NovelToon NovelToon
Kembalinya Kaisar Dunia Bawah

Kembalinya Kaisar Dunia Bawah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Romansa
Popularitas:322
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dunia ini bukanlah tempat bagi mereka yang lemah si kaya terbang membelah awan layaknya naga, sementara si miskin terinjak sebagai debu di bawah kaki sang penguasa. Di tengah kejamnya takdir, hiduplah Zhou Yu, bocah laki-laki yang jiwanya jauh lebih dewasa dibanding usianya yang baru delapan tahun. Sejak kecil, ia adalah pelita bagi orang tuanya, sosok anak berbakti yang rela menghabiskan masa bermainnya di pasar demi menyambung hidup keluarga.

Namun, langit seolah runtuh saat Zhou Yu pulang membawa harapan kecil di tangannya. Aroma darah dan keputusasaan menyambutnya di ambang pintu. Ia menemukan sang ayah pria yang selama tiga bulan terakhir berjuang melawan sakit tergeletak mengenaskan dalam napas terakhirnya. Di sudut lain, ibunya terkulai lemas, tak berdaya, bersimbah darah dan dengan kondisi yang mengenas. Di detik itulah, kepolosan Zhou Yu mati. Dalam tangis yang tertahan, sebuah dendam dan ambisi membara ia tidak akan lagi mengubah nya menjadi sosok yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima tahun kemudian

Lima tahun berlalu sejak malam badai yang mengubah takdir mereka di Akademi Tian Meng. Di puncak gunung yang selalu diselimuti salju abadi tempat yang dilarang bagi murid biasa karena tekanan Qi yang ekstrem sesosok pria duduk bersila di atas bongkahan es.

Zhou Yu kini bukan lagi pemuda kurus dari pertambangan. Tubuhnya tegap dengan otot-otot yang terbentuk sempurna namun tetap luwes. Wajahnya yang tampan memiliki garis rahang yang tegas, sementara tatapan matanya sedalam samudera yang tenang namun menyimpan badai. Saat ia mengembuskan napas, uap putih yang keluar membawa getaran energi yang kuat, menandakan ia telah mencapai ranah Foundation Establishment (pembentukan fondasi) tahap akhir. Prestasi yang mustahil bagi murid lain dalam waktu sesingkat itu.

Di bawah kaki gunung, kehidupan dua sahabatnya pun telah berubah drastis.

Ling'er telah tumbuh menjadi wanita yang kecantikannya menjadi buah bibir di seluruh ibu kota. Kulitnya seputih salju dengan rambut hitam yang jatuh menjuntai seperti sutra. Di akademi, ia dijuluki "Bunga Es Surgawi". Meskipun ia berada di pembentukan fondasi tahap awal,keahliannya dalam alkimia dan teknik pedang air membuatnya disegani. Namun, meski ribuan pangeran dan bangsawan berusaha mendekatinya, hatinya tetap terkunci rapat hanya untuk satu orang.

Sementara itu, Da Ge telah bertransformasi menjadi pria yang sangat berwibawa. Tubuhnya yang raksasa kini dibalut zirah perak militer kekaisaran. Berkat kekuatannya di pembentukan fondasi tahap menengah, ia dipromosikan menjadi perwira garis depan yang memimpin pasukan elit di perbatasan. Ketegasannya membuat lawan gemetar, namun kesetiaannya pada tak pernah luntur.

Suasana akademi mendadak tegang ketika sebuah dekrit dari faksi "Sekte Bayangan Darah" secara terang-terangan mulai menyusup ke jajaran petinggi akademi. Tuan Muda Chen yang dulu dihajar Zhou Yu, kini kembali dengan kekuatan hitam yang gelap, menuntut balas atas kehancuran psikologis yang ia alami lima tahun silam.

Siang itu, di lapangan utama, Da Ge datang membawa kabar buruk. Zirahnya ternoda darah kering, wajahnya yang tegas terlihat lelah.

"Zhou Yu," ucap Da Ge dengan suara berat yang menggelegar. "Garis depan telah ditembus. Sekte Bayangan Darah tidak hanya mengincar kekaisaran, mereka mengincar lencana perak yang kau pegang. Mereka menganggapmu sebagai ancaman terbesar karena pertumbuhanmu yang tidak masuk akal."

Zhou Yu berdiri dari kursinya, tangannya menggenggam gagang pedang Han Shui yang kini memancarkan cahaya ungu yang lebih pekat. "Mereka pikir mereka bisa menyentuh rumah yang kita bangun dengan susah payah?"

"Bukan hanya itu," sambung Da Ge dengan mata berkilat. "Mereka telah mengirim tentara bayaran mengancam akan menculik Ling'er sebagai umpan."

Malam itu, sebelum peperangan besar pecah, Zhou Yu menemui Ling'er di taman belakang akademi. Bunga-bunga melati malam menebarkan aroma harum yang menenangkan. Ling'er berdiri menatap bulan, wajahnya yang cantik tampak sedikit cemas.

Zhou Yu mendekat, lalu dengan lembut menyampirkan jubah bulu ke bahu Ling'er. Ling'er tersentak kecil, lalu tersenyum manis saat menyadari kehadiran Zhou Yu.

"Kau akan pergi lagi bersama Da Ge besok?" tanya Ling'er lembut.

Zhou Yu menarik Ling'er ke dalam pelukannya. Ia membenamkan wajahnya di rambut Ling'er, menghirup aroma yang selalu menjadi rumah baginya. "Aku harus mengakhiri ini, Ling'er. Bayangan Darah adalah duri yang harus dicabut agar kita bisa kembali ke Desa Harapan dengan tenang."

