NovelToon NovelToon
Sang Dewa Cangkul Sakti

Sang Dewa Cangkul Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Bereinkarnasi di Era Kultivasi Modern, Yang Chan awalnya hanyalah remaja tanpa bakat yang mendambakan kehidupan damai. Memilih untuk tidak masuk dalam kebrutalan dunia kultivasi.

​Tanpa disangka, rutinitas mencangkulnya justru membangkitkan Sistem Taman Kehidupan. Bukan misi berdarah yang didapat, melainkan keajaiban agrikultur penakluk lahan mati yang kelak melahirkan legenda suci, juga bakat terpendam yang seharusnya tidak ia miliki.

​Saat para penguasa dunia sibuk mencari jejak keilahian, mampukah ia menjaga kedamaian hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Standar "Rata-Rata" yang Keliru

Yang Chan berdiri santai di tengah barisan panjang yang mengular di lapangan utama Akademi Qinglong.

Sore itu, udara lapangan dipenuhi rasa tegang dari ratusan calon murid baru yang saling berbisik cemas.

Di depan mereka, deretan pilar kristal setinggi tiga meter berdiri kokoh, berkedip memancarkan pendaran Qi secara berkala.

Setiap pendaran menentukan nasib mereka hari ini, membuat suasana lapangan terasa semakin berat untuk dihirup.

Yang Chan menguap kecil untuk mengusir rasa kantuknya, sama sekali tidak merasa tegang seperti peserta lain.

Di depannya, seorang remaja jatuh terduduk sambil menangis kencang karena pilar di depannya menyala merah pudar.

Warna merah pudar itu adalah pertanda kegagalan mutlak yang langsung memupuskan impian sang pemuda desa.

Penguji Utama berteriak dari atas panggung tinggi dengan nada malas yang terdengar sangat membosankan telinga.

"Selanjutnya! Tempelkan telapak tangan ke Pilar Evaluasi. Jangan coba-coba memanipulasi aliran Qi kalian!"

Yang Chan melangkah maju dengan santai saat gilirannya tiba, kedua tangannya masih tersembunyi di saku pakaian hangatnya.

'Sesuai rencana awal... standar tengah yang paling sempurna. Tidak terlalu mencolok, tidak terlalu memalukan,' batinnya dengan tenang.

Ia mengulurkan tangan kanan dari balik kain hangat, lalu menempelkannya ke permukaan pilar kristal yang dingin.

Seketika itu juga, ledakan cahaya biru pekat langsung membubung tinggi dari dalam pilar yang semula diam tersebut.

Pilar kristal yang tadinya tenang kini mendadak mengeluarkan suara berdengung nyaring yang sangat keras.

Cahayanya berubah sangat drastis dari biru muda standar menjadi warna safir pekat yang menyilaukan mata semua orang.

Permukaan kristal setinggi tiga meter itu bahkan bergetar hebat karena resonansi kepadatan Qi yang luar biasa padat.

Yang Chan mengangkat sebelah alisnya dengan bingung, sementara telapak tangannya masih menempel erat di permukaan kristal.

Ia mencoba menarik kembali energi ilusinya lebih kuat untuk meredam cahaya, namun pilar itu terlanjur mendeteksi fondasinya.

Alat pemindai itu dengan lancar membaca fondasi Air Kehidupan miliknya yang terlalu murni untuk disembunyikan oleh teknik ilusi.

Para penguji di podium yang tadinya duduk setengah mengantuk kini serempak berdiri hingga kursi kayu mereka terdorong ke belakang.

Mereka memicingkan mata dengan pandangan penuh ketidakpercayaan yang amat sangat melihat kepekatan warna safir di pilar itu.

Penguji Utama segera membaca lembaran panel giok di genggaman tangannya dengan mata yang membelalak sangat lebar.

"Pengumpulan Qi... Level Enam. Tapi... Kepadatan Qi: Super Solid! Sangat murni tanpa ampas sedikit pun!" teriak sang penguji tak percaya.

Yang Chan cepat-cepat menarik telapak tangannya dan menyembunyikannya ke balik punggung sambil berdehem canggung kepada para penguji.

"Uhm, permisi Tuan... alat pemindai ini mungkin saja sedikit kotor atau sedang rusak?" tanya Yang Chan dengan wajah polosnya.

Ratusan murid di sekitarnya yang tadinya mengabaikan Yang Chan kini serempak menatap ia bagaikan melihat seekor monster purba.

Bisik-bisik riuh penuh keterkejutan langsung menyebar dengan sangat cepat di tengah lapangan yang mendadak menjadi gempar tersebut.

Yang Chan hanya bisa berdiri kaku di tempatnya, menyadari bahwa kalkulasi rata-rata miliknya telah meleset sangat jauh hari ini.

TUK!

Sebuah stempel giok menghantam keras di atas permukaan kertas perkamen di dalam ruangan administrasi yang cukup sunyi.

Petugas administrasi menatap Yang Chan dengan pandangan mata yang kini berbinar hangat dan penuh rasa hormat yang mendalam.

Ia mendorong sebuah token emas berukir naga dengan gerakan sangat perlahan melintasi permukaan meja kayu yang berkilau bersih.

Yang Chan menerima token itu dengan bahu yang merosot pelan karena rasa lelah yang mendadak menghampiri pikirannya.

Sambil berjalan menjauhi meja tersebut, ia mengangkat tangan kirinya hanya untuk memijat pangkal hidung yang mulai terasa pening.

Rencana hidup santainya sebagai seorang murid tak kasatmata dipastikan telah hancur berantakan hanya dalam hitungan detik pengujian tadi.

Ia merogoh saku pakaian hangatnya, lalu mengeluarkan selembar surat rekomendasi usang pemberian dari ayahnya dengan helaan napas pendek.

"Dengan hasil evaluasi Super Solid yang langka ini, Anda dipastikan mendapat kuota Asrama Elit, Tuan Yang," ucap petugas administrasi itu ramah.

"Silakan serahkan surat rekomendasi Anda besok pagi untuk pembagian jurusan yang sesuai dengan bakat luar biasa Anda," tambahnya lagi sambil membungkuk kecil.

Yang Chan hanya menatap kosong token emas di genggamannya, lalu mulai menyusuri lorong sepi yang semakin gelap menjelang malam hari.

"Ayah... Ibu... aku ingin pulang saja," gumamnya pelan.

Keheningan lorong administrasi itu kini hanya menyisakan pantulan cahaya redup dari permukaan token emas yang digenggam erat olehnya.

Langkah kakinya terasa semakin berat saat ia berjalan pelan menyusuri lorong yang sepi dengan kepala yang tertunduk lesu.

Impian untuk sekadar bercocok tanam dengan tenang di akademi ini tampaknya harus tertunda untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

1
ಠ⁠ω⁠ಠ
oke, kalau jurusnya pakai bahasa inggris keren juga ya /Sweat/, tapi aku kembalikan ke kalian. Apakah perlu aku revisi agar jadi bahasa indo saja, atau aku pertahankan perubahannya? /Slight/
ಠ⁠ω⁠ಠ: /Scare//Scare//Scare/
total 2 replies
Sulaeman Effendi
bagaimana selanjutnya ?
Sulaeman Effendi
kapan peningkatan kultifasi nya?
ಠ⁠ω⁠ಠ: Sebenarnya aku lupa perhatiin aspek Kultivasinya /Sweat/
total 1 replies
Sulaeman Effendi
seorang pendekar yang bijak 👍
Sulaeman Effendi
tehnik yang tepat 👍😄
Sulaeman Effendi
Asyik tanpa risiko berhasil memuaskan 👍
Sulaeman Effendi
era baru menjelajahi hutan
Sulaeman Effendi
mulai terasa ada perkembangan pertemanan yg menggetarkan
Sulaeman Effendi
iya boy, hidup tenang, menyenangkan dan berhasil gemilang 👍💪😀
Sulaeman Effendi
awal untuk maju dengan sekolah boy
Sulaeman Effendi
sekolah apa kuliah boy
ಠ⁠ω⁠ಠ: Agak beda ini, nggak mirip sekolah, kuliah juga gak mirip /Sweat/
total 1 replies
Sulaeman Effendi
sekolah Boy ?
ಠ⁠ω⁠ಠ: Iya, sekolah. Tapi enggak fokus ke sekolahnya, lebih ke hal lain di sekolah/akademi /Slight/
total 1 replies
Sulaeman Effendi
sekolah Boy agar pintar dan sakti
Sulaeman Effendi
Tingkatkan terus Boy
M Mugni
ceritanya mantap 💪💪💪
Sulaeman Effendi
terus semangat Boy 💪
Sulaeman Effendi
tak disangka ternyata hebat
ಠ⁠ω⁠ಠ: Udah ada tanda-tandanya /Slight/
total 1 replies
Sulaeman Effendi
waduh bagaimana selanjutnya???
Sulaeman Effendi
bangkitlah petani miskin tunjukkan taring mu
Sulaeman Effendi
mulai seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!