Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.
Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.
MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. HCU
"Stop! Saya ingin bicara sejenak dengan Tante saya!"
Crystal memutar otak, bagaimana agar ia dapat lepas dari para Bodyguard utusan Papi nya, tanpa berlari atau memberontak.
"Tolong bekerjasama lah dengan kami Nona! jika Anda bersikap baik! maka, kami tidak akan membawa Anda secara paksa." Permintaan sang ketua Bodyguard.
"Oke! jika kalian mengizinkan Aku berbicara sejenak dengan Tante ku, hanya untuk sekedar berpamitan. Maka, Aku akan ikut kalian, dengan penuh kesadaran!"
Para Bodyguard tersebut saling pandang. Ketua Bodyguard nampak tercenung dan waspada.
"Baiklah, kami beri waktu lima menit!" ucap nya.
"Nah gitu dong! Oke! radius dua meter, tidak ada yang boleh mendekat dan mengganggu ku bicara dengan Tante."
"Ta_"
"Gak ada tapi! kalau tidak, aku akan berteriak agar kalian di habisi para tukang ojek dan tukang becak!" Crystal memotong arah pembicaraan salah satu Bodyguard.
"Baik Nona! hanya satu meter!" ucap ketua Bodyguard.
"Ok! no debat!" Crystal berucap dengan tegas. Bodyguard pun mengangguk.
Crystal setengah berlari menuju mobil. "Tante! Tante! aku mohon tolong Aku!"
"Baik! apa yang bisa Tante lakukan untuk menolong mu! mereka itu siapa Nduk?" tanya Tante Ningsih di akhir kalimat.
"Cukup membuntuti kami dengan hati-hati. Mereka para pengawal ku yang di utus Papi." Jawab Jujur Crystal.
"Pengawal! memang nya Kamu anak pejabat?" tanya polos Tante Ningsih.
"Tante! Aku tidak dapat menceritakan hal apapun saat ini. Waktu ku lima menit! nanti setelah aku bebas dari mereka, aku janji akan menjelaskan siapa itu diri ku! yang pasti aku adalah sebuah Kristal yang harus mereka jaga saat Tuan nya tidak ada." Tutur Crystal.
"Cysa, kita berteriak saja, agar ada yang menyelamatkan kita." Ucap Tante Ningsih saat Crystal sudah masuk ke dalam mobil duduk di kursi penumpang tanpa menutup pintu.
"Tante! sebelum kita berteriak! mereka akan dengan mudah membius Cysa. Lihatlah di tangan mereka. Masing-masing dari mereka memegang alat bius yang berbeda." Cegah Crystal.
"Tap_"
"Ku mohon! mengertilah Tante! tolong Tante ikuti mobil ini, dengan radius dua atau tiga meter. Kalau aku menurut dan tidak memberontak, maka aku akan aman! Aku akan tahu kemana mereka membawa ku. Namun sedikit saja aku memberontak! maka mereka tidak akan segan untuk membius ku." Ujar Crystal.
"Astaghfirullah'aladzim. Cysa sayang!" Tante Ningsih terperanjat matanya langsung berkaca
"Tante tenang yah! Ini ponsel aku, sudah aku setting. GPS terhubung ke ponsel Mas Evan! tugas Tante, ikuti saja mobil itu. Aku akan mengirimkan pesan dan signal bahaya pada Mas Nervan." Pinta Crystal.
"Baik Cysa! Tante akan berusaha tenang. Huff!" Tante Ningsih menarik nafas nya pelan.
"Ok! aku harus pergi. Aku kirim pesan pada Mas Nervan."
"Iya! silakan!" ucap Tante Ningsih. Matanya sudah mulai mengeluarkan air mata. Ia teringat sosok putri nya yang telah tiada.
"Sudah Tante! aku sudah berkirim pesan pada Mas Nervan. stay safe Tante! kalau kita berhati-hati. Maka aku akan selalu aman dan aku tahu kemana mereka akan membawa ku." Ujar Crystal dengan menggenggam tangan Tante Ningsih, menatap nya penuh pengharapan.
"Tante akan menolong Cysa sebisa Tante! anggap saja ini kesempatan kedua untuk menolong Anak Tante! karena Tante tidak mampu menyelamatkan kakak nya Tio waktu itu, sehingga harus kehilangan nya. Hiks .... hiks!"
