NovelToon NovelToon
Rose Of The Underworld

Rose Of The Underworld

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:499
Nilai: 5
Nama Author: chocomint09

Bagi dunia bawah, Evangeline Cross adalah The Ghost Rose, eksekutor berdarah dingin yang paling ditakuti. Namun bagi dirinya sendiri, ia hanyalah seorang putri yang terjebak dalam malam pembunuhan ibunya empat belas tahun lalu. Satu-satunya jejak sang pembunuh yang tersisa adalah belati dengan ukiran ular dan mawar.

Saat petunjuk mengarah pada Blackwood Syndicate, kelompok mafia paling elit dan berbahaya di Verona Heights, Eva menyusup sebagai pelayan pribadi demi membalas dendam. Targetnya sederhana, menghabisi Dominic Blackwood, sang pemimpin mafia berusia 30 tahun yang dikenal tak berbelas kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocomint09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Di sebuah tempat yang jauh dari benteng Blackwood Manor, petir menyambar di balik jendela kaca setinggi lima meter. Cahaya kilat itu menyinari sebuah ruangan kerja bergaya klasik victoria yang dipenuhi oleh ribuan buku tua berkulit tebal dan papan catur yang terhampar di atas meja kayu.

Sesosok figur tinggi berdiri menatap hamparan pemandangan Verona Heights dari ketinggian menara.

Jubah tebal berwarna abu-abu gelap membungkus tubuhnya, menutupi lekuk tubuh maupun usianya. Wajahnya tersembunyi sepenuhnya di balik pendar temaram lampu minyak dan bayang-bayang ruangan.

Hanya jemari tangannya yang dilapisi sarung tangan kulit hitam halus yang terlihat, jarinya sedang memutar-mutar sebuah koin perak kuno berukir simbol mawar berduri tiga.

Suara ketukan pintu bergema rendah dua kali. Seorang pria berpakaian serba hitam dengan topeng melangkah masuk tanpa suara, lalu berlutut satu kaki di atas karpet beludru merah.

"Laporan dari Blackwood Manor, Tuan," suara utusan itu terdengar datar di balik topeng.

"Perjamuan doa empat belas tahun Tragedi St. Jude telah selesai jam dua belas malam tadi. Lady Eleanor telah kembali ke sayap barat, sementara Dominic Blackwood mengisolasi dirinya di kamar utama bersama istrinya."

Figur misterius di depan jendela itu tidak langsung memutar tubuhnya. Ia menghentikan putaran koin perak di jemarinya, membiarkan koin itu diam di telapak tangannya.

"Bagaimana dengan wanita itu?" suara figur misterius itu meluncur.

Suaranya diubah secara terampil oleh sebuah alat pemicu suara tersembunyi di balik kerah jubahnya, membuatnya tak mungkin dikenali apakah ia seorang pria tua, wanita anggun, atau petinggi faksi yang sering disapa Dominic di siang hari.

"Nyonya Evie Thorne berada di kamar utama sepanjang malam," lanjut utusan itu.

"Namun pengawas kita di sektor bawah tanah mencatat adanya pergerakan kecil pada sensor perapian kamar utama sebelum perjamuan dimulai. Seseorang telah mengaktifkan akses menuju Brankas Besi Kelabu."

Tawa halus yang dingin keluar dari balik jubah tebal itu, sebuah tawa yang sarat akan dominasi dan kepuasan.

"Gadis yang cerdas..." gumamnya.

"Putri dari Clara Cross memang tidak pernah mengecewakan. Ia bergerak persis seperti yang kuprediksi."

Utusan berlutut itu mendongak tipis. "Apakah kita harus mengirim tim eksekusi untuk merebut kembali kotak rahasia milik Clara Cross sebelum wanita itu sempat membacanya, Tuan?"

"Merebutnya?" figur misterius itu memutar tubuhnya perlahan. Bayangan jubahnya menyapu papan catur di atas meja.

Jemarinya terangkat, menjatuhkan pion benteng putih milik Faksi Blackwood dari atas papan. "Mengapa kita harus menghentikannya? Aku sendiri yang membiarkan Madam Vane memberikan petunjuk itu kepadanya. Aku yang membiarkan kotak besi itu tetap berada di sana selama belasan tahun."

Ia melangkah mendekati meja, menatap pion pion catur yang tersusun rapi.

"Dominic Blackwood telah dibutakan oleh cinta dan nafsunya sendiri," lanjutnya dengan nada yang sarat akan penghinaan halus.

"Pria muda itu mengira ia telah menemukan pelindung jiwanya. Ia membawa serigala berdarah Cross ke dalam tempat tidurnya sendiri, memeluknya setiap malam, menyerahkan stempel otorisasi kekuasaannya. Dominic tidak pernah tahu bahwa wanita yang dicintainya... adalah bom waktu yang akan menghancurkan Faksi Blackwood dari dalam."

Sosok itu meraih sebuah pena kaligrafi berujung perak, lalu mencelupkannya ke dalam tinta hitam. Di atas selembar kertas perkamen tua yang mulus, ia mulai mengukir beberapa baris kalimat sandi dengan gerakan tangan cepat.

