NovelToon NovelToon
Karena Kamu, Jodohku

Karena Kamu, Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:562.6k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

"Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan."

Itulah yang dipikirkan Devinta Dwi Suseno saat mengetahui pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya ternyata kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya .

Namun setelah 5 tahun menghindar , takdir berkata lain . Ia kembali di pertemukan dengan Arnold Prayoga , pria yang paling tidak ingin Ia temui .

Bagaimana kelanjutan lika liku hubungan Devi dan Arnold ? Bisakah Devi keluar dari bayang bayang penghianatan Arnold di masa lalu ? Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia bersama ?

" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "

"Karena pada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar."

( Inilah karya pertamaku , Karena Kamu Jodohku )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Happy Anniversary Max & Chelsea

Arnold POV

Malam ini aku bersiap menghadiri pesta kejutan yang dibuat Max untuk Chelsea sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka .

Harapanku malam ini untuk bisa datang bersama Devi . Namun semua hanya harapan.

Saat ini hubungan kami kembali memburuk. Sepertinya Ia sedang salah paham padaku, dan makin buruk karena aku sendiri tak tahu apa penyebabnya .

Menurut dugaanku , Ia kembali menghindariku karena mengira aku sudah memiliki kekasih.

Tak tahu saja dirinya , jika selama 4 tahun ini aku menolak semua wanita karena terus saja memikirkannya .

Saat memasuki ruangan di salah satu hotel yang menjadi tempat pesta Max dan Chelsea aku melihat beberapa orang yang ku kenal sudah hadir disana.

Max yang menggendong Kareen putrinya Thomas, Dasha , juga kedua orang tua Max.

Aku juga sempat bertegur sapa dengan beberapa teman kami yang juga diundang oleh Max.

" Willi kemana  ? Belum datang ? " tanyaku yang menyadari ketidak hadiran Willi  diantara kami .

" Belum datang. Sepertinya Ia mampir kesuatu tempat dulu karena aku menghubungi cafenya, dan katanya Ia sudah pergi sejak tadi ", jawab Thomas.

Dasha mendekat kearahku .

" Maafkan aku berangkat sendiri kesini. Tadi Max meminta tolong padaku untuk membawa Kareen ke salon anak terlebih dahulu ", ucapnya.

" Tak apa. Bukan masalah ", jawabku singkat .

" Apa maksudnya Dasha bicara seperti itu. Aku bahkan tidak mengharapkan bertemu dengannya malam ini ", batinku .

" Untung saja Devi tak ada disini  . Jika iya , dia bisa makin salah paham padaku karena tingkah Dasha barusan yang seolah-olah aku berharap datang ke pesta bersamanya ."

Aku bersyukur dalam hati .

Saat aku sedang bermain dengan Kareen yang masih setia berada di gendongan Papinya ,

Terdengar Max berseru seakan melihat sesuatu yang mengagumkan,

" Lihat Willi sudah datang. Dan lihat siapa yang bersamanya . Oh My God ."

Sontak kami semua menoleh kearah pandangan Max. Aku terkejut dengan wanita yang berjalan disisi Willi. Dia adalah Devi . Devi ku , Devi yang seharusnya menjadi pasanganku untuk datang ke pesta ini, Devi wanita yang kucintai kini datang bersama Willi sahabatku .

Aku mengepalkan tanganku. Menahan amarah . Jika tidak ku ingat ini pesta Max sahabatku maka aku akan memberikan tinjuku pada wajah tampa  Willi .

" Hai semua.... maaf aku terlambat. Aku menunggu Devi bersiap dulu. Kalian masih ingat Devi kan ? " Willi menyapa seolah tidak bersalah.

Aku menatap lurus pada Devi. Ia menyadarinya dan menghindari tatapanku .

Devi bersalaman dengan Max dan juga menyapa kareen yang sedang digendong Max.

Lalu Ia beralih menjabat tangan Thomas.

" Hai Thom... bagaimana kabarmu  ? Aku tak pernah melihatmu mengunjungi Nanny lagi " sapanya ramah pada Thomas.

" Iya, aku sangat sibuk. Memiliki bos yang terus saja uring-uringan karena diabaikan oleh cinta masa lalunya membuatku makin banyak pekerjaan ",  balas Thomas sambil melirik kearahku . Aku sangat sadar kalau saat ini Thomas sedang menyindirku .

" Kalian sudah pernah bertemu ? " tanya Willi yang terlihat bingung. Begitupun dengan Max  .

"  Iya , kami bertemu beberapa kali dirumah sakit karena Nanny Grace sedang dirawat disana " Devi yang menjawab pertanyaan Willi.

