cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bicara pada Naura
didalam mobil Arini hanya diam menatap fokus ke jalanan,berbeda dengan Bagas yang sibuk melirik Arini dan meraih satu tangan nya
" darimana kamu tau aku di sana pih?" tanya Arini
" Naura,bocah itu yang sudah memberitahu ku" jawab Bagas
" jangan memanggil nya bocah,bila dia mendengar pasti akan marah" protes Arini
" hehehe,,iya..iya maaf,sekarang dia sudah punya pembela" canda Bagas
" sayang...tadi aku kerumah mu dan bertemu dengan ayah serta ibumu,kata mereka kamu kekantor ku untuk membicarakan kalau aku sudah di terima menjadi menantu" ucap Bagas bangga
" siapa bilang??" goda Arini
" ibu dan ayah mu"
" belum...mereka salah bicara"
" sayang ....aku serius..." tekan Bagas
" ya...aku juga serius,malahan dua rius" goda Arini lagi
Bagas menepikan mobilnya di bawah pohon rindang
" pi....banyak orang di sini,ayo jalan kan mobilnya" ucap Arini panik melihat wajah Bagas mulai serius
"makanya jawab aku dulu,tapi kamu mau ke kantor untuk kasih jawaban apa?" tanya Bagas tegas
" menurut mu?" balik tanya Arini
" jangan bertele-tele sayang,aku ingin jawaban pasti" nada suara Bagas meninggi satu oktaf
" ya ....ya....aku jawab,kamu belum diterima menjadi menantu,tetapi masih calon menantu" ucap Arini
" makanya cepat terima lamaranku,kita menikah" ucap Bagas lantang
" oke aku menerima lamaran mu,puas...." pekik Arini kesal
" yes......huf" sorak Bagas sambil menghembuskan Nafas kasar
" terimakasih sayang" Bagas langsung menarik tengkuk Arini dan ******* bibirnya
Arini yang mendapat serangan tiba-tiba hanya terdiam,tersadar beberapa menit Bagas ******* bibirnya, Arini menepuk pundak Bagas lalu bagas melepaskan lumatannya
" pih,,aku kehabisan na-fas" ucap Arini ngos-ngosan lalu mencubit lengan Bagas
" aww.....sakit sayang" rengek Bagas manja
"maaf sayang,aku terlalu bahagia" lanjutnya
" ngeles trus...." cebik Arini
" ayo cepat jalan,disini banyak orang,malu...makin tua makin jadi kamu pih!!!oceh Arini
Bagas hanya terkekeh mendengar ocehan calon istrinya ini
Bagas membawa Arini menuju rumah nya,hari ini dia akan memberitahu pada Naura kalau dia akan menikahi Arini
sesampainya didepan rumah Bagas menggenggam erat tangan Arini dan menuntunnya masuk
" assalamualaikum ma" ucap Bagas
" waalaikumsalam...." pekik Oma dari dalam
" oma..." sapa Arini langsung menyalami dan mencium pipi oma
" mana Naura ma?" tanya Bagas
"baru masuk kekamar,,dari tadi kami bercerita di meja makan" jelas oma
" ayo sayang" ajak Bagas menarik tangan Arini untuk menemui Naura
Arini tertunduk malu Bagas memanggil nya Sayang di depan Oma
" pih,aku takut" cicit Arini
" tidak usah takut,kita jelaskan dengan Naura pelan-pelan pasti dia mengerti" ucap Bagas memberi semangat
Oma yang memperhatikan Arini dengan wajah Gusar takut untuk menemui Naura,oma sengaja tidak bercerita ingin melihat reaksi Arini dan Bagas
" ra...Naura" panggil Bagas di depan pintu
" iya pih masuk" jawab Naura dari dalam
Bagas membuka pintu kamar Naura,lalu masuk di iringi Arini yang menyembunyikan badan nya di balik badan Bagas
" dengan siapa pih?" tanya Naura pura-pura tidak tahu
" ini ada Arini,kami mau bicara" ucap Bagas sedikit bimbang
" duduk sini Rim,tumben pake di kawal papih,ayo pih,duduk sini" ucap Naura sambil menepuk sisi kasurnya mempersilahkan pasang ini untuk duduk
" ra.....ada yang ingin ak-u sam-paikan" ucap Arini gemetar dia sudah mengumpulkan semua keberanian tetapi nyatanya saat berhadapan dengan Naura nyalinya menciut takut akan penolakan Naura..
sukses selalu thor