NovelToon NovelToon
Kapten Pilot Ternyata Jodohku

Kapten Pilot Ternyata Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Nikahmuda
Popularitas:189.2k
Nilai: 5
Nama Author: irma blw

Menceritakan seorang gadis yang dijodohkan dengan seorang Kapten Pilot. Namun, gadis tersebut kabur di hari pernikahannya.

Kemudian mereka kembali dipertemukan dan gadis tersebut jatuh cinta pada Kapten Pilot. Mereka berdua sempat menjalin hubungan kekasih, Namun ternyata Kapten Pilot hanya menjadikan gadis tersebut hanya sebagai pempiasan cintanya saja karena hubungannya dengan kekasih lamanya tidak direstui kedua orang tuanya.
Gadis tersebut sangat kecewa saat mengetahui cintanya hanya dijadikan pelampiasan saja, gadis tersebut membenci Kapten Pilot karena telah mempermainkan cintanya dan gadis tersebut memutuskan hubungannya dengan Kapten Pilot.

Hati Kapten Pilot itu merasa aneh, kehidupannya hampa tanpa gadis tersebut hatinya terasa kosong. Kapten Pilot itu berusaha meminta maaf namun, gadis tersebut terlanjur kecewa. Hati tidak ada yang tau, gadis tersebut kembali mencintai Kapten pilot secara diam-diam dan alangkah kecewanya lagi saat gadis tersebut menyaksikan dengan matanya sendiri, menyaksikan kekasih lama Kapten Pilot mencium pipi Kapten Pilot dan itu membuat gadis tersebut sampai kecelakaan.

Perjalanan cinta mereka begitu banyak ujian cinta di dalamnya. Tidak hanya sampai disitu saja, saat takdir telah menyatukan mereka dalam hubungan pernikahan, ada saja ujian yang menimpa cinta mereka. Bahkan lebih parah lagi setelah mereka menikah, rumah tangga mereka sempat hancur dengan perceraian diantara mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irma blw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAPTEN PILOT

Malam ini malam pertama hubungan suami istri menjadi suasana hening.

Kapten Rijal dan Dokter Nisa berada di kamar yang sama dan kasur yang sama, namun mereka berdua berbaring saling membelakangi tanpa berbicara.

Sebenarnya ada apa ini? siapa yang salah? siapa yang harus di salahkan? kenapa jadi begini? tanya dalam diam saling bergantian tanpa terdengar dan tanpa dijawab oleh siapapun.

Mereka berdua sibuk dengan pikiran dan kegelisahan hati masing-masing. Perlahan Dokter Nisa meneteskan air mata mengingat apa yang barusan dia lihat di depan mall tadi.

Seorang pria, bocah laki-laki, seorang perempuan, mereka ada hubungan apa?. Pria itu jelas-jelas Farid pikir Dokter Nisa yakin, dia mengingat begitu jelas wajah mantan kekasihnya.

Lalu siapa bocah laki-laki dan seorang perempuan itu? apakah itu istri dan anak Farid? aku harus minta penjelasan Farid kenapa dia membohongiku dan menghianatiku? aku tidak terima dia menghancurkan hatiku begitu saja aku harus minta penjelasan, aku harus cari dia Tekad Dokter Nisa dalam hati.

Sementara Kapten Rijal bingung harus bagaimana dengan situasi yang hening ini. Ingin sekali dirinya berbicara pada istrinya tapi dirinya takut akan memperkeruh situasi menjadi lebih parah.

Kapten Rijal bingung apakah dia yang salah? salahnya dimana? dia kan awalnya hanya bertanya baik-baik pada istrinya namun istrinya tidak mempedulikannya dan sampailah emosi mengusai dirinya begitu juga istrinya yang seolah marah pada dirinya tanpa sebab pikir Kapten Rijal.

Mereka berdua larut dalam lamanunan masing-masing hingga mereka tertidur.

Keesokan harinya, Kapten Rijal terbangun dari tidur paginya. Dia berbalik menatap istrinya, namun yang ditemuinya bukanlah istrinya melainkan bantal guling.

Kapten Rijal melihat jam di hpnya, sudah menunjukkan pukul 07:30 WIB.

Ini masih ada setengah jam operasional istrinya masuk kerja, karena Dokter Nisa kerja jam 08:15 WIB.

Apa Dokter Nisa benar-benar marah? Dia bangun lebih awal tanpa membangunkan suaminya, apakah Dokter Nisa sudah berangkat kerja? berbagai pertanyaan muncul dipikiran Kapten Rijal.

Kapten Rijal berdiri lalu menuju kamar mandi menyegarkan diri. Setelah memakai pakaian santai di rumah, Kapten Rijal menuju dapur sesekali mengintai dalam rumah mencari-mencari istrinya.

Namun sama sekali tidak mendapati keberadaan istrinya. Kapten Rijal mencari-cari keluar rumah, tapi tidak didapati juga.

Kapten Rijal kembali ke dapur, menuju meja makan. Dia membuka tudung saji, istrinya menyiapkan nasi putih, perkedel, ayam goreng, ikan sardeng kuah.

