NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah pilu Mbak Rohimah

Manusia itu bukan malaikat, sesempurna apapun kita di mata orang lain tapi masih ada kekurangannya juga, seperti pepatah mengatakan segemuk gemuknya ikan masih ada tulangnya dan sekurus kuruskan ikan juga masih ada dagingnya.

Begitu juga Mbak Imah yang dimata Mahendra adalah seorang wanita sempurna tak ternoda ternyata juga masih menyimpan masalalu yang kelam, seperti yang di ceritakan Rizki yang ternyata adalah anak angkat mbak Rohimah, sungguh Mahendra tak pernah menyangka sedikitpun.

Sebenarnya apa rahasia Mbak Rohimah? Tidak ada yang tahu dan asal usul wanita itu pun para tetangga tak ada yang tahu.

Bulan ini bulan menjelang ramadhan, dan waktunya para penduduk desa bersih bersih ke makam, begitupun Mbak Imah ikut pula kerja bakti ke makam karena seorang janda maka dia tak harus kerja berat potong rumput tapi cukup memberi makan para Bapak² yang sedang bekerja, demikian juga dengan pak Wisman, meski mereka lain desa tetapi satu kecamatan, pak Wisman yang merasa pernah melihat Mbak Imah melihatnya tanpa berkedip. "sepertinya aku kenal wanita itu tapi siapa ya?". Batin nya.

Mbak Imah yang merasa di perhatikan oleh seseorang merasa risih juga akhirnya dia bergegas pergi dari tempat itu.

Sebenarnya Mbak Imah tahu banget siapa lelaki itu, dia adalah orang tuanya Mahendra, orang tua yang selama ini tak pernah perduli dengan anaknya, sebenarnya nya ada rahasia terbesar yang belum terungkap, Mbak Imah meskipun kedua orangtua Mahendra tidak menyayangi anaknya sangat maklum, biarlah mereka tidak menyayangi yang penting Mahendra saat ini hidup dengan selamat dan sejahtera bersama putrinya.

Lelaki itu mengejar Mbak Imah dan mencekal lengannya mbak Imah dengan halus mencoba melepaskan diri dari cengkeraman pak Wisman.

"Kamu tetangganya Mahendra kan, yang sering momong putrinya itu, kebetulan ketemu kamu, sekarang katakan dimana anak itu berada, apakah sudah jadi gembel? Tolong jika kamu ketemu dia katakan orang tuanya juga perlu makan, masa jadi anak nggak tahu balas budi, mestinya saat ini dia yang mencari nafkah buat kami". Ucap pak wisman sungguh tak tahu malu.

"Maaf saya tak tahu bapak, saya tidak tahu dimana mas Hendra saat ini berada, bukankah bapak selama ini tak pernah merawatnya dari kecil, kok minta dibalas budinya?" jawab Mbak Imah dongkol, karena tak ada yang tahu dimana Mahendra berada saat ini kecuali pak RT dan Mbak Imah, sedang para warga dulu ketika Mahendra pergi meski pamit tapi semua tahunya Mahendra pergi tujuannya kemana tak ada yang tahu, akhirnya pak Wisman melepas tangan Mbak Imah , mbak Imah berlalu dengan terburu buru sementara pak Wisman memandang kepergian wanita itu dengan hati dongkol.

Sebenarnya selain pak wisman adalah orang tua Mahendra, Mbak Imah sangat tahu sekali siapa lelaki ini, karena dialah biang pokok permasalahannya di masa lalu, dia yang telah menghancurkan masa depannya bersama suami dan anak tercintanya.

Beberapa puluh tahun yang lalu, Mbak Imah menikah dengan seorang anak dari konglomerat kaya raya di sulawesi, meski pernikahannya tidak di restui oleh fihak orang tua laki-laki tetapi atas nama cinta akhirnya mereka menikah juga dengan suami Mbak Imah yang saat itu tanpa keyakinan rela mempelajari Islam dan jadilah mualaf, akhirnya Mbak Imah dan suaminya menikah di pulau Jawa tepatnya di solo, Mbak Imah termasuk keturunan bangsawan juga, tetapi memang orang tua suami Mbak Imah terutama ayahnya ingin menjodohkan putranya dengan sesama bangsawan dari Sulawesi, perjodohan mereka sudah ada sejak mereka kecil, perjodohan yang pada saat itu dikira suaminya mbak Imah hanya main main ternyata serius dan mau tak mau mereka harus menikah untuk menyelamatkan harta warisan keluarga.

