NovelToon NovelToon
Cegil Merajut Luka Hatinya

Cegil Merajut Luka Hatinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Aku mengejarmu karena mengira kamu adalah malaikat penyelamatku. Ternyata, kamu hanyalah luka paling berdarah yang sengaja aku pelihara."

Selama dua tahun di SMA Taruna Bakti, Rian Pratama rela menjadi budak cinta demi Keysha Mariela, sang kapten cheerleader. Rian tulus, ia hanya ingin membalas budak kebaikan gadis yang ia kira telah menolongnya di malam ibunya meninggal dunia. Namun, ketulusan Rian dibanting hancur di pesta ulang tahun Keysha. Di depan ratusan mata, Keysha menolaknya mentah-mentah demi Marvel, cowok idaman sekolah, sambil menertawakan kemiskinan Rian.

Di titik terendah saat Rian ingin mengakhiri segalanya, Ziva Zakiyah datang. Cewek genius, manipulatif, dan terkenal 'cegil' (cewek gila) ini membawa satu misi: balas dendam.

Ziva tahu rahasia besar yang disembunyikan Keysha, dan dia siap mengubah Rian yang polos menjadi pangeran berdarah dingin untuk menghancurkan Keysha dan Marvel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Maaf Tulus 31.

Langkah kaki Rian terasa berat, memburu di antara deretan nisan yang membisu.

Setiap senti jarak yang terkikis membuat paru-parunya semakin menyempit.

Di sana, di bawah bayang-bayang pohon kamboja yang meranggas, Ziva terlihat begitu kecil.

Cewek yang biasanya berdiri paling tegak di koridor sekolah, yang tatapan sinisnya bisa membuat nyali cowok-cowok ciut, kini tampak seperti benteng kaca yang baru saja dihantam martil. Hancur berkeping-keping.

Ziva sedang memeluk lututnya sendiri. Kepalanya ditenggelamkan di sana, namun bahunya yang berguncang hebat tidak bisa menyembunyikan badai yang sedang berkecamuk di dalam dadanya. Suara isakannya lirih, tertahan, seolah dia bahkan tidak merasa berhak untuk menangis dengan keras di dunia ini.

"Ziv..."

Suara Rian pecah, nyaris tersapu angin siang.

Ziva tidak bergerak. Dia tidak mendengar, atau mungkin, dia terlalu lelah untuk memedulikan sekitar.

Di depannya, dua nisan putih bertuliskan nama Widya Rahayu dan Kinanti Putri seolah menjadi saksi bisu betapa sepinya hidup Ziva selama dua tahun terakhir.

Rian berlutut di atas rumput basah, tepat di samping cewek itu. Bau tanah dan bunga kamboja yang menyengat mendadak terasa menyesakkan. Rian bisa melihat sudut bibir Ziva yang bergetar. Kulitnya pucat, dan matanya bengkak kemerahan.

"Ziv, ini gue..." Rian mengulurkan tangan, jemarinya bergetar hebat saat menyentuh pundak Ziva yang dingin.

Sentuhan itu membuat Ziva tersentak. Dia mendongak, matanya yang basah bertemu dengan sepasang manik mata Rian yang dipenuhi rasa bersalah.

Untuk sesaat, hanya ada kebingungan di wajah Ziva, sebelum sedetik kemudian, sorot matanya berubah menjadi luka yang teramat dalam.

"Pergi, Rian," bisik Ziva. Suaranya serak, habis. "Jangan sekarang. Gue nggak mau lihat muka lo."

"Gue minta maaf, Ziv. Gue minta maaf..." Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Rian. Dadanya sesak. Melihat sudut bibir Rian yang pecah dan membiru akibat pukulan Zegan, Ziva sempat terpaku, namun dia dengan cepat membuang muka.

"Buat apa? Buat ucapan lo tadi?" Ziva terkekeh, sebuah tawa getir yang terdengar sangat menyakitkan di telinga Rian. "Lo bener, kok. Gue emang kelewatan. Gue bukan siapa-siapa lo. Gue cuma cewek caper yang mau ganggu lo kejar Keysha lagi, kan?"