"Tante jangan menangis. Cysa yakin kakak nya Tio sudah bahagia di sana. Aamiin." Bujuk Crystal.
"Terima kasih!"
"Nona! waktu mu habis!" Pekik seorang pengawal yang tidak jauh dari mobil. "Oke!" balas Crystal.
"Tante aku Pamit. Aku percaya pada Tante! Selain di tangan Allah, nasib ku kali ini berada di tangan Tante. karena kalau Tante kehilangan jejak ku! maka, aku pasti kan. Mas Nervan tidak akan pernah menemukan ku lagi." Bisik Crystal sembari memeluk tante Ningsih.
Tante Ningsih hanyalah mengangguk sambil menangis. Crystal segera keluar dari mobil dan mengikuti para Bodyguard nya memasuki mobil yang telah tersedia.
Di rumah Mami Nervan.
Nervan gusar, karena Crystal belum juga kembali. triing! satu notifikasi pesan masuk di ponsel Nervan.
"Cysa! kamu pergi ke mana sayang? koq lama sekali!" gumam Nervan. Ia masih bersandar lesu pada kepala tempat tidur nya.
"Triing!"
Satu kali lagi notifikasi di ponsel Nervan berbunyi. Ia tidak mendengar karena hanyut dalam lamunan nya.
Di jalan tempat Crystal berada. Crystal sedang harap-harap cemas. Ia takut Nervan tidak membaca pesan nya. Maka apa yang ia lakukan akan sia-sia belaka.
"Ya Allah. Tolong bantu hamba! buat suami hamba melihat pesan yang ku kirim." Doa Crystal di dalam hati.
Sementara itu, Tante Ningsih sedang membuntuti mobil yang membawa Crystal. Ia berusaha untuk tetap tenang.
"Nervan! aku harus menelepon nya." Ucap Tante Ningsih. Lalu ia menelpon Nervan.
Triilltt .... triillt .... suara ponsel Nervan.
"Akhirnya kamu menelpon ku sayang!" gumam Nervan dan dahi nya mengkerut tat kala ia lihat siapa yang menelpon.
"Iya Tan! Cysa mana?" /Nervan.
"Evan! kamu tidak baca pesan dari Cysa?" / Tante Ningsih.
"Belum!" / Nervan.
"Cepat baca! tolong Cysa, ia di bawa beberapa orang laki-laki berbadan kekar!" / Tante Ningsih.
"Astaghfirullah! ba-baik Tante!"/ Nervan.
Setelah memutuskan sambungan telepon nya, Nervan segera membuka pesan dari Crystal.
Pesan pertama tampil tulisan dengan huruf kapital dan plat nomor mobil. HCU (Help Crystal Urgent) in Alphard B 123 CYS. Nervan tahu itu signal bahaya yang ia pernah sebutkan kepada Crystal. Lalu Nervan membuka pesan Audio atau voice note.
Crystal /Vn: "Mas Evan! Tolong Aku! Aku tertangkap para Bodyguard Papi ku! bisa saja ini kesempatan terakhir untuk kita bersama Kembali. Jika Mas terlambat menolong ku."
Crystal /Vn : "Ikuti rute yang ada di GPS. Mas harus bawa bantuan yang bisa bela diri. Yang sedang membawa ku sekitar enam orang dewasa, berbadan kekar, jago karate, Muang thai dan bela diri lain nya. Selama aku tidak memberontak, maka akan aman! Mas bisa ambil jalan pintas untuk menyusul ku, aku mengarah ke bukit Sentul, Bogor."
Crystal /Vn : "Mas bisa hadang mereka lima ratus meter, setelah pintu keluar Tol! aku yakin di sana sepi. Mas bisa menjegal mereka dengan aman di sana."
Crystal /Vn : Aku sangat mengharapkan pertolongan dari Mas. Aku ingin tetap bersama Mas Nervan. I Love You Mas Evan. Aku mengaku kalah dalam taruhan cinta kita."
Voice note pun berakhir. "Hmm ... Cysa, Seperti nya, aku yang kalah dengan permainan taruhan Cinta kita. Aku yang akan menjadi budak cinta untuk mu! I Love you too Crystal! aku pastikan akan membawa mu kembali." Ucap menggebu Nervan. Nervan yang sempat galau, kini ia seperti bangkit dari keterpurukannya.
Bersambung ....
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar