NovelToon NovelToon
My Fake Husband

My Fake Husband

Status: tamat
Genre:Action / Duniahiburan / Trauma masa lalu / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Konflik etika / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Menjadi artis terkenal tidak selalu membuat bahagia, Ivy Brown harus menyaksikan adiknya diperkosa dan dibunuh, dia melarikan diri dan mengalami kecelakaan hebat. Mobilnya hancur sedangkan kondisinya mengenaskan, ia tidak sadarkan diri dan mengalami koma.

Saat dia tersadar, Ivy tidak mengenali dirinya sendiri dan yang lebih membuatnya kaget,seorang pria tampan berada disisinya dan mengaku sebagai suaminya. Ivy mencoba bertahan di samping pria itu dan pada saat ingatannya kembali, sebuah konspirasi yang dia dapat.

Pengkhianatan, cinta, persahatan dan dendam menjadi satu saat dia tahu siapa dalang atas kematian dan orang yang memperkosa adiknya.
Akankah dia mampu bertahan dengan pria yang mengaku sebagai suaminya? Sedangkan sebuah bukti dikirimkan untuknya yang membuktikan jika pria itu ikut terlibat atas pemerkosaan dan pembunuhan adiknya.

Bisakah dia membalas dendam? Sedangkan cinta mulai tumbuh di hatinya untuk pria yang telah terlibat menghabisi keluarganya.

Antara cinta dan dendam, yang mana harus dia pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31. MFH: Harapan dua sahabat.

Marlyn membuatkan segelas teh hangat untuk tamu yang baru saja datang kerumahnya, dia tidak bisa menolak apalagi tamu itu berkata jika dia adalah sahabat Ivy.

Setelah satu tahun lebih telah berlalu kabar kematian Ivy disebar tapi tidak ada satupun sahabat Ivy yang datang kerumahnya dan entah mengapa, tiba-tiba sahabat Ivy datang dan menanyakan keberadaannya. Entah apa tujuannya menanyakan hal demikian dan ini sangat mencurigakan.

Marlyn meletakkan minuman hangat yang dia bawa keatas meja dan duduk didepan tamunya dengan senyum diwajahnya.

"Silahkan nona." ucapnya basa basi.

"Terima kasih aunty, panggil aku Clara." Clara tersenyum dengan manis.

"Nona Clara, ada tujuan apa datang kemari?" Marlyn menatap Clara dengan penuh selidik.

"Aunty, maaf mengganggu waktu kalian malam-malam seperti ini." ucap Clara tidak enak hati.

"Tidak apa-apa, katakan padaku apa tujuan nona Clara datang kemari."

Clara mengambil minuman hangat yang ada diatas meja dan menyeruputnya sedangkan matanya melihat-lihat rumah itu dan melihat foto Ivy yang tergantung di dinding.

Marlyn melihat Clara dengan lekat, dia tidak menaruh curiga sama sekali karena dia tahu Clara adalah sahabat putrinya dan dia tahu dari barang-barang Ivy yang dia ambil dari rumahnya.

"Nona Clara?"

"Oh maaf aunty, aku terlalu lama memandangi foto Ivy karena aku sangat merindukannya." ucap Clara tidak enak hati dan meletakkan kembali minumannya keatas meja.

"Yah, kami semua memang merindukannya." jawab Marlyn.

"Aunty, seperti perkataanku tadi, aku datang kemari untuk menanyakan keberadaan Ivy. Aunty tahu bukan dimana Ivy berada?"

Clara menatap ibu Ivy dengan penuh selidik, dia ingin tahu apa ada kebohongan dimata wanita paruh baya itu?

"Nona Clara, kenapa kau bertanya demikian? Kita semua tahu jika Ivy telah meninggal setelah dia mengalami kecelakaan lalu kenapa nona Clara bertanya seolah-olah Ivy masih hidup?" Marlyn langsung memasang wajah sedih.

"Bukan begitu aunty, aku minta maaf." Clara jadi tidak enak hati.

"Tidak apa-apa nona."