"Nggak, Ziv! Nggak kayak gitu!" Rian mencengkeram kedua bahu Ziva, memaksanya untuk saling berhadapan. "Gue bodoh. Gue egois banget. Bang Zegan udah ceritain semuanya. Tentang hari ini... tentang Mama sama adik lo."

Mendengar kata-kata itu, tubuh Ziva mendadak kaku. Perlahan, air mata baru kembali mengenang di pelupuk matanya, sebelum akhirnya luruh melewati pipinya yang tirus. Kehangatan yang coba dia pertahankan runtuh seketika.

"Zegan bego..." lirih Ziva, suaranya bergetar hebat. "Kenapa dia harus bilang sama lo? Gue nggak butuh kasihan lo, Rian! Gue nggak mau lo ada di sini cuma karena lo merasa bersalah!"

Ziva mulai memukul dada Rian dengan kepalan tangannya yang lemah. "Gue benci hari ini! Gue benci rumah yang sepi! Gue dateng ke rumah lo karena gue pikir... gue pikir lo bisa bikin gue lupa sama rasa sakit ini sebentar aja! Tapi lo malah bentak gue demi cewek yang udah jelas-jelas buang lo!"

Pukulan Ziva tidak sakit sama sekali bagi fisik Rian, tapi setiap hantamannya membuat hati Rian seperti diiris sembilu. Rian tidak menghindar. Dia membiarkan Ziva meluapkan seluruh kemarahan, rasa sakit, dan frustrasi yang selama ini cewek itu pendam sendirian di balik topeng kuatnya.

"Gue benci diri gue sendiri, Rian... Gue kangen Mama... Gue kangen Kinan..." Suara Ziva melemah, berubah menjadi tangisan histeris yang begitu memilukan. Pertahanannya benar-benar ambruk. Dia tidak lagi memukul, melainkan mencengkeram jaket Rian dengan erat, menyembunyikan wajahnya di dada cowok itu.

Tanpa ragu, Rian menarik tubuh Ziva ke dalam dekapannya. Dia memeluk cewek itu dengan erat, seolah-olah jika dia melepasnya sedikit saja, Ziva akan lenyap menjadi debu. Rian menyandarkan dagunya di atas kepala Ziva, membiarkan air mata cewek itu membasahi kausnya.

"Nangis, Ziv. Keluarin semuanya," bisik Rian lirih, tangannya bergerak mengelus rambut Ziva yang berantakan dengan penuh afeksi. "Maafin gue yang telat peka. Maafin gue yang malah nambahin luka lo."

Ziva meremas bagian belakang jaket Rian, menumpahkan seluruh beban dua tahun ini dalam pelukan itu.

Angin pemakaman berembus seolah ikut meratapi kepedihan mereka.

Selama beberapa belas menit, tidak ada kata-kata. Hanya ada suara angin, isakan lirih Ziva yang perlahan mulai mereda, dan detak jantung Rian yang berdegup konstan, memberikan rasa aman yang amat sangat dibutuhkan Ziva.

Rian mencium puncak kepala Ziva sekilas—sebuah tindakan spontan yang lahir dari rasa ingin melindungi yang teramat besar. Dia menyadari satu hal sekarang: Keysha hanyalah ambisi masa lalunya yang egois, sementara Ziva... Ziva adalah detak jantungnya yang sekarang.

Perlahan, isakan Ziva mereda menjadi helaan napas yang berat. Dia masih enggan melepaskan pelukan Rian. Kenyamanan dan kehangatan tubuh cowok itu seolah menjadi jangkar yang menahannya agar tidak tenggelam dalam pusaran trauma.

Rian melonggarkan sedikit pelukannya, menangkup wajah Ziva dengan kedua tangannya, memaksa cewek itu menatapnya. Rian menyeka sisa air mata di pipi Ziva dengan ibu jarinya secara lembut.

"Gue nggak akan ke mana-mana lagi, Ziv. Gue di sini. Di samping lo," ucap Rian, tatapannya begitu lurus dan tulus, mengunci manik mata Ziva.