" Begitu juga dengan Arnold dan Nona Dasha. Kami sudah bertemu beberapa kali ", lanjutnya yang kini menatap tajam kearahku.

Aku yang medapat tatapan seperti itu dari Devi membuatku sadar bahwa saat ini Ia sedang menatap ke arah tangan Dasha yang Ia tautkan dilenganku.

Aku segera melepaskan tanganku dari tangan Dasha.

Aku bahkan tidak menyadari hal itu jika tidak melihat tatapan Devi , aku tidak tahu kapan Dasha mulai menggandeng lenganku.

Aku sangat terkejut melihat Devi datang bersama Willi .

" Sialan.. Devi pasti makin salah paham . Awas saja kau Dasha ", rutukku dalam hati .

Tak lama  setelah itu ,  Max mendapat kabar bahwa Chelsea sudah tiba di hotel dan akan segera masuk kedalam ruangan pesta .

" Ayo semua bersiap. Chelsea akan segera tiba ", ucap Max lalu Ia bersama Kareen naik keatas panggung .

Lampu ruang pesta dipadamkan. Ruangan menjadi gelap.

Aku berpindah posisi ke samping Devi.

Saat berada didekatnya aku berbisik padanya,

" ternyata inilah alasanmu tidak bisa pergi bersamaku ."

Devi tidak menjawabku, Ia hendak berpindah tempat namun aku segera merangkuh pinggangnya agar lebih mendekat padaku .

Saat  Chelsea memasuki ruangan pesta lampu menyorot langkahnya yang diiringi suara piano yang terdengar romantis, menuntunnya pada Max dan Kareen yang sudah menunggu diatas panggung .

Setelah acara tiup lilin dan pemotongan kue , kini kami menikmati makan malam dalam satu meja yang sama.

Devi duduk diantara aku dan Willi. Aku tak akan lagi membiarkan Devi berdekatan dengan Willi .

Devi banyak mengobrol dengan Chelsea. Mereka saling melepas rindu.

Sedangkan Dasha masih terus saja berusaha menempeliku namun aku tak menghiraukannya.

Tak terasa pesta Max dan Chelsea telah usai.

Devi berpamitan pada sang empunya acara .

" Aku yang akan mengantarmu pulang ", ucapku lalu berdiri dari kursiku.

" Tidak. Aku yang akan mengantarkannya . Aku datang dengannya jadi pulang juga dia akan bersamaku ", ucap Willi tak mau kalah .

" Cukup . Aku akan pulang sendiri dengan taksi ", Devi menengahi perdebatan dua pria itu.

" Biar saja Devi pulang bersama Willi. Jangan memaksanya ", Dasha ikut berkomentar.

" Tak perlu ikut campur. Setelah ini kamu ada urusan denganku ", Aku memberi peringatan pada Dasha. Kelakuannya malam ini sudah melewati batas kesabaranku. Awas saja jika Devi salah paham karena tingkahnya. Tak akan ku ampuni .

Aku meraih tangan Devi lalu mengajaknya pergi dari ruangan itu.

Kulihat Willi seperti akan mengejar kami.

Tapi ia dihentikan oleh  Chelsea.

" Biarkanlah mereka Will. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu . Kita semua berharap yang terbaik bagi kedua sahabat kita itu ", samar - samar ku dengar ucapan chelsea membuatku tersenyum karena mendapat dukungan .

" Akhirnya aku bisa berduaan lagi dengan Devi ", sorakku dalam hati .

Aku melajukan mobil menuju cafe terdekat dari hotel.

Sepanjang jalan Devi tak mau bicara padaku, Ia terus saja menatap jalan lewat kaca mobil .

" Ayo turun , kita perlu bicara ", ajakku .

Devi tak bergeming.

" Kumohon ", bujukku padanya .

Dengan malas akhirnya Devi mengikutiku turun dari mobil dan masuk kedalam cafe .

Saat sedang mencari tempat duduk , aku melihat banyak pria yang menatap kearah Devi.

Tak dapat dipungkiri wanita pujaanku itu terlihat sangat cantik, dengan midi dress berwarna merah maroon dengan potongan leher off shoulder membuatnya terlihat seksi namun tetap sopan karena dress tersebut berlengan panjang.

Sungguh Ia tampil sangat cantik dan menarik.

Pantas saja pria pria disini terus saja menatapnya , namun beruntungnya diriku karena akulah yang datang bersama wanita yang dikagumi oleh mereka , batinku .