Kapten Rijal duduk di kursi meja makan kemudian memulai sarapan pagi. Setelah sarapan, dia mencoba menghubungi nomor HP istrinya.

Barangkali istrinya buru-buru berangkat kerja karena ada pasien darurat yang butuh tenaganya, pikir Kapten Rijal.

***Dreeettt.... Dreetttt....

"Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi cobalah beberapa saat lagi***". Suara operator telepon ketika nomor tidak bisa dihubungi.

Kapten Rijal kembali mencoba menghubungi istrinya namun hasilnya sama, sama tidak bisa dihubungi.

Tidak ada jalan lain, selain mencari istrinya ke rumah sakit dan ke rumah orang tua Dokter Nisa. Sebagai suami, Kapten Rijal begitu mengkhawatirkan istrinya yang pergi tanpa pesan dan nomornya tidak bisa dihubungi.

Kapten Rijal keluar menutup pintu utama apartemennya dan berjalan menuju mobilnya kemudian melajukan mobilnya mencari istrinya.

Tempat utama yang dituju Kapten Rijal adalah rumah sakit. Setelah sampai di halaman rumah sakit, langsung saja Kapten Rijal memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumah sakit menanyakan istrinya pada Suster yang bertugas dibagian administrasi dan resepsionis.

"Permisi Sus. Apakah Dokter Nisa ada?." Tanya Kapten Rijal pada Suster.

"Sebentar Pak, saya cek dulu absen hari ini." Ucap Suster tersebut.

"Nama lengkapnya siapa, Pak?.'' Tanya Suster tersebut mengecek laptopnya.

''Dokter Anisa Asarah Bryanto.'' Jawab Kapten Rijal.

''Oh atas nama Dokter Anisa Asarah Bryanto, belum mengisi daftar hadir hari ini Pak.'' Ucap Suster tersebut menatap Kapten Rijal.

''Astaga, Nisa.'' Gumam Kapten Rijal menyebut nama istrinya.

''Apa masih ada yang bisa kami bantu, Pak?.'' Tanya Suster tersebut pada Kapten Rijal.

''Nggak Sus, terima kasih.'' Jawab Kapten Rijal keluar dan meninggalkan rumah sakit itu.

Kemudian kembali keparkiran memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya. Tempat yang dituju Kapten Rijal adalah rumah mertuanya.

Setelah menempuh perjalanan satu jam ke rumah mertuanya, akhirnya Kapten Rijal sampai juga di halaman rumah mertuanya.

Kapten Rijal memarkirkan mobilnya dan disambut baik oleh kakak iparnya yang kebetulan ada di taman sudut rumah mertuanya.

''Hai bro, lho kok sendirian Nisa mana?.'' Tanya Kapten Gilang menghampiri adek iparnya.

Kapten Gilang menngedarkan penglihatannya di dalam mobil tidak dilihatnya Dokter Nisa.

''Ha? Astaga Nisa kemana sih? Aku ke sini cari Nisa kirain ada di sini, aduh Nisa.'' Keluh Kapten Rijal cemas.

''Kita duduk di taman dulu deh.'' Ajak Kapten Gilang pada Kapten Rijal.

Mereka berdua pun berjalan ke taman dan duduk bersama di balai taman.

''Kalian ada masalah ya?.'' Tanya Kapten Gilang pada Kapten Rijal.

''Nggak tau deh, bingung cerita gimana.'' Ucap Kapten Rijal menunduk menatap kedua kakinya.

''Cerita aja. Nggak usah sungkang sama aku, aku ini saudara kamu. Siapa tau aku bisa bantu masalah kamu sama Nisa.'' Ucap Kapten Gilang menepuk bahu Kapten Rijal.

''Awalnya sih aku sama Nisa tuh dari mall. Pas keluar dari mall, aku sudah masuk ke dalam mobil dan nyalain mesin mobil untuk pulang ke apartemen sama Nisa. Sementara Nisa hendak masuk ke dalam mobil, tapi dia berdiri di samping pintu mobil. Dia menatap seorang pria yang kemudian pria itu didatangi bocah laki-laki dan juga seorang perempuan.'' Jelas Kapten Rijal.

''Kamu kenal nggak siapa pria itu?.'' Tanya Kapten Gilang.

''Nggak. Tapi aku liat Nisa kayak nangis pas melihat bocah laki-laki itu digendomg oleh pria itu.'' Ucap Kapten Rijal.

''Oh aku tau pria itu siapa, pria itu pasti Farid.'' Ucap Kapten Gilang.

''Farid? Siapa dia? Apa hubungannya dengan Nisa?.'' Tanya Kapten Rijal bingung.

''Jadi Farid itu adalah mantan kekasih Nisa, Yang mana mengajak Nisa kawin lari saat kalian berdua akan menikah saat Nisa kabur di hari pernikahan kalian yang gagal.'' Jawab Kapten Gilang.

''Terus?.'' Tanya Kapten Rijal penasaran.