Ziva menatap Rian dalam-dalam. Ada kilat ketakutan yang sangat besar di matanya yang masih basah. Kehilangan ibu dan adiknya membuat Ziva memiliki ketakutan bawah sadar akan ditinggalkan oleh orang yang dia sayangi. Dan perlahan, nama Rian sudah tertulis terlalu dalam di hatinya.

Ziva mencengkeram kerah jaket Rian lagi, menarik cowok itu sedikit mendekat hingga jarak di antara mereka mengikis habis. Dengan suara yang sangat pelan, bergetar, namun sarat akan tuntutan yang posesif dan penuh luka, Ziva berbisik,

"Jangan pernah tinggalin gue demi cewek itu, Rian. Kalau lo pergi juga... gue nggak akan pernah bisa bangun lagi."

Rian terpaku. Kata-kata Ziva bukan sekadar kalimat minta ditemani, melainkan sebuah penyerahan seluruh hati yang rapuh. Dan di bawah saksi dua nisan putih di depan mereka, Rian tahu, dia sudah tidak punya jalan untuk kembali.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
bagus
falea sezi
uda ziva jauhin pindah sekolah😕 laki. oon. g ba nrima takdir ya😓
falea sezi
jangan ampe nyesel lu rian kehilangan ziva😓 buat ziva pergi aja thor rian bego malah nyalahin ziva
Luna
udah ziva menjauh aja dari cowok yang GK bisa terima takdir , siapa juga yg mau nabrak orang ,,,egois sekali ,,jadi GK respect sama Rian ,
falea sezi
malah nyalahin Ziva🤣 oon bgt ini Riyan plin plan
falea sezi
🤣🤣 si plin plan mending pergi aja ziv laki! gk tau diri cocok sama sampah kayak. keysa
Luna
GK respect sama Rian ,,, ujung ujungnya nanti marahan lagi sama ziva,,,,apa GK ada cowok lain yg bantu Keysa ,atau emang sengaja citra pengen ngerusak hubungan orang,
Luna
makin bodoh yg seharusnya minta tolong om nya dong buat klarifikasi,,,😑
falea sezi
😒 gila ini keysa
Luna
kan itu sudah jadi pilihan kamu sya dari awal ,,, jangan menyesal,cowok idaman mu ternyata tak sempurna seperti halusinasi mu🤣🤣🤣🤣🤣 terima takdir,Marvel memang kaya tapi sifatnya kek psikopat dan kamu sendiri yg membangkitkan nya keysa🤣🤣🤣🤣🤣
Queen Aisyah
🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 Riyan ttep. bego uda lah ziv g usa dket cowok plin plan kayak riyan🤭 gk tau diri
Luna
GK salah sih marven dapat cewek lain dia kaya duit banyak,,,kalo ada yg lebih baik dari kamu yh GK mungkin lah di lewat kan , sedangkan Rian dia udah capek banget di PHP in terus ada cewek yg ngasih dia perhatian yh GK mungkin dilewatkan Rian ,,, sekarang elu sendiri GK dapat dua duanya,
Luna
untung si Marvel atau marven sudah putus sama nih cewek,,,,🤣🤣🤣🤣🤣🤣 semoga ada cewek gila lain untuk mantan Keysa 🤣🤣🤣🤣🤣
falea sezi
awas aja lu rian oleng🤣 Ziva gue suruh pindah sekolah
falea sezi
jauhin aja ziv laki gk tau diri🤣 uda ma kesya aja cocok😒 sampah sama sampah
Luna
dalam mimpi sya,,,,,🤣🤣🤣
Luna
Marvel sebelas dua belas sama si Naya yh Thor🤣🤣🤣🤣🤣🤣,agak gila ,,,,gituloh
Rofiwan: Naya versi lanang
total 1 replies
Luna
Rian ,,,, kayaknya yg nolongin kamu bukan Keysa deh ,,,, orang kek dajal gitu nolongin orang kayaknya enggak deh,kaya tapi miskin etika🤣🤣🤣🤣
falea sezi
buat Riyan tegas donk🤣 jangan kayak. kerupuk. melempem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!