"Biarkan Evangeline membuka kotak ibunya malam ini," bisik sosok itu seraya membubuhkan cap segel perak bertuliskan inisial G.B. di sudut bawah kertas tersebut.

"Biarkan dia membaca potongan kebenaran yang kutinggalkan. Saat rasa dendam di dalam dadanya memuncak, dan saat Dominic terbangun dari mimpi manisnya... perang darah yang sesungguhnya di Verona Heights baru akan dimulai."

Sosok itu melipat kertas perkamen itu, memasukkannya ke dalam amplop hitam berstempel lilin merah, lalu melemparkannya ke hadapan utusan yang berlutut.

"Kirimkan surat ini ke dalam selasar kamar utama Blackwood Manor sebelum fajar," perintahnya.

"Pastikan hanya mata Evangeline yang membacanya."

"Siap Tuan," sahut utusan itu patuh, menyambar amplop hitam tersebut sebelum menghilang kembali ke dalam kegelapan lorong menara.

Sosok itu kembali melangkah mendekati jendela kaca raksasa, menatap pendar lampu-lampu Blackwood Manor yang tampak kecil di kejauhan bukit. Ia menyunggingkan senyum tersembunyi di balik kegelapan jubahnya.

Bagi sosok misterius ini, seluruh orang di Verona Heights Dominic, Eva, Lady Eleanor, hingga tiga faksi utama, hanyalah bidak-bidak catur yang sedang menari di atas panggung jebakan yang dirancangnya sejak Tragedi St. Jude 2012.

...****************...

Kembali ke kamar utama Blackwood Manor.

Pukul 02.30 dini hari.

Suara napas teratur dan berat dari Dominic bergaung halus di dalam kamar yang temaram. Penguasa mafia itu terlelap sangat lelap di atas tempat tidur, tubuh berototnya terlentang dengan dada bidang yang naik-turun tenang.

Keintiman yang panas dan liar bersama Eva dua jam lalu telah menyerap seluruh energi fisiknya, membuatnya tenggelam dalam tidur nyenyak yang tak terganggu.

Di sudut kamar, Evangeline duduk berlutut di atas karpet beludru di depan meja rias kayu jati.

Mengenakan gaun tidur tipis yang longgar, Eva bergerak dalam keheningan. Hanya pendar lilin kecil yang dinyalakannya di atas meja rias yang menerangi jemari lentiknya saat ia mengeluarkan kotak besi kecil berwarna abu-abu kusam dari balik lipatan kain di laci paling bawah.

Kotak besi berukir mawar bersilang milik ibunya, Clara Cross.

Jantung Eva berdentang kencang di balik dadanya. Jemari tangannya yang dihiasi kuteks merah burgundy gemetar tipis saat meraba gembok kombinasi tiga angka pada kotak tersebut.

"Tanggal lahirku..." bisik Eva sangat pelan di dalam hatinya.

Eva memutar roda angka tembaga pada gembok tersebut: 0 - 5 - 1.

Klak...

Engsel gembok tua itu bergeser terbuka secara sempurna.

Napas Eva tertahan halus. Dengan kehati-hatian tingkat tinggi agar tidak memicu derit logam, ia mengangkat tutup kotak besi tersebut.

Di dalam kotak besi yang berbau kertas tua dan aroma parfum mawar yang memudar, terbaring dua benda, sebuah kalung liontin perak berbentuk mawar berdaun tiga milik Clara Cross, serta sebuah buku catatan harian kecil merah kusam.

Eva menyampingkan kalung perak tersebut, lalu mengangkat buku catatan harian milik ibunya dengan kedua tangan.

Ia membuka halaman pertama yang bertuliskan tinta kaligrafi hitam dengan tulisan tangan ibunya yang sangat dikenalinya.

"Untuk putriku, Evangeline Cross. Jika kau membaca catatan ini, berarti aku telah gugur dalam pertempuran bayangan di St. Jude, dan Konsorsium telah menghapus namaku dari sejarah."

Air mata bening menggenang di sudut mata hazel Eva, namun ia dengan cepat menyapunya, memfokuskan otaknya pada baris-baris kalimat berikutnya.

Eva membalik lembaran demi lembaran catatan harian tersebut secara cepat. Ibunya mencatat seluruh kronologi pengkhianatan yang terjadi pada tahun 2012. Dan di halaman pertengahan, tertera skema struktur tersembunyi yang persis sama dengan yang dilihat Eva di Brankas Besi Kelabu kemarin, struktur puncak Ordo Lima Duri.

Di bawah struktur tersebut, tulisan tangan Clara Cross mengungkap misteri dibalik inisial nama G.B.

"Inisial G.B. bukan sekadar kode jabatan. Dia adalah arsitek utama yang merancang eksekusi seluruh keluarga Cross dan Vivienne Blackwood. G.B. menggunakan stempel otorisasi ganda dan mengendalikan jaringan eksekutor Blackwood dari balik layar tanpa diketahui oleh Arthur Blackwood maupun Lady Eleanor."

Eva menahan napasnya, membalik halaman berikutnya untuk membaca nama asli yang dituliskan ibunya.