''Jadi waktu Nisa kabur dari rumah, ternyata dia janjian sama Farid ketemu di bandara maskapai tempat aku dan kamu bekerja. Farid berjanji pada Nisa akan menikahinya dengan cara kawin lari, karena Nisa punya kekasih dan kalian di jodohkan jadi Nisa memilih kabur bertemu kekasihnya itu.'' Jelas Kapten Gilang.

''Oh jadi itu yang aku tabrak pas di bandara itu Nisa dan memang aku lihat dia sedang menangis.'' Ucap Kapten Rijal mengingat kejadian pertama kali bertemu Dokter Nisa di bandara.

''Dia menangis itu karena ternyata Farid membohonginya dan penghinatinya.'' Ucap Kapten Gilang yang tau cerita adiknya karena memang Dokter Nisa pernah menceritakan kisahnya dengan Farid yang membohongi dan menghianati Dokter Nisa.

''Kok bisa?.'' Tanya Kapten Rijal tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Farid.

''Farid sudah menikah lebih dulu dengan gadis lain dan parahnya sudah memiliki anak.'' Jawab Kapten Gilang.

''Astagafirullah, benar-benar keterlaluan sih. Pantas waktu aku makan di cafe, Nisa tuh nangis nggak berhenti-berhenti. Aku berusaha menenangkan dia dan kemudian aku tawari antar pulang tapi katanya dia nggak mau pulang ke rumah, dia minta diantar ke rumah temannya dan aku anter dia ke rumah temannya yang namanya Anita kalau nggak salah.'' Jelas Kapten Rijal.

''Jadi ceritanya gimana pas pulang dari mall, sampai kalian berdua kayak ada masalah?.'' Tanya Kapten Gilang pada Kapten Rijal.

''Aku tanya baik-baik ke dia, dianya malah bilang bukan urusan kamu. Seketika aku emosi, aku ini suaminya lho bro. Apapun urusannya dia itu urusan aku, dia itu tanggung jawab aku. Aku merasa nggak dianggap suaminya dengan omongannya. Ya, aku coba bilangin aku ini suami kamu semua urusan kamu urusan aku juga. Dia malah nangis dan alhasil kita bertengkar, semalam kita saling diam-diaman. Paginya gini deh dia bangun tanpa bangunin aku, aku cari sesisi rumah nggak ada, aku ke rumah sakit juga nggak ada, aku ke sini kirain ada.'' Jelas Kapten Rijal.

''Sabar bro, mungkin karena masa lalunya begitu. Mungkin dia butuh waktu move on dari lukanya, nggak usah dicari nanti pulang sendiri.'' Ucap Kapten Gilang pada Kapten Rijal.

Mereka berdua pun saling bercerita di balai-balai tersebut.

*K*etika ada masalah bicarakanlah baik-baik agar masalah bisa selesai. Karena masalah tidak akan selesai jika dipendam sendirian.

Jangan hidup di masa lalumu karena kamu tidak akan bisa bahagia dengan masa depanmu.

Luka masa lalu memang butuh waktu untuk sembuh, tapi jangan mengali masa lalu lagi itu hanya akan membuat luka baru.

Ya berlalu biarlah berlalu, Yang sudah pergi sudah pasti bukan yang terbaik.

Mohon maaf bila ada kesalahan kata, penempatan tanda baca, dan huruf besar. Mohon pengertiannya ya.

Guys🤗 segini dulu ya kita lanjut ke part berikutnya😉

1
Wirda Yeti
lanjut
Nurhidaya Aya
lama ya blom up
Noviyah Danarsari
lanjut... lama bgt
Tri Faris Sunarto
semoga Rijal sembuh ya Thor,gak di buat meninggal kapten rijalnya Thor🤭
Irma Amelia Putri: entahlah... 😂😂😂 Ikuti terus kisahnya ya bund😉
total 1 replies
Dwi Kustanti
lnjt
Sulastri Oke86
lanjut thor
Khairul Azmy
lanjut dong up ny
salome joss
crtny mngantung tamat sdh
Elizabeth E R
ini kapan up.nya
Noviyah Danarsari
lanjut kk
Μғ⃝🦪тιαяα м͜͡¢͢🦇
Semangat Thor ceritanya sangat bagus😍, mampir juga di novel ku "Hijrahnya Gadis Pembunuh Bayaran" 💙💙
Noviyah Danarsari
lanjuut jgn lama bgt dong
malirisia
lanjut thor
Evi Eliana Asnawati
lanjut kk up nya jangan lama2
Winartiningsih Winartiningsih
lanjut kk
Chumairoh
ada apa dengan Anita???
Irma Amelia Putri
MOHON JANGAN PROMOSIKAN KARYA ... DI KARYA ORANG. HARGAI KARYA ORANG LAIN KALAU MAU PROMOSI. BIKIN PROMOSI SENDIRI JANGAN NUMPANG 🙏
Dwi Kustanti
lanjut yg bnyk up nya thor
aftan datatdri
thor kq lama banget sih up nya
Evi Eliana Asnawati
aduh kasian kaptennya....
Nisa kok gak bisa move on yaw, kapten aja bisa move on dr pacarnya dl masak Nisa nggak bisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!