Akhirnya Mbak Rohimah dan suaminya pergi merantau ke Surabaya dan disanalah mereka memulai hidup baru dengan bantuan dari orang tua Mbak Imah, sebenarnya kakek Mbak Imah yang saat itu juga ragu atas keputusan dua manusia yang lagi mabuk asmara itu juga punya firasat yang tidak baik, kakek Mbak Imah adalah salah satu bangsawan Jawa yang mendalami ilmu kejawen, seorang yang tahu segalanya pada saat itu atau di sebut juga sakti mandraguna.

Dan akhirnya Mbak Imah hamil, orang tua dari suaminya seperti nya sudah mau menerima Mbak Imah dengan anak yang dikandungnya, sehingga menyuruh suami Mbak Imah pulang ke Makasar, disana ternyata Mbak Imah di perlakukan bak pembantu, lagi hamil tetapi semua pekerjaan pelayan di bebankan padanya.

" kalau mau jadi keluarga kami jangan manja, harus kuat dan bisa segalanya dan harus mandiri". Nasehat sesat mertuanya, Mbak Imah nggak masalah semua dijalaninya secara sukarela, suami Mbak Imah yang saat itu tiap hari ke kantor tidak faham dan tidak tahu apa yang terjadi di rumahnya, suaminya mengira semua baik baik saja, hingga suatu hari datanglah si calon istri dari suaminya yang licik dan kejam, perempuan itu selalu mencari gara gara agar suami Mbak Imah menceraikannya, dan dia mencoba untuk selalu memprovokasi dan adu domba antara Mbak Imah dan suaminya, tetapi tentu saja suami Mbak Imah saat itu tidak percaya.

Hingga suatu ketika Mbak Imah melahirkan bayi lelaki sehat, tetapi dengan tipu muslihat dari wanita jahat itu bayi lelaki di tukar dengan bayi lain yang sudah meninggal dan saat terakhir mbak Imah melihat jasadnya mbak Imah kaget karena bayi itu perempuan bukan lelaki dari sini dia mulai curiga, wanita licik menyuruh pasang suami istri membawanya pergi dengan imbalan yang tidak sedikit, pasutri itu tentu saja dengan senang hati mau menerimanya, secara dia tidak bekerja pulang ke kampung dan bisa hidup dengan layak seandainya uangnya habis bisa minta lagi dan lagi pada wanita licik yang menjadi calon istri dari suaminya Mbak Imah , ternyata nol besar karena setelah pasutri itu kembali ke desa si wanita licik telah menyiapkan jebakan, pada saat itu belum ada hp canggih belum ada cctv tetapi ada kamera polaroid yang di foto langsung jadi, wanita licik itu memotret pak wisman yang sedang masuk dan mencuri sesuatu di kamar majikannya, yaitu orang tua dari suaminya Mbak Imah, dengan licik pula wanita itu mengatakan jika dia buka mulut dan membongkar rahasia mereka maka si wanita licik akan melaporkan pak Wisman pada majikannya, bukan penjara ancamannya tetapi karena kekuasaan dan kekayaan si bos yang tak lain adalah orang tua dari suami Mbak Imah maka nyawa lah lah ancamannya, mereka akan membunuh pak wisman dan istrinya Bu Yanti, tentu saja mereka ketakutan dan sampai saat ini pun tutup mulut.

"Mahendra, akulah yang sebenarnya ibumu nak, karena sesuatu dan lain hal maka aku belum bisa berterus terang padamu, aku sudah bahagia bisa mengawasi mu tiap saat". Raung Mbak Imah dalam kamarnya sendiri, dia kesepian? Tentu saja kesepian sejak Mahendra pergi jiwanya seakan ikut pergi, mau ikut? Tentu saja dia belum mau rahasia terbuka, sampai kapan harus di simpan? Mbak Imah pun tak tahu dan takut untuk melakukan nya.

******

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!