Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Setelah menikmati buburnya kini mereka kembali ke ndalem, Najma dan Kai yang berjalan sedangkan motor Kai kini di bawa oleh Balqis, karena harus mengantarkan bubur untuk Billa terlebih dahulu.
Banyak yang beper melihat kedekatan pengantin baru tersebut, padahal di antara mereka tidak ada kontak fisik, hanya interaksi sederhana yang membuat banyak orang tersenyum melihat ke arah mereka.
" Assalamualaikum, gus Kai, Ning Najma" sapa salah satu ibu- ibu yang sedang membeli nadi goreng di dekat pasar tersebut.
" Waalaikumsalam bu" jawab Kai dan Najma bersamaan.
" Aduhh... pagi - pagi gini liat pasangan muda kayak kalian ,jadi inget masa muda dulu" ucap ibu- ibu yang menyapa Najma dan Kai tadi.
" waduh kenapa gitu bu?" sahut Kai dngan nada seperti biasanya yang suka bercanda.
" romantis gitu , jalan berdua sambil bercanda gitu, kalau sekarang mahh boro- boro Gus, ning" jawab ibu tersebut.
Kai dan Najma hanya saling pandang dan tersenyum mendengar ucapan ibu tersebut, " bisa saja bu, ibu juga sering terlihat romantis kok, sama Pak joko, selalu ke masjid bareng" sahut Kai yang memang mengenal ibu tersebut, karna sering sholat di masjid pesantren.
" Saya mah udah kalah sama yang muda- muda kayak gini Gus, sehat- sehat nggeh Gus, ning, saling jaga, komunikasi itu penting di dalam rumah tangga, kalau ada masalah itu biasa, kerikil- kerikil kehidupan " sahut Ibu tersebut dan memberikan nasihat pada Kai dan juga Najma.
" Terima kasih bu atas doa dan nasihatya, ibu juga sehat- sehat nggeh " jawab Najma.
" kalau begitu kami Pamit dulu nggeh bu, istri saya ada kelas soalnya " pamit Kai mengangam tangan sang istri.
" Iya Gus, ning, hati- hati nggeh ".
" nggeh bu, mari Assalamualaikum " pamit Kai dan Najma.
" Waalaikumsalam "
Najma dan Kai kembali menyusuri jalan, banyak pasang mata yang tertuju pada meraka, banyak juga warga yang menyapa mereka, Kai melihat istrinya yang dengan cepatnya berinteraksi dan mencuri hati banyak orang dengan keramahannya, sedikit berbeda saat hanya dengan dirinya, Najma terlalu banyak diam.
" sepertinya aku perlu mengenal dia lebih jauh lagi, dia pribadi yang amat menyenangkan ternyata " gumam Kai memandang sang istri yang sedang berbicara dengan salah satu warga yang sedang beristirahat di pinggir sawah.
" di pandang terus Gus istrinya, enggak akan kabur kok" ujar salah satu bapak berbaju biru tersebut dengan capingnya.
" Bisa saja pak, kalau begitu kami Pamit dulu yaa pak .. buk...., istri saya mau kuliah soalnya " pamit Kai yang mengakhiri percakapan.
" Mari bu pak... Assalamualaikum " pamit Kai dan Najma.
" Waalaikumsalam " jawab para ibu- ibu dan bapak- bapak yang sedang istirahat setelah menanam padi.
Sedangkan di asrama putri kini Aiza sedang menggemas barang- barangnya untuk di pindahkan ke rumah yang akan ia tempati setelah menikah dan beberapa yang akan ia bawa pulang, saat hari pernikahannya.
Aiza menatap cincin pemberian umi Siti yang dulunya dari Kai, kini yang ia kenakan adalah cincin dari calon suaminya Ilham.
" andai waktu itu aku bisa nolak yaa" gumam Aiza menatap cincin yang bertengker manis di jari manisnya.
" Gus Ilham, entah mengapa aku masih sulit menerima ini, tapi beberapa kali minat pentujuk pada Allah, selalu kamu yang ada di dalamnya, semoga pernikahan kita bahagia dan aku bisa melupak Gus Kai" ujar Aiza kembali membereskan barang - barangnya.
Aiza tersenyum smirk ketika mengingat satu nama Najma, ia mengingat betapa ia di banggakan dan di puji banyak orang, padahal dirinya masih baru di sini bahkan belom asa satu bulan,ia sudah mencuri banyak perhatian orang.
