thor nulis nya q suka karya mu tp msih nggantung...
penasaran...
semangatttttttt
charis@ŕŕa: ok thor ...
💪💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!