Ling'er mendongak, matanya yang indah menatap langsung ke dalam mata Zhou Yu. "Berjanjilah padaku... kau akan kembali dalam keadaan utuh. Aku tidak peduli seberapa kuat kau di mata dunia, bagiku kau tetaplah Kak Yu yang memberiku separuh rotinya di tambang dulu."

Zhou Yu tersenyum tipis, sebuah ekspresi langka yang hanya ia tunjukkan pada Ling'er. Ia mengecup kening Ling'er dengan sangat lama, sebuah ciuman yang mengandung janji setia. "Demi kau, aku akan meruntuhkan gunung jika perlu. Tunggu aku."

Keesokan harinya, gerbang akademi dikepung oleh pasukan berjubah hitam. Di garis paling depan, Da Ge berdiri dengan palu raksasanya, memimpin barisan militer dengan teriakan yang membakar semangat.

"UNTUK KEHORMATAN! JANGAN BIARKAN SATU PUN PENGKHIANAT MASUK!" teriak Da Ge.

Di puncak menara akademi, Zhou Yu berdiri menatap ribuan musuh di bawahnya. Han Shui bergetar hebat di punggungnya, seolah haus akan darah para pendosa.

"Bocah," suara Han Shui bergema penuh amarah, "Lima tahun ini adalah persiapan. Sekarang, tunjukkan pada mereka mengapa pedang tua ini memilihmu sebagai tuannya!"

Zhou Yu melompat turun dari menara setinggi puluhan meter, membelah udara seperti meteor biru. Saat kakinya menyentuh tanah, gelombang Qi yang sangat dahsyat meledak, memukul mundur barisan depan musuh.

Peperangan besar ini bukan lagi sekadar urusan akademi, ini adalah pembuktian bagi sang pemuda dari pertambangan yang kini telah menjadi pelindung sejati. Namun, di balik kerumunan musuh, mata-mata bertopeng perak itu tersenyum licik, memegang sebuah segel kuno yang bisa melumpuhkan perisai Qi.

Pertempuran besar pecah di gerbang Akademi Tian Meng. Da Ge menjadi tembok baja di garis depan, palu raksasanya menghantam bumi hingga menciptakan rekahan yang menelan pasukan berjubah hitam. Setiap ayunannya membawa berat ribuan jin, menghancurkan zirah lawan dengan sekali pukul. Di sampingnya, militer kekaisaran yang ia pimpin bergerak dengan formasi yang disiplin, namun jumlah musuh dari Sekte Bayangan Darah seolah tidak ada habisnya.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Zhou Yu bergerak bagaikan hantu. Setiap tebasan pedang Han Shui membelah udara, meninggalkan jejak energi dingin yang membekukan aliran Qi lawan. Namun, fokusnya terpecah saat ia mendengar ledakan hebat dari arah asrama putri.

"Ling'er!" gumamnya dengan nada cemas.

Benar saja, dari balik kepulan asap, Tuan Muda Chen muncul dengan aura yang jauh berbeda dari lima tahun lalu. Kulitnya pucat dengan urat-urat hitam yang menonjol di lehernya. Ia telah menukar kemanusiaannya dengan kekuatan terlarang dari Sekte Bayangan Darah. Di tangan kirinya, ia menyeret Ling'er yang tampak lemas, namun matanya masih memancarkan api perlawanan.

"Zhou Yu! Lihatlah istri tercinta mu ini!" teriak Chen dengan suara yang melengking tak keruan. "Lima tahun aku membusuk dalam dendam, dan hari ini, aku akan mengambil apa yang paling kau cintai sebelum aku mengambil nyawamu!"

Zhou Yu berhenti di tengah lapangan, dikelilingi oleh mayat-mayat musuh. Matanya berkilat dengan kemarahan yang luar biasa. Suhu di sekelilingnya mendadak turun drastis hingga rintik hujan yang jatuh berubah menjadi butiran es.

"Bocah, jangan biarkan amarah membutakanmu, atau segel pedang ini akan melahap jiwamu!" Han Shui memperingatkan dari dalam benaknya.

Namun, Zhou Yu tidak peduli. Ia melangkah maju, setiap langkahnya meninggalkan jejak es di lantai batu. "Lepaskan dia, brengsek. Atau aku akan memastikan bahkan jiwamu tidak akan bisa masuk ke siklus reinkarnasi."

Ling'er, meskipun terpojok, mencoba mengumpulkan sisa-sisa energinya. Ia menatap Zhou Yu dengan penuh kasih. "Kak Yu... jangan hiraukan aku! Bunuh dia!"

Chen tertawa gila dan mulai mengangkat pedang hitamnya ke leher Ling'er. Di saat yang kritis itu, Da Ge melihat situasi dari kejauhan. Dengan raungan seperti singa, ia melemparkan palu raksasanya ke arah Chen mo sebagai pengalih perhatian.

"Sekarang, Zhou Yu!" teriak Da Ge.

Zhou Yu melesat. Kecepatannya melampaui batas penglihatan manusia. Ia bukan lagi sekadar murid akademi ia adalah badai yang murka. Pertempuran hidup mati antara cahaya yang tenang dan kegelapan murni baru saja dimulai di bawah langit yang menangis.

...Bersambung.... ...

1
Ada badaknya
baru 1 bab udah cerita sedih/Sweat/
pinguin: author kejam👍
total 1 replies
Butet Kon77
💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!