NovelToon NovelToon
TOXIC AND CONTROL

TOXIC AND CONTROL

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

TOXIC AND CONTROL
Karya: Parkha
Bagi Kinara Jose, hidup sebagai siswi penerima beasiswa berpenampilan polos dengan kacamata tebal adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dengan tenang di SMA Elite. Namun, seluruh dunianya runtuh saat ia tidak sengaja menarik perhatian Rian Pradifta.Rian—sang Tiran berwajah malaikat namun berhati iblis, cowok terkaya, terdingin, dan paling ditakuti satu sekolah. Sekali Rian mengunci pandangannya pada Kinara, tidak ada jalan keluar. Cowok itu terobsesi mengontrol setiap jengkal hidup Kinara, memutuskan dengan siapa ia bicara, ke mana ia pergi, hingga apa yang harus ia pakai.Kehidupan Kinara yang tenang kini berubah menjadi labirin yang mencekik. Rian adalah racun, namun juga satu-satunya oksigen yang tersisa untuknya. Di tengah kepungan obsesi gila itu, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: di balik kacamata tebal dan sikap penurutnya, Kinara menyimpan pesona tersembunyi yang siap menjungkirbalikkan kuasa Rian sang Tiran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

---Toxic and Control *BAB 26: POROS DUA DUNIA* _

---Toxic and Control

*BAB 26: POROS DUA DUNIA*

_

Deru suara mesin mobil sport mewah milik Rian Pradifta terdengar menderu halus membelah jalanan aspal menuju Rumah Sakit Harapan Bangsa. Di dalam kabin mobil yang beraroma parfum maskulin pekat itu, keheningan terasa begitu menekan.

Kinara Jose duduk membeku di kursi penumpang sembari memeluk erat tas ranselnya di dada. Pikirannya masih berputar rumit dan kacau. Lembar kontrak kesepakatan tiga bulan yang baru saja dia tanda tangani satu jam lalu di basecamp terasa seperti jerat tali tak terlihat yang mencekik kebebasannya. Namun, fokus utamanya sore ini hanyalah satu: memastikan dana tiga ratus juta rupiah dari Rian benar-benar sampai ke pihak administrasi tepat waktu.

Di sampingnya, Rian mencengkeram kemudi dengan satu tangan kekarnya, sementara pandangan mata elangnya menatap lurus ke depan dengan ekspresi wajah tampan yang ditekuk datar sedingin es. Dia sengaja mengambil alih kendali sore ini dengan ikut mengantarkan Kinara. Ego tirani dan obsesinya menolak memberikan celah bagi Kinara untuk pergi sendirian. Rian ingin memastikan gadis itu menyaksikan langsung bagaimana gurita kekuasaannya bisa mengendalikan dunia luar dengan begitu mudah.

Begitu mobil berhenti di area parkir khusus, Kinara langsung membuka pintu dan berlari setengah berlari menuju meja administrasi bangsal Melati dengan jantung bertalu gila-gilaan.

"Sus! Ini biaya deposit darurat atas nama Ibu Lusi Jose," ujar Kinara terengah-engah dengan wajah memucat panik, menyodorkan ponselnya untuk menunjukkan bukti kesepakatan dana.

Petugas administrasi itu mengernyitkan dahi, melihat komputer sebelum menatap Kinara dengan senyuman ramah yang teramat asing. "Oh, untuk pasien atas nama Ibu Lusi Jose, seluruh rincian biaya operasinya sudah dilunasi secara tuntas sejak semalam, Dek. Bahkan pasien sudah dipindahkan sejak tadi subuh."

DEG.

Kinara membelalakkan matanya sempurna di balik lensa kacamata murahnya. Seluruh persendian tubuhnya seketika lemas. "P-dipindahkan? Dilunasi sejak semalam? Tapi sus, bukannya tadi pagi telepon katanya—"

"Mari saya antar ke ruangan yang baru, Dek," potong perawat itu ramah.

Kinara melangkah kaku seperti robot, mengekor di belakang perawat tersebut menuju lantai atas gedung utama rumah sakit yang jauh lebih mewah dan sepi. Langkah kaki Kinara mendadak terhenti kaku tepat di depan pintu kayu jati tebal bernuansa elegan dengan papan nama tembaga berkilat: `Suite VIP Vanda, Kamar 901`.

Saat pintu dibuka perlahan, dada Kinara bergemuruh hebat oleh rasa syok yang luar biasa pekat. Di dalam ruangan yang luas, sejuk, dan beraroma lavender menenangkan itu, ibunya tampak sedang terbaring nyaman di atas brankar medis kelas satu yang canggih. Tidak ada lagi bau obat karbol yang pekat atau ruangan sempit kelas tiga yang pengap. Di sudut ruangan, dua orang dokter spesialis kanker nomor satu di kota ini sedang memeriksa papan catatan medis dengan wajah penuh hormat.

"Nara... kamu datang, Nak?" sapa Ibu Lusi Jose dengan suara yang terdengar jauh lebih segar, senyuman tulus terukir di wajah rentanya. "Lihat... Ibu dipindahkan ke kamar yang sangat bagus ini. Dokter-dokter di sini juga sangat baik dan bilang operasi Ibu besok pagi pasti lancar."

Kinara tidak bisa bersuara. Lidahnya mendadak kelu dan air mata kebingungan mulai menggenang di sudut kelopak matanya. Semua kemewahan dan kecepatan penanganan medis ini murni berada di luar nalarnya.

Tuk... Tuk... Tuk...

Suara ketukan sepatu kulit yang familiar dari arah ambang pintu membuat Kinara tersentak kecil.

Rian Pradifta melangkah masuk dengan santai, menenggelamkan kedua tangannya di dalam saku celana abu-abunya. Aura intimidasi dan kemewahan yang dia bawa seketika mengepung ruangan VIP tersebut. Kedua dokter spesialis yang ada di dalam kamar langsung membungkuk hormat begitu melihat sosok Rian, sebelum berpamitan keluar dengan sopan untuk memberikan privasi.

Kinara membalikkan tubuhnya cepat, menatap Rian dengan dada yang naik-turun hebat menahan luapan emosi campur aduk. Di dalam otaknya yang cerdas, potongan teka-teki gila ini akhirnya menyatu sempurna. Pihak administrasi bilang biaya sudah lunas sejak semalam—artinya sebelum dia datang merangkak memohon di basecamp siang tadi, Rian sebenarnya sudah menyelesaikan segalanya.

"K-Kak Rian... semua ini... ulahmu?" bisik Kinara parau dengan suara yang gemetar hebat, menunjuk ke sekeliling kamar VIP dengan tangan yang bergetar.

Sebelum Rian sempat menjawab pertanyaan ketus Kinara, suara Ibu Lusi kembali terdengar dari atas brankar.

"Nara... ini siapa, Nak?" tanya Ibu Lusi Jose dengan mata yang berbinar teduh.

Wanita paruh baya itu seketika terpesona dengan pesona ketampanan luar biasa dari Rian Pradifta yang kini sedang berdiri tegap di hadapannya. Postur tubuhnya yang jangkung atletis, rahang tegasnya yang kokoh, serta keteduhan sisa luka di bibirnya justru membuat Rian terlihat begitu berwibawa dan menawan di mata orang tua.

Jantung Kinara seketika mencelos sampai ke perut. Dia menoleh panik, bersiap membuka mulut untuk mengarang alasan bahwa Rian hanyalah kakak kelasnya yang berbaik hati. Namun, skenarionya hancur berantakan dalam satu detik.

Sebelum Kinara sempat mengeluarkan jawaban dari bibirnya, Rian sudah melangkah maju dua kali. Dengan gerakan yang teramat sopan, anggun, dan penuh karisma, cowok gila kontrol itu mengulurkan tangan kekarnya untuk menyalami punggung tangan Ibu Lusi dengan lembut. Sebuah senyuman ramah yang teramat manis terukir sempurna di wajah tampannya, menyembunyikan rapat-rapat watak iblis tiraninya yang biasa dia bawa di sekolah.

"Selamat sore. Perkenalkan, Ibu Lusi... saya Rian Pradifta, pacar putri Ibu," jawab Rian duluan dengan suara baritonnya yang terdengar sangat lembut, tenang, dan penuh dengan penekanan yang mutlak.

DEG.

Kinara membelalakkan matanya sempurna, seketika membeku di tempatnya berdiri dengan rahang mengeras karena syok. Lidahnya terasa kelu untuk menyangkal klaim gila tersebut. Sementara itu, Ibu Lusi Jose langsung tersenyum sangat lebar dan bahagia, mengusap punggung tangan Rian dengan takzim seolah telah menemukan sosok pelindung terbaik untuk masa depan putrinya.

Di bawah sorot mata elang Rian yang kembali meliriknya dengan kilat obsesi gelap yang penuh kemenangan tersembunyi, Kinara menyadari satu hal. Rian baru saja mengunci mati jalannya di depan sang ibu, menjadikannya tawanan tanpa sisa pilihan selain ikut bermain di dalam skenario sangkar emas yang dirancangnya dengan sangat taktis siang ini.

Langkah taktis yang luar biasa cerdik dari Rian! Klaim pacar di depan Ibu Lusi membuat Kinara benar-benar tidak bisa berkutik karena tidak mungkin dia membantah dan membuat ibunya yang sedang sakit menjadi cemas.

---

1
mamah fitri
alur cerita nya bikin penasaran .. tokoh utamanya betul2 punya aura masing2
mamah fitri
bisa 3 sampai 4 bab ngga .. penasaran dengan apa yg terjadi nanti di kapal..

semoga Kinara terselamatkan dr jebakan Randy
Park ha: kwkkwkwk sabar kak 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tamirah
Begitu bucinnya Rian pada Kinara sampai meng-klaim bahwa dia pacar putrinya..... wesss angelllll..,!
Tamirah
Ceritanya semakin halu Uuuuu.Yayasan kepala sekolah yg tunduk dgn Rian lalu rumah sakit yg mendadak naik tarifnya apa lagi mungkin bandara dan pesawat nya sekalian atau pusat perbelanjaaan atau mall semua milik pelajar yg bernama Rian wik...wik....wik.
Park ha: ini emang cerita halu ku kak ...kwkwkwk
bukan pengalaman pribadi whehehehe
total 1 replies
Tamirah
Thor mulai hingga episode ini gak ada interaksi orang tua Rian maupun guru guru di sekolah, alur cerita didominasi Rian dan temannya juga Rendi serta so Cupu.dan aneh nya lagi semua keputusan ada ditangan Rian ttg pencabutan bea siswa Rendy padahal ada komite sekolah.dimana peran ketua yayasan dan ketua komite,masih status siswa bak seorang CEO punya kartu hitam lagi cerita nya berlebihan Thor.
Tamirah
Kok bisa orang yg sdh mabuk berat dan hasrat nya sdh fulll bisa berhenti mendadak karena sebuah kalimat aku membencimu ya emang sengaja' dibuat begitu sama sang sutradara dara.Kalau dunia nya itu mah lewat langsung jebol selaput sang dara 😄😄😄.
Park ha: 🤭 lanjutin ya kak masih banyak kejutan..moga gk bosen bacanya..gpp sambil marah2 juga.berarti karakter Rian ini emang berhasil di buat untuk di benci wkkwk
total 1 replies
Tamirah
Menjijikan berapa korban pelajar yg dilecehkan selama ini apa gak ada yg berani para Guru untuk melaporkan kebejatan murid laki laki walau org tuanya pemilik yayasan sekolah' tsb, laporan pada Diknas jangan takut kalau dipecat banyak yg akan membela guru bahkan dgn bukti bukti kuat sekolah itu ijin pendirian akan dicabut dan sekolah' otomatis ditutup.Pimilik yayasan akan dipanggil oleh pihak Diknas.
Tamirah: sayang nya ini hanya cerita halu, Thor terinspirasi dari mana cerita ini dari lingkungan sekitar atau dari Drakor atau dracin 😄😄😄
total 2 replies
Tamirah
Sangat disayangkan masih pelajar tapi sdh biasa menikmati' minuman minuman haram dan sdh biasa menyentuh tubuh wanita .yah mungkinn dari kehidupan orang tuanya yg gak mengutamakan agama hingga anaknya gak bermoral, tapi namanya cerita halu bisa saja author nya berubah seorang pelajar dari amoral menjadi bermoral akanw lebih seru dan bisa menjalin cinta SMA dengan si Cupu jenjang perguruan tinggi dan ahirnya mereka menikah' itupun maunya pembaca.
Park ha: 🤭 iya kak aku emang sengaja tokohnya toxic.. gk menormalisasi juga buat kehidupan nyata...itu cuma tokoh fiksi...

judulnya jelas ya Toxic and control
bukan Kisah cinta yang manis...
moga kakaknya gak bosen naca kelanjutannya..Dan kuat mental dengan Ke toxic an Rian hehe
total 1 replies
Park ha
novel ini ceritanya lumayan panjang ya mulai dari masa sma transisi ke Dewasa...
kalian yang awal bab maki2 Rian ..tetap maki2 ya soalnya Rian tobatnya masih lama wkkwkwk
Park ha
kwkwkwkw santai mari kita maki bersama wkkwwk
falea sezi
burung bekas masuk ke lobang beda2 tangan. bekas obok2 lubang beda. lagi astaga🤣 gimna g jijik
falea sezi
cowok bekas🤣 najis amat
falea sezi
dikira semua bisa di beli dengan uang🤣🤣
Park ha: bisa kak semua butuh duit wkkwkw🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
dikira semua cwek murahan apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!