Namun persis seperti buku induk di bawah tanah, halaman yang berisi nama lengkap sosok berinisial G.B. tersebut telah robek secara paksa.

Hanya tersisa pinggiran kertas yang koyak di sepanjang jilidan buku catatan harian.

Dada Eva berdesir tajam oleh kekecewaan dan kebingungan yang luar biasa. "Bahkan di dalam catatan pribadi Ibu... nama asli G.B. telah dihilangkan. Siapa yang sempat menyentuh kotak ini sebelum aku?" gumam Eva.

Namun, di bawah pinggiran kertas yang terobek itu, Clara Cross sempat menuliskan satu kalimat petunjuk terakhir menggunakan tinta merah.

"Nama aslinya tersimpan di dalam Surat Otorisasi Rahasia 01, dokumen yang disembunyikan di dalam liontin perak di kotak ini. Hanya darah keturunan Cross yang bisa membuka ukiran rahasia di balik liontin tersebut."

Mata Eva berbinar seketika.

Ia langsung meletakkan buku catatan itu, lalu meraih kalung liontin perak berbentuk mawar berdaun tiga dari dalam kotak besi. Liontin perak itu terasa sangat dingin di genggamannya.

Eva membalik bagian belakang liontin tersebut dan menemukan sebuah ukiran celah sempit bergambar daun mawar, celah mekanis mikron yang hanya bisa terpicu oleh ceceran cairan biologis.

Eva meraba belati kecil sembunyi yang disimpannya di meja rias. Tanpa ragu sedikit pun, ia menusuk ujung jari telunjuk kiri dengan mata belati tersebut hingga setetes darah merah segar keluar.

Eva meneteskan darahnya tepat di atas ukiran celah mawar di balik liontin perak tersebut.

Klak...

Mekanisme internal mikro di dalam liontin perak itu bergeser halus. Bagian cangkang perak liontin itu terbelah dua, menyingkapkan gulungan kertas mikrokapsul yang terlipat sangat kecil di dalamnya.

Jantung Evangeline berdebar, dengan menggunakan ujung jarinya, dia mengeluarkan gulungan kertas mikro tersebut dan membuka lipatannya secara perlahan di bawah pendar lilin meja rias.

Di dalam kertas mikro tersebut, tertera nama asli, silsilah keluarga, dan posisi resmi dari sosok penguasa bayangan berinisial G.B. yang bertanggung jawab atas kematian ibunya dan dalang di balik seluruh Tragedi St. Jude.

Saat mata hazel Eva membaca nama lengkap yang terukir di kertas mikro tersebut, seluruh tubuhnya membeku seketika.

Napasnya tertahan di tenggorokan, pupil matanya membesar oleh rasa terkejut.

Nama asli sosok berinisial G.B. tersebut adalah seseorang yang teramat dekat dengan Faksi Blackwood, sosok yang selama ini berada di dalam lingkaran paling dalam benteng ini, sosok yang tidak pernah dicurigai oleh Dominic maupun Lady Eleanor.

"Ternyata... dia adalah G.B.!" batin Evangeline bergetar hebat, tangannya yang memegang kertas mikro itu berguncang kencang.

Srek...

Suara gesekan itu memecah keheningan kamar.

Eva seketika menutup kembali liontin perak dan mengamankan gulungan kertas mikro itu ke dalam gaun tidurnya. Ia berdiri tanpa suara, menyambar belati kecil di mejanya, lalu melangkah perlahan mendekati pintu kamar utama.

Eva berlutut dan mengambil amplop hitam berstempel lilin merah berukir inisial G.B. yang baru saja diselipkan dari luar.

Dengan dada berdebar kencang, Eva membuka segel lilin merah tersebut dan mengeluarkan selembar kertas perkamen di dalamnya. Di atas kertas perkamen itu, terdapat sebuah pesan untuknya.

"Selamat malam, Evangeline Cross. Kau telah menemukan nama asliku di dalam liontin ibumu. Kini kau tahu siapa aku.

Pertanyaannya sekarang, apakah kau akan memberitahukan nama ini kepada Dominic Blackwood, pria yang baru saja menidurimu dan berjanji mempercayaimu ataukah kau akan menyembunyikannya dan membiarkan Dominic tewas di tanganku saat perang faksi meletus lusa? Pilihan ada di tanganmu, putri Clara Cross.

-G.B."

Eva mengepalkan kertas perkamen itu kencang-kencang di dalam genggamannya, napasnya memburu cepat di balik pintu kamar.

G.B. tidak hanya tahu nama aslinya sebagai Evangeline Cross, tetapi juga sedang memainkan permainan psikologis paling kejam pada dirinya yang sedang dihadapkan pada dendam darah ibunya dan rasa cinta yang baru saja tumbuh untuk Dominic Blackwood.

Eva memutar tubuhnya perlahan, menatap ke arah tempat tidur berukuran raksasa.

Di atas kasur, Dominic masih terlelap tenang dalam tidurnya, sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam genggaman istrinya, terkuak rahasia terbesar yang bersiap meruntuhkan seluruh kekuasaan Blackwood Syndicate.

...Bersambung... ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!