Aku memesan secangkir kopi untukku dan secangkir cokelat panas untuk Devi .

Devi masih saja enggan menatapku dan terus saja menatap keluar melalui jendela cafe .

" Sejak kapan kamu bertemu Willi ? "

Aku tidak bisa lagi menahan rasa penasaranku .

" Memangnya kenapa ? " tanyanya .

" Aku perlu tahu apakah dia menjadi alasanmu menolak pergi bersamaku ke pesta Max ." Jelasku .

" Tentu saja bukan. Willi baru mengajakku tadi siang . Sebelumnya aku sudah pernah berjanji pada Willi untuk menemui Max dan Chelsea bersamanya. Kupikir ini saat yang tepat jadinya aku menerima ajakannya ", ucapnya .

" Itu berarti kamu sudah pernah bertemu Willi sebelumnya ? " Aku berusaha menahan amarahku . Bukan pada Devi, tapi pada Willi .

" Iya. Aku bertemu dengannya tiga hari setelah aku kembali ke Indonesia. Kami tidak sengaja bertemu saat Willi menjemput adiknya di butik milik tunangan Bang Devan ."

Aku mencoba mengingat kapan kejadian itu.

Menurut perkiraanku mungkin itu adalah saat yang sama dimana aku melihat Willi diantar oleh seorang wanita .

" Apa saat pertama bertemu Willi siang itu kamu juga mengantarnya ke cafe ? "

" Ya benar. Dari mana kamu tahu kalau kami bertemu siang hari ? " tanyanya penasaran.

" Sudahlah itu tak penting lagi "

Aku mengalihkan pembicaraan . Aku akan buat perhitungan dengan Willi nanti. Bisa-bisanya Ia tahu Devi sudah kembali dan dia tidak memberitahuku .

" Sekarang kamu jujur padaku. Apa yang membuatmu menghindariku lagi ? " tanyaku.

" Aku mohon jujurlah. Jika aku salah akan aku perbaiki. Kumohon ."

" Arnold aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama lagi. Dulu saat aku masuk dalam kehidupanmu bahkan aku mencintaimu disaat kamu masih mencintai wanita lain. Maka yang kudapatkan saat itu akhirnya adalah penghianatan dan rasa sakit ",

" Kini aku tak ingin lagi kejadian itu terulang. Aku tak ingin lagi ada dikehidupanmu, sementara kamu memiliki cinta untuk wanita lain . Jangan kamu salah artikan rasa bersalahmu padaku menjadi rasa cinta seperti yang kamu ungkapkan. Jangan sampai kamu menyia-nyiakan Dasha yang mencintaimu ."

Devi memberi penjelasan padaku .

Aku tak mengerti maksud Devi.

" Apa maksudmu Dev? Aku juga tak ingin mengulang kesalahan yang dulu. Tak ada wanita lain yang kuinginkan selain dirimu . Hanya kamu yang aku cintai Dev. Aku memang merasa  bersalah padamu atas apa yang kulakukan dahulu, namun percayalah aku lebih kecewa pada diriku karena terlambat menyadari cinta yang tulus darimu. Ku mohon beri aku kesempatan Dev. Aku menunggu 4 tahun untuk kesempatan ini. Kesempatan untuk bertemu denganmu kembali dan memperbaiki semuanya. Kumohon "

Aku bahkan kini memohon padanya . Memohon cinta dari wanita yang telah ku sia-siakan dahulu .

" Dan apa hubungannya dengan dasha ? " tanyaku

" Dia hanya sekertarisku. Kami memang berteman saat masih kecil karena orang tua kami juga saling mengenal ."

Aku menjelaskan soal siapa Dasha sebenarnya.

" Dasha menemuiku. Ia meminta agar aku berhenti mendekatimu. Karena kalian sebenarnya saling mencintai  , hanya saja sejak kehadiranku kembali kamu menjadi bingung pada perasaanmu karena rasa bersalahmu padaku ."

Devi akhirnya jujur mengenai alasan Ia sampai salah paham .

" Dasha berbohong ", bantahku.

" Mommy memang memintanya menjadi sekertarisku dan memintanya mendekatiku . Saat itu Mommy hanya hawatir karena aku terus saja menjauhi wanita ",

" Aku tam bisa mendekati atau menerima wanita lain, Itu semua karena aku hanya menginginkanmu ", Jelasku.

" Maukah kamu percaya padaku ? Kumohon sekali saja. Percayalah padaku kali ini ."

Walaupun aku menunggu lama jawaban Devi , akhirnya ia mengangguk membuatku lebih tenang dan bahagia  .