"Aku bertanya demikian karena aku, ah tidak, kami sebagai sahabat Ivy curiga jika Ivy tidak meninggal dan sedang disembunyikan. Berita kematiannya begitu mendadak dan tidak ada saksi yang melihat jenazah Ivy dan tidak hanya itu, tidak ada yang melihat proses pemakaman Ivy." jelasnya.

Marlyn diam saja, apa kematian palsu mengenai putrinya sudah disadari oleh sahabat-sahabatnya?

"Aunty, mungkin aunty melakukan hal ini karena terjadi sesuatu dengan Ivy atau kalian menyembunyikan keberadaan Ivy untuk menghindari sesuatu tapi kami sebagai sahabat baiknya berhak tahu keberadaannya. Bagaimana kabarnya saat Ini? Apa dia sudah sadar dari komanya? Apa dia tidak merindukan kami para sahabat yang selalu menghabiskan waktu dengannya? Aku tidak tahu kenapa keberadaan Ivy disembunyikan tapi apa kami tidak boleh tahu keberadaannya?" Clara menatap ibu Ivy dengan lekat sedangkan Marlyn diam saja.

"Mungkin kalian menyembunyikan Ivy karena Ivy shock berat akibat kejadian malam itu yang membuat adiknya diperkosa dan dibunuh, mungkin kalian melakukan hal ini supaya tidak ada media masa yang tahu tapi aunty, ijinkan kami bertemu dengannya dan melihat keadaannya. Memang tidak ada yang bisa kami lakukan tapi kami bisa memberinya dukungan." ucap Clara panjang lebar.

Marlyn menatap sahabat putrinya dan menghembuskan nafasnya dengan berat, putrinya sedang amnesia sebaiknya dia tidak asal bicara.

"Nona Clara, aku tidak tahu nona Clara mendapat kesimpulan seperti itu dari mana tapi yang jelas Ivy sudah meninggal karena kecelakaan hebat yang dia dapat. Kami memang sengaja menyembunyikan hal ini dan tidak mengijinkan media masa meliput saat kami membawa jenazahnya secara diam-diam bahkan kami juga memakamkannya secara diam-diam."

"Ivy telah pergi satu setengah tahun yang lalu tapi kenapa nona Clara baru datang kemari dan menanyakan keberadaannya yang jelas sudah tidak ada?" Marlyn tampak sedih dan murung.

"Maaf, maafkan aku aunty. Aku tidak bermaksud membuat aunty sedih." Clara sungguh tidak enak hati saat melihat kesedihan dari wajah ibu Ivy.

"Kami hanya merasa jika kematian Ivy sangat janggal jadi itu sebabnya kami mengira jika dia masih hidup. Aku dan teman-teman yang lain sangat merindukannya jadi aku mampir kemari untuk menanyakan keberadaannya dan berharap aunty mau memberitahu dimana Ivy berada, aku sungguh tidak bermaksud membuat aunty sedih jadi maaf."

"Tidak apa-apa, aku bisa mengerti. Maaf jika tidak mengabari kalian dan tidak mengundang kalian saat dia dimakamkan bersama dengan adiknya."

"Jika begitu bolehkah aku tahu dimana makam Ivy, aunty? Aku akan datang lagi bersama dengan teman-teman yang lain untuk menjenguk makamnya." pinta Clara dan sungguh didalam hatinya, dia tidak percaya dengan ucapan ibu Ivy karena didalam hatinya mengatakan jika Ivy masih hidup dan ada disuatu tempat.

"Ivy dimakamkan bersama dengan adiknya, kalian bisa menjenguknya disana." jawab Marlyn sambil menyebutkan sebuah nama pemakaman yang ada di Canada.

"Baiklah aunty, aku akan mengajak teman-teman yang lain pergi kesana, maaf telah mengganggu waktu istirahat aunty, aku akan pergi sekarang." ucap Clara sambil bangkit berdiri.

"Tidak apa-apa nona Clara, kau bisa datang lagi lain kali jika punya waktu."

Clara mengangguk dan segera berpamitan dengan ibu Ivy karena Josep sedang sibuk dengan pekerjaannya. Setelah kepergian Clara, Marlyn mencari suaminya dan mengatakan jika sahabat Ivy mulai curiga jika Ivy masih hidup dan belum meninggal.