" Aku enggak boleh kalah dari dia, aku harus curi perhatian umi dan Abi Ibrahim kembali " gumam Aiza.
Sedangkan di ndalem setelah bebersih kini Najma membuka laptonya dan mengikuti kelas online, sedangkan Kai di meja kerja menyelesaikan pekerjaannya dan beberapa kali melirik ke arah sang istri yang sedang fokus mendengarkan ,penjelasan dosen.
" cantik" gumam Kai menatap sang istri.
" mulai hari ini aku berjanji, akan mulai mencintaimu Najma, seperti apa yang aku ucapankan di hadapan ibu mu, hanya kamu dan cuma boleh ada kamu di hati aku" janji Kai sambil menatap istrinya yang mulai menguap dan mencoba untuk tetap sadar dengan menempelkan minuman dingin yang ia ambil tadi ke matanya.
" lucu banget sihhh... kamu dek" gumam Kai yang mulai gemas dengan tingkah sang istri.
Kai kembali mengerjakan pekerjaannya, walau fokusnya kini banyak ke arah Najma, yang tengah serius mendengarkan dosennya.
Satu jam berlalu, kelas Najma akhirnya selesai, Najma menutup laptonya dan merengangakan otot- otonya, ia melihat suaminya yang kini sedang menatap ke arah dirinya.
" capek?" tanya Kai dengan nada yang begitu lembut yang membuat jantung Najma berdebar kencang.
Najma sebisa mungkin terlihat biasa walau dalam hatinya ia bersorak dan menahan salting, " mayan, oh yaa mas mau di bikinin camilan gak? aku mau ke bawah ambil minum sama camilan buat temen ngerjain tugas " tanya Najma yang mengalihkan salah tingkahnya.
" boleh, tapi kupasin buah aja ya..." jawab Kai.
" okey, kalau gitu aku kebawah dulu yaa" sahut Najma yang kemudian melangkah keluar dari kamarnya.
Setelah keluar dan menutup pintunya, Najma bersandar dan berusaha untuk mengantur nafasnya, dan mengatur deru jantungnya yang begitu cepat karena, hatinya yang terlalu murahan , padahal sang suaminya hanya menjawab dengan nada biasa mungkin bagi Kai sendiri, namun Najma sudah salah tingkah.
" aduhh... ibu terima kasih, sudah memilih laki- laki yang tepat" gumam Najma yang mengingat ibunya.
Ia kemudian turun ke bawah,tampak sepi dan sunyi tidak ada kehidupan, saat di dapur ia bertemu dengan budhe imah yang sedang memasak untuk makan siang.
" Assalamualaikum budhe" sapa Najma dengan begitu ceria.
" Waalaikumsalam, ning Najma yang pualing Cantikkk" jawab Budhe imah, menoleh ke belakang.
" bisa saja budhe, budhe jauhhh luebihhh cantik kok, budhe masak apa?"balas Najma menghampiri budhe Imah dan mendekat ke arah Budhe imah.
" atuh ning, budhe bau masakan jangan deket - deket budhe" ujar budhe imah sedikit menjauh dari Najma.
" enggak kok" Jawab Najma yang kembali mendekati budhe imah.
" oh ya.... ada yang bisa Najma bantuin gak budhe?" tanya Najma pada Budhe imah.
" mau bantuin budhe? boleh minta tolong kupasin bawang putih sama bawang merah bisa?" sahut Budhe imah yang tampaknya sudah begitu akrab dengan Najma.
" Ahhh itu doang mah kecil budhe, sini biar chef Najma yang kupasin" sahut Najma mengambil alih plastik yang berisi bawang merah dan juga bawang putih tersebut.
" aduhh ..... siap chep Najma, mohon bimbingannya untuk memasak menu sederhana ini" sahut budhe Imah.
"siap, akan saya bantu" jawab Najma, budhe imah dan Najma larut dengan keasikan mereka dj dapur.
suasana semakin ramai dengan kedatangan umi Siti yang ikut bergabung dan membantu budhe imah dan juga menantunya memasak.
Umi Siti tampak bahagia, bisa memasak dengan menantunya seperti ini dan juga Najma tampak lebih sedikit tidak kaku dan bisa menempatkan dirinya, yang membuat umi Siti semakin senang dengan Najma.
Saking asiknya mereka bertiga di dapur, hingga mereka tidak sadar ada satu orang yang memperhatikan mereka cukup lama, sambil tersenyum.
" ekhmmm "
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