Aku memberanikan menggenggam tangan Devi diatas meja.

" Dev.. setelah ini bisakah kamu berjanji untuk selalu mengatakan apapun  padaku ? Katakanlah jika ada hal yang mengganggumu. Atau ada sikapku yang menyakitimu. Biarkan aku mengobati luka yang dulu ku sebabkan . "

Devi tak menjawab , Ia hanya menganggukkan kepalanya.

Aku senang karena Ia tak melepaskan genggaman tangan kami.

" Tapi ku harap kami tak berharap banyak dariku . Aku setuju agar kita tetap berhubungan baik selayaknya teman . " Ucap Devi kemudian .

" Dan aku ingin kamu menjelaskan pada Dasha bahwa aku tidak pernah mendekatimu lebih dulu . Aku tak ingin Dasha mengira aku merebutmu darinya ." Lanjutnya .

" Merebut bagaimana . Aku tak pernah dan tak akan pernah ada hubungan dengan Dasha. Jadi tidak akan ada yang direbutkan disini. Tenanglah, besok aku akan membuat perhitungan dengan Dasha " , ucapku tak terima Devi masih saja memikirkan Dasha yang sudah bersikap keterlaluan .

Tiba-tiba saja aku menjadi kesal saat mengingat apa yang dilakukan Dasha .

" Sialan si Dasha. Beraninya Ia menemui Devi dan mengatakan omong kosong . "

" Perhitungan macam apa yang akan kamu lakukan ? Tak usah berbuat berlebihan, Dasha tak salah. Ia hanya sedang mempertahankan pria yang dicintainya "

Aku makin kesal pada Dasha karena Devi malah membelanya .

" Jelas dia telah berbuat salah karena telah menemuimu dan berbicara omong kosong. Jadi dia harus menanggung akibat karena perbuatannya ", tegasku .

" Awas saja kalau kamu berbuat belebihan pada Dasha. Aku tak akan menemuimu lagi ", ancamnya .

Aku berdecak sebal mendengar Devi terus saja membela Dasha.

Aku akhirnya memilih mengalah pada Devi. Biarlah urusan Dasha dan Willi aku pikirkan besok saja.

Saat ini Aku hanya ingin menikmati malam ini bersama Devi.

Kami mengobrol banyak hal dan tertawa bersama .

Momen seperti ini yang sudah ku rindukan sejak lama .

Aku berharap semoga mulai sekarang aku dapat memperbaiki hubungan kami berdua. Walaupun Devi belum bisa mencintaiku lagi seperti dulu namun Aku tidak akan berhenti berusaha .

.

.

.

.

.

 "*Malam ini kita menangis, kita putus asa, dan kita takut. Besok kita kembali bekerja, berusaha membangun dunia yang kita inginkan." - Sam Altman*

.

.

.

.

.

To be continue

Like dan komennya yah readers 🙏

1
Nadia
aku setop baca, terlalu mudah sidevi, bego, cuman buat cadangan, atau mungkin otornya jg begitu 🤭
Rubi Azmi
ya ampun nyesekkk
Hearty💕💕
Mau
Hearty 💕
Kalau sultan mah bebas yaaa.

Semoga Willi dapat rumah ya
Hearty 💕
Melayang rasanya
Hearty 💕
❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🙄💕🌸❤🌸💕🙄❤🙄💕🌸
Hearty💕💕
Arnold kena deh dikerjain Bumik
Hearty 💕
Suka dengan quote²nya thor
Hearty 💕
Duh udah kacau nih dunianya Arnold dan Devi.... emang harus disegerakan
Hearty 💕
Jangan² udah hamil nih
Hearty 💕
Berharap ada kesempatan untuk Thomas
Hearty 💕
Cintia lapor ke Dasha????
Hearty💕💕
Puas ya Dev ngerjain Arnold
Hearty💕💕
😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣
Hearty💕💕
Hampir.... udah ngapa²in kok
Hearty💕💕
Duh padahal sebenar benarnya apa yang kaliam lakukan selama ini harus dilakukan setelah sah menikah 😭😭😭😭😭😭
Hearty💕💕
Masih kesel kr Arnold
Hearty💕💕
Terharu selamat berjuang Devi Arnold
Hearty💕💕
Kalau jujur apa yg dilakukan atas dasar kemanusiaan pasti Devi ngerti. Tapi nggak harus kamu yg jenguk kasih org lain ajaa u peehatikan kondisinya
Hearty💕💕
Ya nggak gitu juga sih... kalau suami or istri berbuat zina dgn yg bkn pasangannya dipastikan bubar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!