Mereka membicarakan hal itu cukup lama dan mengabaikannya, lagi pula mereka berpikir, saat ingatan Ivy telah kembali, Ivy akan muncul lagi kemedia dan pada saat itu, semua orang akan tahu jika Ivy masih hidup dan berita kematiannya adalah palsu.

Sedangkan saat itu, selama menuju hotel tempat dia menginap, Clara menghubungi Megan. Dia ada disana karena pekerjaan dan dia pikir dia bisa mendapatkan petunjuk jika langsung menanyakan keberadaan Ivy kepada orang tuanya tapi dia tidak menyangka jika orang tua Ivy mengiyakan jika Ivy memang sudah tiada. Walau begitu dia tidak percaya sama sekali.

"Ada apa Clara kau menghubungiku?" terdengar suara megan dari seberang sana.

"Clara, aku baru saja dari rumah orang tua Ivy."

"Oh ya, kenapa kau ada disana?"

"Aku ada pekerjaan disini jadi aku mampir untuk menanyakan keberadaan Ivy kepada orang tuanya."

"Lalu bagaimana?" tanya Megan.

Clara hanya menghembuskan nafasnya dengan berat dan memandangi jalanan.

"Mereka bilang Ivy memang sudah meninggal dan sungguh didalam hati kecilku berkata jika Ivy masih hidup dan aku rasa Ivy sedang disembunyikan."

"Aku juga berpikir begitu Clara, tapi jika mereka menyembunyikan Ivy dimana dia sekarang? Kita sudah mencari hampir diseluruh rumah sakit tapi kita tidak menemukannya."

"Entahlah." jawab Clara putus asa.

"Sudahlah, kita akan mencarinya pelan-pelan dan aku yakin jika dia masih hidup kita pasti akan menemukannya."

"Kau benar Megan, maaf mengganggumu." ucap Clara.

"Tidak apa-apa."

Mereka mengakhiri percakapan mereka dan menatap langit malam dengan pikiran yang berkecamuk. Yang satu sangat ingin bertemu dengan Ivy karena sangat Merindukan Ivy dan berharap Ivy benar-benar masih hidup sedangkan yang satunya berharap, jika memang Ivy masih hidup, dia dapat menemukan Ivy terlebih dahulu untuk menyingkirkannya karena keberadaan Ivy benar-benar suatu ancaman untuknya.

1
Rita Wati
Nah.... kl Ivy dikenakan dgn semua keluarga.
Kl Bella cuma bilang dikenalkan dgn semua..... blm titik, Bella usah seneng duluan😄
Sylvia Violetta
jadi ikan asiinn dong 🤣🤣
Sylvia Violetta
hahahaa .. jadi ikan deh 😄😄😄
Sylvia Violetta
bebaaalll si bela 👊👊👊
Naraa 🌻
lelet bgt njiir ivy sama Hendri. bapaknya ivy kaya tapi kemana2 ga ada bodyguard 👻🤬
Bungkusdong Dotcom
gimana itu duo M mimpin doa
Bungkusdong Dotcom
gpp lah... franks kan pasti belum sunat 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
kembar duo M memang paling top. dari kecil jiwa mafianya sdh membara....
Bungkusdong Dotcom
kan udah tradiai thor.... nanti lanjut sampe asisten si kembar
Bungkusdong Dotcom
michael sama xiaoyu udah gak ada ya?
Bungkusdong Dotcom
bisa2nya lupa
Bungkusdong Dotcom
untung masih ada buat para buaya
Bungkusdong Dotcom
eh ternyata clarina emang udh deket sama matt dr kecil
Bungkusdong Dotcom
kuncimya adalah KALAU.BISA BEBAS 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
bukannya udh jadi istrinya. cuma blm ada surat aja
Bungkusdong Dotcom
dgn semua peliharaan keluarga 🤣
Bungkusdong Dotcom
forgive but not forget
Bungkusdong Dotcom
apakah nanti ada percakapan.para buaya tua /Grin/
Bungkusdong Dotcom
padahal si george sempat kerjasama mau jahatin ivy
Bungkusdong Dotcom
hayooo clara atau megan yg jahat?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!